
Alex keluar dari kampus dan menuju mobil untuk segera kekantor.
Di perjalanan, Alex masih memikirkan Amel yang sangat kurang ajar itu, dan Alex langsung mengirim Video itu ke Mamah.
...WhatsAap...
______________________________________________
Mamah👵
-*Video*-
^^^Mah,lihat anak itu ;👦Alex^^^
*Read*
_____________________________________________
Setelah Alex mengirim Video itu, Alex memasukan ponselnya ke dalam saku jas.
Sesampainya dikantor.
Alex melangsungkan rapat penting dengan klien lamanya, namun Alex selalu saja kepikiran dengan gadis itu, selalu terbayang bayang oleh gadis itu.
"Ada apa ini, aku jadi tidak fokus presentasi"Ucap Alex .
Dan Alex tetap melanjutkan presentasinya hingga selesai.
Setelah selesai presentasi, Alex langsung pulang.
....
🏩🏩🏩🏩
Sesampainya dirumah Alex. Memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam rumah.
"Amelll!!! Amellll!!" Teriak emosi Alex karena sudah tidak bisa menahan emosinya.
Mamah Alex menghampiri.
"Amel belum pulang lex " Ucap Mamah Sinta.
"Mamah selalu manjakan dia! Sekarang jadinya kurang ajar sama kita, sudah tahu dia bukan keturunan keluarga kita"Ucap Alex emosi.
"Maafkan Mamah Alex, Mamah yang salah"Ucap Mamah Sinta cemberut.
"Sudahlah Mah, aku masuk kamar dulu" Ucap Alex langsung masuk kedalam kamar
Dirumah Jihan
Jihan yang sedang mengerjakan soal yang diberikan oleh dosennya tadi merasa kaget karena buku soal itu ketinggalan entah dimana. Kemudian mengingat ingat dimana hilangnya.
Oh ya pada waktu Alex menghampiri Jihan, Alex menginjak kertas milik Jihan hingga masuk kedalam mobil Alex.
"Apa dibawa orang itu ya, tapi kalau tidak bagaimana yaa.Aku mau bertanya kepada siapa lagi, aku baru kenal teman teman yang bersamaku dan aku lupa tidak menanyakan No. Ponsel mereka, bagaimana ini kalau besok aku ketahuan tidak mengerjakan soal ituu, bapak ibu pasti kecewa mendengarnya"Ucap Jihan dalam hati.
"Aku telvon orang itu saja lah, dari pada aku besok terlihat seperti mahasiswi yang malas " Ucap Jihan yakin.
Kemudian Jihan mengambil kartu nama yang diberikan oleh oranh itu.
"Alexander Sandiga " Gumam Jihan.
Jihan langsung memasukan nomor ponsel itu, dan bingung ingin memanggil atau meninggalkan pesan.
"Telvon saja dulu, tapi aku gugup ,, Ahh sudahlah tidak apa apa, dia tidak akan memakanmu Jihan" Gumam Jihan aneh.
Jihan menelvon Alex.
Dikamar Alex.
Alex habis mandi dan sedang mencari baju di lemarinya.
Kringgg...kring.....kring.... °Suara ponsel Alex°
Alex berjalan meraih ponselnya.
"Hallo" Ucap Alex.
"Haa... halloo..." Ucap gugup Jihan.
"Mohon maaf dengan siapa ini"Ucap Alex lagi.
Tuttt..tutttt..
Telvon dimatikan oleh Jihan.
__ADS_1
Jihan sangat gugup dan seketika mendengar suara Alex, Jihan langsung jadi gagu hahah.
Kebetulan waktu masih pukul setengah 4 sore.
Jihan yang sangat gerogi pun memberanikan untuk mengirim pesan.
...WhatsAap...
____Ketemu di Alun alun kota, aku sangat gugup apabila menelvonmu. By; JIHAN_______From WhatsAp
Alex yang sedang mendengarkan musik di ponselnya bergetar.
Drrttt....drttt...
Alex membuka isi pesan .
...WhatsAap...
____Ketemu di Alun alun kota, aku sangat gugup apabila menelvonmu. Sekarang! By; JIHAN_______From WhatsAp
^^^____Ok_____ °Alex°^^^
"Siapa Jihan ini, kok tiba tiba mengajaku bertemu"Gumam Alex merasa sangat bingung.
