
Selamat! Membaca 🤗
Keesokan harinya.
Rahman tengah sibuk memilah isi lemari, ia mencari pakaiannya yang sebenarnya sudah tidak tersisa lagi di sana, karena semuanya sudah berpindah ke Keranjang pakaian kotor.
Semenjak Via pergi sudah tidak ada lagi yang mengurusi semua kebutuhan Rahman, termasuk pakaian dan makanannya dan Rahman pun tentu tidak melakukan semua yang biasa Via kerjakan karena ia tidak terbiasa untuk itu, semuanya Via yang mengurus.
Hari ini, Rahman ingin melamar pekerjaan, karena semalam Dino menghubunginya dan memberi tahu Rahman jika ada lowongan kerja di kantor tempatnya bekerja yang mungkin cocok untuk Rahman.
Tapi sudah jam 8 pagi laki-laki itu masih belum siap juga, padahal ia harus ke Kantor tempat Dino bekerja pukul 08 : 00
Ia tidak menemukan di mana letak kemeja dan celana bahanya, karena biasanya Via yang mengurusi itu semua. Ia hanya tinggal mandi dan istrinya sudah menyiapkan seragam kerjanya di atas kasur, setelah ia selesai dengan pakaiannya dan keluar kamar Rahman sudah di suguhkan sarapan di meja makan meskipun Via lebih sering memberi ia sarapan Tahu dan Tempe goreng. Tapi, bukankah itu jauh lebih baik dari pada hari ini.
Karena, jangankan pakaian yang sudah di siapkan di atas kasur dan sarapan yang tertata di meja, satu gelas Teh hangat pun tidak pernah Rahman dapatkan di pagi hari semenjak Via pergi.
Rahman mengacak rambut dengan furstasi ketika ia menemukan satu kemeja yang tergantung di lemari yang jarang ia buka, dan yang membuat Rahman frustasi, kemeja itu sudah lecek dan bau apek karena sudah lama tersimpan di sana.
Tidak ada pilihan lain, karena itulah satu-satunya kemeja yang tersisa di sana dan Rahman pun tidak akan mungkin jika harus menggunakan kemeja lecek dan apek seperti itu.
"Rania!"teriaknya, setelah keluar dari kamar sambil menenteng kemeja di tangannya.
"Rania sudah berangkat sekolah! Ada apa kau mencarinya Man?"tanya Jubaidah yang tengah sibuk dengan kukunya. Ya, meskipun ia sedang pusing dan tidak punya uang tapi Jubaidah akan selalu sempat dan meluangkan waktunya untuk mewarnai kuku di 10 jarinya.
"Lalu dimana Mbk Rohmah, Bu?"
"Dia juga pergi di pagi buta bersama Putri, Rohmah kakakmu ingin mencari sikeparat Rudi."
"Untuk apa lagi Mbak Rohmah mencarinya?"tanya Rahman yang tak habis pikir, karena ia mengira jika Rohmah ingin kembali membawa Rudi pulang.
"Tentu saja untuk meminta pertanggungjawaban atas semua kejahatan yang dilakukan Rudi."
"Bukankah Ibu sudah lapor polisi? Kenapa Mbk Rohmah harus mencarinya lagi?"
__ADS_1
"Polisi belum juga memberikan kabar baik, jadi bukankah lebih baik biar kakakmu saja yang mencari Rudi."
Rahman sebenarnya sudah tidak perduli, mau uang yang di bawa kabur Rudi kembali lagi atau tidak, ia hanya merasa khawatir saja jika Rohmah harus mencari Rudi apa lagi ia membawa serta Putri. Rahman tau Rudi bukan orang baik, dan Rahman bisa memastikan jika teman-temannya pun sama seperti Rudi. Ia takut terjadi sesuatu pada keponakannya.
Rahman kembali teringat dengan janjinya pada Dio yang akan bertemu jam 8 pagi, dan iapun seketika melupakan kekhawatirannya pada Rohmah dan Putri.
"Bu, boleh aku minta tolong?"
Jubaidah yang tengah fokus dengan kuku di jari kakinya mendongak menatap Rahman.
"Apa?"
"Bisa bantu aku untuk merapikan kemeja ini, aku ingin bertemu temanku untuk melamar pekerjaan yang baru, Bu. Tidak mungkinkan jika aku menggunakan pakaian lecek seperti ini."Ucap Rahman sambil menunjuk kemeja di tangannya.
"Apa Ibu tidak salah dengar? Kamu menyuruh Ibu?"
