Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
31. Pertanyaan Try.


__ADS_3

Andre dan Elisa yang berjalan menuju ruangan di mana dalam kelas itu sudah ada pemateri yaitu Miss Yasmin yang sedang memberikan materi pada para staf yang saat ini sedang fokus, Elisa beberapa kali menghembuskan nafas panjang untuk merendahkan gugupnya.


Berjalan yang mengikuti langkah Andre dari belakang terasa cemas dan khawatir, apakah dirinya bisa atau tidak bisa mengikuti pelajaran dalam pelatihan.


Berhenti tepat di depan pintu masuk ruangan kelas saat ini, Andre yang melihat Elisa dengan wajah yang tegang sedang menarik nafas berulang.


" Sayang kamu udah siap!" Tanya Andre yang saat ini menatap istrinya yang menyiapkan mental.


Elisa yang melihat pintu didepannya itu terasa berat sekali untuk melangkah masuk kedalam sana. " Mas Andre! Aku khawatir apa aku bisa?" Ujar Elisa yang tampak sangat ketakutan.


" Kamu pasti bisa, jangan khawatir jika tidak ada yang kamu tahu bisa kamu tulis dan tanyakan padaku, jika kamu malu bertanya nanti kita akan bahas saat di rumah" Ucap Andre menenangkan Elisa.


" Mas Andre, Elisa gugup" Elisa memegangi dadanya.


Andre tahu tidak muda untuk membujuk Elisa untuk berdiri stabil saat ini dengan kepercayaan diri Elisa yang saat ini mulai down kembali.


" Sayang mau nggak kalo kita ngintip dulu, lihat keadaan di dalam! mau" Ujar Andre dengan nada lemah lembut yah yang khas.


Elisa hanya mengangguk kepala saja. " Lihat itu mas Rudi mu duduk di sana" Ucap andre sambil menujukan tempat duduk Rudi yang sendirian di belakang.


" Aku tahu Mas Rudi di sana, mas Andre nggak tahu rasanya jadi Elisa yang dag-dig-dug begini, Elisa khawatir jika Elisa ngga bisa mengikuti dengan baik gimana?" Ucap Elisa langsung berbalik badan menatap wajah Andre yang hanya 5 cm di depannya.


" Sayang nggak ada lagi pengganti yang lain, satu-satunya hanya ada kamu harapan aku, jika pelatihan ini berhasil selanjutnya kita bisa kerjasama lagi dengan para pemateri dan orang lain yang telah membantu kita. Coba kamu pikirkan sayang ini bukan demi aku tapi demi masa depan agar banyak orang yang lebih luas lagi tahu pentingnya pendidikan, dan kesehatan bahkan ini juga bisa jadi pengalaman kamu dan pengetahuan buat kamu" Penjelasan Andre.


" Baiklah, Elisa akan mencobanya. Berikan Elisa kekuatan dan transfer energi spirit mu dong mas" Ucap Elisa yang masih menatap Andre dengan seksama.


" Iya, semangat yah sayangku!" Ucap Andre meletakkan tangan dikepala Elisa.


" Nggak mau ini" Ucap Elisa menepis tangan Andre dari kepalanya.


" Lalu kamu mau yah apa?" Tanya Andre yang kebingungan sama sikap Elisa saat ini.


Elisa memanyunkan bibirnya 5 CM, Andre langsung ngeh dan peka apa maksud keinginan Elisa saat ini.


" Disini?" Tanya syok Andre sambil celingukan walau tempat itu agak sepi tapi banyak mata pengawas.


" Iya di sini" Ujar Elisa seraya menunjuk-nunjuk bibirnya.


" B--bukan begitu, ini tempat umum sayang. Bukanya kamu mau merahasiakan identitas hubungan kita, jika kamu minta aku melakukan hal itu di sini bagaimana kalo ada yang melihatnya?" Ucap Andre panik.


" Yaudah Elisa gak mau masuk" Ucap Elisa ngambek karena nggak di turuti permintaannya oleh Andre.


" Baiklah-baiklah" Ucap Andre yang pasrah sajalah.


Akhirnya Andre tak bisa menolak permintaan istrinya itu, Andre hanya memberikan kecupan ringan pada bibir Elisa.


