Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Rencana Menumbalkan Via


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


"Apa! Rohmah meminum air yang di berikan Mbah!"


Jubaidah benar-benar sangat terkejut, ketika mendengar penjelasan dari Mbah Gede atas apa yang terjadi pada Rohmah.


"Itu tidak mungkin Mbah, karena saya yakin jika yang meminum air itu adalah Rahman!"


"Apa kau yakin! Apa kau yang memberikannya secara langsung dan Rahman meminumnya?"


Jubaidah diam, tentu saja ia diam karena ia tidak melakukan apa yang dikatakan Mbah Gede.


"Sa.. Saya meminta Rania yang memberikannya pada Rahman, tapi selama ini saya sering menyuruh Rania dan dia selalu melakukan apa yang saya perintahkan Mbah!"


"Inilah kesalahan mu. Padahal saya sudah sering mengatakan, lakukan dengan tanganmu sendiri agar semua bisa di pastikan berjalan dengan apa yang kita rencanakan."


"Rania sangat patuh pada saya Mbah, dia tidak mungkin memberikan minum itu pada Rohmah, lagi pula tidak ada siap....!" Perkataan Jubaidah terhenti, sejak tadi wanita itu melupakan sesuatu,"Via!"Sambungnya seketika menyadari.


"Via! Bukankah itu nama Menantumu?"


"Benar Mbah, dan saat aku meminta Rania memberikan minum pada Rahman, ada Via di rumah."


Ketika mengingat Via, Jubaidah sudah bisa memastikan jika menantunya yang memberi air itu pada Rohmah, di tambah lagi ketika ia mengingat kata-kata Via yang sempat membuatnya ingin menampar Via.


"Lalu apa yang harus saya lakukan Mbah? Saya tidak mau jika Rohmah seperti ini."


"Sulit! Sangat sulit! Karena mantra yang salah sasaran, akan berakibat fatal, beruntung anakmu itu hanya gila tidak sampai mati, tapi jika terus di biarkan anakmu akan membunuh dirinya sendiri"sahut Mbah Gede, yang semakin membuat Jubaidah ketakutan.


"Tolong Mbah! Lakukan apapun, yang penting Rohmah bisa kembali seperti semula." Jubaidah sampai mengatupkan kedua tangannya.


"Hanya ada satu cara untuk memusnahkan mantra yang ada di tubuh Rohmah."


"Tolong lakukan cara itu Mbah!"


"Bawa Rohmah ke sini, saya akan melakukan beberapa ritual padanya, tapi persyaratan untuk ritual ini sangat berat, saya tidak yakin jika kau mampu memenuhinya."


Jubaidah sedikit terbelalak mendengar persyaratan yang berat, tapi ia tetap harus menyelamatkan Rohmah.


"Katakan Mbah! Berapa biaya yang harus saya keluarkan, saya akan berusaha mendapatkannya dengan cara apapun."


"Bukan hanya uang, kau juga harus menyediakan tumbal!"


Deg!


"Tumbal!"


Jubaidah tidak menyangka jika harus ada tumbuh di ritual kali ini, karena selama 15 tahun ia bersekutu dengan Mbah Gede, pria tua itu tidak sekalipun meminta yang namanya tumbal.


"Benar! Saya membutuhkan tumbal untuk menampung mantan yang akan saya keluarkan dari tubuh Rohmah, karena mantra itu tidak bisa hilang begitu saja, ia membutuhkan seseorang untuk ia singgahi."


Jubaidah berfikir sejenak.

__ADS_1


"Apa sayarat tumbalnya Mbah?"


"Apa saja, yang terpenting dia adalah manusia."


Mendengar kata apa saja, Jubaidah seketika teringat pada Via. Ya, menantunya itu yang akan menjadi sasaran Jubaidah.


Tentu ia tidak akan segan-segan menumbalkan Via, karena niatnya memang ingin menyingkirkan Via dari muka bumi ini.


Melihat Via gila, sepertinya jauh lebih menyenangkan daripada melihat wanita itu mati begitu saja. Begitulah kira-kira isi kepala Jubaidah.


"Saya akan menyedihkan tumbalnya Mbah. Dia adalah Via, menentu yang sama sekali tidak saya inginkan. Bila perlu, jangan hanya membuat dia gila, tapi buat Via semenderita mungkin, agar Aminah mati karena kesedihannya." Ucap Jubaidah sambil tersenyum puas!


