
Try Rohman yang baru kembali dari mengantarkan Hilda di bandara kepikiran sama pelatihan yang di tinggal oleh Hilda saat ini, melihat Andre yang saat ini bersama pemateri selanjutnya di sebuah ruangan khusus istirahat.
" Ouh! kamu sudah kembali?" Tanya Andre yang saat ini melihat Try yang baru masuk kedalam ruangan.
" Iya, Dre yang tadi baru keluar adalah dokter Charli kan" Ucap Try baru melihat kepergian dokter Charli, dosen panguji saat Try S1 dulu.
" Hemm--, kenapa kamu gugup karena ketemu musuh bebuyutan mu!" Ujar Andre menyindir Try yang saat ini mata fokus ke Charli.
" Hahaha, masih hidup aja tuh orang?" Ucap Try kaya kesel benget sama pria paru baya tersebut.
" Hustt~jangan nyumpahin orang begitu" Ucap Andre yang saat ini merapikan dokumen, lalu langsung berjalan keluar.
" Woy dre!" Try mengikuti dari belakangnya.
" Ada apa?, kenapa dengan mukamu itu jangan-jangan kamu juga ingin minta pulang lagi yah" Tebak Andre yang saat ini mengambil dokumen di meja.
" Bukan gitu, Dre gimana nih" Ucap Try yang terpotong tidak ia lanjutkan.
" Gimana apanya? kalo ngomong jangan setengah-setengah dong bikin ambigu" Ucap Andre yang berjalan menuruni tangga.
" Ya sorry, itu si para karyawannya gimana! Kalo si Hilda pulang itu artinya staf farmasi kurang satu personil dong" Ucap Try yang mengkhawatirkan kondisi pelatihan.
Mereka lalu masuk lagi ke sebuah ruangan hanya mengambil dokumen lainnya, lalu keluar lagi dari sebuah ruangan menuju tempat lainnya.
" Kamu ngga usah khawatir soal itu, karena aku sudah pikirkan jalan keluar yah sebelum mengambil keputusan" Ujar Andre dengan senyuman di wajahnya.
" Gimana nggak khawatir ini juga akan berakibat apa nanti kedepannya" Ucap Try.
" Iya aku tahu, pasti karyawan lain juga akan iri dengan hal itu, tapi apa gak rugikan diri sendiri jika mereka minta pulang, lagian pelatihan ini juga bukan buat Rumah sakit tapi buat pengalaman mereka buat jadi pembelajaran juga kan, aku sama sekali gak di rugikan dalam hal itu" Ucap andre.
" Ouhnya! wah emang kamu Andre Azzam Arafif yang top markotop deh!" Ucap Try yang memberikan dua jempol pada Andre.
" Try sudah kamu jangan khawatir soal pengganti, sekarang kamu bantu aku hendel yang di sini aku akan cari jalan solusinya, nih laporannya kamu pengang dulu. Mana kunci mobilku, aku mau keluar sebentar menyiapkan sesuatu" Ucap Andre yang meminta kuncinya.
" Nih! Sampe jam berapa kau akan balik lagi" Ucap Try yang saat ini nada suara naik karena Andre sudah agak jauh.
" Sekitar Jam 10an udah balik lagi" Jawab Andre.
akhirnya Andre pulang ke apartemen terdengar suara pintu terbuka Elisa langsung menoleh ke arah lorong pintu.
" Ouh! Mas tumben kok pulang cepet" Tanya Elisa pada Andre yang sedang berjalan mendekatinya.
" Nggak pulang cepat! cuman ada sedikit masalah saja" Ucap Andre dengan wajah muram itu membuat Elisa gelisah buru-buru menghampiri Andre.
" Heh? Masalah apa mas, serius kah? apakah para karyawannya nggak setuju atau gak suka sama tempat yang baru yah?" tanya Elisa yang khawatir.
" Bukan gitu, hanya saja kita kehilangannya 1 personil" seruh Andre yang langsung menatap Elisa yang ada di depan matanya.
