Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
158. Hackers.


__ADS_3

"Selamat datang Tuan" Semua serempak bangkit dari kursi mereka saat melihat Andre datang memasuki markas, anggota elit pasukan pengawalnya.


"Bagaimana dengan perkembangan pencarian kalian?" tanya Andre langsung di beri tempat duduk oleh anak buahnya.


"Maaf tuan, masih banyak kekurangan-kekurangan pada teknologi kami, jadi belum ada yang bisa kami lakukan. Masih dalam proses pencarian, maafkan kami Tuan" ucap mereka atas ketidakmampuan mereka.


"Tidak apa, cepat cari saja betul-betul" Ucap Andre yang menenangkan mereka.


Agar tetep bekerjasama dengannya, jika seandainya Andre juga mengerti dengan teknologi jaringan, mungkin dia sendiri yang akan turun tangan, tapi karena Andre juga tidak faham dengan jaringan komputer atau jaringan intelejen IT milik grupnya itu.


Yah, setelah keluar dari rumah sakit, 2 hari yang lalu Elisa dan Andre sudah mulai siap-siap akan beraktivitas kembali seperti biasa walau belum sepenuhnya, karena kondisi mereka juga masih lemah, apa lagi Elisa. Makanya mereka di sarankan untuk tinggal di rumah besar dulu bersama orang tua Andre.


Andre juga yang baru sehat, malah harus di sibukkan untuk mencari pengawal setia yang hilang sebelum kejadian Elisa keracunan, Andre menyuruh anak buah Brandon untuk melacak keberadaan 5 orang pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Elisa dan Azril di Indonesia, mereka adalah 5 pentolan penting setiap anggota dalam grup kelompok.


"Bagaimana? Kamu sudah menemukan mereka Glenn?" Tanya Andre saat melihat Glenn yang baru datang dengan Hadi, yang sama sedang mencari informasi.


"Belum Tuan, kami kesulitan untuk melacak keberadaan meraka," Jawab Glenn.


"Dimana si Jonson itu bersembunyi? dan dimana dia menyembunyikan semua orang-orang ku," Ucap Andre yang sangat frustasi.


"Tuan kami sedang berusaha, anda jangan khawatir. Yakinlah bahwa mereka akan baik-baik saja, mereka sudah terlatih dengan baik" Ucap Glenn yang menenangkan Andre.


"Lacak pakai apapun, soal Ben bukan kah dia memiliki Q.B Di cincinnya. Lacak nomer Q.B dari sandi password Ben dan lacak juga dengan keadaan mereka, aku tak mau kehilangan anggota-anggota ku lagi" Ucap Andre yang tidak mau ada korban jiwa dalam kejadian apapun.


"Baik Tuan" semua kompak.


"Bagaimana, bisa mereka menghilang tanpa jejak" Gumam Andre yang heran dengan semua yang terjadi.


Bunyi HP Andre berdering, karena Andre tidak pernah mematikan nada deringnya, hingga itu membuat suara yang ribut. Tertera nama MyLove, yah itu adalah panggilan istimewa, dari rumah.


"Hallo, walaikumsalam. Ada apa say?... Aku di markas, emang kenapa?... Harus sekarang yah, tapi aku sedang sibuk say... Ya baiklah aku pulang" Ucap Andre yang langsung mematikan panggilan dengan segera, raut wajah Andre berubah menjadi kesal.


"Hadi dan Glenn, aku serahkan pencarian Ben, Jay, Rainer dan Gustoni pada kalian. Aku juga percayakan padamu Glenn soal pelacakan, sekarang aku pulang dulu. Jika ada kabar, apapun itu kalian harus segera hubungiku. Kalian mengerti" Ucap Andre menegaskan.


"Baik Tuan!" dengan sigap dan tegas mereka mengatakan dengan sangat kompak.


Berada di dalam mobil yang di kendarai oleh amar, salah satu anggota lainnya dari grup anggota yang di ketuai oleh Glenn.

__ADS_1


"Aku heran bagaimana mungkin tidak bisa melacak keberadaan meraka, dimana sebenarnya mereka berada, sulit sekali untuk mencari mereka?" ujar Andre yang kebinggungan dengan menghilangnya 5 orang itu.


