
Jam pulang kerja, bis angkutan para kariyawan sudah pergi jauh Elisa sedang ada di parkiran menunggu suaminya yang akan pergi mengambil mobil tapi saat lagi jalan ke arah mobil hp andre berdering tak ada nama yang tertera.
" Ada apa mas" Tanya Elisa binggung sambil jalan berhenti menatap suaminya yang diam saja sambil merogoh jas yah.
" Bentar, aku angkat telepon dulu" Ucap Andre mengambil hp dari saku jas.
Setelah di angkat, Andre terdiam saja tak butuh waktu lama untuk menelfon. " Hallo... Okey!" Ucap Andre singkat, wajahnya mulai tidak baik terlihat yah.
" Ada apa kok cepat banget ngomong yah, mas Andre baik-baik saja kan?" Tanya Elisa khawatir banget sama Andre.
" Sayang! maaf yah kita berpisah di sini, tadi aku dapat telfon dadakan kaya yah sangat darurat, jadi gak bisa pulang bareng" Ucap Andre terlihat santuy saja walau kondisi genting.
" Yasudah kamu pergi saja sekarang juga, mungkin itu benar-benar darurat, mereka lebih membutuhkan kamu di sana" Ucap Elisa positif saja tidak ada rasa kecurigaan apapun yang di tunjukkan oleh Elisa.
" Iya, maaf yah sayang" Ujar Andre yang merasa bersalah, sambil membelai kepala Elisa lembut.
" Iya gak apa-apa, kan itu sudah jadi tugas mulia bagi kamu. Mas sini tas dan kotak makannya biar di bawa pulang sama Elisa saja" ucap Elisa menawarkan diri.
" Nggak usah biar ini di bawa aku saja, sini kotak kamu juga sekalian di letakan di mobil biar kamu gak repot, kamu beneran nggak apa-apa kalo aku tinggal" Ucap Andre khawatir sama Elisa.
Elisa memberikan kotak makan yah saja pada Andre, langsung dimasukkan kedalam mobil, antara tidak tega meninggalkan Elisa di sini lagi.
" Elisa~ nanti bisa naik mobil bis mas, sudah jangan khawatir. Udah cepat pergi sana, nanti keburu makin gawat kan, Elisa baik-baik saja" Ucap Elisa menyakinkan Andre.
" Kalo udah nyampe apartemen langsung kabari yah, jangan bikin aku tambah khawatir nantinya" Ucap Andre yang seperti tidak bisa meninggalkan Elisa.
" Iya mas, nanti Elisa akan langsung kabari kamu kok" Ucap Elisa yang menyakinkan suaminya agar tidak terlalu menghawatirkan kondisi Elisa saat ini.
Andre naik ke mobil, saat sudah jalan masih mengawasi Elisa dari kaca spion sampai Elisa sudah tidak terlihat lagi di kaca spion yah.
Sedangkan Elisa saat ingin jalan agak jauh dari gedung filix tak sengaja ketemu Rudi yang ada di pinggir jalan sambil mau beli kopi kap di sana.
" Ouh! mas Rudi" Ucap Elisa kaget melihat Rudi yang belum kembali ke asrama malah lagi keluyuran.
" Elisa kok kamu juga bisa di sini, kalo tahu kamu juga akan turun kita kan bisa sama-sama turun kan" Ucap Rudi.
" Hehe iya yah mas" Ucap Elisa cengengesan binggung mau Jawab apa.
" Kamu sendirian?" Tanya Rudi
" Iya mas, kok mas nggak naik mobil bis sih" Tanya Elisa.
" Lah kamu sendirian kenapa disini, mobil bis tadi sudah jalan jauh" Pertanyaan di balikkan kembali oleh Rudi kepada Elisa.
" Kan aku nanya duluan mas, nyebelin nih mas Rudi kebiasaan kalo pertanyaan bukannya di jawab malah balik nanyain" Ucap elisa kesal.
" Ha-ha-ha iya-iya, maaf. Aku udah minta izin sama Try bahwa aku mau jalan-jalan sebentar mau hirup udara new york itu kaya gimana! nanti aku bisa naik bis umum saja buat balik ke asrama, sumpek banget di asramanya nggak ada temen ngobrol nggak ada hiburan juga" Ucap penjelasan Rudi.
" Ouuh! gitu" Ucap Elisa datar saja.
" Mau ke kafe gak, dari tadi aku mau kopi nih! cuman disini harus pake mata uang khas mereka kebetulan tadi aku udah tuker sama Try ha-ha-ha, aku pengen yang enak dan anget- anget gitu" Ucap Rudi.
