Jihan

Jihan
Bertemu dengan Orang Tua Jihan


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di di pertigaan menuju rumah Jihan,


"Kita turun disini" Ucap Jihan masih deg degan.


"Kenapa"Ucap Alex pura pura tidak tahu, padahal Ia pernah mengikuti Jihan .


"Kalau mau kerumahku harus jalan kaki, dan tidak bisa dilalui oleh mobil" Ucap Jihan yang berjalan menuju gang.


Alex mengikuti Jihan berada di samping Jihan. Alex terus bergeming dalam hati, Alex masih bingung apa yang ingin dikatakannya.


Sesampainya di rumah Jihan.


Alex yang meliha semua kondisi rumah Jihan merasa Iba dan kasihan.


****


"Assalamualaikum..." Ucap Jihan sambil membuka pintu.


"Wallaikumsalan Nduk, kamu sudah pulang" Ucap Bu Ningrum.


"Dimana Bapak Bu " Ucap Jihan karena tidak melihat Bapaknya.


"Bapa sedang membeli beras Nduk, duduklah dulu. Dan siapa yang bersamamu itu ?" Ucap Bu Ningrum melihat ada seorng laki laki tampan di sebelah Jihan.


"Oh ya Bu, perkenalkan ini Alex , Dia teman aku Bu" Ucap Jihan memperkenalkan Alex.


Pak Broto yang langsung masuk kedalam rumah terkejut ketika melihat Alex dirumahnya.


"Pak, silahkan duduk"Ucap Jihan.


Pak Broto dudu di sebelah Bu Ningsih. Jihan duduk, diikuti Alex yang duduk di samping Jihan.


"Oh ya kamu tadi siapa Nak " Ucap Bu Ningrum.


"Jihan, kamu kenal dia darimana Nak" Ucap Pak Broto.


"Dia teman aku Pak, Mas kamu tadi belum memperkenalkan diri ke bapak ibu aku" Ucap Jihan.


Alex yang sedang gugup dan sedang mengingat ingat siapa Bapak Jihan itu.


Sebenarnya Pak Broto adalah Supir kepercayaan Papa Alex, namun Pak Broto di fitnah oleh Ibu Amel yang dulunya pembantu. Pak Broto di fitnah karena berselingkuh dengan Mama Sinta, dan Papah Alex memecatnya disaat Ibu Jihan hamil.Namun, setelah mengetahui bahwa Pa Broto telah di tipu oleh Ibunya Amel, Papah Alex terus mencari pak Broto hanya untuk meminta maaf padanya.


"Pak, Namaku Alexander Sandiga , Panggil saja aku Alex Pak" Ucap Alex memberi salam kepada pak Broto.


"Alexander Sandiga?" Ucap Pak Broto mengingat nama itu.


"Iya Pak, seperti aku juga pernah melihat bapak tapi kapan ya" Ucap Alex.


"Apakah kau anak dari Nyonya Sinta " Ucap Pk Broto.


"Benar sekali Pak, Sepertinya Bapak mengenal keluarga saya" Ucap Alex.


"Ya. kau nak Alex yang sangat pemberani itu" Ucap kagum Pak Broto karena dulu disaat Ok Broto di pecat. Alex berani memarahi Papahnya di saat Alex berumur 6 tahun, selisih jauh dengan umur Jihan.


"Pak Broto " Ucap Alex terkejut ketika mengucapkan Alex sang pemberani, karena hanya pka broto yang mengucapkan itu.


Alex dan pak Broto berpelukan, Jihan hanya melihat pemandangan di depannya itu. Ibu Ningrum hanya tersenyum manis, melihat Suaminya bisa tersenyum sebahagia itu.


"Sebenarnya ada apa ini Pak, Alex yang ingin berkenalan dengan kalian. Kok begini endingnya" Ucap Jiham tetap tidak mengerti.


Pak Broto menjelaskan masa lalunya dari menjadi sopir terbaik, sampai di fitnah oleh pembantu di rumah itu yang bernama Meli.


