
Selamat! Membaca 🤗
❄️❄️❄️❄️❄️
Karena tidak mau terjadi keributan lagi antara dirinya dan Rahman, Via memutuskan untuk mengikuti apa yang di inginkan suaminya.
Ia bersiap-siap menunju rumah Jubaidah sang ibu mertua.
Karena tidak ingin mengajak serta Satria yang saat itu kondisinya memang sedang tidak sehat, Via pun menitipkan putranya itu pada tetangga yang selalu membantu Via.
"Aku titip Satria sebentar ya Mbak Dewi, aku usahakan tidak akan lama,"kata Via.
"Iya, kau tenang saja biar aku pasti akan menjaga Satria dengan sangat baik."
"Terimakasih Mbak."
Setelah menitipkan Satria pada Mbak Dewi Via segera menuju ke rumah Ibu mertuanya dengan berjalan kaki.
Hanya butuh beberapa menit saja saat ini Via sudah sampai di rumah berwarna hijau itu.
"Assalamualaikum."
Setelah dia mengucapkan salam suara pintu terbuka.
Dan tentu saja yang membuka pintu itu adalah Rohmah kakak iparnya.
"Mbak Rohmah ibu ada?"tanya Via.
"Ada,"sahut Rohmah dengan ketus. Tapi dalam hatinya sangat senang karena ia tahu tujuan Via datang ke sini untuk meminta maaf padanya dan Jubaidah ibunya.
Via melangkahkan kaki masuk ke dalam dan melihat ibu Jubaidah tengah santai menonton TV sambil memakan cemilan yang berada di dalam toples plastik transparan.
"Assalamualaikum bu,"sapa Via, dengan sangat sopan ketika sudah berada dekat sekali dengan Jubaidah.
"Waalaikumsalam, ada apa kau datang ke sini?"sahut Jubaidah pura-pura tidak tahu.
Via mendudukkan dirinya di sofa, namun dengan cepat Rohmah melarangnya.
"Siapa yang mengizinkanmu duduk di situ, berdiri! Cepat berdiri aku tidak mengizinkanmu untuk menduduki sofa itu."
Sambil menahan diri, Via pun kembali bangkit dan berdiri di depan Ibu mertuanya.
"Cepat katakan Via ada apa kau datang ke sini, apa kau juga ingin menumpang makan seperti suamimu itu?"
Dengan menahan jengkel di dalam hatinya terpaksa Via pun mengatakan apa yang menjadi tujuan ia menginjakkan kaki di rumah itu.
"Aku ingin minta maaf pada Ibu atas kejadian kemarin."
"Hahaha.... Minta maaf!"Jubaidah tertawa terbahak-bahak,"apa kau benar-benar mengharapkan maaf dari ibu mertuamu ini?"
"Tidak! Aku tidak mengharapkan mendapatkan maaf dari ibu. Aku hanya ingin mengucapkan kata maaf saja pada ibu dan itu pun terpaksa aku lakukan karena Mas Rahman yang mendesak ku."
Mendengar pengakuan dari Via Jubaidah segera bangkit dari duduknya dengan menjatuhkan toples berisi makanan yang ada di pangkuannya.
__ADS_1
"Kau bicara apa, terpaksa?"
"Iya, aku terpaksa meminta maaf pada ibu Karena Mas Rahman yang mendesak ku."
Dari arah belakang Rohmah langsung menjambak rambut Via.
"Kurang ajar! Berani sekali kau bicara seperti itu pada Ibuku."
Via berusaha keras melepaskan tangan Rohmah yang menarik kuat rambutnya.
Tapi dengan cepat Zubaidah menahan tangan Via.
"Apa-apaan ini, apa yang kalian lakukan?"Via masih memberontak namun tidak bisa berbuat apa-apa karena Jubaidah menahannya sedangkan Rohmah menarik rambutnya sambil melingkarkan dengan satunya di leher Via.
"Ini hukuman dariku karena kau berani bersikap kurang ajar pada Ibuku,"Kata Rohmah yang semakin kencang menarik rambut Via.
"Lepaskan Mbak! Kalian sudah melakukan kekerasan."
"Aku tidak peduli, bahkan jika perlu aku ingin menyiksamu lebih dari ini,"sahut Rohmah.
Entah kenapa wanita itu sangat membenci Via.
Via masih meringis kesakitan Sambil mencoba melepaskan diri dari kedua orang yang tengah kesetanan itu.