" Hilang kemana? Kamu cari dong itu anak orang loh kalo tersesat di sini gimana" mendengar hal itu Elisa sangat syok dan kaget.
Andre tersenyum melihat tingkah Elisa yang polos banget. " Bukan hilang orangnya tapi orangnya itu pulang ke Indonesia, jadi otomatis 50 orang untuk pelatihan itu berkurang sekarang tinggal 49 orang. Kamu ini bikin aku gemes banget sih" ujar Andre sambil mencubit pipi Elisa yang cabi.
" Ooh! ya kirain hilang orang yang tersesat di negara asing kayak gini kamu ini bikin spot jantung aku" Ucap Elisa.
" Iya iya aku minta maaf karena bikin kamu spot jantung" Ucap Andre yang berasa bersalah.
__ADS_1
" Tapi apakah bener yang mas Andre bilang tadi?" Ucap elisa sambil meluk andre.
" soal apa?" Ucap Andre yang binggung.
" Tadi mas bilang kalo aku lucu, emang Elisa lucu kah?" berharap dipuji kembali oleh Andre.
" Iya kamu emang lucu, sampai aku ingin memakan mu" Ucap Andre yang saat ini menurunkan kepalanya.
" Hemm-- dasar apakah itu alasan kamu untuk pulang?" Tebak Elisa dikira Andre sedang pura-pura mengunakan kariyawan yang pulang hanya untuk mengecoh Elisa.
" Nggak! emang benaran ada masalah kok" ujar Andre untuk meyakinkan Elisa.
" Coba ceritakan apa masalahnya?" Ucap Elisa menarik tangan Andre untuk duduk di sofa.
Andre hanya menurut dan duduk disamping Elisa. " Si Hilda tiba-tiba harus aku pulangkan ke Indonesia"
" Heh? Hilda kenapa mas" Mendengar nama rekan satu timnya Elisa merasa khawatir.
" Katanya dia dapet telfon dari rumah yang kurang baik, jadi aku memutuskan untuk memulangkan Hilda"
" Terus kamu udah pikirkan siapa gitu yang gantiin hilda! kalau udah pulang otomatis kurang satu dari staf obat dong " Ucap Elisa yang mengkhawatirkan soal pelatihan.
Andre hanya menatap Eliza penuh dengan harapan jika Elisa mau menggantikan posisi Hilda untuk jadi anggota dari pelatihan tersebut.
" Kenapa kamu natap aku kaya gitu sih mas, ada apa?"Ucap Elisa yang penuh keresahan karena tatapan Andre cukup berbeda padanya.
Andre hanya diam saja sambil menatap Elisa dengan senyuman yang menawan penuh arti.
" Jangan bilang kamu mau aku yang gantiin hilda begitu?" tebak Elisa dengan pemikiran Andre saat ini.
" Hemm-- emm" Andre hanya menganggukkan kepalanya perlahan-lahan untuk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Elisa.
" Bukannya kamu yang bilang sendiri kalau kamu bosen harus tinggal di apartemen sendirian tanpa melakukan apa-apa, kan aku baiknya ke kamu jadi bisa ketemu sama aku 24 jam" ucap Andre.
" Ya bukan gini juga dong sayangku, nggak mau ikut serta kayak gitu juga capek lah" Ucap Elisa yang merengek pada Andre.
" Capean mana! sama kamu kerja part time setiap harinya" Ucap Andre.
" Ah~ mas mah nggak asik nih, bukan gitu juga dong mas, Elisa kayak gini tau" Ujar Elisa menujukan diri yang pakai kaos Andre tanpa celana hanya pakai CD milik Andre.
" Gak ada pilihan lain sa, jika panggil orang dari RS di Indonesia waktu yah gak akan cukup bisa memakan waktu 4 hari sedangkan kita disini 40hari, gimana dong" Penjelasan Andre.
" Bentar Elisa pikirkan dulu, hmmm~ iya juga sih. Tapi mas Elisa binggung!" Ucap Elisa.
" Binggung kenapa?"