Jihan yang mendengarkan merasa sangat terkejut. Apalagi mendengar penjelasan dari Alex bahwa pembantu bernama Meli itu adalah ibunya Amel, Adik angkatnya Alex. Yang 1 kelas dengan Jihan.


Jihan sangat terkejut sekali, Amel itu adalah anak dari pembantu itu. Dan kaget karena mengetahui bahwa Amel Adik alex.


"Lalu kenapa Amel dijadikan anak oleh papahmu Lex " Ucap Pak Broto.


"Dulu Papah sangat percaya kepada Bi Meli Pak, dan diaat Meli meninggal , Ia berpesan untuk menjaga Meli karena masih bayi. Namun ketika sudah di rawat oleh Papah dan Mamah, ada seseorang yang memberikan bukti bahwa Bi Meli telah memfitnah pak Broto, langsung Papah sangat marah dan sangat benci pada anak itu, namun mamah tetap berpihak kepada Amel pak, karena Mamah menginginkan anak perempuan" Ucap Alex yang membut Jihan menangis.


"Pak "Ucap Jihan menangis memeluk Bapaknya.


Alex yang melihat kondisi pak Broto sekarang menjadi sangat kasihan sekalu, Pak Broto yang sekarang karena akibat ulah Ibunya Amel. Jihan yang mendengarkan semua penjelasan Alex dan Bapaknya merasa sangat dendam kepada Amel.


Dihati Jihan hanya rasa sakit, namun di hasra lain Jihan tidak ingin merasa dendam itu terkubur dihatinya.


Mereka berbincang bincang hingg larut malam...


"Nak Alex , sepertinya sudah sangat malam sekali, sebaikny kau menginao disini dulu, itupun kalau Nak Alex mau " Ucap Pak Broto.


"Tidak Pak, gimana nanti para tetangga yang tau pak "Ucap Bu Ningrum.


"Iya ya Bu " Ucap Pak Broto


" Ya sudah Pak, Alex pamit pulang dulu. Besok pagi Alex kesini lagi " Ucap Alex memberi salam dan pergi meninggalkan rumah Jihan.


****


"Sepertinya Alex suka padamu Nduk" Ucap Bu Ningrum.


"Bu, tidak usah berlebihan karena dia baik Bu. Aku tidak ingin menikah sebelum membahagiakan ibu dan bapak " Ucap Jihan.


****


Jihan masuk kedalam kamar, mengerjakan semua tugas kampusnya.


3 jam berlalu.


Tiba tiba ponsel Jihan bergetar. Ada pesan masuk 💙


...Alex...


______________________________________________


Sudah tidur Han.


^^^Belum, masih menegerjakan tugas^^^


Besok hari sabtu


^^^Aku tahu^^^


Apa kamu ke kampus


^^^Tidak^^^


Aku ingin ajak kamu


jalan jalan


^^^Ok^^^


Baik


____________________________________________


Jihan yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya, padahal beskm sabtu dan minggu, kampus libur.

__ADS_1


Jihan sampai sampai ketiduran karena sudah terlalut malam.


***


Alex yang merasa ada sesuatu dihatinya tapi tidak menyadari perasaan apa itu.


Sudah berteman dengan Jihan cukup lama, walaupun belum 3 bulanan.


Dipikiran Alex hanya Jihan Jihan Jihan dan Jihan sampai Alex tertidur pulas, dan mengigo nama Jihan😌♡


***


Keesokan Pagi,


Dirumah Alex.


"Mah, Papah buru buru ke kantor, sarapannya di masukan ke tempar bekal Mah" Ucap Papah Sandiga sambil membereskan Dasi dan jas nya.


"Iya Pah" Ucap Mamah Sinta dan langsung berjalan menuju dapur.


Alex yang sudah siap dan akan pergi, melihat papahnya yang sedang turun dari tangga.


"Papah" Ucap Alex, Papah Sandiga menoleh.


