Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Di Minta Mengantarkan Selvi Pulang.


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


"Kenapa kau tidak menginap saja di sini Sel, ini sudah larut malam, masa kau mau pulang di malam-malam begini?"kata Jubaidah kepada Selvi yang berpamitan ingin segera pulang.


"Tidak Tante, terima kasih. Aku pulang saja, tidak enak jika menginap di sini apa kata orang nanti."


"Kenapa kau memperdulikan kata orang Sel, ini kan demi keselamatanmu. Tidak baik Jika kau pulang sendirian di tengah malam seperti ini,"sahut Rohmah.


Namun gadis itu kekeh ingin pulang meskipun Rohmah dan Jubaidah sudah membujuknya agar menginap di Rumah itu.


"Kalau begitu, bagaimana jika Rahman mengantarkanmu pulang?"


Rahman dan Selvi sama-sama terkejut dengan ucapan Jubaidah.


"Ibu ini bagaimana sih, tadi ketika Mbak Via pulang dibiarkan sendiri. Ini orang lain yang pulang malah disuruh mengantar,"protes Rania.


"Diam Rania, Ibu tidak menyuruhmu berbicara di sini. Lebih baik kau tidur sana bukankah besok kau sekolah!"


"Huf..! Ibu selalu saja seperti ini,"keluh Rania pada ibunya. Lalu ia kembali berkata, namun kali ini ia berbicara dengan Rahman,"Mas, jika Mas Rahman sampai mengantar Mbak Selvi pulang. Mas Rahman sungguh keterlaluan, istrinya dibiarkan pulang sendiri, tapi orang lain diantar pulang."


"Rania! Ibu bilang diam!"bentak Jubaidah.


"Sudah Tante, tidak apa-apa. Rania benar jadi biar aku pulang sendiri saja, aku juga kan membawa mobil."


"Tidak Selvi, Rahman akan tetap mengantarkanmu pulang. Rahman pandai membawa mobil kok."


"Lalu jika Mas Rahman mengantar Mbak Selvi menggunakan mobil, Mas Rahman pulang ke sini pakai apa? Ini kan sudah malam bu."Rania kembali bersuara, menyerukan ketidaksetujuannya.


"Rahman kan bisa menginap di Rumah Selvi, untuk satu malam ini saja dan besok pagi-pagi ia kembali ke sini."


"Astaghfirullahaladzim! Ibunya ada-ada saja, bisa-bisanya menyuruh Mas Rahman menginap di Rumah Mbak Selvi yang tidak mempunyai hubungan apa-apa, itu bisa menimbulkan fitnah Bu, lagi pula Mas Rahman itu lelaki yang sudah mempunyai Istri, dan keterlaluan sekali jika Mbak Selvi sampai menerima tinggal di Rumahnya,"kata Rania sambil melirik sinis pada Selvi.


Ya.


Memang dari dulu Gadis itu tidaklah menyukai Selvi, entah apa sebabnya. Rania tidak cocok dengan Selvi, mungkin


Rania merasa jika Selvi munafik. Dan sok tebar pesona pada Keluarganya.


Selvi yang mendapat lirikan sinis dari Rania menjadi canggung dan tidak enak hati.


Sementara Rohmah dan Jubaidah malah memaki-maki Rania.


"Terserah! Jika Ibu dan Mbak Rohmah tetap memaksa Mas Rahman untuk mengantar Mbak Selvi pulang, dan terserah juga jika Mas Rahman menuruti permintaan Ibu kali ini, aku sudah tidak peduli, tapi jangan menyesal jika nanti Mbak Via tahu kalau Mas Rahman mengantarkan Mbak Selvi pulang, apalagi sampai menginap di sana, aku akan mengadukan semuanya pada Mbak Via."


Ancam Rania, dan ia segera masuk ke dalam kamarnya.


"Dasar Anak itu,"umpat Rohmah.


"Nak Selvi, Maafkan sikap Rania. Namanya juga anak remaja memang kadang-kadang seperti itu sikapnya pada orang yang lebih dewasa. Tolong jangan diambil hati ya. Rahman akan tetap mengantarmu pulang."


"Tidak Bu!" Sahut Rahman dengan cepat,"aku tidak bisa mengantarkan Selvi pulang."


Tumben sekali Lelaki ini menolak permintaan Ibunya.


"Kenapa Rahman?"


