Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Wanita Gila


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


Rohmah yang tengah berputar ke sana ke mari mencari keberadaan Rudi bertemu dengan Bambang, Pria yang dulu mengabarinya tentang Rudi yang dirampok.


Tanpa membuang kesempatan Rohmah pun segera memanggil Pria yang tengah menunggu Bus di Halte itu.


"Kau masih ingat saya kan?"Kata Rohmah pada Pria itu.


"Maaf, Anda siapa ya? Sepertinya kita tidak pernah bertemu sebelumnya." Sahut Pria yang bernama Bambang itu pura-pura tidak mengenali Rohmah.


"Saya Rohmah, istri dari Mas Rudi. Kau temannya mas Rudi kan? Yang dulu mengabari saya jika mas Rudi dirampok?"


Bambang yang sebenarnya sudah mengenali Rohmah kembali berpura-pura.


"Maaf Bu, sepertinya Anda salah orang. Dan nama saya juga bukan Bambang."


"Tidak! Saya yakin tidak salah orang, kau benar-benar Bambang teman suami saya Mas Rudi. Tolong cepat katakan pada saya di mana Mas Rudi berada? kau temannya dan kau pasti mengetahui keberadaan Mas Rudi kan." Kata Rohmah sambil menarik-narik lengan Bambang.


Rohmah yang sudah benar-benar kehilangan harapan, karena sudah seharian ia berkeliling mencari keberadaan Rudi. Dan harapannya kembali datang ketika ia tidak senaja bertemu Bambang di Halte Bus, tapi Pria itu malah berpura-pura tidak mengenalinya membuat Rohmah kesal dan memaksa lelaki itu untuk memberitahunya di mana Rudi berada.


"Apa anda sudah gila!"bentak Bambang sambil menepis tangan Rohmah,"dengar ya saya bisa saja berteriak di sini karena Anda sudah mengganggu saya seperti ini, saya bukan Bambang dan saya tidak kenal dengan lelaki yang anda sebut itu."


"Kau pasti bohong kan? Saya tahu kau ini temannya Mas Rudi dan saya tidak mungkin salah orang, saya yakin jika kau Bambang teman Mas Rudi." Ucap Rohmah dengan histeris, karena ia putus asa dengan semuanya yang terjadi padanya. Dan tidak mau kehilangan harapan lagi dengan Bambang yang tidak mau mengaku.


Bambang yang tidak mau di ketahui kedoknya, berteriak jika Rohmah wanita gila, hingga membuat beberapa orang yang ada di sana mendekat dan memperhatikan Rohmah.


Penampilan Rohmah yang kusut dan wajah yang pucat serta rambutnya yang acak-acakan, membuat sedikit banyak orang-orang yang ada di sana mempercayai jika ia wanita gila seperti yang di katakan Bambang.


Rohmah terus saja menarik-narik tangan Bambang dan berteriak.


"Cepat katakan dimana Mas Rudi, kau pasti mengetahui di mana Mas Rudi kan! Dia sudah menjual Rumah Ibuku, cepat katakan dimana Mas Rudi!"


"Sepertinya dia menang gila?"ucap salah satu orang yang berdiri memperhatikan Rohmah.


"Kasian sekali, sepertinya dia gila karena ditinggal suaminya yang menjual Rumah Ibunya."


"Sepertinya memang begitu."


"Tidak! Mama saya tidak gila, Mama saya bukan orang gila." Teriak Putri yang tentu tidak terima jika ibunya dikatakan wanita gila.

__ADS_1


"Apa dia anaknya?"


"Iya, saya anaknya. Dan Mama saya tidak gila,"sahut Putri yang hampir menangis karena semua orang sepertinya tidak percaya dengan omongan gadis kecil itu, di tambah lagi dengan Rohmah yang masih histeris tidak mau memberikan penjelasan apapun pada orang-orang yang menganggapnya wanita gila.


Sekali lagi Bambang menepis tangan Rohmah, kali ini ia menepisnya dengan sangat kuat. Sampai membuat Rohmah terjatuh!


"Mama!"teriak Putri dan langsung memeluk ibunya yang tersungkur di tanah.


"Sebaiknya wanita ini dibawa saja ke dinas sosial, jika dibiarkan berkeliaran di tengah jalan seperti ini akan membahayakan orang lain. Lihat saja dia sudah menarik-narik lengan saya seperti ini."Ucap Bambang memprovokasi.


