
Tukang stok konsumsi kemudian duduk seberesnya memasukkan sampah ke polibag. Dia duduk menghadap Jihan dan bertanya.
"Terus kalo sejarah Bos sendiri gimana ceritanya? Katanya dari suatu komunitas independen? Kumpulan para indigo."
"Gue tuh seorang yang mimpi kena setrum, tubuhnya kesengat listrik hingga kebangun trus ngedapatin bekas sengatan tersebut. Sejak saat itu, pancaindera gue kacau, orang-orang ilang, tapi jejak sengatan gak bisa diilangin.
Pertanyaannya.. Apa sebenarnya tanda yang ada pada tubuh gue, si pemimpi ini?
Berdasarkan kesaksian generasi pertama, titik tersebut adalah portal ke kampung halaman, tanda hak milik, atau terbukanya akses ke dunia jadi-jadian."
"Oh di sana tuh dunia siluman?"
"Emang kebanyakan siluman, tapi gak semuanya siluman sih. Ada kok jins yang baik-baik plus terpelajar."
"Saya bisa daftar dong Bos?"
"Gak pake daftar. Karena semua natural yang pernah kesetrum ada di sana, cuma aja belum kejangkau sama pemindai Server.
Komplek sih mekanisme-nya. Kami gak bisa tau masa depan, atau satu tahun ke depan tuh ada berapa banyak kandidat. Kalo tebakannya tepat, insya allah dapet banyak calon lusid dengan jumlah segitu.
Kami tahu jumlah penghuni planet, tapi gak tau sumber data tersebut milik siapa. Belum ada protokol buat nge-eksekusinya. Maka cuma dijadikan acuan doang, atau rujukan itung-itungan aja.
Data yang dipake tuh dari drone Library. Beres ngintip masa depan, alatnya balik ke basetime.
Drone dapet jumlah natural di Bumi dari hasil ngintipnya selama seabad."
"Natural itu apa ya Bos? Orang yang bukan peserta gitu?"
"Iya. Non-lusid. Jadi sebut aja gue tuh tadinya natural. Pas edan kemudian, barulah gue jadi manusia jadi-jadian. Tokoh fiksi."
"Tapi khan yang saya ajak ngomong ini orang asli. Gimana kisahnya Bos bukan manusia ori?"
"Gue dilaknat sang Pencipta Planet."
"Coba Bos ceritain lagi soal alam siluman. Apa kehidupan di sana ngejamin keuntungan buat tukang bisnis Bos?"
__ADS_1
"Oh kalo soal kepuasan harta tuh ada yang namanya income. Kami gunain mata uang digit yang bisa dirupiahkan. Kontribusi kita dihargai banget di komunitas pokoknya.
Tapi kita gak punya skil ato cuma hebat di lamunan atau kerjanya rebahan, gak apa-apa kalo emang gitu protokolnya. Jadi lusid terkaya dengan cara santai gitu gak bakal ada yang iri kok."
"Masa sih Bos? Apa malaikat semua yang di sana itu?"
"Khan semua pemimpi di masa pra-lusid udah berhak atas apapun yang ada planet dan alam semesta. Dia tuh penguasa. Jadi yang ada tuh bukan iri, tapi pening."
"Jadi, mata uang digit ya Bos? Apa yang laen gak rugi kalo misalnya saya males-malesan?"
"Gaklah. Independen. Gue aja ngebakar planet malah dibantuin, malah dapet akte tanah."
"Kalo saya niat mau miskin aja, gimana tuh Bos?"
"Kalo korin kita tadinya petugas lab, kekayaan dia bakal langsung jadi milik majikannya."
"Balik ke alat pengintip data. Siapa yang ngebedah teknologi pemindai kandidat tuh Bos? Saya pengen masuk atau kena sorot biar punya sampingan kerja."
"Alatnya terus di-update kok."
"Kenapa saya belum ngimpi kesetrum juga?"
