Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
203. Pemeriksaan dan Kabur.


__ADS_3

Monika yang langsung membuat Elisa sudah tidak berdaya ini hanya bisa pasrah dengan keadaan, karena tak tahu harus berbuat apa lagi, Andre hanya memberikan penjelasan dan pengertian pada mamahnya, tapi itu tidak di kubris oleh Monika.


Monika yang kekeh ingin Elisa di periksa itu masih saja mencecer Elisa agar cepat mau ke dokter kenalan mamahnya itu, untuk cek up kandungan. Untungnya, ada Medina yang spesialis kandungan, Andre juga sebenarnya sudah tidak sanggup lagi dengan permainan mamahnya itu tapi, ia tak bisa berbuat apa-apa.


"Elisa, apa lagi yang kamu tunggu. Udah sana cepat kamu cek dulu kandungan kamu, mamah ingin liat hasilnya" ucap Monika dengan nada tegas.


Medina melihat ekspresi wajah Elisa yang kurang senang akan hal itu, muka Elisa yang sudah bete dari pertama masuk juga membuat Medina faham akan kondisi saat ini. Andre yang juga sedang berdebat dengan mamahnya juga tidak bisa di tangani dengan mudah.


Berada di ruangan periksa untuk cek up, Elisa yang tadinya diam saat datang tadi, tapi saat di tanya oleh medina, Elisa langsung bicara. Medina yang melihat wajah Elisa membuat dia sangat penasaran dengan apa terjadi sebenarnya.


"Elisa, apakah kamu baik-baik saja?"tanya Medina yang begitu sangat penasaran dengan kondisi Elisa saat ini.


"Nggak tahulah mba, kondisi saat ini baik atau tidak. Aku mungkin bisa melawan 10 pria berbadan kekar sendirian. Tapi, kalau harus melawan mamah aku sepertinya tidak akan sanggup jika sendirian..." Elisa tidak melanjutkan ucapan.


"Aku mengerti, dari dulu Tante Monika memang seperti itu selalu memaksakan keinginan sendiri, tidak mau memikirkan bagaimana keadaan orang yang ia paksa" ucap Medina yang sangat tahu tingkah laku Monika.


Elisa hanya menarik nafasnya dalam-dalam dengan wajah pasrahnya, Medina pun kebingungan dengan kondisi Elisa sekarang.


"Jadi, aku memeriksa mu atau tidak?" tanya Medina yang kebinggungan?.


"Hmm, di periksa aja mba. Takutnya nanti mamah minta laporan secara rinci, karena mamah orangnya sangat penasaran jika belum melihatnya sendiri, sama kayak anaknya kalau belum melihat sendiri, maka akan terus aja mencari tahu" ucap Elisa yang tahu sifat kesamaan mamah Monika dan Andre.


"Begitu ya, Andre emang begitu sih. Elisa, kamu yang sabar ya" ucap Medina.


"Aku selalu sabar kok, kalau gak sabar mah dari awal dia melamarku juga udah ku tolak mba, walau dia mapan di tambah wajah yang rupawan begitu, apa lagi setiap hari aku harus makan hati karena banyak banget wanita yang mantapnya" ucap Elisa agak kesel.


"Hehehe Elisa kamu ini jujur banget sih. Tapi, aku boleh tanya tidak sama kamu, tak apa kan? anggap aku kakak perempuan atau adik iparmu sendiri," ucap Medina yang ingin mendekati Elisa, karena sebagai dokter kandungan medina juga sekaligus dokter Sikolog.


"Emang mba Medina mau tanya apa? kok aku agak sedikit khawatirnya" ucap Elisa yang gugup.


"Hehehe, santai aja Elisa. Kamu rileks yah, lagian aku nanya sederhana kok, cuman mau nanya. Apakah Andre memperlakukan kamu dengan baik? Karena setahuku, Andre itu terlalu dingin dengan lawan jenisnya, sama wanita lainnya, bahkan aku aja dia masih jaga jarak, oke! mungkin aku orang lain bagi dia, dan mungkin jika dia bersama istrinya, dia tidak akan tertutup atau jaga jarak kan" ucap Medina.


"Mas Andre, dia itu sayang banget sih sama aku. Mas juga memperhatikan semua apa yang aku mau, bahkan sebelum aku minta dia sudah peka, dan sangat memperlakukan aku dengan baik, kalau soal mas Andre dia itu beda dari pria lainnya yang pernah ku kencani mba, dia itu baiknya keterlaluan, sudah gak ada kata lagi untuk mengatakannya. Hanya saja, mamah Monika kadang..." ucapan Elisa yang terputus.


"Begitu, iya Andre terlalu baik. Dia di sebut malaikat tanpa sayap, sejak aku kenal dia tak ada yang berubah darinya, itulah yang membuat wajahnya awet muda. Boleh ku tanya lagi, tapi mohon maaf. Bukanya aku menyinggung perasaan mu, karena yang ku tanyakan ini tentang masalah pribadi kamu dan Andre, apakah boleh?" ucap Medina.