Alexpun bergegas pergi ke Taman kota.
Jihanpun begitu juga.
Setelah beberapa saat kemudian, Alex yang sudah sampai dan menunggu . Tiba lama kemudian..
"Kau" Ucap Alex kaget ketika gadis yang dia pikirkan tiba tiba ada dihadapannya.
"Iya aku , aku Jihan "Ucap Jihan lancar dalam berbicara .
"Apa tidak salah, Jihan yang akan kutemui itu suaranya gagu tadi"Ucap Alex masih bingung.
"Ya, itu aku. Aku gugup kalau menelvonmu. "Ucap Jihan denga lancarnya.
"Lalu? Apa tujuanmu memanggilku kemari", Ucap Alex.
"Oh ya, maaf sebelumnya. Sepertinya Kertas soalku terbawa kakimu masuk kedalam mobilmu itu ", Ucap Jihan
"Benarkah"Ucap Alex
"Nah ini yang kucari, ternyata firasatku memang benar. Ya sudah terimakasih banyak, aku pulang dulu" Ucap Jihan sangat senang.
"Tunggu"Ucap Alex menghentikan langkah Jihan.
"Iya " Ucap Jihan.
"Kamu kesini naik apa"Ucap Alex.
"Jalan kaki, rumahku gak jauh dari sini kok. Oh ya , tidak usah menawarkanku untuk kau antar pulang, karena bajumu nanti kotor"Ucap Jihan tersenyum.
"Aku tidak akan mengantarmu, aku hanya ingin mengucapkan salam kenal saja denganmu " Ucap Alex merasa sangat aneh.
"Oh iya , kalau begitu salam kenal balik"Ucap Jihan.
Jihan langsung berjalan pergi.Dan Alex tetap diam memandang gadis itu.
Alex yang merasa penasaran, akhirnya mengikuti dari arah belakang Jihan.
Di sepanjang jalan, Alex merasa sangat aneh sekali.
"Kenapa masih ada jalanan seperti ini, sepertinya ini bukan jalanan deh " Gerutu Alex yang melihat langkah kakinya mengikuti jalan itu sangatlah tidak baik.
Setibanya di depan rumah Jihan, Alex bersembunyi di belakang Pohon Mangga.
Melihat Jihan yang membuka pintu dan masuk kedalam rumahnya.
Alex melihat rumah Manda yanh begitu bersih, namun tidak untuk bentuk kwalitas rumah Manda itu.
Alex yang sudah merasa tidak penasaran lagii.Akhirnya memutuskan untuk pulang.
Didalam rumah Jihan,
"Bu.." Ucap Jihan lembut.
"Iya nduk ada apa sayang" Ucap Ibu Ningrum.
"Bapak dimana Bu, sepertinya tidak ada di rumah" Ucap Jihan yang melihat pojok kanan kiri rumahnya.
"Iya nduk, Bapak lagi ada kegiatan kerja bhakti di lingkungan RT "Ucap Bu Ningrum.
__ADS_1
"Baiklah Bu, sepertinya aku sangat lapar Bu" Ucap Jihan sambil mengelus elus perutnya itu.
Jihan berjalan menuju meja yang pastinya berisi sebuah makanan penghilang laparnya itu.Jihan membuka tutup makanan itu..
"Tahu dan kerupuk?Hmmm.. Alhamdulilah masih diberi rezeki darimu ya Allah "Ucap Jihan bersyukur walaupun Ia hanya memakan sebuah tahu dan kerupuk. Jihan memakan lahap karena dirinya begitu lapar sekali.
Tiba tiba ponsel Jihan berdering.
"Siapa yang menelfonku, aku lagi makan ganggu saja "Ucap Jihan yang tetap cuek.
Setelah selesai makan, Jihan menuju kamar dan merebahkan badannya, membuka dan melihat ponselnya.
Ada 2 panggilan tidak terjawab dari Alex.
"Ada apa orang ini mencariku, biarkanlah.. Pasti bertanya basa basi tidak penting menurutku" Ucap Jihan.
Jam sudah menunjukan pukul 8 malam.
