
Mobil hitam, sederhana itu sudah terparkir didepan rumah. Melihat banyak sepeda motor, membuat mobil itu tak bisa langsung masuk garasi, jadi cuman di parkiran luar halaman rumah. Yah, itu Andre yang keluar dari dalam mobil.
"Assalamualaikum," Sesampainya di ambang pintu yang terbuka lebar, ternyata di sana ada banyak temen-temen Azril yang sedang sibuk entah sedang buat apa.
"Walaikumsalam" Jawab serempak orang di dalam rumah.
Azril yang baru keluar dari arah dapur langsung menyahut, dan mengulurkan tangannya untuk salam, mencium punggung tangan Andre.
"Ouh, ada tamu rupanya?" Ujar Andre yang kaget, karena ramai sekali.
"Iya nih Mas Andre, Mas baru Pulang" Ujar Azril.
"Iya, lagi ngapain kalian" Tanya Andre yang penasaran.
"Belajar kelompok mas, ini temen-temen Azril pada minta kerja kelompok di sini" Jawab Azril yang sudah meletakkan gelas-gelas kosong di meja, dan menuangkan air ke dalamnya.
"Ouh, gitu. Yaudah Mas masuk dulu yah, kalian lanjutkan belajar ya" Ucap Andre
"Iya Mas" Jawab Azril singkat.
Setelah Andre hilang karena sudah masuk ke ruangan lainnya, semua temen-temen Azril masih kebingungan dengan pria muda yang barusan mereka ajak salaman itu.
"Zril siapa?" Tanya Luki.
"Masku, suaminya teteh" Jawab Azril yang duduk kembali di posisi semula.
"Ouh, Teteh kamu beneran suka daun muda ya?" Ucap Luki yang spontan di tatap tajam oleh Azril.
"Maksudnya apa?" Tanya Azril binggung, dengan apa yang di katakan Luki.
"Ya itu, suaminya tetehmu. Masih muda gitu, kayak masih sebaya dengan kita" Ucap Luki.
"Iya, zril kita tadi sempet binggung. Kok kamu malah cium tangan dia, padahal dia kelihatan seumuran. Atau mungkin lebih muda dari kita, makanya tadi agak ragu kita cium tanganya" Ucap Reno.
"Masku itu usia mau 30 tahun, beda 5 atau 6 tahun sama teteh. Teteh emang suka godain kalian, teteh mana mau sama brondong kayak kalian yang masih minta-minta sama ortu, ya kali nanti teteh yang jajani kalian, lagian aku juga gak mau punya kakak ipar seumuran" Penjelasan Azril.
"Iya juga sih, hahahah" Ucap Reno, langsung di selangi tawa. Mereka langsung pada ketawa bersama, lalu Luki yang masih kepikiran.
"Tapi, tadi kok ada ya cowok wajahnya cantik begitu, bikin aku terpesona saja. Andai aku cewek udah Kayaknya ku jadiin pacar, gak apa-apa deh selingkuhan juga" Ujar Luki yang ngayal.
"Ngadi-Ngadi Luh" Ucap Tio yang kesal dengan Luki yang ada aja tingkah yah.
"Bilang aja kamu kalah saing kan Luk, sok-sokan naksir padahal kau malah minderkan, pangeran sekolah" Ucap Reno.
"Ha-ha-ha, iya insecure gue" Jawab Luki yang kocak yang langsung ketawa terbahak-bahak.
"Mungkin aja turunan vampir kali, Hahahaha" Sambung Tio yang spontan nyeletuk.
"Hahahaha" Semua ketawa, mendengar Tio yang juga ikut ngelawak.
"Apa-apa sih, mana ada gitu. Ya mungkin ada turunan ya kali, masa iya turunan vampir. Banyak liat kartun, makanya gitu tuh" Ucap Azril yang agak kesel sih.
Andre yang dari tadi hanya mendengar, dari balik dinding kamarnya karena habis mandi tapi tak menemukan istri di mana pun.
"Wah wah wah, seru juga obrolan yah. Pada lagi apa? Ngomong aku ya?" Tebak Andre yang hanya berdiri di ambang pintu ruangan.
