
Malam yang begitu sangat dingin, karena hujan malam ini dengan di sertakan deruhan guntur yang bunyi sangat keras, Elisa yang awal tidur menghadap ke tembok langsung berpaling ingin memeluk Andre, tapi Andre malah terduduk sambil nyeder di kepala ranjang.
"Emm- Mas. Kok kamu gak tidur? Ada apa? kamu nggak bisa tidur yah, atau tidak bisa tidur lagi, apa yang kamu pikirkan?" Ujar Elisa yang bertubi-tubi pertanyaan.
Elisa bangun dan duduk di samping Andre, seraya menatap suaminya yang pandangan masih samar-samar.
"Entahlah, dari tadi perasaanku tidak nyaman" Jawab Andre yang memengaruhi tidurnya, ia menatap Elisa yang saat ini meletakkan kepalanya di bahu Andre.
"Huh! Kenapa?" Tanya Elisa yang ingin tahu apa yang sedang di rasakan andre saat ini.
"Mana ku tahu, aku juga tidak mengerti maksud keinginan ku" Ucap Andre yang juga binggung bagaimana untuk menjawab pertanyaan itu.
"Kan kamu yang punya tubuh, masa kamu gak tahu? mungkin, itu salah satu firasat. Hmm- coba deh, katakan apa yang kamu rasakan selain tidak nyaman" Ucap Elisa yang menatap Andre.
"Khawatir, gelisah, takut, dan... ANDRILOS"
"Hah?, kamu sempat-sempatnya memikirkan itu. Apakah kamu siap untuk muncul, jangan sekarang jika kamu belum siap karena kamu belum cukup sanggup untuk memikul tanggung jawab lebih besar, itu akan memberatkan dirimu" Ujar Elisa yang khawatiran.
"Aku tahu, tapi—" Andre tak tahu harus bagaimana, ia cukup frustasi juga dengan keadaannya saat ini.
"Mas, coba pikirkan baik-baik sebelum kamu melangkah, lagi pula kamu belum punya pondasi yang kuat dan kokoh. Kita tunggu, untuk beberapa waktu" Ucap Elisa yang mengelus-elus kepala Andre dengan lembut.
"Lalu aku harus bagaimana?" Ujar Andre yang langsung menatap Elisa dengan sayu.
"Cari orang, yang bisa membantu mu agar bisa berdiri, orang yang bener-bener setia padamu atau orang yang kuat itu walau sendirian dia tetap orang yang hebat. Jika seperti itu kamu tidak akan tergoyahkan, apakah kamu minat jadi penerus? atau cari seorang pendukung yang kuat untuk ada di pihakmu" Saran Elisa.
"Orang yang setia padaku yang bisa membantu ku hanya kamu, walau sendirian juga sangat kuat, dan tak tergoyahkan" Ucap Andre yang langsung menjatuhkan kepalanya di bahu Elisa.
"Bukan gitu, maksudnya. Orang lain mas, selain Elisa atau keluarga" Ujar Elisa yang menjelaskan.
"Tidak ada, tapi aku juga tidak tahu kenapa. Rasanya ingin aku katakan, aku juga tidak mengerti maksud keinginan ku ini" Ucap Andre yang tak bisa menahannya.
"Hmm- gitu, yasudahlah. Kita, sholat aja yuk! biar kamu tenang" Ucap Elisa yang mengajak untuk sholat malam, agar hati Andre sedikit adem dan nyaman.
"Hmm, baiklah" Andre bangkit dari ranjang menuju kamar mandi, Elisa menyiapkan sarung dan sajadah.
Setelah beberapa kali Rhokaat, Andre menyudahinya, Elisa yang sudah kantuknya datang lagi malah meninggalkan Andre yang masih belum bisa tidur, Andre melanjutkan dengan baca Alquran, sampai adzan Subuh terdengar.
Pukul 6 pagi, Andre yang sudah rapi duduk di ruang tengah seraya menyiapkan keperluannya untuk di bawa ke rumah sakit, Elisa sibuk di dapur buat sarapan pagi.
TOK TOK TOK !