"Karena aku harus segera pulang Bu, aku ingin memastikan jika Via dan Satria benar-benar ada di Rumah. Karena sejak tadi aku menghubungi ponsel Via, Ia tidak mengangkat telepon dan membalas pesanku."


"Sudahlah Rahman, Istrimu itu kolokan, tidak usah diperdulikan, baru segitu saja dia ngambek sampai tidak mau mengangkat dan membalas pesanmu, Istri macam apa itu yang tidak mengerti posisi suaminya sendiri,"sewot Rohmah.


"Tidak apa-apa Mbak Rohmah, Tante, aku tidak akan pulang diantar dengan Rahman karena aku bisa pulang sendiri, kalau begitu aku pamit."


Dan pada akhirnya!


setelah melewati perdebatan panjang Selvi pun pulang seorang diri menggunakan mobil mewahnya.


Dan Rahman juga pulang ke Rumahnya.


❄️❄️❄️❄️

__ADS_1


Rumah Zubaidah kembali sunyi setelah kepulangan via Rahman dan juga selfie.


Zubaidah memilih segera masuk ke dalam kamarnya, begitupun juga dengan Rohmah dan Rudi.


Setelah Putri tidur dengan pulas, rohma mendekati suaminya.


"Mas aku ingin bertanya sesuatu?"


"Besok saja ya, Aku mengantuk. Kau tahu sendiri kan aku baru pulang dari luar negeri, dan aku juga harus meladeni keluargamu ini, jadi aku benar-benar lelah Rohmah aku perlu istirahat yang cukup."


"Baiklah, tidurlah Mas."


Rohma membiarkan Rudi tidur.


❄️❄️❄️❄️


Keesokan harinya.


"Rohmah! Apa Rudi sudah memberikanmu uang?"tanya Jubaidah pada Rohmah yang tengah membuat sarapan di Dapur.


"Belum Bu, semalam Mas Rudi sangat lelah jadi aku tidak sempat berbicara dengannya soal gaji yang ia bawa dari sana, dan sekarang Mas Rudi belum bangun. Ibu bersabarlah sedikit."


"Padahal Ibu ingin berbelanja ke warung sayur depan, di pagi-pagi seperti ini warung itu sangat ramai pengunjung. Bahkan Ibu bisa menduga, kalau saat ini sedang ada Via di sana."


"Ya mau bagaimana lagi Bu, Mas Rudi memang belum bangun."


Dan akhirnya!


Setelah menunggu 2 jam lamanya, Rudi pun bangun dari tidurnya.


Ia masih terlihat mengantuk, dengan mengucek matanya dan rambut yang acak-acakan, lalu duduk di kursi yang melingkari meja makan.


"Kau bikin sarapan apa?"tanyanya pada Rohmah yang duduk di depannya.


"Nasi goreng, Mas."


"Apa tidak ada sarapan yang lain?"


"Aku bosan dengan sarapan seperti ini, karena setiap hari pun aku sarapan nasi goreng di sana,"keluh Rudi dengan suara yang serak bertanda ia masih mengantuk berat.


"Sarapan nasi goreng? Apa kau membuatnya sendiri, atau ada orang lain yang memaksakan untukmu?"tanya Rohmah penasaran. Sebenarnya pertanyaan ini Rohmah lontarkan secara iseng.


"Tentu saja ada yang memasak untukku. Memangnya kau pikir aku bisa membuat nasi goreng."


Dan sepertinya Rudi, menjawab pertanyaan Rohmah dengan keseriusan.


"Ada yang memasak! Siapa Mas?"Rohma terkejut dengan jawaban dari Rudi.


Menyadari apa yang barusan ia katakan pada Rohmah, Rudi membelalakkan matanya, ia terlihat segar dari kantuknya. Bola matanya terlihat berputar-putar seperti tengah memikirkan sesuatu di otaknya.


"Mas!"panggil Rohmah yang melihat Rudi terdiam seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Iya, kau membuatku terkejut saja."


"Kau belum menjawab pertanyaanku Mas, siapa yang membuatkan nasi goreng setiap pagi untukmu Mas?"


"Aaah.. Itu....Itu Bibi yang bekerja di Rumah Bosku. Sudahlah kau jangan banyak bertanya, aku lapar."kata Rudi.


Tapi kegugupan terlihat sangat jelas di wajahnya.