"Iya Sayang, tumben sekali pagi pagi sudah rapih.Mau ke kantor atau kemana nih" Ucap Papah Sandiga menggoda.


"Hmmmm.. Mamah mana Pah" Ucap Alex


"Ini Papah juga mau ke Mamah di dapur" Ucap Papah Sandiga.


Alex dan Papahnya menuju ke dapur.


Amel yang baru bangun pula pergi kearah dapur.


Mereka semua duduk di kursi makan.


"Mah, Alex ingin berbicara " Ucap Alex sangat serius.


" Katakanlah sayang" Ucap Mamah Sinta.


"Alex mau menikah Mah" Ucap serius Alex membuat Papah dan Mamah kaget.


"Uhukkkk..uhukk" Mamah Sinta tersedak makanan😌.


"Mah, pelan pelan makannya" Ucap papah Sandiga.


"Katanya Papah berangkat kantor buru buru, Mamah sudah siapkan bekalnya kok palah sarapan dirumah" Ucap Mamah cemberut.


"Tid jadi Mah, Papah ingin mendengarkan anak papah ini, katanya mau menikah.Kok belum mengenalkan wanita ke papah sama Mamah" Ucap Papah Sandiga.


"Iya Lex, tidak pernah kamu memperkenalkan satupun wanita ke Mamah" Ucap Mamah Sinta.


" Iya Mah, aku juga baru menyadari, aku baru mengenanya beberapa bulan saja Mah, tapi aku yakin dia orang baik seperti Bapaknya" Ucap Alex yang membuat Papah penasaran.


"Apa mksudmu lex" Ucap Papah.


Alex langsung menjelaskan secara detail mengenai Jihan itu, Mamah Sinta yang mendengarkan langsung meneteskan air mata.


" Apa benar kamu sungguh sungguh Lex " Ucap Papah.


"Iya Pah " Ucap Alex.


"Baik Mah, acara hari ini Cancel untuk besok. Dan kita ke rumah Jihan yang Alex maksud Mah. Papah juga ingin bertemu dengan Broto" Ucap Papah Sandiga.


Mamah Sinta hanya mengganggukan kepal saja.


" Selamat pagi Mamah Papah dan Kakak" Ucap Amel dengan wajah ceria.


Mereka hanya dia saja , namun Amel mengabaikannya. Karena yang dipikirkan Amel itu Papah dan Mamahnya masih marah padanya.


...


...


"Ayo Lex, Mah " Ucap Papah Sandiga.


"Kalian mau kemana, Amel gak diajak" Ucap Manja Amel.


" Kantor" Ucap Alex cuek dan berbohong.


Amel tetap lahap makan, dan mereka bertiga berjalan menuju mobil dan bergegas kerumah Jihan.


******


Tidak memakan waktu lama, akhirnya mereka sampai di pertigaan menuju rumah Jihan.


"Apa benar ini Lex kita akan kerumah Jihan" Ucap Mamah Sinta.


"Iya Mah Pah, ikuti Alex saja "Ucap Alex terus berjalan menuju gang sempit dan becek.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Jihan.


Tokk..tokk..tok... Papah Sandiga mengetuk pintu


Pintu rumah Jihan akhirnya dibuka, kebetulan hari ini orang tua Jihan berangkat sore, karena kebetulan cuaca terlihat sangat mendung sekali.


"Broto.." Ucap Papah Sandiga berjalan memeluk Broto.


"Tuan Sandiga.." Ucap Pak Broto sambil membalas pelukan Sandiga .


Mereka masuk kedalam rumah dan berbincang bincang.


"Ini anak kamu To,, Cantik sekali ya Mah. Alex sudah banyak cerita kepada kami"Ucap Papah Sandiga.


"Tuan.."Ucap Pak Broto.


"Broto, aku kesini untuk meminta maaf kepadamu dan Istrimu, aku harap kau memaafkanku" Ucap Papah Sandiga.


