Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
100. Naik Kapal Pesiar.


__ADS_3

...SELAMAT TAHUN BARU PARA READERS YANG SETIA NUNGGUIN SETIAP EPISODE KARYAKU INI, TERIMAKASIH YANG SUDAH MAMPIR DAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTAR...


...🎉🎉🎉...


🥳


🥳


🥳


Semua sudah turun menuruni bus pariwisata ini yang sering antar jemput para pekerja, terlihat Try, dan Junlion tapi ada pemandangan yang aneh di lihat Elisa yaitu si Junlion sedang menggandeng seorang wanita cantik di sebelah yah.


" Siapa dia, mas Rudi tau gak!" Tanya Elis yang kurang tahu karena wajah baru ia lihat.


" Dia, hmm kayaknya pacar baru Junlion. Dia emang terkenal playboy sih atau bisa di bilang fakboy, udah abaikan saja toh sehari juga mereka putus lagi" Ucap Rudi yang seperti sudah tahu.


" Huus~ mas kalo ngomong itu di jaga dong!" Bantah Elisa yang memukul pelan.


" Lis, aku kenal siapa Junlion orang mantan istri saja cuman bertahan 1 sampai 2 bulan saja dengannya" Ucap Rudi.


" Hah masa sih, katanya dia nikah udah 2x yah" Elisa jadi kepancing gosip padahal Elisa itu tidak suka bergosip, apa lagi membicarakan aib seseorang.


" Iya, Junlion itu udah gonta-ganti pasangan lebih dari 1000x Lis, udah gak asinglah bagi junlion. Yang aneh nanti adalah jika si pangeran (Andre ) yang kayak gitu hmmm kayaknya lebih dari 1000 deh! pasti 1jt atau bahkan lebih dari itu, tapi yah bagi Andre itu gak akan mungkin terjadi karena matanya selalu saja ada wajahmu Lis" Ucap Rudi membuat Elisa tersipu malu.


" Ih apasih mas Rudi lagi jadi penjilat yah" ucap Elisa yang sontrak langsung menatap tajam.


" Hahahaha sadar yah kamu"


" cih, aku gak akan kemakan omonganmu itu mas Rudi" ujar elisa mendecak kesal.


" Hahahha iya-iya, tapi btw mana nih si peran utama kok belum juga nonggol" Ucap Rudi yang celingukan mencari keberadaan Andre.


" Nggak tahu, mungkin masih mandi kali. Dia kalo mandi, masyaallah lama banget! Entah lagi ngapain didalam kamar mandi" Ucap Elisa.


" Hahahah mungkin beol kali, atau tidur dulu dikamar mandi" Ucap Rudi spontan.


" Nggak tahu deh!"


Terdengar suara klakson sirine dari sebuah kendaraan air yang super besar, sedang mendekati pelabuhan yang dimana semua sudah menunggu di pinggir pantai itu, masih agak jauh hari juga semakin sore matahari mulai berganti menjadi sang rembulan.



Terlihat beberapa orang disana dengan kaos khas awak kapal mereka, terlihat pria yang tidak asing di sana. Yah siapa lagi kalo bukan si sultan yang berdiri di samping dalam penyangga kapal itu, dengan senyuman mengembang di wajahnya.


" Gila! Andre pamer lagi" Ucap Junlion yang kagum dengan Andre yang selalu ada aja yang bikin mata merem melek melihat yah.


" Emang kau punya nyali buat bersaing dengan Andre ?" Tanya Try, yang saat ini menatap tajam.


" Sumpah tuh anak dapat dari mana sih, kayak punya segala jenis kendaraan, gak sekalian saja kapal selam gitu!" Rajuk si Junlion.


" Kamu gak tahu aja Jun, kalau dia juga punya dua kapal selam mewah, bahkan pulaunya itu dilengkapi dengan aneka wisata bawah air" Ujar Try yang menjelaskan.


" hah! serius loh, pulau yang tidak berpenghuni, sekarang sudah jadi sebagus itu" Ucap Junlion yang kaget tidak tahu apapun info terbaru.


"Malah sekarang dibikin resort sama dia, sudah banyak turis yang kagum dan balik lagi ke tempat itu bahkan yang dia mempekerjakan lebih dari 100 orang di sana, jadi jangan heran kalau Andre punya banyak kapal pesiar baru bahkan jika dia mau dia bisa tuh bikin pesawat terbang superjet-100 nya dibawa ke sini" Ucap Try yang sudah memamerkan kekayaan kakak angkat itu.