" Sudah yah! Sekarang mau masuk, udah mulai materi yah"


" Okey suamiku" Ucap Elisa manjanya keluar.


" Cih~ aku buka pintu sekarang yah"


Pintu di buka seketika semua orang menatap pada Andre yang saat ini berdiri disana.

__ADS_1


...👈BAHASA ENGLISH👉...


YASMINE : Dokter Andre? Ada yang bisa saya bantu!


ANDRE : Selamat siang nona Yasmine, saya datang kesini karena mau mengantarkan staf penganti bisakah dia ikut dalam pembelajaran anda saat ini


YASMINE : Tentu saja dokter Andre, silakan dia masuk


ANDRE : Terimakasih nonna Yasmine atas kebaikan yah dan mohon maaf diganggu sebentar.


YASMINE : Tidak apa-apa dokter Andre. (" Kalo diganggunya sama kamu mah saya rela berlama-lama dokter Andre")


...😤 SELESAI😤...


Yasmine Annie adalah pemateri untuk anggota staf obat, dia dulunya adalah mantan adik tingkat Andre saat zaman kuliah S1 di New York university, dia menyukai Andre saat semester 5 yang waktu itu ada pengabungan kelas, pernah satu divisi saat magang.


Elisa akhirnya masuk ke dalam ruangan sedang Rudi cukup kaget melihat Elisa yang keluar dari balik tubuh Andre saat ini.


" Elisa? Apakah aku bermimpi!" Dumal Rudi saat melihat Elisa yang berjalan menuju barisan meja dimana Rudi duduk, Rudi mengucak-ucek matanya seakan masih tak percaya jika partnernya ada di depan mata.


" Mas Rudi, kok bengong sih kaya lihat hantu aja deh, ini Elisa?" Ucap Elisa sambil duduk di sebelah Rudi. Sedangkan Andre hanya melihat dari jauh, sambil tersenyum tipis.


" Iya aku tahu, aku hanya binggung kok bisa kamu ada di sini?" Tanya Rudi masih tidak percaya pada Elisa yang ada di sampingnya tersebut.


" Udah nanti aja Elisa ceritakan kita fokus ke materi dulu yah, ini cara make gimana mas?" Tanya Elisa melihat earphone di depannya, Rudi dengan sigap membantu Elisa.


Setelah mengantar Elisa ke ruang kelas, Andre kembali menuju ruang kelas para dokter yang saat ini pemateri dokter Charli sedang memberikan materi kepada para dokter, disana ada junlion yang bertugas mengawasi ruangannya tersebut.


Andre datang menghampiri Junlion, menepuk pundaknya. " Gimana Jun apakah lancar?" Ujar Andre yang melihat sekeliling ruangan dengan antusias para pekerjanya.


" Udah ada kok, sekarang sudah masuk jam ke dua. Kau tidak usah khawatir Jun, aku sudah dapatkan pengganti yang lebih baik" Ucap Andre yang bangganya.


Junlion seakan tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Andre, syok saat mendengar yah.


" Huh? yang bener luh? kok cepet banget kamu dapatkannya, nyomot dimana?" Tanya bertubi-tubi Junlion.


" Yang pasti untuk saat ini kita manfaatkan keadaan dulu, yaudah kalo di sini aman aku ke bagian lain yah" Ucap Andre yang kembali pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" Okey!"


Saat menuruni tangga Andre terlihat sedang sibuk mengecek dokumen, dan ada yang tertinggal satu dokumen lagi si ruang lantai 3.


Ketemu Try di perjalanan akan ke lift lantai 3, Try yang masih menyimpan kecurigaan dan rasa penasaran terhadap kedekatan Andre dengan Elisa itu.


" Woy Dre~ " Panggilan yang khas di telinga, Andre menghentikan langkahnya dan menolehkan kepala kebelakang.


" Gimana Try?" 1 kalimat Andre yang langsung membungkam mulut Try yang awalnya ingin bertanya soal kedatangan Elisa itu.


" Gimana apanya?" Tanya Try yang kebingungan dengan pertanyaan Andre yang tiba-tiba.


" Tugas yang aku berikan padamu tadi, suruh hubungi profesor James!" Ucap Andre.


