
Hari demi hari telah berlalu, sudah 3 bulan Jihan bersama sama dengan Alex. Tinggal 2 hari lagi mereka akan menikah.
Amel tidak mengetahui hubungan Jihan dengan Alex, Amel sangat benci kepada Jihan itu.
Kringg...kringg....
Suara bel istrirahat
"Jihan, nanti malam ada pesta dirumahku. Kamu datang ya, dan jangan lupa bawa pacar kamu yaa hehe.. Karena nanti malam ada special dinner buat yang bawa pasangannya "Ucap Lesa memberikan kertas undangan.
"Hhaha... Sudah tambah tua aja nih ,, "Ucap Jihan membuka undangan itu.
"Tentu, oh yaa ngomong ngomong pacar kamu dibawa gak yah, sepertinya aku lihat di Instagram kamu. Semua berisi konten jaga hati, aku milikmu, cinta oh cinta hahahaha"Ucap Ledek Lesa.
Mita dan Eni menghampiri mereka berdua.
Oh ya, Mita dan Eni adalah teman Jihan juga, tapi tidak seakrab Lesa dan tidak sekaya Lesa. Mita dan Eni minder karena mereka bukan tandingannya Lesa, namun Lesa yang sangat baik hati membuat Mita dan Eni seperti terasa sangat dekat. Apalagi atas kehadiran Jihan. Membuat berempat orang itu jadi lebih akrab.
"Ada apa nih, aku dengar tadi loh "Ucap Mita menyenggol Jihan.
"Apa sih kamu Mit, "Ucap Jihan menyenggol balik Mita.
"Nih untukmu, jangan lupa pacar bawa .. kalau ada hahahaa"Ucap Lesa memberi undangan kepada Mita dan Eni dengan wajah mengejeknya.
"Oh tentu dong, nanti malam yaa "Ucap Eni membuka undangan itu.
Mereka ber empat berjalan ke perpustakaan untuk membaca mapel yang masih kurang dimengerti mereka.
***
Diperpustakaan mereka mengambil buku dan duduk di tempat khusus pembaca.
Kring..kring....
Suara ponsel Jihan berdering
Jihan mengangkatnya disitu, dengan suara pelan. Ternyata Alex yang menelpon, namun di matikan oleh Jihan, karena menurut Jihan suaranya bisa mengganggu yang lain.
Kemudian Jihan menaruh ponselnya di meja.
Ponsel Jihan berdering lagi, Lesa yang penasaran akhirnya Lesa mengambil ponsel Jihan dan mengangkat telvon masuknya dan sengaja Lesa me loudspeaker telvon Jihan.
*Hallo Sayang, sepertinya aku menjemputmu sedikit terlambat ya, soalnya aku lagi mengantar Mamah dulu. Tunggu saja ya, i love you Jihan *
Ucap Alex yang terdengar oleh mereka, dan Jihan sangat malu sekali, Jihan melirik Lesa dengan tajam.
"Maafkan aku Hanπ" Ucap Lesa tersenyum bersalah.
"Tidak tidak, tak perlu meminta maaf begitu"Ucap Jihan memeluk Lesa.
Mita dan Eni yang melihatnya ikut berpelukan jugaa.
"Kalian semua teman terbaikku, sejak awal kalian lah yang terbaik"Ucap Jihan.
"Kau juga Jihan, kau teman terbaik kami. Kehadiranmu membuat semangat kami yang baru"Ucap Eni.
"Sudah sudah jangan begitu, lepaskan ini. Endingnya baper juga nanti "Ucap Lesa.
"Lesa, Mita, Eni... Hanya kalian yang tahu tentang hubunganku itu. "Ucap Jihan memegang tangan mereka bertiga .
"Siapa dia Han,"Ucap Lesa yang penasaran.
"Alex, sudah lama aku menjalankan hubungan ini. Dan 2 hari lagi kita akan menikah"Ucap Jihan meyakinkan mereka.
"Menikah??"Ucap Mita kaget.
"Yaa. Dan kalian bertiga adalah tamu teristimewa untuk acara pernikahaanku nanti" Ucap Jihan meneteskan air mata.
"Kenapa kau menangis Han,, " Ucap Lesa mengusap air mata Jihan.
"Aku sangat terharu Sa, diantara kita berempat ternyata aku dulu yang menikah"Ucap Jihan sangat terharu
"Aduh Jihan, nantinya juga kita nyusul ya kan...." Ucap Eni memandang mereka satu persatu.
Tiba tiba Amel masuk ke perpustakaan.
"Aduh aduh, si alay dan para fans kampungan ini "Ucap Amel dengan wajah sinis.