Rohmah merasa ada sesuatu yang aneh pada Rudi, lebih tepatnya.


ia merasa jika Rudi tengah menutupi sesuatu darinya.


Tapi Rohmat tidak memperdulikan itu, ia masih berpikir positif tentang Suaminya yang baru pulang dari rantauan selama 2 tahun.


Rohmah membiarkan Rudi menikmati nasi goreng yang iya buat 2 jam yang lalu.


Setelah menunggu beberapa menit, Rudi pun menghabiskan sarapannya.

__ADS_1


"Mas, aku ingin bicara,"Kata Rohmah setelah ia menyingkirkan piring bekas makan Rudi.


"Apa?"


"Apa kau, masih belum ingin memberikan uang padaku, aku ingin berbelanja Mas. Aku juga ingin membayar sekolah Putri yang sudah menunggak 2 bulan lamanya."


Kata Rohmah dengan tutur kata yang lembut.


Wanita itu akan bicara dengan penuh kelembutan dan kesopan santunan pada Rudi.


"Jangan sekarang ya Roh."


"Kenapa Mas?"


"Kemarin, karena aku pulang terburu-buru. aku belum sempat mencairkan uangku di Bank. Jadi, untuk saat ini aku tidak mempunyai uang Cash."Kata Rudi beralasan.


"Kamu kan bisa mengambilnya lewat ATM Mas?"


"Kartu ATM ku hilang, pada saat aku mengantarkan Bosku di malam hari, dan karena sibuk bekerja aku tidak sempat membuat kartu ATM yang baru."


Rohmah terlihat menghela nafas berat.


"lalu bagaimana Mas? aku kan butuh uang, selama 2 tahun kau bekerja di sana, Mas Rudi tidak pernah mengirimkan aku uang, pasti gaji Mas Rudi terkumpul semua kan di sana, seperti yang Mas Rudi katakan padaku sebelumnya?"


"Iya, kau tenang saja. Aku membawa pulang uang yang sangat banyak untukmu dan Putri, Tapi aku minta bersabarlah sedikit. Siang nanti aku akan pergi ke Bank untuk mencairkan semua uangku."


Rohmah mengulas senyum gembira dengan perkataan Rudi yang akan memberikan uang yang banyak pada dirinya.


"Kenapa tidak pergi ke bank sekarang saja Mas,"usul Rohmah yang sudah tidak sabar ingin menerima uang gepokan dari Rudi.


"Aku masih lelah, Aku ingin beristirahat Beberapa jam lagi Rohmah. pokoknya kau tenang saja siang ini aku sudah memberikan semua uang itu padamu,"kata Rudi menjanjikan.


❄️❄️


Namun ketika siang hari.


Bukannya Rohmah mendapatkan gepokan uang yang dijanjikan oleh Rudi,


Rohmah malah sibuk meminta uang sebesar 5 juta pada Jubaidah.


"Untuk apa Rohmah, Ibu tidak punya uang sebanyak itu."


"Tolonglah Bu, uang itu, untuk Mas Rudi pergunakan sebagai biaya Administrasi pencarian uangnya di Bank."


"Biaya Administrasi? Apa benar begitu? jika memang itu benar kenapa bisa sebanyak itu?"


"Aku tidak tahu Bu, tapi kata Mas Rudi. Jika ia tidak membayar Administrasi sebesar 5 juta. Uang ratusan juta yang ada di tabungan Mas Rudi tidak akan bisa cair, karena Mas Rudi menabung uang itu dari luar Negeri Bu, jadi tidak bisa sembarangan diambil di Tanah air, Negara kita ini."


Jubaidah terlihat bingung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Rohmah.


Apa ia, hanya ingin mencairkan uang yang kita miliki di Bank harus membutuhkan biaya sebesar 5 juta rupiah. Meskipun Rudi menabungnya di Negara yang berbeda.


"Ayolah Bu, kenapa Ibu malah diam saja."


"lalu Ibu harus apa Rohmah, Ibu benar-benar tidak mempunyai uang sebanyak itu."


Rohmah diam, Ia pun menyadari dan sangat tahu jika Jubaidah memang tidaklah memiliki uang sebanyak itu.


"Bagaimana kalau Ibu meminta uang itu pada Rahman? dia pasti mempunyai uang simpanan kan Bu,"usul Rohmah. yang lagi-lagi melibatkan Rahman.


Bersambung...


❄️❄️❄️❄️❄️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya 🙏


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2