Hingga suara ketukan pintu itu membuat Andre bangkit dari kursi, membuka ternyata itu adalah Ben. Orang kepercayaan Andre, bisa di bilang dialah tangan kanan Andre, dengan satunya Glenn menjadi mata-mata yah.
"Tuan, " Ben yang datang menyamar menjadi supir pribadi Andre.
"Ah, rupanya kamu. Mari bicara di dalam, mana glenn?" Ucap Andre yang tidak melihatnya.
"Glenn sedang mengawasi di tempat lainnya, tuan mereka datang kerumah" ucap Ben.
"Siapa?" Tanya Andre, yang langsung menatap tajam.
"Entah, pakaian mereka agak aneh. Bukan pakaian kalangan asosiasi, karena mereka tidak menujukan identitas" ujar Ben.
"Ada dua kemungkinan, mereka dari pihak musuh dan kedua, mungkin itu orang suruhan kakak-kakak sepupu ku sendiri" Ujar Andre.
"Jadi harus bagaimana? Tuan" Tanya Ben kembali.
"Tidak apa-apa, kalian harus waspada terhadap segala sesuatu yang akan terjadi nantinya, tidak ada yang mereka temukan" Ucap Andre.
"Iya, tapi sepertinya ada yang mereka ketahui" ucap Ben yang agak curiga sama pemimpin yang datang bersama orang-orang itu.
__ADS_1
"Begitukah, baiklah. Pergilah, hati-hati kalian" ucap Andre yang masih sempat memikirkan orang lainnya.
^^^🌹NEW YORK CITY^^^
^^^🏯ISTANA KING EMPEROR^^^
Rumah yang begitu indah itu sekarang sudah porak poranda, tak seindah dulu. Semua hutan dan taman, hingga halaman yang sudah terlihat kacau balau seperti tak berpenghuni, dan beberapa orang banyak yang tewas dalam keadaan itu.
Banyak mayat yang bergelimang di sana, terlihat Ken juga sudah tak bergerak lagi, dan hanya Brandon yang saat ini bisa bergerak, tapi keadaannya malah terikat tali dan berlutut di lantai, berada di ruang tamu dengan seorang Pria Asing duduk santai sambil makan buah apel di sofa besar.
ZENUS : Apa kabar tuan Brandon? sudah lama yah kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu
BRANDON : Mau apa kau datang kemari, Zenus!
ZENUS : Uh, namaku Marcell, bukan Zenus. Dia sudah mati. Ingatlah namaku, tuan Brandon
Seraya mencubit dagu Brandon, yang sudah tidak berdaya lagi karena sudah lemah di tambah dengan keadaannya.
ZENUS : Istana mu terlihat kuno, tak ada yang berubah selama 30 tahun rupanya. Maukah kau pindah ke istana ku, jika kau beri tahu dimana putramu
BRANDON : Hmm-, kau tahu, jika aku tak punya putra atau keluarga, bahkan kau sendiri yang telah membantai habis rumahku dulu, dan aku tidak menikah lagi setelah meninggalnya Rubia, jadi untuk apa kau datang hanya cari putraku, yang sudah jelas kau mengetahui dimana dia berada, sudah ikut ibunya
ZENUS : HAHAHAHAHA... Bagus sekali karanganmu itu, aku tahu. Kamu pasti menyembunyikan yah di suatu tempat, tapi tenang saja. Anak buahku sudah ku gerakan, dalam pencarian. Mereka berpencar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia
Apa, dia sudah tahu. Gawat, jangan sampai dia menemukan Andre. gerutu dalam benak Brandon yang ikut khawatir tapi tidak menujukan khawatir, biasa aja.