"Tanyakan saja mba apa?"Elisa mulai penasaran.


"Elisa, bisakan kamu anggap aku temen curhatmu. Biar aku bisa membantu kamu dan hubunganmu dengan Andre, karena Andre adalah tipe pria yang tertutup, segala sesuatu ya, dia tidak akan pernah mengatakan secara terang-terangan atau secara detail, jika soal asmara atau hubungan yang menyangkut pribadi dia akan selalu menghindar."


"Iya, karena dia memang tidak mau mendengarkan apapun itu jika soal pribadi. Dia hanya ingin jadi pendengar, susah untuk mengenali sifatnya itu, aku aja masih butuh waktu untuk mengerti dia" ucap Elisa frustasi.


"Saat kamu datang ke sini, dengan tante Monika. Aku cukup kaget, kenapa Tante Monika ingin kamu di cek up, aku agak syok. Apakah kalian menunda, atau mungkin karena masalah kesuburan atau hal lainya? maaf Elisa, kamu tidak tersinggung kan, kalau kamu tidak mau jawab sekarang tidak apa-apa" ucap Medina.


"Mmmm, Bukan masalah itu. Tapi, mas Andre dia tidak pernah ingin melakukan hubungan seksss selama ini, dia yang selalu menolak mba. Aku lelah memintanya, tapi dia tidak pernah respon sama sekali" ucap Elisa jujur.

__ADS_1


"Hah? apa maksudmu, apakah dia punya kelainan? misal, dia tidak suka cewek. Mungkin kamu hanya sebagai penutup agar tidak ketahuan kalau dia suka sesama jenis, atau dia punya kelainan tidak ingin melakukan hubungan dengan wanita atau P–ria mungkin. Apakah Andre memiliki hal kecanduan akan trauma?" medina agak kaget dan banyak sekali pertanyaan di otak Medina.


"Mas Andre pria normal kok, ada kala ya dia akan terang sang, tapi... saat dia akan melakukan ya, dia menatapku dan langsung diam, lalu masuk kamar mandi atau dia keluar dari kamar?" ucap Elisa.


"Itu tanda dia punya trauma akan sesuatu? tapi setahuku dia tidak punya hubungan apapun dengan wanita? maaf nih Elisa bukanya aku mau ikut campur urusan rumah tangga kamu dan Andre, coba deh kamu tanyakan sebabnya kenapa?" Medina jadi kebingungan dengan semua itu.


"Entahlah kenapa, dia selalu bilang. Jika diriku belum siap, dan belum cukup dewasa dan sebagainya. Intinya selalu membuat aku merasa, apakah aku takut tidak terpuaskan atau aku tidak mampu melakukan hal itu, kan belum tentu jika aku akan hamil dalam sekali melakukan hal itukan mba" ujar Elisa yang langsung menjelaskan semuanya.


"Eh, jangan salah Elisa. Jika wanita dan pria dalam masa subur, walau sekali melakukan, itu malah yang berhasil. Makanya, jangan sekali kamu melakukan tanpa pikir panjang. Jika seorang pria sudah ejakulasi, maka jangan kamu salah fahami akan hal itu" ucap Medina.


"Begitu ya mba, aku tidak tahu soal itu. Tapi mba masa kesuburan pria itu kapan?" ucap Elisa yang ingin tahu.


"Kamu ingin tahu Elisa?" medina agak kaget dengan pertanyaan ini.


"Iya mba, katakan saja" ucap Elisa yang antusias.


"Hmmm, masa subur pria sering terjadi pada pagi hari, saat udara masih dingin, dan suhu ruangan agak rendah, karena itu juga pengalaman ku. Hehehe, aku jadi malu" ucap Medina.


"Begitu ya, tapi dia selalu bangun lebih pagi dariku" ucap Elisa yang frustasi.


"Itu mungkin karena dia tidak mau kamu melihatnya, saat Andre sedang kondisi seperti itu" ucap Medina.


"Ouh gitu ya mba, aku gak faham soal itu" ucap Elisa yang baru tahu.


"Kamu sebagai istri harus pinter-pinter untuk cari waktu Elissa, kamu lupa siapa Andre. Dia seorang dokter ahli, dan profesional. Jadi dia tahu kapan dia mulai terang sang dan kapan dia mulai ejekulasi kamu harus cari waktu yang tepat, untuk merayu yah kembali, melakukan itu. Bukan saat malam hari saja loh Elisa, emang lebih bagus sih tapi, saat pagi hari juga lebih baik tapi ada resikonya bagi kita, yaitu lelah tapi demi kebaikan dalam rumah tangga tidakkah masalah iyakan, apa lagi suami tipe model pekerjaan keras seperti Andre begitu, harus di layani benar-benar" ucap Medina, memberikan informasi mengenai semua itu.


"Yaudah aku sekarang mau ambil alat-alat ya dulu, kamu jadi untuk di perikasanya?"tanya Medina.


"Iya jadilah mba, iya masa gak jadi" ucap Elisa yang sudah yakin.


