
Selamat! Membaca 🤗
"Kau benar Selvi kan?"tanya Jubaidah dengan sangat yakin.
"Ternyata Tante Jubaidah masih mengenaliku, padahal sudah satu tahun lebih kita tidak bertemu. Iya Tante ini aku Selvi."Sahut Gadis itu.
"Ya ampun. Selvi kau benar-benar menakjubkan, sebenarnya Tante hampir tidak mengenalimu dengan penampilan seperti seorang selebriti ini, tapi melihat wajahmu yang selalu terngiang-ngiang di benak Tante, membuat Tante langsung mengingatmu."
"Tante bisa saja!"
"Bagaimana dengan kabarmu? Kau terlihat cantik sekali. Dan apa ini,"Jubaidah menyentuh mobil merah milik Selvi,"apa ini mobilmu?"tanya Jubaidah dengan mata yang membulat sempurna tidak lepas dari pandangan mobil mewah yang ia sentuh, satu tahun lalu Selvi memang sering membawa mobilnya ketika mengunjungi Rumah Jubaidah. Tapi Mobil yang dulu tidak semewah ini.
"Iya Tante, tentu saja Ini mobilku. Bagaimana bagus bukan! Apa Tante suka?"
"Waaaah... Sangat bagus, sepertinya ini mobil mahal. Jika kau menanyakan tante suka atau tidak! jawabannya sudah pasti Tante suka."
Selvi tertawa kecil mendengar ucapan Jubaidah.
Wanita itu memang tidak pernah berubah, matanya akan hijau ketika melihat benda-benda mahal.
Setelah ngobrol ngalor ngidul di pinggir jalan, Jubaidah pun mengajak Selvi untuk mengunjungi Rumahnya. Tentu saja wanita itu ingin menceritakan banyak hal pada Selvi, Gadis yang dulu pernah ia jodohkan dengan Rahman.
❄️❄️❄️
"Tante Jubaidah masih tinggal di sini?"tanya Selvi setelah ia memasuki Rumah Jubaidah yang tidak berubah sejak terakhir kali Gadis itu menginjakkan kaki di Rumah itu.
"Tentu saja tidak. Memangnya Tante mau tinggal di mana lagi kalau bukan di Rumah ini."
"Padahal dulu aku sudah berniat ingin membawa Tante untuk tinggal di Perumahan elit yang ada di tengah-tengah Kota. Tapi sayang itu semua tidak terlaksana karena...!" Selvi menggantungkan ucapannya.
Sepertinya Gadis itu ragu untuk meneruskan perkataannya.
Tapi yang namanya Jubaidah, sudah bisa menangkap dengan baik apa yang di katakan Selvi.
"Tante juga menyesali hal itu Selvi, sampai sekarang pun Tante tidak habis pikir kenapa Rahman memilih Via untuk menjadi Istrinya. Jika saja dulu Rahman tidak menolak permintaan Tante dia pasti sudah hidup bahagia, tidak seperti saat ini."Kata Jubaidah dengan wajah menggibah.
"Apa maksud Tante? Apa Rahman tidak bahagia dengan pernikahannya?"
"Bagaimana Rahman mau bahagia, jika Istrinya itu benar-benar keterlaluan, dan tidak bisa mengurus Suami dengan baik."
"Maksud Tante?"Selvi benar-benar penasaran. Satu tahun lebih ia menghindari Rahman pasca Rahman memilih menikahi Via dan menolak dirinya untuk menjadi pendamping hidup.
Dan di saat ini, ia kembali dipertemukan oleh Jubaidah dan wanita itu sepertinya. Ingin menyampaikan jika pernikahan Rahman tidak bahagia.
Dan dengan antusias Jubaidah menceritakan semua keburukan Via pada Selvi.
❄️❄️
__ADS_1
"Astaga! Apa benar Via seperti itu Tan! Aku sungguh tidak menyangka, padahal aku kira Via itu wanita yang lemah lembut dan baik. Tentu saja dia akan mematuhi kata suaminya."
"Itu hanya kedok Via saja Sel, dia sengaja memasang wajah ayu, lemah lembut dan ramah pada semua orang hanya untuk menutupi keburukannya itu, karena jika di Rumah Via itu sudah seperti Ratu yang memerintah Rahman sesuka hatinya. Selain itu Tante juga benar-benar tidak tega dengan Rahman yang harus kerja banting tulang siang dan malam demi Via, tapi dengan seenaknya Via berfoya-foya menghabiskan uang suaminya."
"Tante yang sabar ya."
Selvi meraih tangan Jubaidah bermaksud menguatkan wanita itu.
"Tante tidak tahu, apakah Rahman bisa bertahan dengan Istrinya yang seperti itu. Seandainya dulu Rahman tidak menolak menikah denganmu pasti dia bahagia sekarang, karena Tante yakin kau bisa menjadi Istri yang baik dan menyayangi Rahman sepenuh hati."