"Cukup Rohmah,"Jubaidah terlebih dahulu melepaskan cengkeraman tangannya dan meminta Rohmah untuk melepaskan cengkramannya juga.
"Tidak bisa bu, aku harus memberi pelajaran pada wanita ini agar dia tidak selalu kurang ajar pada ibu,"Rohmah semakin kuat mencekik leher Via menggunakan lengannya.
Via mulai kesusahan untuk bernafas karena merasakan sesak di dadanya.
"Hentikan Rohmah, kau bisa membunuhnya."
"Biar saja Bu, malah bagus jika wanita ini cepat mati."
Sungguh kejam wanita itu, bahkan dia tidak memperdulikan peringatan dari Ibunya.
Via yang tidak ingin mati sia-sia di tangan kakak iparnya, mengamati alih.
Ia menggunakan tangannya untuk menghajar perut Rohmah.
"Aaaawwh..... Kurang ajar!"geram Rohmah.
Via tidak hanya sampai di situ saja, ia mendekat dan membalas Rohmah dengan cara menjambak rambutnya.
"Awwww... Sakit Via, kau jangan kurang ajar seperti ini, lepaskan aku. Aku akan melaporkan perbuatanmu ini pada Rahman."
"Kau bisa merasakan sakit juga!"
Jubaidah yang menyaksikan adu mekanik antara menantu dan anaknya, sama sekali tidak berniat untuk melerai.
Ia malah meraih ponselnya yang tergeletak di meja lalu mereka peristiwa itu, sambil tersenyum puas.
BUG!
__ADS_1
Via mendorong Rohmah sampai tersungkur membentur meja TV.
"Ibu lihat, apa yang di lakukan menantu Ibu!"pekik Rohmah sambil menahan sakit.
Setelah menyelesaikan hasil rekaman dan menyimpannya Jubaidah segera menghampiri Via.
Dan.
PLAK!
Sebuah tamparan keras ialah yang akan dipipi mulus menantunya itu.
"Ini balasan atas kekurangan ajaranmu pada Rohmah."
Via merasakan sakit sekaligus perih dan panas di pipinya. Tapi tentu ia tidak berniat membalas Jubaidah karena ia masih menghormatinya sebagai Orangtua, tentu ia tidak mau melakukan kekerasan padanya.
"Sekali lagi kau bersikap kurang ajar pada Rohmah, saya bukan hanya menamparmu. Tapi saya juga akan membuangmu dan menyingkirkanmu dari dunia ini,"ancam Jubaidah yang terlihat tidak main-main.
Namun Via menanggapi ancaman itu dengan senyum miring di ujung bibirnya.
Ya..
Karena ini bukan pertama kalinya Jubaidah mengancam Via.
Wanita itu sudah sangat sering melontarkan kata-kata ancaman pada menantunya itu.
Hubungan Via dan mertuanya memanglah tidak baik, entah apa sebabnya Jubaidah tidak menyukai Via.
Ia selalu mencari-cari kesalahan dan keburukan menantunya itu.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu! apa kau sedang menantang saya?"
"Aku sudah terbiasa mendengar ancaman dari ibu, jadi aku harus bersikap seperti apa? apa ibu mengharapkan aku ketakutan dan memohon pada Ibu untuk mengampuniku?"
"Kurang ajar kau Via!"Jubaidah mengangkat tangannya dan ingin kembali melayangkan tamparan di wajah Via.
Tapi dengan cepat Via menahannya, ia tidak mau di tampar untuk kedua kalinya di waktu yang sama.
"Untung saja, usia Ibu jauh lebih tua dariku, jika tidak! sudah pasti aku akan membalas semua perlakuan Ibu padaku, asal Ibu tau aku bukan wanita lemah dan lugu seperti yang ibu kenal 2 tahun yang lalu, aku sudah berubah menjadi seekor serigala yang bisa menerkam mangsanya tanpa ampun dan belas kasih, dan Ibu tahu apa yang membuatku berubah seperti ini? itu semua karena kalian,"Via lebih mendekat ke arah Jubaidah dan ia membisikkan sesuatu pada wanita itu.
"Aku tahu rahasia besar apa yang Ibu Sembunyikan selama ini. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika mas Rahman tau soal itu."
DEG!
Wajah Jubaidah seketika memucat. Seperti tidak memiliki darah setetes pun.
Bersambung.....
❄️❄️❄️❄️❄️❄️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya 🙏
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️