Dirumah Alex, Alex yang sedang menonton Tv di depan ruang keluarga.
Mendengarkan suara yang sedang menutup pintu rumahnya itu.
"Darimana saja kau!Jam berapa ini baru pulang!!" Teriak Alex yang membuat Mamanya ikut melihat arah terfokusnya.
"Maaa...Maa..Maaf kak, Aku ada tugas kelompok jadi harus pulang telat" Ucap Amel sangat berbohong.
"Kau tidak usah menipuku, aku tahu kamu besok akan discorsing oleh Dosen "Ucap Marah Alex.
"Kaa .. Kakak tahu darimana"Ucap Amel merasa takut.
"Tidak perlu merasa takut kepadaku, aku tahu dari Dosenmu! Kau itu tidak mempunyai rasa malu, akan aku tanyak tugas apa yang diberikan oleh dosenmu itu" Ucap marah Alex .
Mama Sinta hanya diam tidak memberi belaan sedikitpun.
"Mah... Kak Alex marah padaku.." Ucap Amel sangat manja.
"Diamlah, aku sedang menonton TV" Ucap Mamah Sinta cuek.
Amel berlari menuju kamar, Dan Alex meraih ponselnya dan menelfon Jihan. Namun sudah 2x menelfon, Jihan tidak mengangkat telvonnya itu.
Malam terus berjalan, Malam demi malam..
Hingga terdengat suara Ayam yang berkokok.
Jihan terbangun sangat pagi sekali. Karena menyiapkan sarapan untuk Bapak dan Ibunya.
"Pak, dimana ibu" Ucap Jihan yang melihat Ibunya tidak berada di samping Bapaknya.
"Ibu sedang mandi Nduk"Ucap Pak Broto.
"Jam 3 mandi Pak, apa tidak dingin" Ucap Jihan.
"Tidak Sayang, Bapak dan Ibu sudab terbiasa" Ucap Pak Broto.
"Baiklah pak, sepertinya aku akan membuat nasi goreng lagi hari ini"Ucap Jihan melihat isi dapur hanyalah beras saja.
"Maafin Bapak ya Nduk, kamu harus makan sangat ala kadarnya setiap hari , Bapak belum memberikanmu makanan yang enak enak " Ucap Pak Broto mengusap matanya.
Jihan mendekati Bapak.
"Pak, Jihan tidak akan akan menginginkan kemauan Jihan melibihi usaha Bapak, Jihan berjanji kepada Bapak untuk tetap patuh dan tetap menerima segala kondisi keluarga kita Pak, Jihan janji.. Setelah lulus nanti Jihan akan bekerja keras untuk meningkatkan ekonomi kita Pak, Jihan berjanji" Ucap Jihan langsung memeluk Bapaknya, dan Ibu mendekat dan ikut memeluk mereka berdua.
"Jihan, Ibu sangat bersyukur memiliki seorang anak sebaik dirimu Ndok"Ucap Bu Ningrum dengan wajah bahagia .
Jihan langsung bergegas memasak nasi goreng.
Disisi lain rumah Alex.
Seisi rumah belum ada yang bangun, kecuali para pembantu disitu, namun hari ini Alex bangun lebih awal. Entah apa yang membuatnya ingin bangun lebih awal dari yang sebelum sebelumnya.
"Hoaammmmm" Ucap Alex terlihat masih ngantuk tapi hasratnya ingin bangun.
Akhirnya Alex bangun dan Mandi.
Jam berlalu cukup cepat.Menunjukan Pukul 7 pagi.
Amels yang biasa dibangunkan oleh Mamahnya, namun Mamahnya tidak membangunkannya.
Alex menuruni tangga menuju ruang makan, terlihat Mamah dan Papah sudah duduk disana.
"Sini sayang, Mamah dan Papah menunggumu sarapan" Ucap Mamah Sinta.
Mereka bertiga Sarapan tanpa memikirkann Amel.
Alex dan Papahnya pergi ke kantor, sedangkan Mamah Alex pergi ke kantor cabang baru di kota sebelah, karena masih dalam perbaikan renovasi. Jadi hanya Mamah Sinta yang kesana, Alex dan Papahnya pergi kekantor masing masing.
__ADS_1