"Eh, kakak. Nggak kok, ini lagi bahas soal vampir!" Ucap Luki yang langsung menatap Andre dengan tatapan gugup.
"Jangan ladeni mereka mas, Luki emang gitu anak yah" ucap Azril yang memberikan penjelasan.
"HEHEHE," Semua Ketawa sendiri, Andre hanya ikut tersenyum lebar dengan tawa mereka.
"Ada apa? ngomong langsung saja, nih! orangnya ada di depan mata" Ucap Andre yang menawarkan diri.
"Nggak ada kak, kita cuman bercanda kok" Ujar Tio yang nyambung.
__ADS_1
"Gitu beneran nih gak ada yang mau di tanyain, mungkin saja aku nanti bagi tips biar awet muda kayak begini, mau gak" Ucap Andre.
"Eh kalo itu aku mau kak, apa rahasia yah?" Ucap Luki semangat 45 keluar.
"Ha-ha-ha, banyak-banyak doa sama Tuhan biar di beri ganteng dan awet muda" ucap Andre dengan senyuman mengembang.
"Yaaaah, kirain beneran di kasih tahu" Ucap Luki yang frustasi. Semua ketawa ngakak, karena tingkah konyol si Luki emang bikin ngajak ribut aja.
"Ouhnya Zril. Tetehmu kemana?" ucap Andre yang tanya pada Azril.
"Teteh, belum balik. Masih di rumah pak Harto, dengan Bu Eni" Jawab Azril, mengingat.
"Hmm- gitu, dimana?" Tanya Andre, ya niatnya kalau jauh mau di jemput.
"Di belakang lapang bola, yang ada saung bambu itu loh mas depan rumahnya" Ucap Azril, karena mengetahui ternyata dekat Andre mengurungkan niatnya.
"Ouh, disana. Yasudahlah, kalian lanjutkan" Ucap Andre yang langsung balik lagi ke dalam kamarnya.
Tak lama Elisa datang, dari rumah pak Harto itu melihat mobil milik Andre juga sudah terparkir di depan halaman rumah. "Mas Andre sudah pulang yah?" Ucap Elisa langsung saja masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum..." ujar Elisa, langsung disambut dengan ceria oleh parah adik-adik itu, Elisa sudah cukup akrab dengan teman-teman Azril, apa lagi si Luki. Karena Luki itu temen dari SMP Azril.
"Walaikumsalam..." Dengan Serempak di jawab.
"Eh, si teteh tantik baru pulang" ujar Luki yang langsung bangkit dan menyalami langsung Elisa dengan mencium tangan Elisa ala Tuan putri kerajaan.
"Pacarku, kamu dari mana?" Reno datang juga untuk merebut salaman tangan dengan Luki.
"Aduh-aduh, kalian ini yah. Nggak ada yang mau ngalah apa? dan kamu udah pinter merayu sekarang, aku dari rumah Bu jenah istri pak Harto, kalian semua sudah lama di sini" tanya Elisa yang tadi sebelum berangkatnya ke rumah pak Harto, belum ada temen-temen Azril yang datang.
"Udah, sengaja nunggu kamu pulang. Ouh, belahan jiwaku aku kangen loh" sambung Luki yang nggak mau kalah.
"Ah bisa aja kamu, genit banget. Luki, sayangnya aku dah punya suami tuh, nanti dia bisa cemburu loh" ujar Elisa yang langsung menatap luki.
"Nggak pa-pa, kita diam-diam saja" ujar Luki yang ngajarin teteh Azril untuk selingkuh.
"Iya, yuk!" Ujar Luki yang langsung kena tatapan tajam dari Andre.
Andre yang berdiri nyeder di tembok sambil melihat aksi Luki meraih tangan Elisa kembali.
"Noh, orang yah nongol di balik pintu" Ujar Tio yang spontan nyeletuk.
"He-he-he, boleh kan kak" Luki langsung menatap Andre.
"Boleh, asal kamu bayar sewa 1 detik 1 juta mau, terus jika megang bayar 2 juta. Cium tangan bayar 3 juta, masih mau" Ucap Andre yang seperti mempromosikan produk.