"Sumpah tuh anak, nggak habis pikir dia tuh sekaya apa sih!" Ucap Jun yang gak bisa berkata-kata sekarang.


" Lebih baik menunduk aja deh Jun, kamu Nggak akan ampuh mengejar Andre yang ada di atas ubun-ubun langit!" Ujar try yang menyindir.

__ADS_1


Tifanny dan Claudia juga datang di susul Yasmin dan Jessica, yang juga baru pada datang ke pelabuhan, melihat kapal pesiar itu sedang cari posisi.


"Wah wah wah wah! itu itu itu itu kapal" Ucap Rudi takjub dengan besarnya kapal setelah mendekat itu, lalu saat kapal itu sedang memepetkan dengan dermaga.


"Ya udah jelas kan Mas bukan hotel" Ucap Elisa yang sinis, sebenarnya diri sendiri juga takjub.


"iya iya tapi aku belum pernah lihat kapal sebesar ini" Ujar Rudi yang masih kagum.


"ya kan Mas Rudi belum pernah lihat kapal sebesar itu, orang Mas Rudi lihatnya sampan sama perahu kayu" Ucap Elisa meledek.


"Elisa! lu sama gue itu sama aja, sama-sama katrok udahlah jangan saling menghina begitu deh"


" Hahahaha, iya juga yah. Eh itu ada Nara-jeje-fika-bulan sama Desi juga ikut, yeeeh aku punya temen lainnya" Ucap Elisa girang sekali.


"Siapa mereka" Tanya Rudi yang tidak tahu apa-apa.


"teman-teman aku yang di rumahnya Masku" ucap Elisa senang tak bisa di ungkapkan.


"oh pelayan yah Andre" ucap Rudi.


"Iya mereka itu pelayan-pelayan Mas Andre alias para dayang-dayang di istana Monarfi" Ucap Elisa.


" Hahah jadi kamu ratu yah dong!" ucap Rudi menatap tajam Elisa.


" Nggak lah, akumah anaknya masku" Ucap Elisa.


"wala jadi kapal pesiar ini bukan hanya kita nih Lis, ada anak buah Andre juga" Ucap Rudi.


" Kayaknya sih gitu"


Karyawan yang ada di depan Elisa juga membicarakan tentang Andre, yang memiliki kapal pesiar yang sangat mewah, dan besar itu. Mereka semua terkagum-kagum dengan dokter yang selalu ramah yang mereka kenal ternyata seorang miliarder.


" Eh itu mungkin bukan milik dia, pasti dia nyewa" ujar kariyawan 2.


" kamu buta yah di sana ada logo Andreas tuh, yang sama seperti lambang RS kan" ucap Kariyawan 3 yang menujuk logo di samping body kapal.


" eh iya itu bener, mirip logo rumah sakit" kariyawan 1.


" keren keren" kariyawan 4.


Kapal tersebut sudah menepi, dan sedikit demi sedikit tangga mulai turun untuk menjadi jembatan bagi karyawan itu naik.


Satu persatu karyawan itu langsung menaiki kapal pesiar yang sudah disiapkan oleh Andre semua terkagum-kagum melihat di dalam dan isi dari kapal tersebut sungguh sangat lengkap fasilitas di dalam kapal, dari mulai kolam renang, tempat berjemur, tempat tidur, dan tempat makan bersama.


"Wah bagus ya, kapalnya punya dokter ya?" tanya seorang karyawan yang berdiri tepat di samping Andre.


Andre hanya menyimpulkan seutas senyuman dan telinga yang memerah karena malu.


"bukan itu punya seseorang yang aku pinjam"jawab Andre untuk membuat karyawan itu tidak menanyakan apa-apa lagi.


"alah dokter Andre suka merendah diri nih !punya sendiri aja bilangnya punya orang"ucap karyawan itu sambil menyenggol lengan Andre yang kekar itu.


(sudah tahu kenapa nanya) dalam benak Andre berbicara.


"serius ini punya orang?"Tanya balik sih karyawan masih belum percaya akan apa yang dikatakan oleh Andre.


Andre hanya tertawa kecil tanda dia tidak ingin melanjutkan ucapannya lagi ia ingin melenggangkan langkah yah untuk pergi.


"udah jangan banyak nanya sekarang kalian masuk saja dulu lihat-lihat"Tri Rohman yang keluar entah dari mana langsung menyeret si karyawan itu untuk menjauh dari Andre.

__ADS_1


"Hana bila sama Johan untuk membuka jalannya" pinta Andre kepada pelayannya untuk membuka pintu Aula agar mereka makan malam dulu.


