Jihan

Jihan
chapter up 08


__ADS_3

"Yuhuu.. Akhirnya.. hhh, hhh.. ready!"


Jihan mencuci dua batu tersebut, acara mengasah batu baru selesai satu jam kemudian.


Hari ini Jihan sudah punya perkakas manusia gua yaitu batu sungai. Saat dia coba memotong rambutnya, ternyata dia hanya main biola, batu pipih itu masih tumpul.


"Hii.. kok gak tajem juga sih?" tanya Jihan sambil mengamati. "Oh ya. Nih khan semen alam, bukan cutter toko fotocopy. Bukan eksperimen cerdas dicobain ke rambut, tapi malah maen kecapi butut. Hhh.. Gini kalo gue keluar gua, error-nya akut."


Jihan segera beranjak bangun, menyudahi semua umpatan. Di bergerak ke kolamnya. Langkahnya mengendap, dia berpikir langkahnya akan menakuti ikan. Jihan mendapati ada lima Lele kecil sedang mengerubuti daging ular.


"Laku juga daging Kobra. Untung gue taro di situ, kalo di perut gak dapet ikan. Dah, ah. Gue tunggu panen aja ngambilnya."


Jihan mundur perlahan selesai mengintip tambaknya. Dia masih hati-hati memijakkan kakinya di batu-batu yang ada. Maka saat menginjak batu licin, Jihan bisa langsung tahu, memiringkan tubuh untuk kebimbangan agar tak jatuh. Dia berhasil menjauh hingga sampai tepian sungai.


Kira-kira penampakan TKP seperti ini:



Hutan sudah jadi pemandangan biasa, maka Jihan segera lurus saja mengambil jalan naik. Tanah sekitar sungai agak tinggi, masih lembab sekaligus sedikit nanjak.


Kenapa lokasi tidak difoto bersama tokoh protagonisnya? Mungkin tukang fotonya baru datang setelah Jihan pergi.


Siapa memang yang mengabadikan lokasi? Mungkin Jaka Tarub, tidak ada siapa-siapa sebenarnya. Gambar sekedar rangkuman.😄


Dukh! Dekh!


Dukh..!


Dekkh!


Jihan duduk memukul-mukul pangkal pohon di mana kayu tersebut setebal tanganya. Dia duduk menghantamkan batu sakti-nya. Ternyata si pohon terkupas hingga "tulang", batu bawaan itu membuat Jihan anteng bekerja.


Jihan tak komentar. Mungkin nanti setelah pekerjaan selesai. Biasanya mengeluh saat pegal atau capek seperti saat menggasah batu di sungai tadi. Jihan khusyuk memotong pohon.


"Dah stop. Hhgg..! Beres juga nih proyek pengujian kater. Tinggal megaproyek super kontruksi bahan api unggun."

__ADS_1


Jihan pun berdiri, didorongnya pohon pertama itu oleh si penebang.


"Ehgg!"


Kre.. kekh!


Tek.. tekh! Twekh..!


Pohon kecil yang agak rimbun itu oleng, patah, kemudian ambruk tak berdaya. Tumbang pada waktunya.


"Hhh.. hhh.."


Jihan menyeka keningnya. Ada keringat yang mengucur begitu selesai menebang. Namun Jihan lanjut memotong-motong dahan cabang yang kecil, ada yang luru ada yang bengkok bercagak pula. Semua Jihan potong untuk kayu bakar dan sesuatu.


"Sipp!"


Jihan menutup satu matanya, membidik ujung kayu yang dipegangnya. Dia mendapatkan dahan panjang yang cukup lurus. Jihan segera duduk di tumpukan dahan-dahan pohon yang dikumpulkan, mengupas gantar yang didapatkannya.


Srrut! Srrutt!


Jihan mulai mengupas ujung kayu. Dia membuat paku panjang alias tombak ikan. Entah bisa juga sedang membuat senjata darurat ala gerilyawan 45.


Beres beraksi ala pasien rehab, si gadis menaruh tongsis-nya. Dibangkit lalu memungut batu gepengnya. Entah hendak berbuat apa lagi. Jihan menghampiri tanaman yang seperti ini:



Atau batangnya seperti ini:



Namanya Rattan, yang biasa di-craf jadi perabot ini:



__ADS_1



Trekh! Trekh!


Jihan memotong tanaman tersebut, pohonya berduri Jihan pegang dengan hati-hati. Tak lama, batang pun terkumpul belasan helai. Jihan segera mengupas kulit Rattan itu.


Setelah keringnya, kulit tanaman jadi seperti ini:



Hari beranjak sore. Jihan menapaki pantai dari hilir sungai, dia kembali ke "halte" nelayan dengan banyak bawaan. Kayu bakar, ikan Lele, tali, serta pias dan lelahnya.


Bregh! Brugh..!


Jihan lemparkan seikat kayu yang digendong, serta beberapa tongsis ke dekat persediaan kayu pertama. Bahan arang telah cukup dia sediakan.


Sambil terengah-engah, Jihan mengambil kaleng sarden yang dia dinginkan pagi tadi. Dia lalu menyeruput gaya penikmat kopi.


Slrrpp!


"Aahh.. Mantap Beb. Akhirnya.. hhh.. hhh.. bisa minum aer rebusan. Hhh.. hhh.."


Srrlrpp..pph!


nb:


😆ya sudahlah, anggap aja kopi.


Jihan khan Marcel versi rehab


nih yang formalnya, srrllpp..pph! 😗



-

__ADS_1


-


-


__ADS_2