" Aaah- iya aku lupa!" Ucap Try sambil tepok jidat karena ia tidak ingat sama sekali.

__ADS_1


Andre malah geleng-geleng kepala karena tingkah laku Try tersebut.


" Yaudah cepat hubungi sekarang!" Pinta Andre pada Try.


" Okey! tapi sebelumnya kamu jawab dulu pertanyaan dariku" Ucap Try dengan senyuman seringai.


" Banyak banget permintaanmu sih Try" Sambil memijat kepalanya.


" Mau aku hubungi profesor James gak" Ancaman Try yang tidak main-main.


(" Nih orang kok jadi kaya Elisa sih! Dasar try apa kena virus dari Elisa kah?") Dumal dalam hati Andre saat ini.


" Oke! Apa yang ingin kamu tanyakan padaku, tapi kamu harus cepatnya karena aku masih banyak pekerjaan nih!" Ucap Andre.


" Ini soal Elisa? bagaimana dia bisa ada di sini jelaskan padaku" Tanya Try dengan mata yang penuh tanda tanya.


" Hemm-- apakah kamu sepenasaran itu try, tapi aku tidak bisa menjawabnya sekarang lebih baik kamu terima saja oke, karena dia kan sudah ada di sini kenapa kamu pusingkan soal Elisa. Saat tidak ada pengganti kamu binggung, sekarang ada penganti kamu malah tambah binggung dan aku jadi tambah pusing nih" Ucap Andre yang terlihat lelah.


" Iya itu karena kamu membawa elisa secara mendadak, bukankah dia sudah resign dari Rumah sakit 3 bulan yang lalu" Ucap try yang mengingatnya.


" Itu memang bener, dia hanya mengajukan surat permohonan tapi aku yang tidak memproses yah, jadi dia tetep anggota di rumah sakit dan pegawai ku" Ucap Andre.


" Tapi dia tidak bekerja selama 3 bulan, apakah masih di anggap pekerjaan walau dia tidak bekerja padamu?" ucap Try yang penuh penasaran tanda tanya.


Andre tersenyum lebar dengan tatapan tajam pada Try. " Aku anggap dia sedang cuti!" Jawab singkat Andre pada Try.


" Heh? apa kau salah minum obat dre? apakah kamu masih berharap pada Elisa" Ucap Try yang tahu jika Andre menyukai Elisa.


" Harapanku ini tulus dan sangat penuh" Jawab Andre yang berjalan mendahului Try.


Try mengejar Andre. " Andre pelatihan ini hanya untuk sarjana kan tapi Elisa itu bukan lulusan sarjana"


" Iya aku tahu jangan kamu ingatkan aku soal itu" Ujar Andre yang berjalan menuju pintu lift.


" Bukannya kamu sendiri yang mengatakannya, bahwa pelatihan ini hanya untuk sarjana" Try mengekor pada Andre karena mau tahu sangat jelas Jawab dari Andre.


" Aku ingat dengan apa yang aku katakan tapi ini adalah salah satu kebijakannya dariku jadi kau tidak usah khawatirkan saat ini" Ucap Andre yang menekan tombol ke lantai 3.


" Iya emang kebijakannya sama kamu, tapi apa harus kau mengakat Elisa ke tim pelatihan" Ucap Try yang masih mengekor pada Andre.


" Aku hanya ingin memberi kesempatan pada orang-orang yang berinisiatif dan pekerja keras" Ucap Andre yang mencari alasan.


" Tapi bagaimana Elisa bisa sampai ada disini dalam waktu 1 jam, apakah sebelumnya elisa sudah mempersiapkan atau memprediksikan akan terjadi hal seperti ini atau dia punya mata bathin atau mungkin sebelumnya dia sudah ada di sini, hanya ada 2 kemungkinan itu sih, kalo punya mata bathin itu kaya tidak mungkin kan" Ucap Dumalan Try.


Pintu lift terbuka. Ting--


" Sorry ya Try untuk saat ini aku no komen, aku duluan" Ucap Andre yang pergi begitu saja, Setelah pintu lift terbuka.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.

__ADS_1


Senin 11 Oktober 2021


__ADS_2