Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Putri Butuh Pertolongan


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


"Rahman! Apa itu benar kau!"


Jubaidah sedikit sadar, dan ia bahagia karena yang pertama kali di lihat adalah Rahman.


"Ibu sudah bangun, makanlah aku sudah membelikan bubur ayam, bukankah Ibu sangat senang dengan bubur ayam ketika sedang sakit."


"Iya Man, kau memang anak ibu yang membanggakan."


Tanpa tahu apa isi di dalam bubur itu, Jubaidah menyantapnya dengan lahap, karena Rahman menyuapinya dengan telaten hingga wanita itu menandaskan satu mangkok bubur yang Rahman berikan.


Hingga wanita itu merasa kenyang ia kembali terlelap, dan dan Rahman berperan sebagai anak yang sangat berbakti dengan menyelimuti ibunya.


❄️❄️❄️


"Via, menapa kau ada di sini?"tanya Alvian yang melihat adiknya berada di kontrakan Jubaidah tengah menenangkan Rohmah.


"Tadi, Ibu Sri datang ke rumah Mas mengatakan kalau mbak Rohmah mengamuk dan memintaku untuk menenangkannya."


"Terima kasih Mbak Via,"sahut Rania.


"Tidak apa, Rania. Alhamdulillah Mbak Rohmah sudah bisa tenang, tapi sejak tadi Mbak Rahmah histeris karena memanggil Putri, apa Mas Rudi belum membawa pulang Putri?"


"Belum Mbak, aku juga tidak tahu Mas Rudi membawa Putri di mana dan Mas Rahman juga tidak mengatakan apa-apa padahal ibu sudah meminta tolong Mas Rahman untuk menyusul Putri."


"Apa Mas Rahman sebenarnya tidak mencari putri,"gumam Via dalam hatinya.

__ADS_1


"Sudahlah kau tidak perlu memikirkan banyak hal, ini sudah malam sebaiknya kau pulang. Ayo mas antar pulang,"kata Alvian.


Tapi karena Via tidak sampai hati meninggalkan Rohmah dan Rania, ia memutuskan untuk tetep tinggal di kontrakan.


"Bagaimana dengan keadaan Ibu?"tanya Via.


"Ibu harus menjalani perawatan selama beberapa hari Mbak, dan ibu juga tidak bisa berjalan normal sampai beberapa bulan ke depan."Sahut Rania.


Via yang mendengar penjelasan tentang kondisi Jubaidah, merasa tidak tega dengan wanita itu. Memang Jubaidah sangat jahat dan kejam, tapi ketika mendengar wanita itu sakit dan tidak berdaya membuat Via merasa sangat iba, dan Rania juga menceritakan tentang putri yang tak kunjung di bawah pulang oleh Rudi. Membuat Via merasa khawatir dengan anak itu.


Di saat tengah berbincang dengan Via, konser Rania berdering dan ternyata itu panggilan dari Rahman.


"Ini Mas Rahman, Mbak!"


"Jawablah, mungkin ada sesuatu yang penting."


"Mas, bisa tolong cari tau dia mana Rudi sekarang,"kata Via, pada Alvian sesaat setelah Rania berlalu.


"Untuk apa Via, bukankah Rudi itu Ayahnya, tidak masalah bukan Jika dia membawa anaknya."


"Entahlah Mas, tapi melihat Mbak Rohmah yang seperti ini, aku merasa ada sesuatu yang buruk terjadi dengan Putri, Mbak Rohmah pasti merasakan itu hingga ia selalu menyebut nama Putri, anak itu masih sangat kecil, dan aku juga menyayangi Putri. Tolong bantu aku Mas."Pintar Via dengan wajah yang sedih.


"Baiklah, Mas akan coba menghubungi teman Mas untuk mencari tahu di mana pria yang bernama Rudi itu tinggal,"sahut Alvian dan ia langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi teman yang ia maksud.


"Terimakasih Mas."


Rania kembali.

__ADS_1


"Mbak, bisa tolong temani Mbak Rohmah sebentar. Aku harus kembali ke Rumah Sakit untuk menemani Ibu, karena Mas Rahman ingin segera pulang."


"Baiklah, Mbak akan di sini sampai Mas Rahman datang."


"Terima kasih Mbak."


❄️❄️❄️


Via membujuk Alvian untuk mengantar Rania, dan karena bujukan adiknya itu Vian membawa Rania kembali ke Rumah Sakit.


Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, Alvian mendapat telepon dari temannya yang mengatakan! Jika ia sudah menemukan di mana Rudi tinggal.


'Lelaki yang kau cari tinggal bersama seorang wanita yang bernama Miranda, dan menurut informasi yang aku dapat, wanita itu adalah istrinya. Tapi harus kau tahu Vian, wanita yang bernama Miranda itu bukan wanita baik-baik, ia pernah ditangkap polisi atas tuduhan perdagangan anak di bawah umur, tapi ia dibebaskan karena kurangnya bukti. Tapi menurut informasi yang aku dapat wanita itu benar-benar melakukan bisnis tersebut.'


Itulah yang di katakan teman Alvian, lewat sambungan telepon.


Karena Vian melakukan panggilan dengan loudspeaker, Rania pun mendengar semua itu dan tentu saja membuatnya panik.


Bersambung.


❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya 🤗


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2