"Tentu saja Tante! Tapi nasi sudah menjadi bubur, waktu tidak akan bisa terulang kembali. Dan kenyataannya sekarang adalah Via itu Istri Rahman."
"Boleh Tante bertanya sesuatu?"kata Jubaidah sambil menatap lekat mata Selvi.
Gadis itu pun mengangguk.
"Katakanlah taynte."
"Apa kau sekarang sudah menikah?"
Selvi menggeleng.
"Belum Tante, aku masih fokus dengan karirku. Jadi aku belum memutuskan untuk menikah."
"Apa kau masih mencintai Rahman?"
Deg.
"Kenapa Tante bertanya seperti itu?"wajah Selvi terlihat sangat merah, dan ia menjadi salah tingkah karena pertanyaan dari Jubaidah.
"Jawab saja pertanyaan Tante Sel, apa kau masih mencintai Rahman?"
Selvi terdiam.
Dan setelah beberapa menit, ia baru mengeluarkan suara kembali.
"Jika aku mengatakan iya, semua tidak akan berubah kan Tan. Karena bagiku itu semua sudah terlambat."
"Tidak! Tidak ada kata terlambat, jika kau benar-benar masih menyimpan rasa pada Rahman. Tante akan membantumu untuk mendapatkan Rahman kembali."
"Apa maksud taynte? Kenapa Tante berkata seperti itu, Rahman sudah mempunyai keluarga Tante aku tidak mau merusak Rumah tangga Via dan Rahman."
"Tapi Rahman tidak bahagia Del, ia tertekan hidup bersama Via."
"Tapi Tan...!"
"Tante tidak ingin memaksamu, tapi pikirkan ini baik-baik. Jika kau benar-benar masih menyimpan rasa pada Rahman dan ingin bersamanya, masih ada harapan dan peluang besar untuk itu. Tapi jika kau benar-benar sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Rahman, Tante tidak akan memaksanya."
__ADS_1
Jubaidah sangat berambisi ingin memiliki menantu kaya dan tersohor.
Persis seperti Selvi, dulu saja Gadis itu sudah membuat Jubaidah klepek-klepek dengan pesona dan harta yang ia miliki.
Karena Selvi selalu memanjakan Jubaidah dengan barang-barang mewah dan gepokan Uang tunai
Jubaidah berpikir jika Selvi pasti akan memenuhi semua kebutuhan hidupnya dengan sempurna, jika wanita itu berhasil menjadi pendamping Rahman.
Jika dulu wanita itu gagal mempersatukan Rahman dan Selvi, kali ini Jubaidah akan mengulangnya kembali dan ia meyakinkan dirinya bahwa ini tidak akan gagal.
"Tante sudah terlanjur cocok denganmu Sel, dan Tante sudah sangat menyayangimu bahkan menganggapmu seperti anak kandung Tante sendiri."
"Terimakasih Tante, aku akan memikirkan ini. Meskipun aku masih mencintai Rahman dan mengharapkannya, tapi aku juga tidak bisa merebut Rahman dari Via Istrinya."
"Baik Tante mengerti akan hal itu."
Selvi yang hendak berpamitan untuk pulang ke Rumahnya, segera ditahan oleh Jubaidah, iya ingin selfie tetap berada di rumahnya karena sebentar lagi Rudi akan pulang.
Dan ini Rohmah tengah menjemput suaminya itu di Bandara.
Dan dengan senang hati. Disertai harapan jika ia bisa bertemu dengan Rahman, Selvi pun mengangguk mengiyakan keinginan dari Jubaidah.
❄️❄️❄️❄️❄️
Sementara di tempat lain.
Rahman tengah bersiap-siap untuk menuju ke Rumah Ibunya, karena Jubaidah memintanya untuk datang menyambut kepulangan Rudi.
"Apa aku juga harus menyambut kepulangan Mas Rudi?"tanya Via dengan kesal, karena sejak tadi Rahman memaksanya untuk datang ke rumah Jubaidah menyambut kakak iparnya itu.
"Tentu saja kau harus datang Via, kita harus menyambut kepulangan Mas Rudi."
"Yang disuruh datang oleh Ibu dan Mbak Rohmah itu kamu Mas, jadi lebih baik kamu saja yang datang. Aku sangat yakin jika kehadiranku tidak dibutuhkan oleh mereka."
"Via, pokoknya kau harus ikut denganku untuk menyambut kepulangan Mas Rudi."
Dan dengan terpaksa, Via pun menuruti keinginan Rahman.
Setelah beberapa menit ia bersiap-siap dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 19:00.
Via beserta Rahman dan Satria menuju Rumah Jubaidah.
Bersambung....
❄️❄️❄️❄️❄️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
__ADS_1
Minta dukungannya ya 🤗
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️