" Iya kuy mas, aku juga udah lama nggak minum teh susu pasti enak tuh, kita cari kedai atau kafe" ucap Elisa yang langsung setuju begitu saja.
" Yuk sa, kita coba kesana kalo kesasar nanti bisa nanya-nanya warga lokal?" Ujar Rudi yang langsung menarik tangan Elisa.
" Hahaha udah dibikin simpel aja, banyak polisi juga jadi kalo gak bisa nanya ke warga lokal bisa telpon polisi" Ucap elisa.
" Iya kamu bener" Ucap Rudi, meraka langsung mencari kafe-kafe terdekat.
☃️
☃️
__ADS_1
☃️
Sebuah rumah mewah dengan tatanan sangat baik, hingga taman dan rumah sangat strategis itu sangat menawan terlihat sangat mewah sekali, Andre yang langsung di sambut oleh pria tua dengan banyaknya pelayan yang sudah berbaris disana, ternyata Andre di undang ke rumah besar tuan Ronald Steven pemilik gedung filix, Kakek dari Ariana dengan alasan jika istri sedang kondisi kurang baik, makanya Andre bergegas pergi dengan cepat langsung datang sampai-sampai harus meninggalkan istrinya di parkiran.
Terlihat wanita tua yang juga berdiri tempat di samping suaminya, Arlene Evayanora Sangat senang sekali dan ingin bertemu dengan dokter yang telah menyelamatkan dirinya saat di pesawat, dengan senyuman yang halus dan hangat.
...🙄 TRANSLATE NEW YORK🙄...
RONALD : Selamat datang Dokter Andre, di kediamanku
Andre berjalan perlahan-lahan menuju orang yang ada di depannya itu, bersama istrinya yang saat ini sangat senang bisa bertemu dengan Andre.
ANDRE : Terimakasih banyak tuan Steven, saya langsung di sambut di sini
ARLENE : Silakan masuk, kami telah menyiapkan makan malam untuk anda
(" Hah! jadi mereka membohongi aku, aku datang kemari terburu-buru sampai-sampai meninggalkan istri di parkiran, bisakan kalian jangan membuat lelucon seperti ini, dasar Andre kamu emang bodohnya bisa di permainan begini, mereka pasti sengaja mengatakan hal itu dengan alasan tidak kejujuran, mereka hanya ingin mengadakan makan malam seperti ini") Dumal kekesalan Andre tapi dengan wajah yang menujuk senyum terpaksa yah.
ANDRE : Terimakasih nyonya Arlene
Andre akhirnya mau tidak mau harus melangkah kakinya masuk karena sudah terlanjur datang ke tempat tersebut.
RONALD : Dokter Andre silahkan duduk
Ucapnya sambil bertepuk tangan 3x untuk memanggil para pelayannya agar menyiapkan hidangan, saat pelayan-pelayan itu sedang bersiap.
Ariana datang baru keluar dari kamarnya yang ada di lantai atas, saat menuruni tangga dengan gaun yang anggun dan sangat menawan hingga kakek dan nenek ya saja tidak percaya jika cucu sangat cantik dan sangat mempesona.
Sedangkan orang yang seharusnya melihat malah hanya diam sambil menatap pergelangan tangan pelayan yang tampak berbeda dari tangan sebelahnya.
Fokus Andre saat ini hanya melihat si pelayan sedang menahan rasa sakit, yang tidak di rasa tampak rasa khawatir Andre.
ARLENE : Kau begitu sangat cantik sayang, gaun itu cocok denganmu
RONALD : Kenapa kau berdandan begitu hanya untuk makan malam dengan kami saja
Ucapan Ronald itu membuat Ariana tersipu malu, Andre hanya diam menatap sekilas Ariana lalu kembali menatap pelayan yang masih sibuk menyiapkan makanan.
ARIANA : Kakek!!!
Dengan suara manja, mengucapkannya lalu duduk di samping neneknya.
ARLENE : Ronald ! kamu ini, dokter Andre kan sangat istimewa karena sudah menyelamatkan aku, cucuku itu hanya ingin menghormati tamu, benarkan sayang
Sambil matanya itu mengedipkan memberi kode pada Ariana, neneknya itu seperti tau jika cucunya itu menyukai Andre.
Andre masih sibuk memperhatikan gerak tubuh pelayan wanita yang seperti menahan rasa sakitnya, tapi Andre tetep diam saat ini.
RONALD : Silakan dokter Andre di Cicipi hidangan kami ini, kurang-lebih mohon maaf
ANDRE : Terimakasih tuan Steven
Ariana mencolek neneknya agar mengatakan sesuatu untuk menanyakan kepada Andre.