ZENUS : Kenapa! Apakah kamu terkejut, ya aku tahu, pasti adikku Monika yang telah menyelamatkan nyawanya, aku tahu kalau kalian begitu sangat dekat mana mungkin aku tidak tahu soal itu, jangan khawatir. Aku masih belum tahu siapa dia, masih proses mencari
BRANDON : Hmm begitu rupanya, baguslah tolong yah temukan dia, agar dia mau muncul ke permukaan dan mengambil grup luwiss dan termasuk ANDRILOS, biar semua tahu jika dia lah penerus ANDRILOS selanjutnya
ZENUS : Kurang ajar kau Brandon, tapi sebelum dia benar-benar duduk di kursi, nyawanya mungkin sudah tidak ada
BRANDON : HAHAHAHA, kau membuat geli perutku saja. Ingin membunuh yah, sepertinya kamu harus berfikir dua kali Xenia Zenus. Asal kau tahu, jika kamu tak akan bisa duduk disana. Mau sampai kapanpun, kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan itu, ANDRILOS hanya untuk pewaris tahta yang SAH bukan, yang telah di pilih oleh diri sendiri tapi banyak orang bukan secara sepihak olehmu melainkan oleh para rakyat, sekarang bukan jaman untuk memilih berdasar hatimu, jika ingin
BRANDON : Kau gila, sudah berapa banyak darah yang kau...
Mulut Brandon terbungkam saat melihat, seluruh penghuni tak berdaya.
ZENUS : Jika kau mau berkerja sama denganku, aku akan lolosan kamu atau kau mati tanpa rasa sakit sedikit pun. Ahh- lebih bagus lagi jika kau tidak mau ikut campur lagi dalam bagian ANDRILOS, makanya aku tidak akan terlibat, beri tahu aku siapa dia. Cepat katakan sebelum aku menemukannya sendiri, tapi kamu harus melihat mayatnya, jika kau beri tahu aku maka aku izin kamu untuk bertemu dengannya sebelum kematiannya
BRANDON : Jangan bermimpi melihat matahari pada malam hari tuan Xenia Zenus. Mungkin sebelum kamu menemukan dia, dia sudah ada di atas angkasa dan bukan orang biasa saja
ZENUS : Hahahaha, kamu sedang melawak denganku Brandon. Dia hanya boca ingusan yang tidak tahu apapun
BRANDON : Itu yang kamu katakan dalam pikiran mu, tapi ingatlah jika saat dia muncul. Entah bagaimanapun caranya, dia laksana matahari yang sangat besar dan cerah, bisa bersinar begitu indah dan sangat panas saat kau sentuh
ZENUS :Wah wah wah angan-angan mu cukup buat aku ingin ketawa Brandon
^^^🌾 Indonesia, Rumah Sakit^^^
Rumah sakit dimana para dokter sudah mulai di sibukkan dengan rutinitas mereka, dengan status baru setelah pelatihan. Andre sedang duduk mengawasi dari ruangan cctv, untuk melihat kinerja para pekerjanya.
Datanglah Try yang seperti google, dia selalu tahu dimana pun Andre berada, ia datang dengan membawa perlengkapan laporan yang ia siapkan jauh-jauh hari.
"Pagi-pagi kamu sudah nongkrong di sini Dre, nih laporan pasiennya, ouh ya kamu tidak tinggal di rumah besar ya?" Tanya Try yang sempat menelepon rumah, tapi telpon disana malah tidak terhubung padahal, telfon rumah 24 jam tak pernah di putus.
"Tidak, aku di rumah ibu" Jawab singkat matanya fokus ke layar monitor, dengan berbagai menampilkan banyaknya gambar.
"Ouh, apakah kamu di incar lagi?" Ucap try yang tahu, jika telfon rumah itu mati suka mati itu berarti Andre sedang dalam ancaman.
"Begitulah" jawab Andre singkat.
__ADS_1
"Dari mana lagi sekarang, apakah perlu aku yang menghadapi masalahmu itu" ucap Try yang menawarkan diri.
"Entahlah! Kau tidak perlu untuk turun tangan, lagian selama ini aku tetap selamat. Jika mereka tahu ya sudah biarkan saja, kamu jangan ikut terlibat" Ujar Andre yang tidak mau menjadikan Try selalu kambing hitam, selama ini Try yang selalu di jadikan umpan dan batu loncatan, hingga berulang kali Try dalam bahaya karenanya.
"Status pangeran tersembunyi, memang pembawa bencana yah, lalu bagaimana dengan ayah dan ibu Elisa, di New York?" Ucap Try yang ikut khawatir.