"Bukan seperti itu Bu, hanya saja aku benar-benar tidka tau cara merapikan pakaian ini. Tolonglah Bu untuk kali ini saja." Pinta Rahman.
Jubaidah mendengus kesal.
"Sudah Bu, jangan selalu mengalah Via."
"Rahman! Kamu jangan selalu membela wanita itu."
"Cukup Bu, jika Ibu tidak mau membantuku, Ibu tidak perlu menjelekan-jelekan Via." Ucap Rahman tidak terima.
Jubaidah langsung mengepalkan kedua tangannya, ia benar-benar geram jika lagi-lagi Rahman membela Via.
Dengan kesal Rahman pergi dari hadapan Jubaidah masuk kembali ke dalam kamarnya, lelaki itu memutuskan untuk menggunakan kemeja itu apa adanya.
Sebelum pergi dari rumah, Rahman meminta Jubaidah untuk menyampaikan pesannya pada Rania, ia meminta tolong kepada adiknya itu untuk mencucikan pakaian kotornya yang sudah menumpuk di keranjang.
Selepas Rahman pergi dari rumah tinggallah Jubaidah seorang diri, wanita itu kembali memutar otak untuk mendapatkan uang 10 juta. Ya, otaknya kembali bekerja pada uang 10 juta itu setelah ia selesai mewarnai semua kukunya.
__ADS_1
Dan secara kebetulan, tiba-tiba Jubaidah teringat kepada wanita kesayangannya yaitu Selvi. Dengan cepat Jubaidah menghubungi Selvi dan meminta gadis itu untuk datang ke rumah Rahman.
Selvi yang sepertinya tidak merasa takut dengan ancaman Rahman tempo hari dengan sigap datang memenuhi undangan Jubaidah, ia benar-benar tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menarik perhatian Rahman kembali.
Kedatangan wanita itu disambut hangat oleh Jubaidah, sepertinya Jubaidah tidak menyadari jika ia menyambut gadis itu di rumah siapa.
Ia membawa Selvi duduk di sofa ruang tamu Rumah Via dan Rahman, Jubaidah pun menceritakan semuanya kepada Selvi termasuk uang 10 juta yang ia inginkan tapi Jubaidah tidak menceritakan jika ia bersekutu dengan Mbah Gede, Jubaidah juga menceritakan jika Rahman dipecat dari pabrik tempat ia bekerja.
Ini adalah kesempatan bagi Selvi, dia meminta Jubaidah untuk membujuk Rahman agar mau bekerja di kantor tempatnya bekerja.
"Tante akan memastikan Rahman bekerja di kantor yang sama dengan mu Sel, tapi tolong beri Tante uang 10 juta dulu karena Tante sangat membutuhkan uang itu hari ini juga." Ucap Jubaidah.
Selvi yang sangat berambisi kepada Rahman tanpa ragu-ragu memberikan uang yang diminta Jubaidah.
"Terima kasih Sel, kau memang benar-benar wanita idaman, kau sangat pantas menjadi Istri Rahman dan Menantu Tante,"kata Jubaidah setelah ia menerima gepokan uang tunai dari Selvi.
"Tapi Tante jangan lupa untuk membujuk Rahman agar ia mau bekerja di kantor yang sama denganku."
"Tentu saja Selvi, kau tahu kan jika selama ini Rahman sangat penurut pada Tante jadi dia tidak akan mungkin menolak apa yang Tante minta,"sahut Jubaidah dengan yakin, ia sangat yakin karena ia sudah menerima uang 10 juta untuk biaya ritual yang akan dilakukan oleh Mbah Gede. Dan jika ritual itu sudah dilakukan otomatis Rahman pun akan kembali patuh dan takluk padanya, tentu saja jika Rahman sudah takluk dan patuh pada Jubaidah, mintanya untuk bekerja di kantor yang sama dengan Selvi bukanlah hal yang sulit.
"Kalau begitu aku permisi dulu ya Tante, karena ada beberapa banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Pamit Selvi yang terlihat buru-buru.
"Ia Selvi, Tante sangat tahu kau adalah wanita karir yang sukses sudah pasti kau akan selalu sibuk dengan keseharianmu."
Setelah Selvi pergi dari rumah Rahman, Jubaidah girang setengah mati dengan uang 10 juta di tangannya, ia girang karena sebentar lagi ia akan kembali memperdaya Rahman.
Bersambung....
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya 🙏
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️