Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Ucapan Terima Kasih Author Dan Ekstra Part


__ADS_3

Assalamualaikum πŸ™


Otor ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, pada Lope-lope. Yang sudah menemani otor selama berbulan-bulan untuk menyelesaikan Novel ini😍😍😍😍


Terima kasih, yang sudah berkenan memberikan Like, saran, ulasan, vote, hadiah dan komentarnya. Sungguh tanpa kalian Otor remahan rempeyek ini tidak ada apa-apanya 😌😌


Maafkan Otor, jika ada salah-salah kata πŸ™πŸ™ Dan membuat kalian kecewa πŸ˜”


Semoga kita semua selalu di berikan kemudahan dan kesehatan serta Rizki yang tak pernah putus. Aamiin 🀲🀲🀲


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


Jika berkenan, mampir ke Novel Otor yang lainnya juga ya πŸ€—


Seperti yang di bawah ini πŸ‘‡


C



(Cuplikan Episode satu)


"Mas, kau sudah pulang! Sini aku bawakan tasnya,"ujar seorang wanita yang sudah 3 jam lebih menunggu di depan pintu, menantikan kepulangan sang suami.


Ia adalah Kirana, wanita berwajah ayu dan lembut yang masih berusia 22 tahun, Ia dipersunting Senopati 2 tahun silam.


Di usia pernikahannya yang sudah cukup lama, Kirana merasa Seno berubah, tidak sehangat yang dulu, lelaki itu nampak dingin dan lebih sering mengabaikannya.


Namun Ia tetap melakukan apa yang sudah menjadi kewajibannya setiap hari termasuk menyambut Seno pulang, meskipun lelaki itu pulang di jam yang tidak biasanya.


Seno memberikan tas kerjanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Aku sudah masak makanan kesukaanmu Mas, kau makan ya?"kata Kirana yang kembali mencoba, menciptakan suasana hangat.


Namun Seno menghela nafas berat.


"Rana, aku lelah seharian bekerja, aku ingin mandi dan langsung beristirahat."


Kirana mengulas senyum terbaik yang ia miliki.


"Baik Mas, aku akan siapkan air hangat untukmu mandi."


"Terima kasih."

__ADS_1


Seno berjalan terlebih dahulu memasuki kamar.


***


Setelah menyiapkan air untuk ritual mandi sang suami, Kirana merapikan makanan yang tertata rapi di atas meja, sore tadi Kirana menyempatkan diri untuk memasak beberapa menu yang menjadi makanan favorit Seno, ia berharap bisa makan malam bersama suaminya, yang sudah beberapa bulan terakhir tidak pernah meraka lakukan karena Seno selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai salah satu anggota Tim SAR.


CKLEK..


Kirana mendorong pintu kamar, ia melangkah perlahan.


Seno yang mendengar suara pintu terbuka, segera menarik selimut sampai menutupi semua tubuhnya, hanya wajahnya saja yang terlihat dan ia langsung memejamkan matanya.


"Kau sudah tidur Mas!"


"Eeemm!"


Hanya itulah sahutan dari Seno.


"Baik, beristirahatlah Mas!"


Kirana berjalan menuju balkon kamar, di sana ia merenung, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Seno. Kenapa dia bisa bersikap sedingin ini, padahal dulu ia lelaki hangat dan penyayang.


Apakah Mas Seno sudah tidak tertarik lagi denganku!


Atau Mas Seno memiliki...!


Namun ia segera menepis semua pikiran yang sering melintas di kepalanya, ia tetap berpikir positif tentang suaminya.


"Mungkin Mas Seno sedang lelah! karena seharian bekerja."


*******


"Mas, sore nanti bisa temani aku ke rumah Kak Sarah, Dino ulang tahun hari ini."Kata Kirana, sambil menyiapkan sarapan untuk Seno.


"Maaf Rana, aku tidak bisa. Ada beberapa hal yang harus aku kerjakan dan mungkin akan pulang malam, kau pergi bersama temanmu saja ya."


Dan ini jawaban yang sudah kesekian kalinya Seno lontarkan, ketika Kirana meminta untuk di temani.


