Jihan

Jihan
chapter up 20


__ADS_3

Hingga waktu subuh datang, Billi Elisa membangunkan Jihan sesuai janji.


"Eri. Bangun. Ini saya.. datang."


"Ugh. Orang nganjuk lagi," geliat Jihan selesai tidur.


"Waktunya kerja Eri. Kita lanjutin saja nanti. Tidak ada tanda-tanda beliau di sini."


"Iya.. gue cuma bisa ngimpiin dia sekarang, Bil."

__ADS_1


"Saya ingin denger ceritanya."


Jihan bangun dari rebahnya untuk duduk. "Gue ngehamilin dia, Bil."


"Eri, sudahlah. Kau harus operasi transgender."


"Gue harus tanggung jawab. Pasti dia pergi buat laporan ke pihak berwajib atas perbuatan gue."


"Tidurlah di jok belakang. Semaleman di sini bikin kangenmu nanjak, Eri."

__ADS_1


Jihan sudah duduk di dalam mobil yang Billi setir. Diam tak banyak bicara. Hari ini pencariannya ternyata nihil, Mercy tidak ada di kawasan yang sepi dan kumuh seperti di emperan tadi.


Semenit kemudian, habis melamun Jihan membaringkan tubuhnya ke samping.


"Hoaa.. amm. Love you, Beb," kata Jihan saat sudah meniduri kursi.


Jihan lalu menutup matanya, melanjutkan mimpi di belakang Billi Elisa yang mengemudi.


Mobil yang mereka tumpangi turut mengisi jalanan yang selalu ramai 24 jam, jalan utama kota Ragnarok. Perjananan menuju studio memakan waktu setengah jam, cukup jauh juga Jihan memilih lokasi tidurnya sebagai tuna wisma, mungkin karena kota punya satu terminal.

__ADS_1


nb:


bentar ya.. gigi aku kerasa terus, snutan😭sabar yaa


__ADS_2