Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
87. Ngambek Lagi.


__ADS_3

Berada di dalam kamar istana Monarfi, setalah kepulangan mereka dari tempat pelatihan di universitas ternama tersebut, Andre yang saat ini sedang sibuk-sibuknya mengcopy file dari email yang masuk.


" Kamu gak bilang apa-apa soal kebakaran di apartemen mas andre" Elisa yang baru selesai mandi menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa dekat jendela.


" Saat itu kondisi mu tidak memungkinkan untuk mengatakan hal itu sayang, aku gak mau membuat kamu tambah drop nantinya" Ucap Andre yang menjelaskan.


" Terus, sekarang gimana soal apartemen?" Ucap Elisa yang ingin tahu informasi lebih lanjut.


" Kamu tidak usah pikiran hal itu, aku akan urus semuanya. Lebih baik kamu ganti baju sana, terus turun lagi buat makan malam" Ucap Andre.


" Nggak mau makan?" Ucap Elisa yang menolak.


" Kenapa?" tanya Andre Kebingungan.


" Nggak mau aja!" Jawab Elisa sambil melihat tangannya kedepan.


" Kamu masih tidak mau memaafkan ucapan nenek, atau mau makan di luar lagi, mau makan apa sekarang?" Tanya Andre.


" Lupakan soal makan malam. Aku mau nanya soal dokter Claudia dan Tifanny gimana, kamu gak mau nengok mereka gitu!" Ucap Elisa yang langsung duduk disamping Andre.


" Emang kamu mengizinkannya" Ucap Andre yang meminta kepastiannya.


" Mereka masih bagian dari kariyawan kamu, masa aku melarang kamu buat nengok orang. Kasihan, lagi pula aku masih punya hati" ucap Elisa yang mengatakan dengan sombongnya.


" Iya niatnya hari ini aku sama yang lainnya buat nengok mereka, cuman aku kepikiran sama kamu. Takut gak di izinin, jadi aku gak bisa ikut Try dan Kevin" Ucap Andre.


" Ya udah kamu datang lagi aja sama dokter junlion, tapi akhir-akhir ini aku kok jarang liat dokter junlion yah, kemana dia?" Tanya Elisa yang baru sadar jika Junlion jarang ke lihatnya.


" Ada, hanya lagi ngurus-ngurus soal perceraian dia dengan mantan istri yah!" Ucap Andre yang menjelaskan.


" Eh? dokter Jun itu sudah menikah? kupikir dia belum menikah habis suka banget godain suster dan pasien cantik saat di RS" Ucap Elisa yang mengikat ke kejahilan junlion.


" Iya, sudah 2x malah. Itu hanya buat hiburan dia saja, padahal dia gak pernah serius sama 1 wanita" Ucap Andre yang tahu kelakuan Junlion yang sok merasa populer tapi kenyataannya tidak sepopuler Andre.


" Aku baru tahu kalo dokter Jun itu sudah menikah apa lagi sampai 2x terus semua bercerai gitu!" Ucap Elisa.


" Hemm--, begitulah. Dari dulu dia suka mengumbar pesona ya untuk mengait banyak wanita, tapi pada akhirnya tidak ada yang dia seriusi, dia suka sekali menceramahi ku soal macam-macam jenis wanita tapi 1 wanita saja tidak bisa ia pertahankan" Ucap Andre yang menjelaskan tapi matanya fokus ke leptop.


" Kok bisa gitu yah, jadi selama ini dokter Jun itu terkenal hanya numpang nama saja gitu sama kamu mas, jadi dia selalu mengekor terus ke kamu itu alasan mau populer juga gitu?" Tanya Elisa.


" Iya, emang seperti itu dia" Ucap andre dengan senyuman.


"Jadi selama ini kamu di manfaatkan dong sama dia! Terus kenapa dia bisa bercerai sama semua istrinya" Tanya Elisa yang mode kepo ketularan Rudi.


" Aku tidak tahu, aku tak mau ikut campur dalam-dalam masalah pribadi orang, sama halnya denganku yang tidak suka ada orang lain terlalu mendalam tentang pribadiku" Ucap Andre yang membuat Elisa tersentak sesaat.


" Oh gitu!" Ucap Elisa terdiam seketika Andre langsung melirik pada Elisa yang saat ini terdiam.


