
Jihan berangkat menuju kampus. Bapak dan Ibu sudah berangkat dari dini hari tadi.
***
Jihan berjalan menuju Halte, di perjalanan yang sangat sejuk dan hangat. Jihan sangat menghayati aroma kesegaran di setiap paginya.
Tiiitt...tiitt..... ( Suara klaksin mobil)
Jihan tidak menghiraukan, Jihan hanya senyam senyum sendiri sambil berjalan menikmati eksotis pagi hari.
Mobil itu menghampiri jihan.
"Hei! Apa kamu tuli." Teriak seorang laki laki dari dalam mobil.
Jihan terkejut dan melupakan melamunnya itu.
"Iii..iya aku, kau memanggilku "Ucap Jihan kaget dan menoleh kearah mobil itu dan nampak seorang laki laki di dalam.
"Masuk, akan aku antar kau ke kampus" Ucap Alex, ya orang itu Alex 💙 sambil membuka kaca kiri mobilnya.
"Aku bisa kekampus sendiri, terimakasih tawarannya"Ucap Jihan meninggalkan mobil Alex.
Alex merasa aneh dengan gadis itu, tidak seperti gadis lain yang Alex ajak masuk ke dalam mobilnya tidak akan pernah menolak.
Namun Alex tetap mengikuti gadis itu.
Tiitt...tiiiittt.... Suara klakson mobil Alex.
"Cepat masuk, atau kau akan telat hari ini " Ucap Alex berbohong.
Jihan langsung masuk kedalam mobil.
"Aku sudah bilang tadi"Ucap Alex.
"Apa maksudmu"Ucap Jihan bete .
"Tidak, Ohya kenapa kau tidak mengangkat telvonku" Ucap Alex.
"Kau menelvonku" Ucap Jihan pura pura tidak tahu.
"Ya. Apa aku salah menelvon seseorang" Ucap Alex.
"Tidak. Sepertinya kau menelvonku tapi sepertinya aku sudah tidur" Ucap Jihan malu karena berani membohongi Alex.
"Benarkah itu, apa tidak ada tugas kelompok yang harus dikerjakan, nanti Dosen kamu marah loh" Ucap Alex karena ingin mengetahui Amel yang berbohong atau tidak.
"Hahahaa.. Pak Alex Pak Alex, sepertinya anda salah. Kalau ada tugas pasti aku akan lembur untuk malam itu, dan pastinya aku akan mencari teman temanku untuk membantuku. Karena aku masih ketinggalan materi materinya"Ucap Jihan sambil tertawa.
Alex merasa ada sesuatu yang membuat pandangan di depannya itu serasa sangat spesial.
"Syukurlah kalau kau tidak menjadi siswi yang malas" Ucap Alex menggoda Jihan.
"Tidak, aku tidak akan pernh bermalas malasan untuk sekolah, karena sekolah itu pakai duit . Dan duitnya itu tidaklah sedikit" Ucap Jihan memelankan suaranya.
"Bagus kalau kau menyadarinya"Ucap Alex tersenyum manis.
"Iya, aku menyadarinya. Karena kalau bukan kedua orang tuaku... hikss...hiksss" Ucap Jihan meneteskan air mata.
Alex yang melihat Jihan menangis, merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku, telah membuatmu menangis"Ucap Alex merasa bersalah.
"Kenapa kau meminta maaf padaku, ini sudah jalan takdirku Pak" Ucap Jihan serambi tersenyum kehadapan Alex
Alex melihat Jihan yang begitu sangat berbeda dari gadis yang pernah bersamanya
"Jihan, apa kamu mau menjadi teman baikku"Ucap Alex
"Tentu saja Pak" Ucap Jihan menatap arh kedepan.
"Ya sudah ,, apa kita sahabatan saja ya hehe " Ucap Alex tersenyum.
"Hmmm" Ucap Jihan.
Tidak mereka sadari, sangat asyik mengobril hingga mereka telah sampai di depan kampus Jihan.
__ADS_1
"Sudah sampai, turun dan cepatlah masuk" Ucap Alex membuka pintu mobil.
"Terimakasih banyak Pak" Ucap Jihan tersenyum.
"Kau ini, kita teman baik. Kau panggil saja aku Alex ya biar lebih akrab" Ucap Alex tersenyum.
"Baik pa... Ehhh.. Alez maksud saya"Ucap Jihan cengengesan.
Jihan bergegas masuk kedalam kampus. Dan Alex melajukan mobilnya menuju kantor.
***
Kurang 5 menit lagi bel akan berbunyi.
Jihan berjalan menuju kelasnya.
***
"Jihan, " Ucap Lesa ketika menoleh kearah belakang.
"Hai Lesa, sudahh berangkat nih"Ucap Jihan sambil duduk di kursinya.
"Hmm..Aku mahasiswi paling disiplin waktu loh hahahah" Ucap Lesa tertawa.
"Kau kesini naik apa"Ucap Lesa lagi.
"Hmmm.. Aku tadi di antarkan sama temen aku" Ucap Lesa.
"Temen Les, aku baru saja mengenalnya. Ya beberapa hari yang lalu" Ucap Jihan
"Cwo nih yee..."Ucap Lesa menggoda Jihan.
