
Selamat! Membaca 🤗
"Via tunggu!" Cegah Jubaidah dengan mencekal lengan Via.
"Ada apa Bu?"
"Apa yang sudah kau dan Ibumu lakukan kepada Rahman?"
"Apa maksud Ibu? Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa yang selama ini ibu lakukan pada Mas Rahman?"sahut Via, dengan mengerahkan semua keberaniannya.
Jubaidah sedikit tersentak dengan pertanyaan Via.
"Melakukan apa! Tentu saja saya sudah melakukan banyak hal terbaik untuk putra saya Rahman."
Via tersenyum sinis.
"Melakukan yang terbaik! Benarkah jika itu terbaik untuk Mas Rahman? Lalu Kenapa Mas Rahman sampai melupakan ibu kandungnya?"
Jleb.
Dada Jubaidah tersentak mendengar ucapan dari Via.
Ia mulai memicingkan mata penuh selidik menatap Via.
"Apa maksud dari pertanyaanmu?"
"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin bertanya, kenapa Mas Rahman sampai melupakan ibu kandungnya. Dan mendewakan Anda yang selalu memanfaatkan Mas Rahman."
"Via, jangan lancang kau!"
Jubaidah sudah mengangkat tangannya ingin memukul, tapi dengan cepat Via menahannya.
"Sabarlah Ibu mertuaku, karena sebentar lagi rahasiamu akan terbongkar."
"Kurang ajar!"
"Mas Rahman!"
__ADS_1
Jubaidah yang sudah mengangkat tangan ingin kembali memukul Via, seketika terhenti Karena Via memanggil Rahman.
Namun itu hanyalah prank dari Via.
"Anda begitu sangat takut jika Mas Rahman mengetahui apa yang ingin Ibu mertua lakukan padaku, ah aku sampai tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Mas Rahman jika kembali menyadari kalau anda bukan ibu kandungnya."
Setelah mengatakan itu, dengan cepat Via berlalu meninggalkan Jubaidah masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil tas.
"Via! Dia benar-benar menjadi parasit, aku tidak bisa terus-terusan membiarkan parasit itu berkembang biak, Yah, aku harus melakukan sesuatu untuk menyingkirkan menantu kurang ajar ini,"gumam Jubaidah sambil meremas kedua tangannya.
❄️❄️❄️❄️❄️
Via kembali sudah ke rumah orang tuanya, dan Rahman pun ikut menginap kembali di sana.
Di kesempatan, Via menunjukkan apa yang ia temukan di dalam kotak rahasia milik Jubaidah lewat ponselnya.
Tentu saja itu membuat reaksi Rohim dan Aminah terkejut.
"Ini adalah benda-benda perdukunan,"ucap Rohim setelah menyaksikan dengan teliti foto yang ada di ponsel Via.
"Apa mungkin selama ini Jubaidah bersekutu dengan dukun yang memiliki ilmu hitam?"tanya Aminah memastikan apa yang ada di pikirannya, dan itu juga mendapat anggukan dari Via yang berpikir sama dengan ibunya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan yah, kotak itu masih tersimpan rapi di kolong ranjang Ibu Jubaidah, aku tidak melakukan apapun selain memeriksanya."
"Jika itu benar-benar ilmu hitam, pasti reaksinya akan gagal karena kotak itu biasanya hanya boleh dibuka dengan sang pemilik, apalagi kau sudah berhasil menukar air minum yang seharusnya untuk Rahman."
Via dan Aminah sedikit lega mendengarnya.
Mereka benar-benar tidak menyangka jika Jubaidah selama ini berbuat curang.
"Besok Ayah akan menemui teman ayah yang seorang Kyai. Insya Allah beliau bisa membantu kita untuk menyelesaikan masalah ini. Setidaknya, ini menjadi ikhtiar kita, tapi kita harus tetap berdoa pada sang maha kuasa agar keluarga kita terutama suamimu terhindar dari ilmu hitam."Ujar Rohim.
"Amiin."
"Sekarang kau kembalilah ke kamarmu, perhatikan terus Rahman, apakah ia mengalami suatu perubahan atau tidak."
Via mengangguk menuruti apa yang dikatakan Rohim.
__ADS_1
❄️❄️❄️
Sementara di tempat lain,
Jubaidah tengah terpontang-panting menahan rasa kesal karena sampai saat ini Rahman Belum menunjukkan tanda-tanda perubahan.
Jubaidah bolak-balik menatap pintu berharap jika Rahman kembali, namun lelaki itu tidak menunjukkan batang hidungnya.
Aaaakkkhhh....
Teriakan Rohmah membuat Jubaidah kaget begitu juga dengan Rania.
Mereka bergegas masuk ke dalam kamar dan mendapati Rohmah tengah memukul-mukul dirinya sendiri dengan sebuah botol plastik.
"Mbak Rohmah kenapa! Apa yang Mbak Rohmah melakukan!"panik Rania dengan merebut botol yang ada di tangan Rohmah.
Begitu juga dengan Jubaidah yang bereaksi sama seperti Rania.
"Ada apa Rohmah?"
"Tolong Bu, ada sesuatu yang menjijikan dan mengerikan di tubuhku, tolong singkirkan aku takut dan tidak mau melihatnya, mahkluk ini menggerogoti tubuhku Bu, tolong singkirkan makhluk ini,"racau Rohmah yang terus menggaruk dan menepuk-nepuk tangan dan kakinya.
"Tidak ada apa-apa mbak!"sahut Rania yang memang tidak melihat apapun di tubuh Rohmah.
"Ada Rania coba kau lihat baik-baik, tolong Mbak Rania, tolong singkirkan makhluk mengerikan ini dia terus saja menggerogoti tangan dan kakiku. Sakit Rania, tolong!"
Rohmah semakin histeris dengan mencakar-cakar semua bagian tubuhnya.
Bersambung...
❄️❄️❄️❄️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya 🤗
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️