"Baiklah, aku mau ambil alat-alat ya dulu untuk memeriksa masa kesuburan kamu" ucap Medina.


Medina yang sudah selesai memeriksa kondisi Elisa yang baik-baik saja dan subur, membuat Elisa agak lega.


"Jadi kapanpun aku ingin melakukan ya, itu pasti bisa kan mba?" ucap Elisa.


"Iya, tapi dengan catatan saat kamu dalam keadaan suci Elisa, bukan sedang mentruasi yah" ucap Medina.


"Ya ialah mba, masa lagi mens aku suruh dia melakukan ya" ucap Elisa yang di sahuti dengan bercanda lagi.


Elisa dan Medina keluar dari ruang pemeriksaan, Monika yang masih berdebat dengan Andre masih berlangsung.


"Mah, Mas udah napa" ucap Elisa dengan wajah yang masih bete.


"Bagaimana hasilnya?" ucap Monika yang ingin tahu hasilnya.

__ADS_1


"Hasilnya belum keluar Tante, sebentar lagi" jawab Medina.


"Andre sekalian kamu juga sana?"ucap Monika yang meminta Andre.


"Hah? aku?" Andre malah kebinggungan dengan apa yang diminta Monika.


"Iya, sana!" ucap Monika yang terus mendorong putranya juga melakukan pemeriksaan.


"Mah! cukup, bisa tidak jangan me—" belum selesai ngomong sudah di putus.


"Lakukan," nada penekanan Monika agar Andre mau.


Amarah Andre sudah di ubun-ubun, ia sudah tidak sabaran lagi dengan permainan mamahnya, Andre lelah.


"CUKUP MAH!" Andre menaikan satu oktaf nada suaranya, karena Andre sudah kesal. Sudah di baikin suara andre di lembut kan, tapi mamah ya suka memaksa.


Seketika Monika terdiam, Medina dan lainnya pun kaget dengan Andre yang menaikan nada suaranya itu.


"Jangan salahkan Andre, jika mamah melakukan hal seperti ini di luar kendali lagi, tidak usah mamah ikut campur dalam urusan rumah tangga Andre dengan Elisa, karena ini bukan lagi urusan mamah, di bilangan halus dan baik-baik mamah tidak mau dengar, dan tidak mau mengerti. Jadi maafkan Andre menaikan suara, ini untuk menghentikan tingkah mamah yang di luar kendali" ucap Andre dengan suara yang normal kembali.


"Andre mamah hanya ingin tahu, apa alasan kalian tidak punya anak, hanya itu saja nak. Mamah tidak punya maksud lainnya, jadi maafkan mamah" ucap Monika yang merasa bersalah.


"Mah, Andre baru delapan bulan lebih dua hari menikah dengan Elisa, banyak pasangan lainnya yang delapan tahun menanti bahkan ada yang lebih, bahkan banyak pasangan yang menunggu soal anak, bisa tidak mamah bersabar. Bisa tidak mengerti posisi Andre, bisa tidak mamah... Sudahlah... Aku sudah telfon suleman, dia yang akan menjemput mamah pulang, jadi nanti mamah sama Sule saja. Ayo sayang kita pergi. Medina terimakasih, tidak usah kamu lanjutkan. Maafkan aku telah merepotkan kamu, kami pergi" ucap Andre yang menarik Elisa pergi dari tempat tersebut.


Sesampainya di luar rumah sakit, terlihat Elisa yang sudah muka bete terlihat tidak bersemangat, apa lagi melihat wajah Andre yang membuat Elisa tambah kesel.


"Maafkan mamah, aku tahu kamu tidak suka. Elisa, kamu marah yah?" ucap Andre yang menaikan wajah Elisa yang tadinya menunduk.


"Mas, aku juga sangat penasaran tahu alasan kenapa kamu tidak pernah ingin melakukan yah? Apakah ada yang salah dari diriku apakah ada yang tidak kamu sukai dariku" ucap Elisa yang sangat penasaran.


"Bukan semuanya, aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan untuk kita. Elisa, bukanya aku tidak mau. Tapi, aku belum siap" ujar Andre yang menjelaskan.


"Belum siap soal apa, kamu kalau di tanya selalu jawabnya itu tanpa ada kejelasan" ucap Elisa yang mulai ngambek.


"Belum siap dalam hal hubungan sekkksual itu, aku belum siap untuk menyakiti mu. Aku tidak sanggup, jika kamu... Aku gak bisa melanjutkan yah" ucap Andre yang langsung menghentikan ucapan karena mobil jemputan sudah tiba.


Supir pribadi Andre sudah tiba membawa mobil hitam yang sudah di desain khusus untuk anggota bangsawan, seperti Andre. Dengan kaca jendela mobil warna hitam anti peluru dan ban mobil yang anti bocor dan anti peluru, pokoknya lengkap fasilitasnya di dalam mobil itu, karena sudah terdesain khusus.


"Tuan, mobil yang anda minta. Tempat yang anda minta juga sudah siap," ucap seseorang yang keluar mobil.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...

__ADS_1


Jumat 27 Mei 2022


__ADS_2