
Di sebuah desa kecil yang jauh dari kota.
Hiduplah seorang gadis yang sangat sederhana, berumur 21 tahun.
Gadis itu bernama JIHAN FARADIBA.
Dan kedua orang tuanya yang bernama Ibu NINGRUM dan Pak Broto.
Keluarga mereka dikenal sebagai keluarga yang tidak pernah bertengkar dan selali terlihat harmonis.
Hidup yang sangat sederhana, dan orang tua Jihan yang bekerka sebagai penjual Aneka makanan Tahu keliling.
Jihan yang baru saja mendaftarkan diri di Universitas di kotanya itu.
"Pak, Bu, Jihan pamit dulu " Ucap Jihan sangat sopan kepada orang tuanya.
"Hati hati nak, kalau ada kekurangan di sekolahmu segera beritahu Bapak ya nak" Ucap Pak Broto yang sangat menyayangi anak semata wayangnya itu.
"Baik Pak, Assalamualaikum " Ucap Jihan berjalan keluar rumah.
Setelah Jihan pergi ke kampus.
"Pak, uang buat biaya daftar ulang bagaimana pak, nominalnya tidak sedikit" Ucap Ibu Ningsih menyerahkan selembar kertas.
"Bapak akan usahakan sebisa mungkin bu"Ucap Pak Broto.
"Baiklah Pak, sebaiknya kita berangkat sekarang" Ucap Bu Ningsih.
"Baik Bu"Ucap Pak Broto.
Di Perjalanan Jihan menuju kampus.
Dengan mengendarai sepeda motor butur dan sangat tua milik Bapaknya itu, dengan PD Jihan memasuki Kampus itu, Jihan tidak merasa malu sedikitpun.
Disaat Jihan berjalan ke pintu kampus, terlihat seorang gadis yang masih seumuran dengannya sedang duduk di kursi.
Jihan menghampiri gadis tersebut.
"Hai..aku Jihan, boleh aku duduk di sampingmu" Ucap Jihan di hadapan gadis itu.
"Duduklah" Ucap gadis itu tanpa menoleh.
"Ada yang bisa saya bantu" Ucap Jihan.
"Tidak ada" Ucap gadis itu.
"Apa kau perlu teman untuk bercerita, aku siap untukmu" Ucap Jiham meyakinkan karena Jihan juga tidak mengenal gadis itu.
"Benarkah"Ucap gadis itu.
Jihan menganggukkan kepala.
"Baiklah, sepertinya kau mahasiswa baru disini. Perkenalkan namaku Alesa Maharani, panggil saja aku Lesa" Ucap gadis itu yang bernama Lesa.
"Baiklah Lesa, senang berkenalan dengammu" Ucap Jihan bersalaman.
"Baiklah Jihan, sekarang kau teman baikku" Ucap Lesa tersenyum.
"Oh tidak, kau belum menjelaskan padaku kenapa kau menangis tadi"Ucap Jihan.
"Berjanjilah kepadaku, kau akan menjadi teman terbaik yang bisa menjaga semua rahasia temanmu itu"Ucap Lesa serius.
"Tentu saja"Ucap Jihan.
"Begini Han, aku mempunyai masalah besar di rumahku. Aku tidak tahu harus berbuat apa, orang tuaku mati harta. Mereka sama sekali tidak memikirkanku, yang mereka fikiran hanyalah harta tata saja"Ucap Lesa menangis.
"Sa.. Aku yakin kau pasti bisa melewati semua itu, aku sangat yakin pasti orang tuamu itu sangat mencintaimu dan menyayangimu"Ucap Jihan yang sangat bijak.
"Terimakasih ya Han, oh iya kau masuk ke juruan mana, Btw kok baru masuk sekarang " Ucap Lesa.
"Hmm.. Sastra ekonomi Sa, Aku dipaksa orang tuaku untuk meneruskan kuliahku, tapi aku tidak mau. Karena masalah ekonomi di keluargaku itu sangatlah tidak baik"Ucap Jihan terus terang.
"Oh kita 1 kelas dong, asyik akhirnya aku punya teman sebaik kamu di kelas" Ucap Lesa bahagia.
"Baiklah, mari kita masuk. Aku juga belum tahu dimana kelas kita itu"Ucap Jihan berjalan.
Lesa dan Jihan berjalan menuju kelasnya, karena Lesa yang sudah kuliah hampir sudah 6 bulanan, Jihan telat masuk karena masalah ekonomi dikeluarganya itu.
Sesampainya di kelas, Lesa langsung duduk sedangkan Jihan dipanggil Dosen .