" Kok kamu kaya kecewa gitu sih! " Tebak Andre membaca ekspres wajah Elisa yang saat ini seperti frustasi.


" Nggak apa-apa, btw mas katanya setiap Sabtu akan mengadakan ujian setiap materikan?" Ucap Elisa yang semangat bangkit lagi.


" Iya, bukanya kamu sudah pernah 2x ikut ujiannya kan sayang! kok masih nanya aja" Ujar Andre yang mengingatkan.


" Iya tapi ngomong-ngomong, yang bikin soal itu siapa?" Tanya Elisa yang menatap tajam pada suaminya, Andre langsung melirik pada Elisa.


" Tentunya para petugas, pemateri yang mengirim kan subfile buat jadi soal" Ujar Andre yang menjelaskan.


" Terus semua kamu teliti kembali kan memila-mili mana yang bisa di buat soal, iyakan mas. Karena gak mungkinlah soal 50, kamu gak di pila-pili dulu" tebak Elisa tepat.

__ADS_1


" Iya, aku memang yang melakukan tahap akhirnya, karena soal harus mengubah pengolahan data, aku juga yang memilih mana soalnya. Kenapa tiba-tiba kamu tanya begitu?" Ucap Andre yang tiba-tiba mulai curiga.


" Bagus itu, jadi Elisa bisa liat biar aku bisa belajar ke intinya gitu" Ucap Elisa yang menyalurkan idenya.


" Itu curang namanya" Ucap Andre yang langsung menatap Elisa dengan bidikan tajam.


" Yah mas lagian kan cuman baca doang, terus juga Elisa gak bakal ingat semua kok" Ucap Elisa yang saat ini menyakinkan suaminya.


" Iya gak bakal ingat semua, tapi itu namanya kamu curang, liat soal sebelum di bagikan" Ucap Andre yang langsung menutup file yah.


" Hmm- jadi gini nih, kamu pelit sekarang yah" Ucap Elisa yang Ngambek.


" Eh apa sih? kok malah ngambek, kan itu salah sayang! Yah walaupun kamu istriku, tapi jangan bertindak curang dong, kasihan yang lainya" Ucap Andre yang mulai kuwalahan.


" Ya tinggal nanti di kasih aja kan, ke mereka, kalo kamu merasakan kasihan" Ucap Elisa tidak memikirkan matang-matang.


" Terus apa gunanya pelatihan ini dong! kan untuk melatih kekuatan fisik, mental dan pengetahuan mereka dalam perkembangan dunia medis sayang!" Ucap Andre yang menjelaskan.


" Iya aku tahu, makanya kamu mau ngasih tahukan, aku kan gak akan beri tahu pada siapapun kamu harusnya percaya dong sama aku" Ucap Elisa yang ngotot banget.


" Jangan gitu lah sayang?" Ucap Andre yang menjauh leptop yah.


" Kamu pelit ih" Ucap Elisa Ngambek.


" Bukanya pelit, Kamu boleh minta apapun tapi jangan yang ini lah, yang lainya aja" Ucap Andre.


" Gak mau mas, aku maunya liat soal ujian itu, ayolah mas kasih aku liat!" Ucap Elisa yang terus saja pengen merebut leptop Andre.


" Gak ada yah soal di lihat duluan sebelum ujian" Kata Andre yang menahan tangan Elisa.


" Yah! mas nyebelin banget sih, cuman liat doang, dikit-dikit aja" Ucap Elisa menyakinkan Andre.


" Dikit saja mas" Ucap Elisa sambil terus saja ingin merai.


" Gak bisa sayang, jangan maksa gitu deh" Ucap Andre yang meletakkan leptop di atas lemari jam yang tingginya 3x dari tubuh Elisa.


" Ya kan sama aku saja kasih tahunya, nggak sama siapapun" Elisa terus saja meyakinkan Andre.


" Kasihanya dong kerja keras para pemateri sudah capek-capek bikin soal malah ketebak dengan muda, harus adil sama pekerjaan lainya yang usaha" Ucap Andre menahan tubuh Elisa.


" Yah mas kan cuman sama aku doang!" Ujar Elisa.


" Terus kamu kasih tahu ke Rudi terus ke yang lainnya juga iya kan" Tebak Andre.