"Sudahlah Tuan, itu hanya masa lalu. Aku sudah memaafkanmu waktu itu'" Ucap Pak Broto.


"Ini Tuan, Nyonya minumannya. Mohon maaf hanya segelas air putih yang ada saat ini" Ucap Bu Ningrum.


"Tidak usah repot repot jeng.." Ucap Mamah Sinta.


"Jihan masih sekolah " Ucap Papah Sandiga.


"Masih Om" Ucap Jihan.


"Alex, dia masih sekolah" Ucap Mamah Sinta.


"Iya Mah, dia 1 kampus dengan Amel. Mamah tahu kan, Video itu. Ya gadis itu Jihan Mah" Ucap Alex.


Jihan hanya bisa tertunduk malu di hadapan orang tua Alex.


"Awas saja kau Lex, kau mau mempermalukanku kali ini " Batin Jihan.


****

__ADS_1


"Broto, aku datang kemari ada hal yang harus kami bicarakan" Ucap Papah Sandiga.


"Apa itu Tuan, " Ucap Pak Broto.


"Ini mengenai anak saya Alex dan Jihan anakmu itu " Ucap Papah Sandiga dengan sigapnya.


"Ada apa dengan mereka Tuan" Ucap Ibu Ningrum merasa degdegan.


"Begini To, saya disini mewakili anak saya Alex, kami akan melamar anak Anda untuk menjadi Istri Alex " Ucap sangat lembut Papah Sandiga.


"Apa ! Melamar?" Ucap Jihan terkejut.


Alex yang melihat raut muka Jiham, akhirnya membawa Jihan kebelakang.


" Pah , Pak.. Saya ke belakang dulu" Ucap Alex sambil memberi kode pada Jiham untuk ikut dengannya.


Jihan pun ikut dengan Alex, berjalan dan berhenti di samping dapur dekat kolam ikan.


"Apa maksudmu tadi " Ucap Jihan serentak membuat Alex tidak memiliki sepatah katapun.


"Jii...Jihaan.." Ucap Alex sangat gugup ,


Jihan hanya diam menantikan jawaban Alex, Jihan sangat tidak mengerti apa yang baru saja Papah Alex katakan, Jihan merasa seperti di jepit oleh batu batu raksaksa.


"Jihann, boleh aku jujur padamu."Ucap Alex sangat serius.


Alex meraih tangan Jihan, dan memandang Jihan dengan serius.


"Aku sangat mencintamu Jihan, entah kenapa dan darimana asa cinta itu. Tiba tiba rasa cinta itu datang dengan sendirinya"Ucap Alex memegang tangan Jihan.


"Tapi aku..."Ucap Jihan terpotong.


"Aku tahu itu sulit untukmu, dan aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku kan.. katakanlah Jihan, apapun jawabanmu aku akan menerimanya." Ucap Alex penuh harapan kepada Jihan.


"Alex, aku mohon maafkanlah aku. Aku tidak tahu harus memulai dari mana, pasti ini sulit bagimu. Aku tahu itu, dan pertemuan kita yng tidak masuk akal itu..." Ucap Jihan pelan pelan melepaskan tangan Alex.


"Katakanlah Jihan, kau mencintaiku atau tidak " Ucap Alex dengan tatapan tajam.


"Tidak Lex, aku minta maad padamu" Ucap Jihan melepaskan penuh tangan Alex.


"Aku tahu bahwa kamu akan memberi jawaban itu Jihan, tapi setidaknya kau mau menerima lamaranku itu. Setidaknya kita sama sama terus, dan cinta akan tumbuh secara perlahan" Ucap Alex dengan tenangnya.


Kemudian, Ibu Ningrum memanggil mereka.


"Jihan,, Alex kemarilah" Ucap Bu Ningrum


Mereka berdua berjalan ke ruang tamu, Jihan tetap diam dan tidak tahu apa yang ingin Ia katakan nanti.