"Mahasiswi baru " Ucap Dosen itu.
"Iya pak, saya "Ucap Jihan kaget.
"Kamu jam saya kan, nanti masuk kedalam kelas bersama saya. Akan saya bantu memperkenalkanmu " Ucap Dosen Bagas.
Jihan hanya menganggukan kepala saja.
Masuk kedalam kelas.
__ADS_1
"Selamat pagi"Ucap Pak Bagas.
"Pagi Pak" Ucap semua mahasiswa.
"Oh iya, sebelumnya saya perkenalkan mahasiswi baru dikelas ini, Nona silahkan masuk dan perkenalka diri Anda " Ucap Pak Bagas.
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan namaku Jihan Faradiba , Panggil saja Jihan. Terimakasih.." Ucap Jihan memperkenalkan diri.
*JIHAN FARADIBA*
Mereka semua memandang wajah Jihan daei ujung kepala sampai ujung kaki.
"iuuu ..kampungan sekali dia " Ucap Amel .
*AMEL AMELIA SANDIGA*
Amel adalah wanita idola dikampus itu. Dia merupakan keluarga SANDIGA yang kaya raya itu, maka dari itu Amel sangat sombong sekali.
"Jihan, kemarilah duduk di sampingku"Ucap Lesa kebetulan kursi di sebelah Lesa itu kosong.
*ALESA MAHARANI*
Lesa.
Alesa Maharani merupakan keturunan Orang tersegani di kota nya, karena ayah ibu Amel itu sangatlah kaya dan galak juga, Amel adalah anak yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tuanya, dari kecil di besarkan oleh pembantunya.
....
Jihan berjalan keaeah kursi di sebelah Lesa.
"Aduh... Kau sepertinya belum mandi sama sekali, bau sekali kau. Menjauhlah dariku" Ucap Amel dengan kesal karena Jihan duduk di depannya.
"Eh mulut lu bisa gak diam!"Ucap Lesa emosi.
"Sudah sudah ! Hentikan semuanya " Ucap Dosen Bagas.
"Yang sabar Amel sayang, dia itu kampungan sekali. Dan itu Lesa gadis belagu yang gak mau bersahabat dengan kita, membela gadis norak itu " Ucap Reva.
*SAREVA INDAFDRA JOSHFA*
"Baik semua, mari kita mulai pelajarannya, buka halaman 156 , yang tidak mempunyai modul bisa mendekat ke teman yang lain "Ucap Pak Bagas.
*BAGAS SISWANTORO*
Dosen yang berbadan kekar suara yang begitu besar dan sangat merdu dalam hal bernyanyi. Dia murah senyum kepada semua mahasiswa disitu.
Pelajaran hari ini pun dimulai...
.......
Setelah 2 Jam bersama Pak Bagas, jam istirahatpun berbunyi.
Toooooot..toooott......
Amel dan teman temannya pergi ke kantin atas, biasa kalau mereka pergi mencari seseorang babang tampan dikelas atas, dengan pergi kekantin juga.
Sedangkan Jihan, Lesa dan temannya lagi yang bernama Maudy pergi ke kantin bawah dekat Mushola kampus.
"Kau mau makan apa, aku yang traktir deh" Ucap Lesa membaca Menu.
"Serius" Ucap Jihan tidak yakin.
"Iyalah apa gue bercanda"Ucap Lesa.
"Gue juga nih"Ucap Maudy .
"Sepuas kalian mau makan apa, atau kantin ini diborong selama setahun gue juga bisa"Ucap Lesa dengan candaan diwajahnya yang membuat Jihan semakin merasa mempunyai saudara di kampus.
Akhrinya mereka memesan makanan dan minuman, mereka bercanda tawa hingga suara bel kampung berbunyi.
Mereka masuk ke dalam kelas.
"Hai anak kampungan baru, kau tidak se level dengan teman temanmu itu, hahahahh kau konyol sekali, berapa uang saku kamu sehari, Rp 100.000,- atau kurang dari itu. Kasihan sekali dirimu," Ucap sindir Amel yang membuat Lesa marah.
"Jaga perkataanmu Mel!! Kekayaanmu itu dari papah tirimu itu hahahahh" Ucap Lesa yang asal bicara.
Lesa tidak pernah di didik tutur kata oleh orang tuanya karena mereka sibuk dengan kerja kerja dan kerja, hinggal Lisa bergaulpun sangat bebas. Namun, Lisa tidak menyombongkan diri atas kekayaan yang dimiliki orang tuanya itu, dia juga tidak memilih teman bergaulnya.
