
Setelah beberapa saat akhirnya Jihan dan Alex sampai di perusahaan Alex.Mereka berdua turun, Alex berjalan dengan sigap ala Ceo Ceo terbaik.
"Ikutlah denganku, aku ada meeting sebentar. Setidaknya agar kamu bisa terbiasa" Ucap Alex.
Alex menarik tangan Jihan dan menyuruh Jihan untuk memegang tangan Alex. Jihanpun tidak menolaknya.
Mereka masuk kedalam kantor, terlihat karyawan dan resepsionis di depan yang mihat mereka berdua. Mereka baru pertama kali mihat Bosnya bersama wanita dengan sangat romantis.
Jihan yang merasa kalau mereka semua memandangnya merasa canggung dan berusaha melebarkan senyumannya itu.
"Selamat pagi Pak" Ucap Resepsionis itu.
Alex hanya menganggukan kepala saja.
Mereka berdua berjalan menunu Lift khusus.
ting...
Lift terbuka, mereka masuk kedalam. Menuju lantai 20, disana adalah tempat yang nyaman bagi Alex , karena disana adalah ruang kerja sekaligus ruang istirahat bagi Alex.
**
Sesampainya dilantai 20.
Mereka berdua keluar dari lift.Alex yang terus berjalan menuju ruangannya diikuti Jihan yang dari tadi hanya diam saja.
"Kau kenapa dari tadi diam Jihan "Ucap Alex membuka pintu.
"Aaa.. aku sangat mual sekali, Karena aku baru pertama kali menggunakan Lift itu "Ucap Jihan dengan polosnya yang membuat Alex ingin ketawa.
"minumlah air hangat agar mual itu berkurang, aku akan mengambilkannya untukmu" Ucap Alex berjalan mengambil minuman hangat untuk Jihan.
***
"Ini minumlah.."Ucap Alex memberi gelas berisi air hangat.
Jihan meminum, dan merasa perutnya sudah lebih enakan.
"Untuk apa kau bawa aku kemari mas" Ucap Jihan setelah minum air hangat itu.
"Agar kamu terbiasa Jihan, sudah aku katakan padamu. Dengan waktu pasti kamu bisa menerima cintaku itu, aku akan berusaha sebisaku. Aku tidak akan memaksamu, tapi aku tetap hanya bisa menunggumu. Kalau bisa kita tetap lanjutkan, kalau tidak terserah padamu. Siapapun laki laki itu asal membuatmu bahagia" ucap Alex memegang tangan Jihan.
"Mas, aku akan berusaha untuk itu"Ucap Jihan melepaskan tangan Alex.
"Maaf mas, kita belum Mukhrim "Ucap Jiham dengan polosnya.
"Maafkan aku.."Ucap Alex memandang wajah Jihan penuh harapan.
"Aku sebentar lagi ada meeting, hanya 2 jam saja. Kau tetap disini, jika lelah istirahatlah di kamar. Buka pintu itu dan tidurlah" Ucap Alex menunjuk letak kamar.
__ADS_1
"Baiklah"Ucap Jihan.
Tidak lama kemudian, Alex keluar untuk melaksanakan meeting dengan Klien nya itu.
*Didalam ruang meeting.
Prokk..prokkk...
"Saya sangat menyukai ide Anda, itu sangat bagus sekali " Ucap Klien yang bernama Pak Rudi.
"Terimakasih banyak Pak "Ucap Alex.
Satu persatu peserta meeting keluar, terkecuali Pak Rudi dan anaknya.
"Pak Alex, kalau boleh tau Bapak sudah menikah" Ucap Pak Rudi.
"Belum Pak, "Ucap Alex sambil membereskan laptop dam berkasnya.
"Oh iya kenalin ini Adelia , anak saya satu satunya "Ucap Pak Rudi mengenalkan Putrinya itu kepada Alex.
Alex yang melihat Adelia dari atas sampai bawah melotot sedikit, karena badan begitu bagus, dengan rambut pendek. Serta polesan Makeup yang super membuat Adelia sangat cantik sekali, apalagi pakaian yang Brand ternama itu.
"Iya, saya Alex" Ucap alex menyalami Adelia.
"Adelia " Ucap Adelia dengan senyuman diwajahnya.
"Kau sangat tampan, mapan dan kaya. Akan aku buktikan bahwa kau adalah milikku" Batin licik Adelia.
****
Alex membuka pintu ruangannya, melihat isi ruangannya yang kosong, dan mencari seorang gadis yang Ia cintai itu.
"Dimana dia" Ucap Alex membuka pintu kamar yang ada diruang kerjanya itu.
Ternaya Jihan sedang tidur disana, Alex menghampiri Jihan yang sedang tidur manis, bibi sexy dan uraian rambut yang sangat lembut. Alex mengusap rambut Jihan, hingga Jihan terbangun dari tidurnya.
