Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
BAB 13. Ingin Merusak Nama Via


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


❄️❄️❄️


"Sudahlah tidak usah di besarkan-besarkan, ganti saja semua bahan yang ada di mesin ini dengan bahan-bahan yang baru agar tidak merusak isi di dalamnya,"ucap lelaki itu dengan sangat bijak, sangat berbeda sekali dengan Pak Burhan yang marah-marah. Padaku.


"Baik Pak, kami akan melakukannya dengan baik dan berjanji, jika Karyawan yang satu ini tidak melakukan kesalahan lagi."Kata Pak Burhan.


Lelaki itupun mengangguk dan tanpa mengatakan apapun lagi, lantas ia pergi dari hadapan kami.


Aku masih menatap Lelaki itu, aku sungguh tidak mengenal dan mengetahui dia siapa. Tapi kenapa aku seperti kenal dan pernah bertemu dengannya.


"Kau lihat Rahman, untung saja Pak Hendra memaafkanmu,"kata Pak Burhan. Dan dari perkataan Pak Burhan itulah aku jadi mengetahui siapa nama Lelaki tadi.


❄️❄️


POV Jubaidah.


Aku kembali berhasil meyakinkan Rahman jika istrinya itu yang bersalah, sungguh ini adalah kemenangan yang sangat membahagiakan hatiku.


Enak saja, Via mau mengadu domba aku dan Rahman, sehingga membuat kami jadi terpecah belah.


Via itu hanya orang lain yang kebetulan memiliki ikatan pernikahan dengan Rahman.


Tapi tentu dia tidak akan bisa menggantikan posisiku sebagai Ibunya, satu-satunya wanita yang merawat Rahman sadari kecil sampai dia dewasa seperti saat ini.


Aku tahu tujuan Via menikahi Rahmah.

__ADS_1


Yaitu ingin menguasai anak lelakiku itu, tentu tidak semudah itu Via.


Kau pikir Rahman akan mudah jatuh ke tanganmu begitu saja!


Sampai kapanpun Rahman akan tetap menomorsatukan aku dari segala-galanya.


Hari ini aku sangat puas sekali, sudah pasti Rahman akan marah besar pada Istrinya itu, dan aku sangat berharap jika Rahman bukan hanya marah pada Via, tapi Rahman juga bisa meninggalkan wanita itu.


Karena rasa bahagia yang meliputi di hatiku. Hari ini aku ingin memasak masakan istimewa untuk Rahman, karena aku sangat yakin sekali Jika sore nanti Rahman akan makan di Rumah ini.


Aku berjalan kaki menuju tukang sayur yang selalu ramai dikunjungi Ibu-ibu jika di pagi hari, untuk memberi sayur-mayur tentunya.


"Eh. Ibu Jubaidah! Ke mana saja, sudah lama tidak belanja di sini,"kata pemilik warung sayur yang biasa dipanggil Ibu Lilis.


"Oh iya Bu Lis, akhir-akhir ini saya sibuk, membuat saya tidak sempat untuk mengunjungi warung Ibu Lilis ini."


"Itu Bu, walaupun anak-anak saya sudah besar dan sudah ada yang menikah tapi saya harus tetap menyiapkan sarapan untuk anak-anak saya, terutama Rahman, dia kan harus pergi bekerja jadi harus mendapatkan sarapan yang bergizi di pagi hari."


"Rahman! Bukankah Rahman sudah punya istri ya Bu, kenapa harus Ibu Jubaidah yang menyiapkan sarapan untuknya?"


Aku menyunggingkan senyum di ujung bibirku, aku tahu wanita yang bernama Ibu Tuti ini seperti apa sifatnya.


Dia wanita yang terkenal dengan mulut mautnya, juga suka mengadu domba.


Satu berita saja sampai di telinganya, dengan cepat ia akan menyebarkan ke seluruh kampung dalam hitungan menit saja.


Aku jadi berpikir bagaimana jika aku memberi berita heboh soal Via, menantu Boros dan tidak mau mengurusi suaminya.

__ADS_1


"Entahlah Bu, setiap hari Rahman selalu datang ke Rumah saya untuk sarapan pagi bahkan dia juga akan makan malam di Rumah saya karena Via tidak pernah memasak untuknya. Kalaupun istrinya itu memasak, Via hanya memasak tahu dan tempe saja. Tidak pernah membuat menu makanannya yang lain, padahal anak saya itu banting tulang bekerja lembur demi dia, tapi balasannya! Via tidak pernah merawat Rahman dengan baik,"kataku dengan wajah mengiba.


"Astaga! Apa benar seperti itu Bu?"tanya Bu Lilis yang sepertinya tak percaya dengan ucapanku.


"Benar Bu, untuk apa saya berbohong mengenai menantu wanita saya satu-satunya itu, sebenarnya ini sudah lama sekali terjadi tapi saya hanya diam saja. Karena saya menganggapnya sebagai anak saya sendiri bukan sebagai menantu, tentu saya tidak akan mungki membuat namanya jelek."


"Mungkin saja Rahman memberi uangnya kurang pada Via Bu, makanya istrinya itu selalu masak itu-itu saja untuk suaminya?"kata Bu Tuti, dengan sinis, wanita ini memang sangat menyebalkan.


"Jangan salah Bu, anak saya Rahman itu lelaki yang sangat bertanggung jawab dia memberikan semua uang gajinya pada Via sebesar 5 juta rupiah, bahkan lebih jika Rahman selalu mengambil lembur di setiap harinya, bahkan! Uang bulanan yang biasa Rahman diberikan pada saya pun sudah tidak pernah lagi ada, padahal Ibu tahu kan saya ini seorang janda, suami saya meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Lalu siapa lagi yang akan membiayai hidup saya dan biaya sekolah anak bungsu saya kalau bukan Rahman. Tapi saya sudah mengikhlaskan semuanya, saya tahu Rahman sudah mempunyai istri. Jadi saya sudah tidak menuntut apa-apa lagi pada anak lelaki saya itu, untung saja ada Rudi suami dari Rohmah yang tengah merantau di luar Negeri, ia rutin mengirimkan uang pada kami untuk biaya kami makan sehari-hari dan biaya sekolah untuk Rania."


"Apa Bu Jubaidah tidak mencoba untuk bicara pada Rahman agar Ia tetap memberi uang untuk biaya hidup sehari-hari Ibu Jubaidah dan Rania?"


"Sudah Bu. Tapi Via melarangnya, ia mengancam Rahman akan meninggalkannya jika Rahman berani memberi uang lagi pada saya."


"Astaghfirullahaladzim! Apa benar seperti itu Bu Jubaidah. Saya tidak menyangka kalau ternyata Via seperti itu. Padahal dia terlihat wanita yang lugu dan baik."


"Tapi itulah Bu kenyataan yang sebenarnya, awalnya saya juga mengira jika Via wanita baik-baik dan lugu, tentu akan menyayangi dan patuh pada suaminya dan menerima saya sebagai Ibu mertuanya. Tapi semua itu hanya Covernya saja, karena dalamnya Via tidak sebaik dan lugu seperti apa yang selalu ia tampilkan di hadapan orang banyak."


Bersambung.....


❄️❄️❄️❄️❄️


Terimakasih sudah berkunjung ke Cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya🤗


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2