Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
BAB 6. Rahman Marah


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗🤗🤗


❄❄❄❄❄


Aku sedang fokus bekerja, tiba-tiba di kagetkan dengan dering ponsel yang tak mau berhenti.


Aku rogoh saku celana untuk melihat siapa yang menelepon ku di jam sibuk seperti ini.


Mbak Rohmah!


Untuk apa mbak Rohmah meneleponku di jam segini.


Tapi aku tidak memperdulikan panggilan dari kakakku itu, karena ini jam kerja dan sedang ada atasan ku yang mengawasi, aku bisa kena semprot jika berani mengangkat telpon di jam sibuk seperti ini, apa lagi panggilan ini dari Mbak Rohmah sudah pasti ia hanya akan minta uang saja.


Akupun memutuskan untuk menyalakan mode diam di ponselku.


Hingga tiba di jam istirahat, aku baru membuka kembali ponselku.


Terkejut!


Aku sangat terkejut, bahkan aku sampai menjatuhkan sendok yang aku genggam, karena saat ini aku tengah makan siang.


Dan yang membuatku terkejut itu adalah pesan dari Mbak Rohmah.


Apa mungkin Via sekejam ini! Gumamku setelah membaca pesan dari Mbak Rohmah yang mengatakan jika Via mengusir ibu ketika ibu datang ke rumah untuk menjenguk Satria.


Sungguh keterlaluan Via, kenapa dia sampai mengusir ibu


Tanpa pikir panjang aku segera menghubungi Via, tapi sial ponselnya tidak aktif. Dia kebiasaan sekali tidak pernah mengisi daya ponselnya.


Sabar Rahman.


Sabar Rahman.


Itulah kata-kata yang keluar dari lubuk hatiku.


Untuk menenangkan diri ini dari emosi yang sudah hampir meledak-ledak.


❄️❄️


Yang dinanti-nanti pun tiba.


Jam sudah menunjukkan pukul 16:00.


Dan ini sudah waktunya pulang.


Tanpa buang-buang waktu aku segera tancap gas menuju ke rumah ibu.


Ya.. Tentu aku memilih untuk pulang ke rumah ibuku terlebih dahulu, karena aku yakin saat ini ibuku itu pasti tengah bersedih karena ulah Via.


"Assalamualaikum!"teriakku, sesaat setelah sampai di depan rumah ibu.


"Waalaikummusalam."

__ADS_1


Terdengar sahutan dari dalam, dan itu suara mbak Rohmah.


"Mana ibu mbak?"tanya ku ketika pintu sudah terbuka lebar.


Mbak Rohmah tidak menjawab pertanyaan ku, ia hanya memberi kode dengan ekor matanya mengarah ke dalam, ya itu ruang makan.


Aku segera bergegas masuk.


Dan pemandangan yang pertama aku lihat di sana.


Ibu tengah duduk di meja makan, sambil terisak.


Aku segera menarik kursi yang persis berada di sebelah ibu dan mendudukkan diri di sana.


"Ibu, kenapa! Apa yang terjadi, kenapa ibu sampai menangis seperti ini?"


"Ini karena ulah istrimu Rahman, Via yang membuat Ibu menangis seperti ini,"Mbak Rohmah yang menyahut.


Jadi benar ini karna Via, gumamku dalam hati.


Namun aku berusaha untuk tenang.


"Apa yang Via lakukan pada ibu?"


"Istrimu itu mengusir Ibu, kan aku sudah memberi tahumu lewat pesan,"sahut Mbk Rohmah dengan kesal.


"Aku bicara pada ibu mbak,"ucapku yang ikut kesal karna mbak Rohmah selalu menjawab pertanyaan yang aku lontarkan kepada ibu.


"Kenapa kau malah marah padaku?"Mbk Rohmah sepertinya tidak terima.


"Apa benar Via mengusir ibu?"tanyaku memastikan.