"Baik! jika kau sudah yakin dengan keputusanmu, bawa Via dan Rohmah ke sini, dan siapkan uang sebesar 25 juta. Untuk biaya membeli kebutuhan ritual."


✨✨✨✨


Usai menemui Mbah Gede, kini Jubaidah pergi menemui Selvi.


Untuk apa?


Tentu saja uang!


"Tante ini bagaimana sih! 10 juta sudah aku berikan, tapi hasilnya apa? Rahman tidak kunjung datang padaku bahkan untuk melamar pekerjaan saja tidak!"kesal Selvi.


"Sel. Seharusnya hari ini Rahman sudah bertekuk lutut pada Tante, tapi karena kebodohan Rania semuanya jadi kacau, dan kekacauan ini juga di sebabkan Via."


"Apa maksudmu Tante?"


Selvi tentu tidak menyangka dengan perbuatan Jubaidah, ia juga baru mengetahui jika Jubaidah bukan ibu kandung Rahman.


"Bagaimana? apa kau setuju dengan rencana Tante?"


Setelah berfikir sejenak, akhirnya Selvi mengangguk setuju. Ia memang sangat terobsesi dengan Rahman, tentu apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan lelaki itu sekalipun harus bersekutu dengan dukun.


❄️❄️❄️❄️


Di tempat lain.


Rohim juga tengah menemui temannya yang seorang Kyai, ia menceritakan apa yang terjadi pada menantunya. Dan meminta solusi.


Setelah mendapat solusi Kyai ikut bersama Rohim menuju rumahnya dan meminta Rahman untuk datang, mereka harus menceritakan semuanya pada Rahman, sekalipun lelaki itu mungkin tidak akan mengingat, dan percaya.


(Mas! bisa pulang sebentar, ada sesuatu yang harus kita selesaikan )


Satu pesan dari Via sudah membuat Rahman was-was, ia takut jika istrinya itu kembali meminta bercerai dengannya, tapi ia harus tetap pergi menemui Via.


"Mas, pulang dulu sebentar ya. Kau jaga Mbak Rohmah, mungkin sebentar lagi Ibu pulang,"pamitnya pada Rania.


"Iya, Mas!"


❄️❄️❄️

__ADS_1


Sesampainya di Rumah Rohim, Rahman sedikit kaget dan kebingungan, ia melihat orang asing di sana dan semua berkumpul di tikar yang di gelar di ruang keluarga termasuk Alvian, ketakutan semakin melanda hati Rahman.


"Duduklah!"ujar Rohim.


Rahman mengangguk dan ia mendudukkan diri persis di sebelah Via. Hatinya benar-benar di landa kecemasan saat ini.


"Ada apa Yah?"tanya Rahman ragu-ragu.


"Ada yang ingin kami bicarakan dengan mu, perkenalkan ini Kyai Yusuf."


Rahman langsung meraih tangan Kyai Yusuf dan mencium punggung tangannya.


"Rahman, apa kau tahu siapa Jubaidah?"tanya Rohim.


"Ibu saya."


"Lalu siapa wanita ini?"


Rohim menunjukan foto seorang wanita bersama seorang anak lelaki yang berumur sekitar 10 tahunan.


Rahman mengingat-ingat foto yang ada di tangannya.


"Ini foto saya waktu kecil, tapi saya tidak kenal dengan wanita ini."


"Dia Ibu kandungmu Rahman."


Sahut Aminah.


Yang tentu saja membuat Rahman terkejut setengah mati.


"Ibu kandung saya! bukan, Ibu saya hanya Jubaidah."


"Dasar bodoh! Jubaidah itu Ibu tirimu, masa kau tidak mengenali Ibu kandungmu sendiri,"sahut Alvian, dengan mengumpat karena kesal.


"Alvian, tenang!"bisik Aminah.


"Apa, maksud semua ini?"Bingung Rahman.


"Mas! apa kau benar-benar tidak mengingat wanita yang ada di foto, dia Ibumu Mas! Ibu yang sudah melahirkanmu 30 tahun silam. Dan beliau sudah meninggal ketika kau berusia 15 tahun, dan Ibu Jubaidah bukan ibu kandungmu Mas." Sahut Via.


Bersambung....


Tinggal beberapa Episode lagi Cerita ini Tamat, dukung Otor terus ya agar semangat nulisnya 🤗🤗


❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya🤗


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏

__ADS_1


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️


__ADS_2