ARLENE : Dokter Andre terlihat masih sangat mudah yah kira-kira berapa usia anda
Menatap Andre yang seperti tidak fokus pada cucunya yang sudah mati-matian berdandan.
ANDRE : 28 Tahun nyonya Arlene
Jawab singkat Andre karena tidak mau bertele-tele.
ARLENE : Eh! ternyata anda sudah mau kelapa tiga yah, tidak terlalu terlihat cuman beda 3 tahun dari Ariana
__ADS_1
RONALD : Hahahah, apa yang sedang kamu lakukan honey kenapa menanyakan hal pribadi seperti itu pada dokter Andre
ARLENE : Apakah salah menanyakan hal itu lagi pula dokter Andre tidak keberatan iyakan dokter.
Andre hanya tersenyum tipis, sambil menatap sanduh.
RONALD : Ternyata dokter Andre awet muda yah, apa rahasia anda
ANDRE : Yang awet muda itu tuan Steven, saya belum tentu jika sudah seusia anda masih bisa bebas bergerak seperti anda ini
RONALD : Hahahaha, anda pandai sekali muji yah, tapi terimakasih atas pujiannya
ARLENE : Ouh yah Dokter Andre, boleh bertanya lainnya. Sudah seusia ini apakah anda sudah memiliki kekasih
Andre terdiam saat akan menjawab tiba-tiba saja pelayan yang selalu di perhatikan oleh Andre tak sengaja menumpahkan sepiring daging steak ke tubuh Andre, karena tangannya terlalu licin dan menahan rasa sakit tersebut.
Andre yang menyadari bahwa ada yang aneh di tangannya pelayan tersebut, itu membuat semua yang ada di sana kaget melihat kejadian yang menimpah Andre selaku jadi tamu VIP.
PELAYAN : Aah- maafkan saya tuan, saya mohon maaf
Pelayanan itu ketakutan merasa panik sangat merasa bersalah terhadap Andre, sedangkan Andre hanya diam saja masih santai untuk menangani itu, Andre bersikap tenang sambil menatap pelayan itu dengan rasa khawatirnya.
ARLENE : APA YANG TELAH KAU PERBUAT, APAKAH KAU TIDAK TAU SUDAH MELAKUKAN HAL INI PADA TAMUKU
Amarah Arlene dengan nada tinggi itu membuat pelayanan itu semakin panik dan merasa bersalah pada Andre, dengan santai Andre berdiri.
ANDRE : Sudah hentikan mengomelinya nyonya Arlene, ini bukan kesalahan dia. Kadang kala manusia melakukan kesalahan, karena meraka juga sama manusia bukan dewa atau malaikat
ARIANA : Nenek tahan emosimu, ingat lah nenek punya sakit jantung.
Ariana langsung menenangkan neneknya agar tidak tertawa emosi.
ARLENE : Tapi apa yang dia lakukan itu telah membuat anda kurang nyaman Dokter Andre, hingga membuat pakaian anda jadi kotor
ANDRE : Pakaianku bisa ku cuci atau membeli yang baru, tapi kesehatan manusia itu yang sulit untuk di beli atau di cuci. Bahkan kita tidak bisa membeli nyawa orang lain, jadi jangan salahkah dia
RONALD : Anda terlalu baik Dokter Andre
ANDRE : Tolong ambilkan kotak obatnya, apakah kalian memilikinya?
Ucap Andre pada pelayan lainnya yang hanya berdiri di sisi - sisi.
ANDRE : Silakan duduk disini
Ucap Andre menyuruh pelayan terluka itu untuk duduk kursinya.
PELAYAN : Maaf tuan saya tidak berani
ANDRE : Kenapa tidak berani, anda tidak usah khawatir, silakan duduk dulu aku akan mengecek kondisi anda, tolong perlihatkan pergelangan tangan anda yang memerah itu jadi tolong izinkan saya untuk mengeceknya sebentar
RONALD : Aku tidak memperhatikan hal itu, ternyata mata Anda begitu sangat tajam dokter Andre
ANDRE : Hanya naluri saja tuan Steven, aku tak bisa membiarkan seseorang seperti ini, jadi tolong menolong itu bukan melihat siapa mereka walau status mereka rendah sekali pun, jangan membedakannya. Mereka itu sama bagiku, mungkin mereka pekerjaan bagi kalian tapi jangan perlakukan mereka seperti ini. Itu terlalu kasar, mereka juga manusia
Ucapan Andre membuat Steven Terdiam.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Sabtu 30 Oktober 2021
__ADS_1