"Betul sekali, jika dibiarkan ini sangat mengganggu ketenangan warga yang melintas di sini, kita bawa saja ke dinas sosial bersama anaknya itu, sepertinya wanita gila ini kabur dari Rumahnya dan membawa serta anaknya."Sahut 1 orang yang mempercayai hasutan Bambang.


"Tidak! Jangan, Mama saya tidak gila, jangan bawa Mama saya!"Putri terus saja berteriak sambil menghalau tangan-tangan yang menarik paksa Rohmah. Sementara Rohmah ia masih saja berteriak memanggil nama Rudi.


Dan Bambang, Lelaki itu langsung kabur entah entah kemana.


Di tengah keributan yang terjadi di Halte Bus, sebuah mobil berwarna hitam menepi persis di sana.


Seorang lelaki yang melihat kerumunan massa memberhentikan laju mobilnya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana, setelah lelaki itu membuka kaca mobil ia mendengar teriakan anak kecil yang terus mengatakan (jangan bawa Mama saya)


Karena tidak tega mendengar histeris seorang anak, lelaki itu pun memutuskan untuk turun dari mobil dan memastikan dengan mata kepalanya sendiri apa yang terjadi.


"Itu Pak, ada wanita gila yang mengganggu kenyamanan warga di sini. Dia tengah dipaksa akan dibawa ke dinas sosial."


"Lalu anak siapa yang teriak itu?"


"Sepertinya dia anak wanita gila itu Pak, karena ia terus memanggilnya Mama."


Tanpa bertanya lagi, lelaki itu segera menerobos kerumunan orang yang tengah mengelilingi Rohmah dan Putri.


"Cukup! Hentikan! Kalian tidak boleh berlaku kasar seperti ini pada seorang wanita ?"ucap lelaki itu ketika sudah berada di tengah-tengah kerumunan orang sambil merentangkan tangan melindungi Rohmah dan Putri.


"Tapi dia ini wanita gila yang mengganggu kenyamanan warga di sini pak, kami harus segera mengevakuasinya agar kenyamanan orang-orang di sini tidak terganggu."


"Tidak! Mama saya tidak gila,"sahut Putri sambil menangis dan terus memeluk ibunya.


Lelaki yang tidak tega melihat anak kecil menangis segera meminta para warga untuk bubar dan ia yang akan menjamin jika wanita yang mereka anggap gila tidak akan membuat onar dan mengganggu kenyamanan mereka.


"Baiklah, tapi kami tidak ingin melihat lagi wanita ini berkeliaran di sini,"ucap salah seorang yang sejak tadi bernafsu ingin menyeret Rohmah ke dinas sosial.

__ADS_1


Lelaki yang penampilan rapih dengan kemeja biru dan celana bahan hitam itu mengangguk tanda setuju, dan meyakinkan orang-orang yang ada di sana bahwa ia akan mengamankan Rohmah.


Setelah keadaan kondusif, lelaki itu membawa Putri dan Rohmah masuk ke dalam mobilnya, dan ketika sudah berada di dalam mobil lelaki itu pun bertanya pada Putri.


"Sungguh Om, Mama saya tidak gila. Mama hanya sedih karena Papa pergi, dan sejak pagi kami sudah berkeliling mencari Papa tapi tidak bertemu. Ketika Mama melihat teman Papa berdiri di Halte itu, mama jadi senang dan langsung bertanya di mana Papa, tapi teman Papa malah meneriaki mama wanita gila,"kata Putri yang menjelaskan.


"Memangnya kemana perginya Papamu?"


"Aku tidak tahu Om, sudah lama Papa pergi dan tidak pulang. Membuat mama sedih dan ingin mencari Papa."


"Baiklah kalau begitu, Om antar kamu pulang ya, kamu ingat kan Di mana Rumah kamu?"


Putri mengangguk.


"Ingat Om."


"Oh ya, siapa nama kamu?"


"Nama saya Putri Om."


"Nama yang bagus, perkenalkan nama Om. Hendra."


"Terima kasih, Om Hendra sudah mau menolong Mama."


"Sama-sama, sebagai manusia kita memang harus saling tolong-menolong kan?"


"Iya Om, guru di sekolahku juga bilang seperti itu."


Sambil mengantar Putri dan Rohmah pulang lelaki yang bernama Hendra ini terus saja berbicara dengan Putri, dan gadis kecil itu pun menimpalinya dengan semangat tanpa rasa takut padahal mereka baru bertemu.


Bersambung....


❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya 🙏


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2