"Kau Lesa, kurang ajar sekali kau!!! " Ucap marah Amel yang ingin menampar Lesa, namun..
__ADS_1
"Hentikan!!" Ucap emosi Jihan menahan tangan Amel yang akan menampar Lesa.
"Beraninya kau menyentuh temanku, kau berurusan denganku!!"Ucap Jihan lagi dengan emosi, sehingga semua yang berasa di ruang kelas terfokus kepadanya.
"Gadis kampungan ini ternyata bisa marah juga ya. " Ucap Amel tertawa.
Jihan menahan emosinya , karena Dosen sudah berada di depan pintu kelas.
Kelas pun dimulai.
Beberapa jam kemudian, suara bel pulang berbunyi.
Mereka semua pergi meninggalkan kampus satu persatu.
Di depan gerbang kampus, Jihan sedang berdiri. Tiba tiba ada mobil masuk dari arah kanan, hingga membuat Jihan tersenggol mobil itu.
ssrrttttt...
"Aduh"Ucap Bian merintih sakit dan terjatuh.
Mobil itu langsung berhenti, dan seseoramg turun dari mobil itu menghampiri Jihan.
"Kau tidak apa apa" Ucap Alex. Ya orang itu Alex namanya.
*ALEXANDER SANDIGA *
Alexander Sandiga
Dia adalah Kakak dari Amel loh.
Namun umur Amel dan Alex lumayan jauh.
Namun, diantara Alex dan Amel itu sangat berbeda sekali sifatnya.
Amel yang begitu sombong dan sangat boros itu, berbeda dengan Alex.
Alex orang yang baik, ramah dan sangat mandiri. Walaupun orang tuanya itu sangat kaya raya.
Oh iya , sebenarnya Alex itu bukan kakak kandung Amel. Karena Amel itu adalah anak dari seorang pembantu yang bekerja lama disitu, namun pembantu itu meninggal dalam tragedi kecelakaan. Hingga Amel di angkat oleh orang tua Alex sejak umur 3 Tahun. Dan waktu itu Alex sudah berusia 9 tahun.
Jadi Amel sekarang yang baru 21 tahun dan Alex berusia 27 tahun.
Lanjut!
"Tidak, tenanglah aku baik baik saja" Ucap Jihan menegakan badannya.
"Aduh" Jihan Merintih sakit.
"Biar aku bawa kedokter, sepertinya kamu masih sakit"Ucap Alex.
"Oh ya, ini kartu namaku, kalau ada sesuatu cepat segera beritahu aku. Aku sedang buru buru"Ucap Alex memberi kartu nama kepada Jihan dan masuk kedalam mobil menuju parkiran kampus.
"Ya ampun, kok aku deg degan ya" Batin Jihan.
Jihan langsung berdiri dan berjalan kearah Halte.
Disisi lain.
Alex yang sudah memarkirkan mobilnya itu, bergegas menuju ruang kepala sekolah.
.....
Sesampainya di Ruang kepala sekolah.
Tok....tokkk...
"Masuk" Ucap Pak Rudi (Kepala Sekolah)
Alex langsung duduk di depan Pak Rudi.
"Terimakasih Pak Alex sudah berkenan hadir "Ucap Pak Rudi.
"Iya Pak, lebih baik jelaskan ada apa ini" Ucap Alex serius.
"Begini Pak, ada laporan dari salah satu siswa disini bahwa saudara Amel adik dari Saudara Pak Alex itu, sudah sangat keterlaluan terhadap mahasiswi baru disini, atas ucapan yang keluar dari mulut Amel itu membuat mahasiswi baru itu bersedih. Lihat ini videonya " Ucap Pak Rudi menjelaskan aao maksudnya.
Alex membuka video yang dilakukan oleh Amel itu, Amel sangat merendahkan harga diri gadis itu, dan ketika melihat lebih jelas gadia itu...
"Apa benar ini orang yang tidak sengaja aku serempet tadi, ya ampunn... kasihan sekali gadis itu " Ucap Alex dalam batin.
"Bagaimana Pak "Ucap Pak Rudi.
"Terimakasih atas informasinya Pak, terserah Bapak mau memberi hukuman apa padanya"Ucap Alex sangat kesal karena melihat tingkah adiknya itu.
"Baik Pak" Ucap Rudi.
"Kalau sudah selesai, saya permisi dulu pak. Banyak kerjaan yang belum saya selesaikan. Terimakasih, saya permisi dulu
__ADS_1