"Masss!" Teriak Jihan membuat jantung Alex mau meloncat.
"Jihan, kau mengagetkanku saja, jantungku mau copot" Ucap Alex dengan nada lemas.
"Maafkan aku Mas, lagian kau membuatku kaget saja. Sedang apa kau dimari, janganlah kemari kita bukan muhkrim"Ucap Jihan mengambil selimut dan menutupi tubuhnya
"Aku tahu itu, maka dari itu kita menikah saja dulu. Jadinya kau tidak mengulang kata kata muhkrim terus " Ucap Alex berdiri dan melepaskan dasinya.
"Kau itu sangat menyebalkan sekali "Ucap Jihan cemberut.
"Menyebalkan kau bilang?? Awas saja bila kau nanti mencintaiku" Ucap Alex senyum licik.
"Tidak akan"Ketus Jihan dan berjalan keluar.
__ADS_1
Jihan membereskan tas dan pakaianannya karena tidur itu membuat pakaian sedikit kusel. Alex yang melihat tingkah konyol gadis itu hanya tersenyum.
Dan mereka berdua bergegas untuk pulang.
Didalam perjalanan Alex mendengarkan sebuah musik Pop luar negeri. Alex terus bernyanyi menirukan isi lagu itu.
Jihan hanya melihat apa yang Alex lakukan.
"Mas Alex " Ucap Jihan tetap memandang ke arah depan.
"Iya Jihan ada apa "Ucap Alex menoleh ke arah Jihan.
"Apa kau tidak mempunyai kekasih"Ucap Jihan dengan hati hati saat berbicara.
"Punya" Ucap Alex singkat.
"Siapa? dan mengapa kau ingin menikah denganku, sedangkan kau memiliki seorang kekasih. Aku tidak ingin seperti Drakor yang lagi terkenal sekarang" Ucap Jihan menoleh kearah Alex.
"Hahahaaa... Kau itu membuatku ingin mencubit dirimu, hai Jihan. Kau sekarang lupa atau pura pura, kau kan sudah tahu siapa kekasihku itu. Dan sebentar lagi aku juga akan menikah dengannya"Ucap Alex tertawa geli mendengar ucapan Jihan yang sangat lucu sekali.
"Kenapa kau tertawa seperti itu, kau akan menikahi kekasihmu itu. Lalu untuk apa aku sekarang"Ucap Jihan sangat polos sekali.
"Jihan, Sayang.... Kau itu kekasihku dan kau juga calon istriku, aku tahu karena kau belum memiliki perasaan sama seperti ku jadinya ya beginilah kamu,, seakan akan aku sedang mempermainkanmu, ingatlah Jihan... Aku sekali mencintai wanita akan selalu mencintai wanita itu " Ucap Alex berusaha memegang tangan Jihan yang berada diatas pahanya.
"Lalu, kalau sudah menikah terus wanita itu belum bisa mencintaimu bagimana, apakah kamu masih tetap mencintainya" Ucap Jihan memandang wajah Alex .
"Pertanyaanmu sangat konyol sekali, ya aku akan tetap mencintaimu, sampai kamu benar benar lelah ya.... "Ucap Alex.
"Ya apa ?? Ya kamu akan menceraikanku, atau kamu akan mencari wanita lain " Ucap Jihan cemberut dan buang muka.
Jihan merasa sangat kesal dan masih ragu untuk menikah dengannya.
"Tidak seperti itu Jihan, jangan berpikir yang tidak tidak dulu"Ucap Alex memberhentikan mobilnya ketepi jalan.
Jihan tetap diam, dan tidak merespon Alex sama sekali.
"Jihan, aku minta maaf atas perkataanku tadi. Tolong maafkan aku, aku ingin kau tidak ragu akan cintaku. Sungguh aku sangat tulus mencintaimu, aku ingin kita lalui bersama takdir kita. Aku yakin, cinta akan tumub seiring dengan waktu " Ucap Alex memegang kedua tangan Jihan.
"Ya akan tumbuh seiring waktu, dan seiring waktu menungguku, kau akan berubah atas cintamu itu kan, " Ucap Jihan meneteskan air mata.
"Jihan, aku sangat menyayangimu. Asal kau tahu, aku pertama kali membawa wanita dan mengenalkannya kepada Mamah Papahku, itu orangnya hanya kamu Jihan" Ucap Alex memberi semangat untuk Jihan agar tidak berpikiran macam macam lagi dengannya.
Jihan yang mendengarkan perkataaan Alex langsung tersenyum ceria, Alex yang bahagia melihat senyuman indah dihadapannya sangat ingin menciumnya, tapi pasti dia akan berkata Kita bukan Muhrim mas..
Setelah itu Alex mengantarkan Jihan pulang.
Happy reading thorā¤
semoga kalian semua sehat selaluš
__ADS_1