
Selamat! Membaca 🤗
"Rahasia apa yang kau maksud tentang Ibu mertuamu Nak?"
"Begini Bu, aku secara tidak sengaja mengetahui bahwa Ibu Jubaidah itu ...!"
**********
*********
*******
"Jadi bagaimana Bu, apa aku harus mengatakannya pada Mas, Rahman?"Tanya Via, setelah ia menceritakan semua yang ia tahu pada Orangtuanya.
"Jangan Nak, biarkan Rahman tau dengan sendirinya,"sahut Aminah sambil mengusap rambut Via.
Aminah sama sekali tidak terkejut malah ia terlihat sangat tenang dengan apa yang Via katakan padanya ia malah menyarankan Via untuk tidak mengatakan rahasia itu pada Rahman dan membiarkan Rahman tahu dengan sendirinya.
Via pun menurut dengan apa yang Ibunya katakan.
Dan ia akan menyimpan rahasia itu baik-baik.
❄️❄️❄️❄️❄️
Beberapa hari berlalu.
Via dan Rahman pun kembali ke Rumahnya dan menjalankan aktivitas seperti biasa, Via merasa Rahman sudah sangat berubah kembali seperti dulu setelah beberapa hari ia tinggal di Rumah Orangtuanya, dan berharap semoga Rahman akan terus seperti ini setiap hari dan selamanya.
"Aku pergi bekerja dulu ya."Kata Rahman pada Via sambil mencium kening Istrinya, lalu beralih mencium Satria.
"Iya, hati-hati Mas."
__ADS_1
Via mengantar Rahman sampai depan pintu.
*******
(Rahman Ibu sakit.)
Satu pesan Teks dikirim Rohman dan seketika membuat Rahman panik.
"Ada apa Mas?"Tanya Via yang tengah menyiapkan makan malam.
"Ibu sakit Via, aku harus segera kesana."Kata Rahman dan bergegas bangun meraih jaket dan kunci motornya.
"IBu sakit apa Mas, tadi siang aku ketemu IBu, tapi Ibu terlihat baik-baik saja."
"Aku tidak tahu, jadi aku harus segera ke Rumah Ibu untuk mengetahui Ibu sakit apa."
Dengan tergesa-gesa dan penuh kepanikan, Rahman segera pergi menuju Rumah Jubaidah.
*****
"Astaghfirullahaladzim! Ibu kenapa Mbak?"
"Aku tidak tahu Rahman, beberapa saat yang lalu Ibu mengeluh sakit perut tiba-tiba Ibu pingsan."
"Ayo kita segera bawa Ibu ke Dokter."
Rahman pun segera keluar kembali untuk meminta bantuan Pak RT karena beliaulah yang memiliki mobil di lingkungan situ, karena tidak mungkin kan membawa orang pingsan menggunakan motor.
Setelah mendapatkan izin dari Pak RT Rahman segera membawa Jubaidah ke Rumah sakit terdekat.
Ia terlihat sangat panik dan cemas menunggu hasil pemeriksaan dari Dokter.
__ADS_1
Sementara Rohmah hanya diam dan duduk santai sambil menatap kegelisahan Rahman.
"Rahman sampai terlihat panik seperti itu, Akting Ibu sungguh luar biasa."
Dan ternya pingsannya Jubaidah hanya akal-akalan Rohmah dan Jubaidah saja, mereka kembali menipu Rahman.
"Kenapa Mbak Rohmah terlihat tenang! Di situasi seperti ini?"kata Rahman yang melihat Kakaknya tanpa beban dan masih sempat berselancar di media sosialnya.
"Memangnya aku harus apa lagi Rahman? Ibu sedang di tangani Dokter."
Rahman sungguh sangat kesal dengan jawaban dari kakaknya itu.
"Bapak Rahman!"Dokter keluar Ruangan dan menyebut namanya.
"Iya Dok, saya yang bernama Rahman. Bagaimana dengan Kondisi Ibu saya Dok?"
"Pak Rahman tidak perlu khawatir, Ibu Jubaidah baik-baik saja."
"Baik-baik saja bagaimana! Dokter lihat kan kalau Ibu saya itu pingsan, bagaimana bisa di sebut baik-baik saja!"sahut Rohmah yang tidak terima dengan Vonis dari Dokter yang mengatakan kalau Ibunya baik-baik saja.
"Mbak! kenapa jadi marah-marah seperti ini, bagus kan kalau Ibu baik-baik saja."
Bersambung.....
❄️❄️❄️❄️❄️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya, agar Ntor bisa terus Update dan menyelesaikan Buku ini🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️
__ADS_1