" Nya enggalah, mungkin cuman sama mas Rudi aja" Jawab Elisa.


" Tuh kan, kaya yah kamu suka sama Rudi yah?" Asal ceplos Andre.


" Iyalah aku suka banget sama mas Rudi, dia itu baik banget sama Elisa dan keluarga saat susah keluarga mas Rudi ada buat kita" Ucap Elisa menjelaskan.


" ouh terus aku di anggap apa dong ?" Ucap Andre yang ingin minta posisi kedudukan juga.


" Yah kamu itu Suami aku, apa lagi coba" Ucap Elisa yang lantang menyuarakan.


" Kalo aku suami mu, kok kamu muji- muji suami orang" Ucap Andre yang meminta penjelasan.


" Dih ! apa hubungannya sih, udahlah cepat sih mas aku mau liat soal yah bentar doang!" Ucap Elisa yang kembali ke topik masalah.


" Jangan maksa gitu dong sayang, kamu boleh minta apapun asal jangan ini oke!" Ucap Andre.

__ADS_1


" Gak maksa, kalo kamu berikan mas"


" Gak bisa gitulah"


" Kamu gak sayang bener-bener yah sama aku"


" Lah kok malah ngancamnya gitu sih?" ujar Andre yang langsung menekan erat tubuh Elisa.


" Yah kalo sayang kasih liat dong! aku bilang gitu habis kamu gak mau ngasih liat cuman masalah soal doang!" Ucap Elisa.


Andre menarik nafas dalam-dalam, mengambil laptop yah lagi.


" Udah nih dikit doang yah, udah yah" Ucap Andre yang membuka leptop terus menutup yah kembali dengan cepat, sampai belum sempat di baca 1 huruf pun oleh Elisa.


" Ih eh kok gitu, aku belom baca sama sekali mas, kok langsung di matiin lagi sih, aku belum sempat baca 1 baris tadi" Ucap Elisa yang menarik tangan Andre yang memegang leptop.


" lambat ya kamu baca sayang, harusnya kamu belajar baca dulu deh" Ucap Andre yang menggoda Elisa.


" Mas Andre liat lagi dong!" Ucap Elisa yang menarik-narik pakaian Andre.


" Jangan sayang, aku kasih kisi-kisi aja yah gimana?" Ucap Andre.


" Nggak mau!, maunya liat soal itu"


" Aduhh kamu ini kalo ada maunya aja, nggak mau ngalah deh!" Ujar Andre yang menahan Elisa.


Lelah karena tak bisa bertanding dengan tubuh besar Andre, Elisa pasrah saja dengan itu. Elisa langsung menjauh dari Andre, masuk ruang ganti pakaian tanpa kata-kata lagi. " Hem, yaudah deh!"


Langsung pergi begitu saja, Andre Kebingungan. " Kok bisa gitu yah, ekspresi wajah bisa berubah dengan cepat" Gerutu Andre.


" Sayang, jangan marah dong! Maaf yah" Ucap Andre dari balik pintu ruangan ganti.


Jam makan malam, Elisa pergi ke dapur dengan Andre yang ada di depannya sebagai pemandu, Elisa menempel beberapa striker emoji anak panah untuk mengingat jalannya.


" Kamu lagi ngapain sih?" tanya Andre yang kebingungan dengan Elisa yang menempel stiker.


" ....---...." Elisa diam saja tak menjawab apapun.


" Eh? sayang kok diem aja, jawab dong!" ucap Andre yang berhenti langkahnya.


" Cepet jalan lagi!" Ucap Elisa yang jalan di mendekati Andre.


" Yah sini jalannya di samping aku jangan di belakang gitu, sini!" Ucap Andre ingin merai tangan Elisa tapi elisa menghindari tangan Andre.


" Nggak perlu! cepat jalan lagi" Ucap Elisa sinis.


" Masih marah?!" Tebak Andre.


" Nggak!" Jalan sinis Elisa yang jutek abisss.


" Terus kenapa mukanya di tekuk gitu dari tadi, maaf yah sayang!" Ucap Andre.


" Gak apa-apa!" Jawab Elisa singkat, Andre tersentak saat Elisa mulai menghindarinya terus.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya

__ADS_1


Jumat 17 Desember 2021


__ADS_2