"Baik tuan muda" Hana menjawab seperti biasa sangat menghormati Andre sebagai atasannya.


Tak jauh dari Andre saat ini berdiri, Elisa dan Rudi yang masih terkagum-kagum juga melihat isi dalam kapal pesiar tanpa sadar tangan Elisa yang melingkar di lengan Rudi. Andre yang melihat hal itu merasa sedikit agak tidak nyaman saat melihatnya, yah walau dia tahu jika Elisa dan Rudi hanyalah berteman selayaknya kakak dan adik.


"Kamu denger tadikan Elisa, aku tidak tahu dan tidak menyangka kalau Andre akan dipanggil Tuan muda" Ucap Rudi yang kagum.


"Iya di rumah juga kayak gitu kok, tidak ada yang berani manggil namanya saja, entah itu di rumah sendiri bahkan di rumah Indonesia pun dia si panggil den Bagus" Ujar Elisa yang menjelaskan.


"serius! Den bagus, wah dia emang pangeran yah" Ucap Rudi takjub.


"Iya Mas Rudi pelayan-pelayan itu nggak ada yang manggil dia itu dengan nama saja Andre, tapi harus wajib panggilnya den Bagus atau Tuan mudah itu" Penjelasan Elisa.


"Terus manggil kamu apa!" Rudi mulai penasaran.


"Nona kalai di sini, tapi kalau dirumah yang di Indonesia ditinggali Mbak Elisa" Penjelasan Elisa.


" Ouh gitu yah" Rudi sambil manggut-manggut tanda ia mengerti apa yang dikatakan oleh Elisa.


Tanpa pikir panjang Andre langsung menghampiri mereka berdua tanpa disadari oleh Lisa atau Rudi saat ini yang masih fokus melihat sekeliling area, Andre menarik jaket yang dipakai oleh Elisa membuat langkah kakinya terhenti dan Rudi pun otomatis ikut tertahan karena tangan Elisa yang menyatu dengan lengan Rudi.


" Aaaduh aku nggak bisa jalan ya" Ucap kocak Elisa yang saat ini hanya berjalan di tempat.


"Elisa Nurhaliza, apa yang sedang coba kamu lakukan" Ucap Andre yang menatap tajam dan sinis.


"Ehh Mas Andre, ada apa mas? kamu kangen ya" Ujar Elisa yang menebak.


"Apa yang kau lakukan" ucap Andre matanya mulai tajam kearah tangan Elisa yang melingkar di lengan Rudi saat ini.


"Memangnya apa yang sedang aku lakukan itu, perasaan dari tadi aku diam aja" Ujar Elisa.


"Itu kenapa tanganmu disana" Ucap Andre yang menjelaskan.


DEG!!!


Rudi langsung salting dong sama tatapan Andre yang akan marah padanya itu, buru-buru Rudi mencari kata yang tepat untuk menjelaskan pada Andre.


"Jangan salah paham dulu Dre, kamu tahu kan bahwa Elisa yang mau mulai duluan, aku sama sekali tidak memegangnya kau lihatkan, aku memasukkan tanganku ke kantong ini, jangan salah padaku. Enggak ada maksud apa-apa, Elisa sudah ku anggap sebagai adikku. Jangan berpikir kalo aku punya perasaan sama Elisa ok!" ucap Rudi mendeklarasikan dengan rinci.


Andre tersenyum lebar dengan tingkah lucu dari Rudi yang sudah berwajah pias pucat itu.


"Rudi Aku tahu kamu kok, Aku hanya bertanya pada dia Kenapa dia melingkar tangan nakal yah ke kamu" Ucap Andre yang menatap Elisa.


"Emangnya kenapa, kan kamu nggak ada di samping aku, tadi aku Rai seseorang yang dekat saja jadi gandenganku" Ucap Elisa.


"Ouh, sekarang berani menyalakan aku, coba ingat kembali sebelum kamu datang kemari, aku pernah nanya sama kamu mau berangkat bareng tapi kamu nolak dan minta untuk naik bis, jadi siapa yang salah sekarang nona Elisa" Ucap Andre mendecak kesel.


Dengan cepat merubah modenya ke tipe mode manja ala Elisa, langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Andre dengan mendongakkan kepala dan meminta maaf pada suami tercinta.


"Hehehe Jangan ngambek dong masku! Sayang maaf ya, aku hanya mau tetap menjaga rahasia sedikit! oke"


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Sabtu 1 Januari 2022

__ADS_1


__ADS_2