"Jadi ada dua pihak Bos? Soloter khan ratu lebah yang berkelana, ngembara di alam tanpa rakyat."
"Ya mirip sih. Tapi sebenernya, soloter nih punya piaraan yang disebut parasas. Kaum satu ini miara banyak jins yang susah mati. Jumlah soloter udah nyampe ribuan ketimbang jumlah lusid yang cuma ratusan orang, di bawah tiga ratus lah kalo liat nomer pregister gue."
"Berarti lebih banyak soloter dong Bos? Kok bisa gitu?"
"Soalnya kami gak pake maksa sih, gak pake iming-iming apapun selaen ngingetin. Gak tau kalo rekruiter sebelah pake imingan apa."
"Balik ke alat pindai. Tolong suruh ditingkatkan Bos, mesin pindainya. Duh, saya pengen banget jadi lusid."
"Mending tunggu sampe portal Kencana jelas dan kebongkar."
"Berapa lama tuh Bos? Apaan tuh portal Kencana emangnya?"
__ADS_1
"Nih portal sumber tiket sama mimpi gue. Bisa jadi obrolan ini pernah berlangsung di dalamnya. Sekarang udah misah jadi anak Kencana."
"Apa ada lagi kisah dari Kencana Bos?"
"Statusnya lagi rada oleng sekarang. Labilnya portal terjadi gara-gara will soloter yang pengennya serba instan. Untungnya nih portal abadi, gak ada gabutnya direcoki keinginan sama kebutuhan komunitas. Pokoknya tau-tau ancur kalo kami (lusid dan soloter) saling gabut. Gue sama yang laen tuh lagi nyegah kelabilan ini, makanya butuh orang lama yang udah master kayak Erika."
"Ngeri juga jadi manusia abadi. Selaen temen, Bos Erika juga udah banyak musuhnya dong Bos?"
"Iya. Satu mahhal model si Raven misalnya, gue lampiasin kekalahan gue ke dia di penjaranya. Kesel gak sih kalo misalkan bini lo dianiaya depan mata?"
"Wah.. Saya bakal ikut gelap mata bagian dari diri saya disiksa Bos. Seru juga dunianya. Jam berapa yaa..?"
Saat menanyakan jam, si petugas konsumsi lirik kanan dan lirik kiri. Di sekelilingnya orang-orang ikut nimbrung. Mereka tim iklan, dan sudah dari tadi menyimak penuturan Jihan.
"Oke. Kira-kira kayak gitu filmnya kita ntar pas tayang. Hhh.. ada yang mau bertanya lagi?"
"Aku boleh tau gak Mbak? Apakah lusid generasi pertama diayomi oleh generasi sebelumnya?"
"Tidak. Mereka justru kesasar tidak saling tau ada lusid lain. Mbak Enik yang tadinya fokus nyegah jins masuk ke dunia manusia berhasil. Tapi gak disangka-sangka, generasi ini eksis lagi pas seseorang mimpi kesembur ledakan panel. Sebut aja ada yang buka kotak Pandora. Sampe sekarang Kencana udah eksis lagi. Tapi status terakhir nih portal rada oleng, ada tanda-tanda mau close lagi."
"Tapi Mbak, apa ada hubungannya sama amnesia beliau (Marcel)?"
"Gue yakin ada. Erika nih kata temen gue tuh garis depan Server. Otomatis diincer juga. Kalo ada laporan atau semacam berita acara sih gak masalah, tapi Erika gak bangun juga sejak mass foto bareng Luna."
"Apa yang harus saya lakuin biar portal aman Mbak?"
"Hhh.. minta doanya aja. Habis jam pulang ini gue mudah-mudahan segera tau kondisi Erika."
Jihan kembali memikirkan perkataan Twen yang menginang seorang dari tim dekorasi.
Dia udah gak selamat..
"Oke. Semua. Waktunya iklan. Ayo, ayo udah hampir jam tidur nih," pinta yang pake topi, mungkin sutradara di bagian syuting produk dan brand.
-
__ADS_1
-
-