" Soalnya bahasa mereka gak aku fahami"
" Hanya alasan itu, kamu gak usah khawatir nanti ada earphone buat penerjemah sekarang itu udah canggih cintaku, terus apa lagi alasan kamu" Ucap Andre dengan sabar.
Tiba-tiba dapat tatapan mata yang sangat aneh dari Elisa membuat Andre kebingungan.
" Kenapa sih kok senyuman kamu itu bikin aku merinding tahu" Ujar Andre yang menaikkan satu alisnya.
" Mas andre~ Elisa kan gak pake itu" Ucap Elisa yang tidak berlanjut itu membuat Andre penasaran dengan ucapan Elisa.
__ADS_1
" Apa?"
" Si kacamata"
" Hah? kamu mins apa plus!"
" Ih bukan kacamata itu suamiku, tapi bra. Kau ini udah tahu juga, apa harus di jelaskan baru sadar dan faham, kalo aku gak pakai itu harus ngomong aja nih orang gak peka benget" Dumalan Elisa.
" Maaf nama juga aku lagi kewalahan sendiri nih, jadi gimana kamu mau nggak. Ada Rudi juga di sana, kamu bisa duduk sama Rudimu itu" Ucap Andre yang langsung to the point, karena Elisa paling dekat dengan Rudi.
" Eh~ benarkah oke! tapi gimana sama kacamata elisa" Ucap Elisa yang semangat 45 mendengar hal itu.
" Emangnya kemarin kamu nggak jadi pesan" Tanya Andre.
" Pesan sih tapi nggak tahu tuh belum datang" ucap Elisa yang saat ini langsung masuk kedalam kamar.
Lalu tiba-tiba ada suara pel berbunyi, Andre langsung menoleh dan berjalan menuju pintu keluar itu, setelah di buka ternyata tukang paket yang datang.
" Sayang, paket pesenan kamu udah datang nih mau di liat dulu gak?" Tanya Andre .
" Iya bentar lagi mandi" Teriak Elisa dari kamar mandi.
Setelah selesai Elisa keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk dan kelapa yang ada handuk kecil menutupinya.
" Coba buka mas?" Ucap Elisa yang semangat banget buat buka.
" Iya bentar, mas ambil pisau dulu" Ucap Andre yang langsung pergi ke dapur buat ngambil pisaunya.
Andre membukakan kotak paket tersebut dengan baik. " Wah~ ini cantik banget, tapi ukuran pas gak yah mas" Ucap Elisa sambil mengukurnya di tubuh, membuat Andre jadi salah tingkah.
" Di coba dulu saja sana" Membalikan badan Elisa agar masuk kedalam kamar lagi.
" Bisa di balikin gak mas kalo kekecilan" Elisa balik badan lagi.
" Nggak bisa lah sa, kamu ini ada-ada aja" Ucap Andre.
" Ya kirain bisa di tuker gitu" ujar Elisa yang polos banget.
" Ya udah sana ganti baju" Ucap Andre yang langsung membalikan badan elisa kembali menuju ke kamar.
" Iya-iya sabar bentar dong" Ucap Elisa yang Protes.
" Nih sekalian di bawa" Menaruh kotak paket ke tangan Elisa agar di bawa masuk kamar.
" Nggak di cuci dulu mas, takutnya ada bakteri gimana?" Ucap Elisa.
" Kelamaan Elisa. Yaudah nggak usah di pake kalo kamu takut ada bakteri atau apalah, udah sana ganti baju" Ucap Andre.
" Dih dih, kok gitu sih suami aku masa kaya gini yah masa nyuru istri bukain aurat dong, Lagian kalo Elisa ganti baju mau ganti baju apa coba?" Ucap Elisa.
" Aduh Elisa udah deh jangan buat aku tambah frustasi aja, udah sana kamu pakai baju yang ada di lemari paling ujung Deket jaket hitam aku ada baju putih seperti jas kamu pake itu, kalo baju dalam yang waktu kamu datang itu juga udah keringkan sana pake itu dulu" Ucap Andre yang dibikin jengkelnya minta ampun sama Elisa.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
__ADS_1
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Kamis 7 Oktober 2021