"Diam kau! tutup mulutmu itu"Ucap Mita melotot.
"Reva reva, untung saja temanmu bukan seperti sampah ini"Ucap Amel memeluk Reva sahabatnya.
__ADS_1
"Hmmm" Ucap Reva tersenyum.
"Keluar! Kalian tidak tahu peraturan di perpustakaan!!"Ucap Jihan dengan spontan.
"Aduh ini lagi, apa sih uh. Ya sudahh deh kita keluar aja Rev, jijik aku melihatnya. Mending kita shoping aja yuk. Aku yang traktir deh "Ucap Amel dengan gaya sombongnya.
Amel dan Reva pergi keluar perpustakaan. Jihan dan sahabatnya masih berada didalam perpustakaan.
"Yang sabar ya, asal kalian tahu siapa Amel itu" Ucap Jihan yang tidak sengaja mengucapkan itu.
"Hah! Apa maksudmu, Amel siapa Han, Dia siapa?? Adikmu??kakakmu?? Atau siapa dia Jihan??Amel pelakor. Ih aku ngeri melihatnya" Ucap Lesa nyrocos terus.
"Nanti juga kalian tahu sendiri "Ucap Jihan.
Mereka mengerti apa maksud Jihan.
Ten teng teng..
Suara bel masuk
Mereka bergegas masuk kedalam kelas.Jihan dengan wajah tertekuk berjalan menuju kelasnya, Lesa yang melihat raut muka Jihan jadi merasa bingung dan lebih penasaran, apa yang Jihan di sembunyikan darinya. Lesa hanya berpikir pasti Jihan akan memberitahunya nanti.
**
Jam kampus Jihan sudah selesai.
Mereka bergegas keparkiran untuk mengambil mobil mobilnya.Jihan berjalan bersama mereka bertiga, dan putus di depan parkiran, Jihan tetap berjalan lurus kearah depan kampus.
Amel yang lebih dulu mengeluarkan mobilnya, melihat mobil Kak Alex yang berada didepan kampusnya. Amel menghampiri Kak Alex..
"Kak Alex, sedang apa Kakak disini"Ucap Amel membuka kaca mobilnya.
"Tidak. Pergi saja kau!" Ucap Alex langsung menutup kaca mobilnya.
"Kakakmu dingin sekali ya Mel, apalagi seorang wanita yang bicara, dingin, cuek dan sering tidak menjawab sapaan wanita"Ucap Reva.
"Ya itulah kakaku, itu karena sifatnya."Ucap Amel masih menyetir mobilnya.
"Pacarnya sih gimana ya Mel, apa tidak takut dan malas ya"Ucap Reva.
"Tidak tahu aku Rev, karena Kak Alex belum pernah membawa wanita kerumah atau berjalan dengan wanita. Itu setahuku Rev"Ucap Amel.
***
Didepan kampus, Alex menunggu Jihan dengan perasaan senang.
Beberapa saat kemudian Jihan sudah berada di depan kampus.
Lesa dan teman temannya berada di belakang Lesa dengan mobilnya.
.Alex yang melihat Lesa berada di depan gerbang, akhirnya melajukan mobilnya ke arah Jihan.
**
Alex membuka kaca mobilnya, Jihan yang melihat Alex terkejut.
"Sayang.. Cepatlah"Ucap Alex berteriak. Karena letaknya lumayan sedikit jauh ..
Jihan menghampiri Alex, begitu pula Lesa dan teman temannya. Lesa begitu sangat terkejut melihat Jihan bersama kakak Amel itu.
Lesa kemudian langsung memberi pesan singkat kepada Jihan.
Jihan masuk kedalam mobil, dan tiba tiba ponselnya bergetar.
Pesan masuk dari Lesa.
Apa maksudmu dengan kakak Amel itu
^^^Ikutlah denganku ke Cafe xxx^^^
Lesa yang membaca balasan Jihan langsung memutar stirnya dan mengikuti Jihan.
"Mas, kita ke Cafe Xxx yuk, aku lapar dan haus sekali" Ucap Jihan memegang tangan Alex dengan gemetar sehingga tangan Jihan terasa dingin.
"Bukan Muhrim Jihan"Ucap Alex menggoda Jihan.
"Mas Alex " Ucap Jihan memandang wajah Alex.
"Yaa. Katakanlah"Ucap Alex fokus menyetir.
"Salah satu sahabatku mengetahui ini semua"Ucap Jihan
__ADS_1
"Bagus itu"Ucap Alex singkat.
"Tapi Mas "Ucap Jihan.