"Tuan, sepertinya kita harus menemukan Hacker yang handal, untuk melacak keberadaan meraka secara global" saran dari Amar yang membuat Andre jadi kepikiran dengan saran tersebut.


"Kamu benar Amar, kita harus mencari seorang yang sangat ahli mencari informasi, dan pelacakan tentang keberadaan orang maupun barang, tapi yang jadi pertanyaan kita adalah dimana kita menemukannya, atau setidaknya kita cari dimana orang seperti itu." Andre yang setuju dengan saran yang dikatakan oleh amar tersebut, tapi kebingungan dengan tempat yang akan di tujuh.


Sesampainya di rumah orang tua Elisa, terlihat Azril sang adik ipar sedang sangat sibuk dengan sebuah komputer khusus tanpa kabel, dan komputer seperti leptop tapi bukan leptop lebih kecil dari notebook tapi lebih tebal dari notebook.


"Assalamualaikum..." suara Andre yang terdengar sampai ke dalam rumah, Elisa langsung berlari keluar untuk menyambut suaminya yang baru datang.


"Walaikumsalam..." jawab Elisa yang begitu sangat bersemangat dan kegirangan.


Andre melepas luarannya, Elisa membantu melepaskan baju luaran Andre tersebut dan langsung menarik tangan Andre untuk melihat sesuatu, tapi Andre malah duduk di sofa.


"Mas kok malah duduk sih, ada yang ingin ku tunjukan padamu loh" ujar Elisa.


"Ada apa? aku capek sayang, bolehkan jika aku duduk dulu, sebentar," ucap Andre yang merebahkan kepala di pangkuan Elisa.


"Baiklah, kamu tiduran saja dulu disini." ujar Elisa yang tidak mau memaksa keinginan, karena melihat kondisi Andre, memang sangat kelelahan itu, terlihat jelas di wajahnya.


"Jadi ada apa kamu menyuruhku untuk segera pulang, ada kabar apa yang ingin kamu sampaikan, hingga memaksaku agar cepat kemari" ujar Andre yang menatap wajah Elisa, yang masih di pangkuan Elisa tersebut.


ucapan Elisa yang bicara berputar-putar, membuat Andre kebinggungan dengan apa yang di tujuh dari obrolan Elisa tersebut. Jadi Andre hanya bisa menarik kesimpulan yang di dapat dari apa yang dikatakan oleh Elisa.


"Jadi, maksudnya kamu menelfon ku tadi dengan alasan bahwa kamu mau pamer. Jika kamu baru saja menghubungi orang tua itu, iya begitu" ujar Andre yang agak kesal sih karena tingkah Elisa, yang menganggap masalah Andre di ambil enteng, padahal masalahnya saat ini posisinya sangat serius.


"Eh bukan itu maksudku, mas kamu salah faham. Dengerin dulu dengan apa yang Elisa katanya, Elisa menghubungi daddy bukan hanya sekedar tanya kabarnya saja kok. Itu karena aku juga minta bantuan daddy kok. Karena aku tahu, kamu sedang mencari anak buah mu yang hilangkan, makanya aku akan siap agar bisa membantu mu untuk mencari keberadaan mereka" ujar penjelasan Elisa yang membuat Andre, agar mau mengerti jika Elisa juga peduli dengan orang-orang yang ada di naungan Andre.


Andre langsung bangkit bangun dari pangkuan Elisa, saat mendengar hal itu dari Elisa. "Bagaimana kamu akan membantuku sayang, jangan melucu, ini bukan waktunya bercanda. Lalu dengan apa kamu akan membantuku, coba katakan" ujar Andre yang sekarang dengan wajah merekah kemerahan karena emosi.


"Itu yang ingin aku katakan padamu, dan sudah menduganya. Jika kamu pasti tidak akan percaya denganku, makanya ayok! ikut denganku dan kamu bisa melihatnya sendiri, akan ku tunjukan sesuatu yang membuatmu akan percaya kepadaku dan tidak pernah meragukan lagi istrimu" ucap Elisa yang menggenggam tangan Andre, langsung menarik tangan Andre untuk menuju kesuatu tempat.


Andre sedang dalam masa panik dan frustasi jadi apapun perubahan sikap Andre saat ini masih bisa di tolerir oleh Elisa, dan memahami situasi dan kondisi keadaan Andre yang dan masa-masa khawatir.


