
Selamat! Membaca 🤗
"Mas Rudi,"suara Rohmah dengan bergetar.
Rudi memundurkan langkahnya.
Aku harus menghindari wanita gila ini, itulah yang dipikirkan Rudi.
"Mamah!"
Suara Putri menarik perhatian Rohmah, kali ini ia bukan hanya menatap Rudi tapi juga putrinya yang tengah dibekap lehernya oleh Rudi.
Entah apa yang terjadi tiba-tiba Rohmah mengerang dan mengepalkan, tanpa memperdulikan Rudi yang membawa senjata tajam, Rohmah menerkam Rudi.
Rudi beserta dua sandranya tersungkur, di kesempatan ini Rahman segera menarik via menjauhi lelaki itu begitu juga dengan Putri.
"Rohmah! apa yang kau lakukan! dasar wanita gila cepat lepaskan aku,"Rudi memberontak berusaha melepaskan diri dari terkaman Rohmah yang sudah seperti hewan buas.
Rohmah yang saat ini bertumpu di atas tubuh Rudi mencekik kuat leher lelaki itu, sampai membuat Rudi mendelik menahan sesaknya nafas.
"Mas, bagaimana ini Mas, Mbak Rohmah bisa membunuh Mas Rudi,"Panik Via.
"Biarkan saja, lelaki itu memang pantas mati."Sahut Rahman yang tidak peduli.
Masih berlanjut dengan aksi brutalnya, setelah mencekik Rudi sampai membuatnya terbatuk-batuk dan sesak nafas, Rohmah mencakar-cakar wajah lelaki itu.
"Kau tega Mas! Kau jahat Mas! kau sudah mengambil segalanya dariku bahkan kau sudah menjual rumah Ibu, dan kau juga telah menghianatiku dengan menikahi wanita lain. Kau sungguh kejam Mas!"
Racau Rohmah, yang ternyata mengetahui bahwa Rudi sudah menikah lagi.
__ADS_1
Ia terus kehilangan kendali, bukan hanya wajah Rudi yang ia cakar-cakar tapi Rohmah juga meraih belati yang tergeletak.
"Mbak Rohmah, jangan!"teriak Via, biar bagaimanapun juga, via tentu tidak akan membiarkan Rohmah melakukan tindakan kriminal.
"Biarkan saja Mbak Rohmah melakukan apa yang dia inginkan, toh jika Rudi mati bar
Mbak Rohmah tidak akan dipenjara."Kata Rahman, dengan Kejam.
Kau tidak boleh bicara seperti ini Mas, kau lihat ada Putri di sini. Kenapa bisa kau bicara setega ini, biar bagaimanapun juga Mas Rudi orang tua kandung Putri, bagaimana bisa kau membiarkan seorang anak kecil melihat orang tuanya mati di hadapannya."
Rahman terdiam. Mendengar ucapan Via, ia jadi mengingat kenangannya dulu yang menyaksikan Mira mati di hadapannya, tanpa ia biasa melakukan apapun untuk menyelamatkan ibunya.
Setelah mengingat masa lalu kelamnya, Rahman memberikan Satria pada Via.
Dengan dibantu para warga, Rahman berhasil menenangkan Rohmah dan menjauhkan wanita itu dari Rudi hingga Rudi gagal tewas di tangan istrinya.
Mereka membawa Rudi untuk di adili, dan bukan hanya anggota polisi saja yang datang, tapi ada beberapa petugas dari Rumah Sakit Jiwa juga mendatangi Rumah Rahman atas laporan warga.
Mereka terpaksa membawa Rohmah, karena di anggap membahayakan. Meskipun wanita itu terus memberontak, menolak untuk di bawa tapi petugas RSJ tetep membawa Rohmah, agar bisa mendapatkan pengobatan.
"Mbak Rohmah, tenanglah, mereka akan mengobati Mbak Rohmah, jika Mbak Rohmah sembuh, Mbak bisa berkumpul kembali dengan Putri, untuk sementara, aku akan menjaga Putri, dan kami akan sering mengunjungi Mbak Rohmah di sana,"kata Via berbicara dengan lembut pada Rohmah.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Rohmah diam, ia mendengarkan setiap kata yang Via ucapkan. Lalu Rohmah mengagguk tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Rohmah di bawah ke tempat yang seharusnya, agar ia mendapatkan perawatan dan pengobatan di sana. Dan Via memberikan pemahaman lada Putri alasan Rohmah di bawa, karena anak itu takut jika terjadi sesuatu pada ibunya.
**
"Lihatlah! tanganmu sampai terluka, lain kali jangan menempatkan dirimu dalam bahaya seperti ini,"kata Rahman. Dan saat ini ia tengah mengobati luka di tangan istrinya.
__ADS_1
"Maafkan aku Mas, yang sudah membuatmu khawatir."
"Tentu saja aku sangat khawatir, aku tidak akan memaafkan siapapun bahkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu."
Via terus menatap Rahman yang fokus dengan lukanya, kejadian tadi membuat Via menyadari sesuatu, jika Rahman memang berubah, ia tidak seperti dulu lagi. Sekarang ia menjelma menjadi Lelaki kejam.
"Sebaiknya kita ke Rumah Sakit saja."Ajak Rahman, yang mengkhawatirkan luka istrinya.
"Tidak perlu Mas, lukanya tidak terlalu dalam, kau sudah benar mengobati dan membalut perbannya, ini akan segera sembuh."Sahut Via.
❄️❄️❄️❄️
Beberapa hari berlalu.
Dan Rahman, menghentikan perawatan Jubaidah, padahal kondisi wanita itu semakin memprihatinkan, baru beberapa hari saja badannya sudah menunjukkan perubahan yang signifikan.
Ia nampak sangat kurus dan pucat.
Bersambung...
❄️❄️❄️❄️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya🤗
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1