"Kau malu, atau gimana"Ucap Alex merasa kesal.
"Tidak Mas, aku tidak malu. Tapi Dia tahu kamu adalah kakak Amel yang menyebalkan itu. Dan ya mas, nanti malam ada pesta di rumah Lesa"Ucap Jihan
Alex tidak merespon Jihan karena sedang parkir di depan Cafe Xxx ,
Lesa pun parkir di sebelah mobil Alex.
"Sudah sampai"Ucap Alex singkat.
"Apakah kau marah padaku"Ucap Jihan lesu.
"Sayang.. Aku tidak marah padamu, ayolah masuk aku sudah lapar juga"Ucap Alex menggandeng tangan Jihan..
Tiba tiba Lesa menghampiri Jihan dan Alex, Lesa menepuk bahu Jihan.
"Jihan "Ucap Lesa sangat mengagetkan bagi Jihan dan Alex.
"Kau ini mengagetkanku saja"Ucap Jihan yang terus berjalan menuju tempat duduk.
Lesa melihat Jihan dan Alex sangat romantis sekali, yang Lesa tahu hanyalah Alex yang super dingin dan cuek sekali.
"Kau mau makan apa Sayang" Ucap Alex membaca Menu.
"Sama sepertimu saja Mas, oh ya kamu mau makan apa Les,"Ucap Jihan
"Sama aja deh"Ucap Lesa.
****
"Oh ya mas, kenalin ini Alesa sahabatku. Dia teman terbaikku di kampus Mas. "Ucap Jihan mengenalkan Lesa kepada Alex
"Hmm"Ucap Alex singkat.
"Oh ya Han, aku belum mendapatkan jawabanmu itu soal kau dan Kaka Amel ini"Ucap Lesa dengan rasa penasarannya.
Kemudian Jihan mengatakan pertemuannya sampai mereka berdua menjalin kasih dan dipertemukan dalam ikatan pernikahan selama 2 hari nanti .
Lesa mendengar denga bijak.
"Kamu beruntung sekali Kak Alex bisa mendapatkan Jihan yang sanga sabar ini, asal kak Alex tahu bagaimana perlakuan Amel kepada Jihan dikampus"Ucap Lesa tidak basa basi.
"Ceritakan semuanya"Ucap Alex memandang wajah Jihan.
Alesa menceritakan semua kejadian kejadian yang dialami oleh Jihan sampai sekarang.
"Begitulah Kak"Ucap Lesa menundukan kepala.
"Kau sahabatnya Jihan, dan kau sangat perduli kepadanya walaupun status kalian sangat berbeda. Aku bangga kepadamu Lesa, sebagai sahabat kepercayaan Jihan. Aku akan menceritakan semua tentang siapa itu Amel kepadamu" Ucap Alex yang membuat Lesa merasa tidak ada pikiran sama sekali.
Alex menceritakan tentang Amel secara detail dan rinci, Jihan hanya terdiam. Karena tidak ingin membuat marah Alex.
Lesa yang terus mendengarkan cerita Alex hanya fokus dan fokus, hingga Alex berhenti di akhir cerita, Lesa tertawa sangat keras sekali.
"Aku sudah mendugaππ, Amel Amel.. Sekarang aku mengetahui kelemahanmu"Ucap Lesa terus tertawa.
"Lesa"Ucap Jihan memanggilnya
"Oh ya kak Alex, nanti malam ada pesta dirumahku, kau datang saja bersama Jihan. Aku sudah menyuruhnya tadi saat dikampus. Amel juga aku undang"Ucap Lesa dengan nada sangat enak didengar
"Tentu. Aku akan datang bersama Jihan"Ucap Alex memandang Jihan.
"Ok. Kalau begitu aku pulang dulu ya, aku gak ada waktu soalnya. Kalau bukan karena Jihan sudah males gue.. Dahhh.. Sampai ketemu nanti malam Jiha sayang "Ucap Lesa berjalan pergi. Jihan yang mendengarnya merasa geli dipanggil sayang oleh teman wanitanya itu .
"Mas, kepesta? tapi aku tidak mempunyai gaun sama sekali" Ucap Jihan lemas.
"Tenang saja, sekarang kita beli gaun dan semua aksesorisnya, aku bayar ini dulu. Setelah itu kita lanjut beli gaun untukmu" Ucap Alex berjalan kearah kasir.
Lesa berjalan keluar Cafe menunggu Alex πππ
Tampilan Alex hari iniππππ
Alex dan Jihan pergi ke butik untuk membeli gaun Jihan.Alex Alex...
__ADS_1