***Mereka berdua duduk kembali dan mulai fokus lagi .


"Nduk bagaimana denganmu, Bapak dan Ibu setuju setuju saja, itu terserah padamu"Ucap Pak Broto.


"Pak, Bu.. Jihan minta maaf kepada kalian semua.."Ucap Jihan mengehelaikan nafas.


"Jihan..Aku tahu kamu belum mempunyai perasaan untukku. Aku yang terlalu bersemangat menerima lamaranku itu, walau itu terasa lebih sakit ketika aku mendengarkan jawabanmu" Ucap Alex dengan serius dan tertunduk.


"Ya Tuhan.. Aku sangat bingung sekali. Bagaimana ini, bagaimana dengan semua impian Bapak Ibuku"Batin Jihan.


"Tapi aku masih kuliah Lex, aku harus bagaimana memulainya" Ucap Jihan dengan nada masih bingung


"Kalau kau ragu untuk menikah denganku tidak masalah Jihan, aku akan selalu menunggumu " Ucap Alex tersenyum sakit.


"Alex" Ucap Jihan dengan lebih serius.


"Katakanlah Jihan" Ucap Alex.


"Aku akan menerima lamaranmu, tapi izinkan aku untuk lebih mengenalmu. Karena aku belum merasa ada cinta untukmu" Ucap Jihan memandang Alex.


"Aku tidak masalah untuk itu, setelah kita menikah. Kita akan menjalani waktu bersama. Walaupun kita belum mempunyai ikatan perasaan yang sama " Ucap Alex.


"Sudah sudah, bagaimana dengan lamaran ini Jihan "Ucap Papah Sandiga.


"Iya tan, Jihan menerimanya."Ucap Jihan dengan senyuman manis di bibirnya.


Semua orang tersenyum kebahagiaan, termasuk Alex. Alex tidak menyangka bahwa Jihan akan menerimanya walaupun cinta Jihan belum ada untuknya.


Jihan yang merasa sudah lega, tapi masih mengganjal dipikirannya itu.


**


Kelurga Alex berpamitan untuk pulang, mereka pulang dengan penuh kegembiraan.


"Kami pulang dulu pak, bu.. Jihan..." Ucap Alex bersalaman.


Merekapun pergi meninggalkan rumah Jihan.


Tapi, Alex kembali lagi kerumah Jihan lagi.


"Jihan.." Ucap Alex memanggil Jihan.


"Kau tidak ikut dengan papah mamahmu"Ucap Jihan.


"Aku lupa sesuatu Jihan, kalau kau berkenan ikutlah denganku. "Ucap Alex


"Sana Nduk, mereka ingin bersamamu" Ucap Bu Ningrum.


"Baiklah aku ganti pakaian duli, kau tunggu di mobil saja . Aku akan segera kesana " Ucap Jihan pergi menuju kamar.


Alex berjalan menuju mobilnya.


****


" Bagaimana Lex, apa Jihan mau ikut denganmu sebentar" Ucap Mamah Sinta.


" Iya Mah, kita tunggu saja dimobil" Ucap Alex.


Setelah beberapa saat, akhirnya Jiham keluar dari gang sempit itu dan menuju ke mobil Alex.


" Silahkan masuk Sayang.." Ucap Alex yang membuat Jihan sangat malu.


Jihan masuk kedalam mobil, Jihan diam karena bingung harus mengatakan apa kepada mereka, terutama calon mertuanya itu. Jihan berpikir seorang mertua itu sangat menyebalkan, jadinya Jihan takut saat mengeluarkan kata kata.


Alex menuju kantor papahnya, mengantarkan papah ke kantor karena dadakan ada acara meeting.


Sedangkan Mamah sinta diantarkan ke tempat arisan.


***


Sekarang hanya mereka berdua. Alex terus fokus menyetir, dan menuju ke perusahaan Alex.


**


#Hai selamat membaca yah♡


Dukungan itu No.1 💙💙


I love you thor❤❤

__ADS_1


__ADS_2