Ting tong ting tong.. Suara bel
Semua mahasiswa masuk kedalam kelas, Dosen pun masuk kedalam kelas.
"Selamat Pagi" Ucap Dosen Bu Nia.
"Pagi Bu" Ucap semua Mahasiswa.
"Ada yang absen" Ucap Bu Nia.
"Sepertinya ratu tidak datang" Ucap salah satu mahasiswi sambil menahan tawanya.
"Siapa itu" Ucap Bu Nia.
"Amel Bu" Ucap salah satu mahasiswi juga.
"Anak itu lagi"Batin Bu Nia.
"Ya sudah kita mulai saja " Ucap Bu Nia.
***
Dirumah Alex.
Amel masih tertidur diranjangnya.
"Hoammmmm" suara Amel sambel mengucek ucek matanya, Amel menoleh ke arah jam dan...
"Kurang ajar!! Mamah tidak membangunkan aku!!" Ucap Amel sangat marah.
"Kak Alex pasti marah lagi padaku, sialan!!" Ucap Amel sangat kesal.
"Hhhh.. Sudahlah lebih baik aku tidur lagi, lagian aku tidak terlalu memikirkan kampus ku hari ini" Ucap Amel langsung tidur kembali.
****
Suasana di kantor Cv.Mword Sandiga milik keluarga Alex.
Perusahaan Cv.Mword Sandiga yang di pimpin oleh putra dari Sandiga, Alexander Sandiga.
Perusahaan Cv.Mword Out Sandiga yang dipimpin oleh Sandiga itu sendiri, karena pospek meninjau ke luar negeri
Dan masih ada 3 lagi perusahaan, dan akan mendirikan cabang baru lagi di kota lain.
__ADS_1
Jam menunjukan waktu pulang kerja.
Alex menuju pulang, namun Alex pergi ke kampus Jihan.
***
Jihan yang sedang berdiri di samping jalan menunggu bus datang.
Alex menghampiri Jiham dengam mobil mewahnya itu.
"Jihan " Teriak Alex dari dalam mobil.
"Iya" Balas Jihan sambil menoleh.
"Kenapa jantungku deg degan melihat Jihan" batin Alex.
Jihan menghampiri Alex.
"Ada apa kau memanggilku" Ucap Jihan melihat kearah Alex.
"Hmm.. kau tadi sudah makan siang" Ucap Alex.
"Sudah , emangnya ada apa Pak" Ucap Jihan bohong , sebetulnya Jihan belum makan siang.
"Oh ya sudah kalau sudah, aku mau ajak kamu makan siang. Tapi ya sudahlah, ayo aku antar kamu pulang" Ucap Alex .
Tanpa balasan, Jihan masuk kedalam mobil. Karena cepat cepat ingin pulang.
"Kau kenapa, terlihat wajahmu muram sekali" Ucap Alex yang dari tadi melihat wajah Jihan.
"Aku tidak apa apa, mungkin karena banyak tugas hari ini. Aku sangat ingin cepat sampai dirumah" Ucap Jihan merebahkan punggungnya..
"Jihan.." Ucap Alex memandang Jihan.
"Iya ada apa pak" Ucap Jihan.
" Aku ini bukan Bapakmu" Ucap Alex kesal.
"Ya aku tahu itu, lalu kenapa kau marah" Ucap Jihan dengan nada sedang.
"Aku mau bicara sama kamu" Ucap Alex sangat serius.
"Katakanlah Pak,, eh Mas Alex maksudku"Ucap Jihan duduk dan fokus mendengarkan Alex.
"Umurmu berapa" Ucap Alex lebih serius.
"Aku..."Ucap Jihan terkejut karena Alex menanyakan umurnya.
"30 tahun " Ucap Jihan bercanda sambil menahan tawa kecilnya.
"Tidak usah bercanda, aku serius" Ucap Alex dengan gagah.
"21"Ketus Jihan.
"Apa pacar kamu tidak mengantarkanmu sekolah" Ucap Alex tanpa mikir dulu hehe.
"Tidak, lagian aku tidak mempunyai pacar. Aku tidak ingin mengganggu masa sekolahku"Ucap Jihan langsung cemberut.
"Dia memang gadis baik, mungkin aku akan lebih bersyukur kalau dapat gadis sebaik Jihan" Batin Alex.
"Aku boleh kerumahmu" Ucap Alex memegang tangan Jihan.
"Untuk apa, rumahku sangat jelek. Kau tidak pantas menginjakan kakimu disana" Ucap Jihan melepaskan tangan Alex.
"Aku ingin bertemu dengan Bapak Ibumu"Ucap Alex memohon.
Jihan diam, dalam keheningan. Jihan berpikir untuk apa dia menemui orang tuaku, apa mungkin ingin melihat betapa miskinnya keluargaku, terus menghinaku.
Alex entah kenapa ingin selalu bersamanya, namun di dalam hati Jiham berkata lain.
Jiham hanya ada 1 tujuan yaitu bisa bekerja untuk keluarganya.
Alex terus berpikir apa yang akan dia katakan nanti kalau sudah di depan orang tua Jihan.
__ADS_1
Alex terus menggerutu dalam hatinya.
*****