Andre menyerah pada ke ingin Elisa, akhirnya mengikuti kemana Elisa akan membawanya, ternyata Elisa menuntun Andre ke ruang makan, terlihat Azril yang begitu sangat fokus melihat layar komputer.


"Elisa akan membantumu lewat anak itu, dia yang akan membantu kita menemukan semua anggota mu mas, kerenkan." ujar Elisa yang sangat sumringah.

__ADS_1


"Elisa jangan bercanda di situasi sekarang ini, masalah ini bukan mainan, ini masalah sedang gawat" ucap Andre yang di buat kesal dengan tingkah Elisa.


"Ssssttt! Itu lihat Azril, lagi bantuin cari orang-orang mu. Jangan marah dulu, di lihat dulu sana" ujar Elisa menyuruh Andre agar melihat apa yang di lakukan Azril secara dekat.


"Hah? emang Azril bisa untuk melacak keberadaan lokasi orang yang hilang?" ujar Andre yang tidak percaya dan meragukan kemampuan sang adik, karena orang yang profesional saja tidak mampu, apa lagi yang bagi pemula seperti azril, itulah Andre jika sedang masa down, maka pikirannya jadi ikutan merasakan hal itu, tidak punya kepercayaan diri dan pada orang lain juga.


"Lihat saja ada sendiri, dan pastikan dengan matamu sana" ujar Elisa yang sudah di buat kesal oleh suaminya yang tidak mempercayainya dan kemampuan Azril.


"Mas Andre, Azril sudah masuk ke Q.R.E, apakah kata password mereka adalah Q-22, R-3, E-55, QQ-7 dan terakhir EE-89"


Andre tercengang dengan apa yang di lihat dan dengar, jika adiknya langsung bisa mengetahui kode rahasia yang di buat oleh Andre untuk anggotanya. "Iya, kamu benar bagaimana kamu bisa tahu?" Ucap Andre penasaran.


"Itu, terlihat jelas dan tinggal baca saja" Jawab Azril sambil menujukan tulisannya di layar.


"Wah hebat, itu semua nama kode elitnya" ujar andre yang takjub dengan Azril.


"Lalu, apakah nama orang-orang yang sedang mas Andre cari. Adalah Rainer, Ben, Gustoni dan Jay" Tebak Azril yang tepat lagi, padahal Andre belum katakan apapun soal mereka.


"Iya, itu benar adalah nama-nama mereka" ujar Andre yang langsung percaya akan kemampuan dan bakat yang Azril punya.


"Berapa usia mereka? apakah mas andre tau" tanya Azril untuk melacak keberadaan anak buah Andre tersebut.


"Rainer 25 tahun, Gustoni hmm- sekitar 30an, Jay 20 tahun dan terakhir Ben 15-16 tahun" Ucap Andre dengan tegas dan langsung duduk di sebelah Azril, Elisa langsung pergi ke dapur untuk membuat minum untuk mereka berdua.


Syukurlah, mas Andre sekarang udah agak lega karen bantuan dari Azril. Terimakasih Azril, mau membantu. Ucapan dalam hati Elisa yang sangat senang dengan Andre yang sudah bisa tersenyum, walau senyuman kecil.


"Baiklah kita mulai pencarian satu persatu yah" Ujar Azril yang sudah akan bersiap untuk masuk kedalam pencarian, di komputer kompleks itu.


"Kamu memang keren, dek. Aku nggak percaya jika kamu sehebat ini, lalu ini pakai aplikasi apa dek?" Tanya Andre yang penasaran.


"Kan tadi aku sudah bilang Mas, Aku minta bantuan pada Dady, dan malah di berikan kode akun dan password dari Daddy, lalu ku suruh Azril untuk membantu melacak mereka. Dady bilang, jika Azril minat untuk bergabung di grup inti pelacakan milik Daddy. Makanya Azril harus siap menerima tantangan, apapun. Sekarang ini Azril dalam masa uji coba, jika Azril berhasil maka dia akan langsung di rekrut langsung oleh Daddy. Agar bisa masuk perusahaan milik Daddy di Grup Luwiss I.T. Kerenkan!" ucap Elisa.


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.

__ADS_1


Minggu 13 Maret 2022.


__ADS_2