"Baiklah Mas, tidak apa-apa. Tapi kau sarapan dulu ya!"


Seno melirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Maaf Rana, ini sudah siang, aku harus segera pergi, karena ada latihan."

__ADS_1


Dan ini juga sudah kesekian kalinya Seno menolak sarapan yang di sajikan Kirana.


Dengan perasaan sedih yang di tahan, Kirana mengantar Seno sampai depan pintu.


"Berhati-hatilah Mas!"


Seno mengangguk dan segera masuk kedalam mobilnya.


Kirana menatap mobil yang semakin melaju menjauhinya.


"Ada apa denganmu Mas, apakah aku punya salah! kenapa kau terlihat membenciku, bahkan kau sudah enggan untuk menyentuhku meski itu hanya sebatas sentuhan tangan."


Ingatan 2 tahun silam terlintas di benak Kirana, di mana Seno mempersuntingnya di hadapan kedua orang tuanya dengan bersungguh-sungguh. Rasa bahagia menyelimuti hati Kirana ketika ia resmi menikah dengan Seno, lelaki baik itu memperlakukan Kirana layaknya seorang Ratu, ia selalu mencium kening sang istri di pagi hari dan sebelum tidur ,dan saat berangkat kerja, Seno akan mengeluarkan semua rayuannya yang mampu membuat Kirana terbang sampai di langit ke 7, lelaki itu juga, selalu memuji masakan Kirana setiap kali menghabiskan masakan istrinya. Ia akan mengucapkan kata-kata manis dan cinta pada Kirana di setiap menit selama 24 jam.


Tapi keindahan dan kebahagiaan itu sirna dalam sekejap, Seno berubah tanpa sebab apapun. Ia menolak sang Istri tanpa alasan yang jelas, membawa Kirana di zona kesedihan.


***


Dan yang ini πŸ‘‡



Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


(Ekstrak part)


Satu tahun sudah Jubaidah menjalani hukuman di penjara. Dan selama itu tidak ada satupun yang menjenguknya.


Ia mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berjalan. Sepanjang hari Jubaidah selalu dihantui dengan rasa bersalahnya pada Rahman dan mendiang Mira. Ia selalu menanti kedatangan Rahman dan kedua putrinya. Namun yang di tunggu tidak pernah menampakkan dirinya, hingga Jubaidah di liput rasa sedih dan penyesalan yang dalam.


Lalu di mana Ranai?


Rania, memilih untuk pergi meninggalkan kota tersebut, beberapa hari setelah Jubaidah di penjara.


Dan setelah ia di nyatakan lulus sekolah, Rania pergi tidak sendiri, ia mengajak serta Putri bersamanya. Ia merasa malu dengan Via dan Rahman sehingga memutuskan untuk pergi menjauhi mereka, Rania tidak berpamitan pada Jubaidah. Ia pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak apapun. Ia hanya mengirim sepucuk surat yang ia titipkan pada pemilik kontrakan untuk di berikan pada Rahman atau Via ketika datang mengunjunginya. Dalam surat tulisan tangan tersebut. Rania meminta maaf, dan meminta Rahman dan Via untuk tidak mencarinya. Ia tidak ingin membebani Rahman, karena sudah cukup selama 17 tahun ini ia merepotkan kakaknya itu.


Apakah Via dan Rahman tidak mencoba mencari keberadaan Ranai dan Putri?


Via dan Rahman, sudah melakukan segala cara dan meminta bantuan polisi untuk mencari Rania dan Putri. Naman selama satu tahun ini mereka belum mendapatkan kabar apapun tentang Rania. Entah pergi kemana gadis itu, bahkan ia tidak memiliki sanak saudara dan uang untuk hidup mandiri bersama Putri.


Tapi, di manapun Rania dan Putri berada, Semoga Allah selalu melindungi dan memudahkan segala urusannya.


Itulah Doa, yang selalu Rahman panjatkan untuk adiknya.

__ADS_1


❄️❄️❄️❄️❄️


Terima kasih banyak πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2