"Iya Rahman, istrimu itu mengusir ibu padahal ibu hanya ingin menjenguk Satria, tapi ia malah menuduh ibu yang tidak-tidak."


"Menuduh! Maksud ibu?"


Ibuku kembali menangis.


"Entahlah Rahman, ibu bingung harus memulainya dari mana, saat itu ibu menasehati Via agar ia merawat mu dengan baik, tapi ia malah menuduh ibu yang tidak-tidak, Via menuduh ibu menghasut mu dan menghabiskan uang mu, karena kau setiap bulan harus memberi uang pada ibu,"ucap ibu di iringi isak tangis.


Sungguh keterlaluan Via, tega sekali ia bicara seperti itu pada ibu, ini tidak bisa ku biarkan.


Setelah menenangkan ibu, aku bergegas pulang ke rumah.


Aku sudah tidak sabar ingin menegur istriku yang sudah tega bicara seperti itu dan mengusir Ibuku.


❄️❄️


Aku menepikan motor ketika sampai di halaman rumah.


Pintu rumah terbuka, dan Via memang selalu seperti itu. Membiarkan pintu terbuka di jam aku pulang bekerja.


Tanpa mengucapkan salam aku langsung masuk mencari Via, karna sudah sejak tadi hatiku ini diliputi rasa marah.

__ADS_1


"Viaa..!" Teriakku.


"Mas, apa kau lupa mengucapkan salam!"Suara Via terdengar dari meja makan, ia tengah merapikan sesuatu di sana.


Aku tidak memperdulikan teguran Via, dengan cepat aku menghampirinya.


"Apa yang kau lakukan kepada ibuku, Kenapa kau tega mengusir Ibu dari rumah kita padahal Ibu hanya ingin menjenguk Satria dan menasehati mu saja?"


Wajah Via terlihat bingung mendengar penuturanku.


"Apa maksudmu mas?"


"Kau jangan berpura-pura tidak tahu seperti itu Via, kau mengusir ibu kan?"


"Mengusir! Jadi ibu mengadu padamu?"Via malah balik bertanya padaku.


"Jadi benar kau mengusir ibu?"aku sudah mengeraskan rahang ku dan menajamkan mataku menatap wanita yang aku nikahi 2 tahun yang lalu.


"Aku tidak akan meminta ibu dan Mbak Rohmah pulang, jika tujuan mereka hanya ingin menjenguk Satria dan menasehatiku saja. Tapi ibumu itu sudah keterlaluan mas, ia selalu menyudutkan ku."


Apa-apaan ini, dia sudah berani mengusir Ibuku dan sekarang malah memutarbalikkan fakta.


"Via, kau Jangan menyalahkan ibu!"


"Aku tidak menyalahkan Ibu mas, ibumu memang selalu saja menyudutkan ku, dan kau tahu itu dari dulu kan."


"Tapi kau tidak harus sampai mengusirnya kan?"


"Sudahlah mas, percuma aku bicara apapun padamu, kau tidak akan pernah mendengar penjelasanku, karena kau selalu menelan mentah-mentah apa yang ibumu katakan tanpa mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya."


"VIA!"aku membentak istriku itu.


Dan di saat itu juga Via tersentak.


Ia tersenyum miring sambil menatapku.


"Ini sudah yang kesekian kalinya kau membentak ku mas, dan ini juga sudah kesekian kalinya aku mengalah dan diam."


Via segera berlalu dari hadapanku, ia masuk kedalam kamar.


Aku terpaku.


Astaga! Apa yang aku lakukan, apa aku kembali membentak istriku itu, aku merasa bersalah pada Via, dari dulu aku tidak pernah membentak Via ku, jangankan membentak bicara dengan nada tinggi saja aku tidak pernah.


Tapi beberapa bulan terakhir ini, aku sering sekali melakukan itu, padahal baru kemarin aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak membentak pada istriku itu.


Bersambung.....


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏🙏


Mohon dukungannya ya 🤗

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏🙏


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2