Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
194. Masa Kelam.


__ADS_3

Elisa memakaikan helm untuk Andre, motor itu milik Aoda yang belum sempat di bawa karena mereka masih di rawat di rumah sakit itu, Elisa menyalakan motor gede itu dan menaikinya.


"Ayo mas, cepat naik! kita pergi sekarang" ucap Elisa yang sudah siap, Elisa dengan keren mengunakan motor tersebut.


Tanpa pikir panjang lagi, Andre membereskan helm istrinya dan langsung naik ke jok belakang. Motor itu sudah melaju dengan kecepatan sedang, di atas gedung di jendela kaca, Aoda dan Glenn hanya bisa menyaksikan dari kamar rawat mereka.


"Tuan, sepertinya mengalami depresi kembali?" ucap Glenn.


"Iya untungnya, ada nyonya di sampingnya" ucap Aoda.


"Syukurlah, nyoya orang yang cukup kuat. Kita tak perlu menghawatirkan beliau, karena beliaulah yang membuat kita bertahan. Aku cukup kagum dengannya, tuan beruntung sekali mendapatkan seorang istri yang punya pendirian dan pemikiran yang kuat"


"Kamu bener banget Glenn, aku juga sangat kagum dengan pesonanya saat dia bertarung, tidak ada wanita yang selincah dia, sehebat-hebatnya wanita bertarung tapi tak ada yang miliki dua sisi lembut dan tegas sekaligus"


Di suatu tempat, melintasi jalanan aspal yang hitam Elisa meliuk-liuk mengikuti bentuk jalan yang seperti ular yang sedang merayap. Andre yang diam di jok belakang hanya mengarah jalannya saja, agar Elisa mengikuti ya.


Entahlah, aku tidak faham sebenarnya mau kemana sih tujuanmu mas. Untuk sementara aku diam saja jangan bicara apapun dulu, nanti saja. Sabar dan tahan Elisa, masmu sekarang tidak dalam kondisi tidak baik. Ucap dalam hati Elisa yang sekarang sangat penasaran.


Telah sampai di suatu tempat sebuah gundukan tanah membentuk seperti bukit-bukit, dengan rumput liar berbagai jenis menutupinya, persis seperti gunung-gunung kecil. Mereka berhenti di sana, motor langsung di matikan. Andre turun, Elisa yang binggung.


"Ini tempat apa sih mas? kok aku baru tahu ada tempat spesial seperti ini" ucap Elisa yang sangat kebingungan.


"Tempat yang hanya di ketahui olehku saja, tempat yang hanya aku seorang penghuninya" ucap Andre dengan bangganya.


Lalu Andre berjalan masuk hutan melewati dua gundukan sebelumnya, Elisa hanya bisa mengikuti dari belakang mengikuti langkah kaki Andre yang panjang.


"Hah? maksudnya apa sih! Mas, tungguin aku dong! kamu mau kemana lagi sih, jalannya jangan cepat-cepat dong, kakimu kan panjang. Punya Elisa pendekkan, jadi... Aaaah!" ucapan Elisa yang berhenti, karena langsung kaget Andre tiba-tiba mengendongnya.


"Kamu, kalau mau menggendong itu harusnya bilang-bilang dong! bikin kaget aja" ucap Elisa yang menatap wajah Andre.


Andre hanya diam tak menjawab apapun, dia hanya fokus menatap kedepan, hingga sampai di sebuah batu besar dengan bentuk yang agak aneh. Ada 2 patung singa di sisi bantu besar tersebut, Andre berhenti di tengah-tengah.


"Tempat seperti ini yang ingin kamu kunjungi mas, tapi ini dimana? hutan belantara begini" ucap Elisa yang kurang faham sama selera suaminya itu.


"Hmmm, tempat ini yang ingin sekali aku tunjukkan padamu. Tempat ini menyimpan banyak sekali lukaku, dan dukaku" ucap Andre yang menurunkan Elisa dari gedongannya.


"Luka dan Duka?" ucap Elisa yang kurang faham tapi, melihat wajah Andre yang sudah berkaca-kaca, Elisa mulai faham.


"Sulit jika aku jelaskan. Ikuti aku, ulurkan tanganmu. Aku tidak mau sampai kamu tertinggal, karena langkah ku yang panjang" ucap Andre yang mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Eh! Iya sebentar. Kita mau kemana sih, mas kok kita malah kesini" ucap Elisa yang masih belum faham.


"Kita masuk lewat sini, ini pintu masuk yah!" ucap Andre yang membuka pintu yang sangat unik tersebut.


"Heh? Ternyata ada pintu seperti ini di sekitar sini yah?" ucap Elisa yang kagum dengan semua yang terjadi hari ini.


"Tentu saja, hati-hati sayang. Tempat ini lama tidak di kunjungi, jadi mungkin sudah banyak lumut bikin licin nantinya. Mana tanganmu, sini mas pegang" ucap Andre yang menarik tangan Elisa.


Otomatis saat pintu itu terbuka, lampu-lampu di dalamnya menyala dan langsung menuju sebuah pintu aneh. Ternyata di dalam adalah lorong rahasia, sebuah lebirin tanpa ujung. Hanya Andre kata kunci yang bisa menembus tempat tersebut, tempat itu di buat saat Andriano kakeknya telah di kejar oleh musuh-musuhnya dia binggung untuk meletakkan anaknya Brandon dimana, lalu dia membuat sebuah labirin agar mereka tidak bisa menemukan putranya tersebut, jadilah sebuah gedung misterius itu.