"Idih buset, obralan apa sih. Mas aku barang apa coba, kejem banget masa istrinya di obral gitu" Ujar Elisa yang agak kesal dengan tingkahnya.
"Lah kamu yang minta, aku tinggal iyakan"
"Udahlah ngaco kamu tuh, aku tinggal dulu yah adek-adek ku" ujar Elisa yang langsung menarik suaminya kembali ke kamar.
"Iya teteh cantikku" jawab Reno.
"Iya cintaku" jawab Tio
"Iya sayangku" jawab Luki
Mereka semua menjawab dengan serempak lagi, tapi dengan beda jawaban. Azril hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan tingkah para temennya.
Di dalam kamar, Andre kembali ke atas kasur sambil main hp. Elisa, meletakan tas dan langsung duduk di tepi ranjang.
"Mas, tumben pulang cepat"
Andre, menghela nafas meletakan hp di atas laci. "Kamu itu aneh! suami pulang cepat ngomong gak pulang cepet ngomel. Terus aku harus gimana?" Tanya Andre yang serbah salah.
__ADS_1
"He-he-he, iya-iya. Itu bagus si"
"Ouhnya mas, kita nanti sore habis isya di panggil di baladesa buat ikut kumpulan musyawarah"
"Eh, musyawarah buat apa?"
"Gotong royong gitu, buat nanti hari Minggu"
"Minggu masih lama, malah musyawarah sekarang"
"Ya kan enak jauh-jauh hari lah biar tertata lebih matang"
"Yaudah, sana kamu mandi. Bau kambing, dari nama si kamu?" Ujar Andre yang menutup hidung karena bau tak sedap yang terhirup oleh hidung Andre.
"Hahaha, dari pertengkaran embe" ujar Elisa yang mencium bau badannya sendiri.
"Pantesan!"
Andre yang keluar dari kamar, karena menghindari syahwat yah karena Elisa kalau setelah mandi suka menggoda Andre, yang naik ke paha. Meraba-raba mencari apa di tubuhnya, pokoknya ada aja.
"Nih, zril kasih ini. Buat cemilan, biar tambah semangat belajarnya" Ucap Andre yang baru ingat kalau tadi siang ia beli cemilan.
"Makasih mas" ujar Azril.
"Terimakasih Kak" jawab Serempak.
Tak lama setelah Elisa ganti baju, ia keluar dari kamar. "Zril, teteh sama mas mau kumpulan di baldes dulu ya, kami tinggal lagi ya adek-adek. Eh, kalian semua udah pada izin belum nih sama orang tua, takutnya pada nyariin"
"Udah teh, tadi pada di telfonin" jawab Tio.
"Yaudah syukur kalo gitu" ucap Elisa.
"Bukanya nanti habis isya, kok sekarang" ujar Andre yang Kebingungan.
"Eh, iya itu mah emang habis isya. Ini mah, ke rumah pak Haji, kita di undang buat ikut kumpulan. Udah ah yuk! telat nih" ucap Elisa yang menarik Andre.
^^^🍂 Francisco Amerika serikat^^^
Seorang pria, yang duduk di kursi mewah dengan anggur merah ditangannya, hingga datanglah seseorang yang membawa sesuatu di dalam map.
...🌹BAHASA AMERIKA 🌹...
"Tuan,..."
"Bacakan"
"Ini laporan"
"Baik, ini adalah dokumen yang anda cari. Tapi, belum lengkap karena seperti tebakan anda sangat sulit untuk mencari informasi, tentang formasi untuk bisa masuk dalam daftar ANDRILOS"
"Lalu siapa saja kandidat yah"
"Putra dari Tuan Darius yaitu Zacky. Kedua putra Tuan Markus, lalu ada kedua putra Anda. Aku dengar, jika ada kandidat lainnya. Itu belum termasuk, karena masih dalam penyelidikan dan pencarian"
"Temukan dia sebelum pada Tetua asosiasi itu menemukan ya, dia pasti hambatan terbesar bagi jalanku. Cepat pergi temukan dia, bagaimanapun caranya"
"Baik Tuan, akan saya cari"
"Bagus, pergilah"
"Baik, Tuan. Permisi"
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
__ADS_1
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Selasa 22 Februari 2022.