"Ada papah, mereka akan aman" Jawab Andre yang mata masih tetep fokus ke layar monitor.
"Lalu, kenapa kamu malah datang ke sini seharusnya kamu bersembunyi saja di rumah, tak perlu datang ke rumah sakit" ucap Try yang ikut gelisah.
"Aku tak bisa pangku tangan, untuk menyerahkan segala urusan pada orang lain, yang masih bisa ku kerjakan akan aku kerjakan. Jika tidak urusan lain, kamu keluar lah" ujar Andre yang agak risih dengan Try.
"Eh buset, lagi sensi banget kayak yah, PMS kau" Tanya Try yang asal tebak.
"Terserah!"
"Iya deh, aku pergi sekarang. Selamat bekerja" ujar try yang tidak mau menganggu terlalu pada Andre yang mungkin saat ini pikiran lagi bercampur aduk tak karuan.
^^^🍂 DESA N^^^
Elisa yang sekarang mencari solusi jalan keluar bagi warga, yang sudah kehilangan mata pencaharian gara-gara lahan yang di bakar waktu itu, membuat sebagai petani rugi dan tidak balik modal, elisa sedang berusaha memikirkan cara keluarnya agar mereka dapat penghasilan untuk menghidupi sehari-hari.
"Bagaimana kalau kita buka usaha, tapi buka usahanya apa yah yang cocok, biar bisa membantu pemasukan kalian semua. Sederhana tapi bermanfaat, yang jadi kendala adalah kita mau usaha apa di sini, apakah di sini ada nggak ciri khas yang dominan, yah itu apa?" Tanya Elisa yang berfikir keras.
"Maksudnya gimana ya mbak Elisa, maaf kamu kurang faham" Ucap ibu Eni.
"Yah hasil bumi, yang bisa kita coba bikin jadi usaha, apa gitu yang mungkin bisa dimanfaatkan bagi kita semua" ujar Elisa.
"Hmm- yah cuma satu-satunya lahan pertanian itu, modal kita" ucap ibu 1.
"Selain itu tidak ada? pasti ada, hanya saja kita belum tahu apa yang dapat kita manfaatkan" ucap Elisa yang sedang berusaha keras berfikir.
"Sepertinya tidak ada, mba" Ucap ibu 2.
"Jangan menyerah, ayo kita cari jalan keluar sama-sama. Untuk dapat uang jajan bagi anak-anak, dan agar dapur bisa ngebul" ucap Elisa yang memberi semangat bagi para ibu-ibu di desa itu.
"Hmm-, bingung juga yah" ucap ibu 2
"Iya mba" Ucap Bu Eni
Semua ikut berfikir mencari solusi, jalan keluar dari masalah yang kritis yang sedang mereka hadapi saat ini.
Hingga tidak terasa hari mulai larut, Andre yang juga sudah kembali dari rutinitasnya di rumah sakit, dia datang sangat lesu dan letih karena kelelahan, sebab dia tidak sempat istirahat kembali, tidak bisa tidur semalam dan dia juga tidak istirahat di pagi hari, hingga membuat dia sangat lelah.
"Assalamualaikum" suara yang hampir hilang.
"Walaikumsalam" jawab Elisa yang langsung datang saat mendengar suara itu, ia langsung menyalami tangan suaminya.
"Mau, Elisa bikinin teh mas. Atau mau Elisa siapkan makan malam?" Ucap Elia yang mengekor di belakang Andre.
"Nggak usah, mas mau mandi terus sholat dan tidur. Capek banget hari ini, jadi kamu gak usah siapin apa-apa dulu" Ucap Andre yang suara hilang, ia langsung masuk kedalam kamar.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan bilang ke pak RT kalau kamu gak bisa ikut ronda malam ini" Ucap Elisa yang mengingatkan.
"Iya, bilangin permohonan maaf di ganti hari lain saja gitu" ucap Andre yang sudah masuk kamar mandi
"Iya, nanti Elisa sampaikan ke pak RT"
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
__ADS_1
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Rabu 23 Februari 2022.