"Kamu ini ada-ada saja sih, masa mau datang ketempat seperti ini! serem banget lagi, mas di sini ada setan atau hantu gitu!" ucap Elisa polos.


"Mungkin itu masih mending, dari pada manusia berupa setan itu lebih serem sayang!" ucap Andre yang langsung menjawab.


"Hehehe, iya juga sih. Kalau setan kita baca doa aja ya, nanti juga kabur. Kalau manusia setan gimana tuh! kadang kamu pinter deh" ucap Elisa yang tersenyum.


"Nah tuh kamu juga jenius, lewat sini sayang!" ucap Andre kembali.


"Kamu pernah kesini sebelumnya?" tanya Elisa yang penasaran.


"Dulu, saat banyak orang yang mengincar nyawaku, dan banyak sekali orang yang mencariku. Aku di bawa oleh pengasuhku ketempat ini, hanya untuk bersembunyi dari kejaran mereka" Penjelasan Andre.


"Iya, aku juga tidak tahu kenapa mereka terpikirkan untuk membuat tempat seperti ini" ucap Andre.


"Siapa yang membuat tempat seperti ini sih mas?" tanya Elisa di sela-sela Andre membuka tombol pin password.


"Hmm.. Tidak tahu siapa yang dulu membuat yah. Sampai sekarang aku juga belum tahu siapa yang telah membuat tempat ini," ucap Andre yang langsung menatap Elisa lekat.


Tiba-tiba ruangan itu malah naik, ternyata itu adalah lift lorong rahasianya yang sangat bagus, dengan teknologi modern. Sampai di sebuah tempat dimana disana menggambarkan keadaan damai dan relaksasi, dengan pemandangan alam yang sangat indah.


...🌸🌸🌸...


Malam dimana semua orang berbondong-bondong untuk melindungi dan mencari, tempat itu sudah seperti lautan manusia, Andre kecil dalam pelukan seorang wanita. Lari menjauh dari tempat, Andre yang masih diam belum mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini hanya bisa menatap dan melihat.


"Tuan muda, tuan muda... Syukurlah anda baik-baik saja" ucap seorang pengasuh wanita langsung mengendong dan membawa pergi Andre.


Tiba-tiba, seorang pria Eropa menghadangnya. Pengasuh itu syok, dan mundur-mundur dari si pria bule. "Serahkan dia padaku, kau kan hidup. Jika kau berikan anak itu pada ku, cepat berikan" ucap si pria bule.


DORRR!

__ADS_1


Sebuah tembakan tepat penebusan pada kening si pria Eropa, dan membuat si pengasuh kaget, dan sangat takut.


"Yor, cepat lari dari sana. Untuk lindungi Tuan muda, cepat pergi yor" ucap seorang pria, dialah Salim, ketua pengawal ayah kandung Glenn.


Yorita adalah adik iparnya, ibu dari Aoda yang saat itu baru berusia 17 tahun, menjadi pengasuh anak untuk menggantikan posisi jeanny yang melahirkan.


"Baiklah," ucap ya seraya membawa Andre kecil lari dari tempat, ia berencana membawa Andre untuk ke ruang rahasia yang pernah di tunjukan Arafif sebelumnya.


"Lindungi tuan muda, jangan sampai ada yang mengikutinya" teriakan Salim pada anak buahnya.


Yor membawa Andre ke tempat sembunyi di sana, di sana juga susah ada anak-anak lainnya. Untuk menyembunyikan Andre, semua telah di persiapkan dengan matang. Telah di pikirkan oleh Salim dengan sangatlah mantap, yor langsung mencari penutup agar orang-orang yang mengincar nyawa Andre tidak dapat menemukannya.


"Tuan muda, jangan keluar dari sini yah. Sampai saya kembali, mengerti" ucap Yor.


"Bibi, aku takut... Jangan tinggalkan aku sendiri di sini" ucap Andre yang takut di tinggal sendiri, Andre yang baru belajar bicara itu harus di tinggal dengan anak-anak lainnya.


"Mamah, akan datang untuk menjemput tuan nanti ya, jadi jangan kemana-mana ya" ucap Yor yang langsung menutupnya.


"Bibi, jangan tinggalkan aku... Andre takut bibi, mamah mana?" ucap Andre memeluk robot-robot di pelukannya.


...🌸🌸🌸...


"Tidak, jangan bunuh dia... Cukup aku saja, tolong jangan bunuh dia, ku mohon... Jangan!"


"Mas, mas Andre... Hey... Sayang bangun... Bangun mas. Kamu mimpi buruk lagi yah?" ucap Elisa yang mengguncang-ngucang tubuh Andre yang berada di pangkuan ya.


"Elisa, aku... Mimpi itu lagi, aku tidak bisa melihat ya lagi" ucap Andre yang saat ini terduduk sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Iya aku disini, aku tahu... Sini, peluk elisa" ucap Elisa yang telah melebarkan tangannya, Andre langsung mendekati Elisa dan menenggelamkan wajahnya di balik tubuh Elisa.


"Mimpi itu memang bunga tidur, tapi kalau pikiranmu tidak bisa kamu kontrol maka akan terus-menerus terjadi mas." sambung Elisa kembali.


"Hmmm, kamu bener sayang! aku belom bisa mengendalikan diri ku sendiri, masih banyak bayangan yang terus menghantui ku. Banyak sekali rintangan dalam kehidupan sehari-hari, aku juga tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku sangat binggung sekarang, jadi aku harus bagaimana mana lagi" ucapnya andre melantur.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...

__ADS_1


Minggu 8 Mei 2022.


__ADS_2