Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
191. Dikit Dulu Ya.


__ADS_3

Di bawah ini adalah :


Catatan-catatan dari Author, tolong di simak dan di baca dengan teliti dan baik-baik yah, sebagian ini hanya untuk mengatakan bahwa saya ingin sekali para readers membaca dengan sungguh-sungguh dan menjawab ya dengan mengunakan komentar...


Mohon maaf karena author akhir-akhir ini tidak up, di karena kan sedang sibuk mempersiapkan lebaran dan mudik. Jadi, saya tidak updet episode. Tapi, saya tidak lupa untuk mengucapkan


Minal aidzin walfaidzin , mohon maaf lahir dan batin. Untuk semua reading di Jodoh itu unik, lebaran baru ini.


Maaf jika ada salah dalam kata-kata, maupun ketika saat membuatnya yang terkadang kelewatan atau dalam kata-kata membalas ketikan komentar saya🙏🙏


^^^🤭 LANJUT READING^^^


Elisa membangunkan suaminya yang tidur dengan gelisah tersebut, karena sepertinya suaminya tidur dengan gelisah dan ketakutan, Andre yang selalu memanggil nama istrinya itu membuat Elisa khawatir.


"Mas, mas.. Hey. Mas Andre! Bangun sayang, Elisa di sini? coba buka matamu, mas!" ucap Elisa yang menepuk-nepuk pelan suaminya yang mimpi buruk itu.


"ELISA!" ucap Andre yang langsung membuka matanya dengan dengan cepat.


"Elisa di sini, kenapa sayang. Ada apa? mas mimpi buruk ya? tadi tidur yah gak baca doa sih! iyakan" ucap Elisa yang membuat Andre untuk menoleh ke dirinya.


Wajah Andre sudah berkaca-kaca, air mata hanya menjadi isyarat jika dirinya tak bisa lagi membendung rasa sesaknya.


"Hmmm, Elisa. Aku... Aku sangat takut,"


"Tidak usah takut, kan Elisa di sini. Gak apa-apa mas, Elisa di samping. Memang apa yang mas Andre takutkan?" tanya Elisa yang membelainya lembut, sesekali mencium dahi Andre.


"Elisa. Aku takut kamu... Kamu, juga pergi. Bagaimana jika aku akan kehilangan mu juga, bagaimana jika, aku tak bisa menolongmu, bagaimana aku akan hidup. Elisa ini sangat menyakiti ku, rasanya sangat sesak sekali. Aku... Tak bisa menahannya lagi, ini terlalu menyakitkan" ucapan Andre yang tidak jelas apa yang di maksud kan, tapi Elisa faham dengan apa yang dikatakan.


"Aku gak kemana-mana, aku di sini. Gak akan kemana-mana tanpa seizin kamu, sini... Mau bobo meluk Elisa gak? biar nyenyak. Mau minum dulu? Elisa ambilin sebentar ya?" ucap Elisa yang bangkit dari kasur, dan menggambil gelas minum di atas laci sampingnya.


Mambantu Andre untuk minum air, dan Andre menghabiskan setengah gelas air. "Nih, di minum dulu... Pelan-pelan minum ya mas, jangan buru-buru... Sudah?" Tanya Elisa yang membantu Andre minum.


Andre hanya mengangguk pelan, dan mulai berbaring kembali. "Sini, tidur lagi... Mau tidur meluk Elisa?" ucap Elisa yang melebar tanganya.


Andre menenggelamkan wajahnya di tubuh Elisa, memeluk dengan sangat erat. Elisa yang menepuk-nepuk punggung Andre, hingga membelai rambut Andre hingga Andre tertidur pulas lagi di pelukan Elisa.


Syukurlah, dia sudah cepat tidur. Pasti ini sangatlah berat baginya, sahabat dan saudara yang sangat besar namanya tercantum di lubuk hatinya. Kasihan kamu mas, kenapa semuanya terus terjadi padamu dan kamu tak pernah marah. Dalam hati Elisa yang sangatlah bersedih juga melihat suaminya.


Keesokan paginya, Elisa yang seperti biasanya membantu di dapur. Reva istrinya Try juga ikut membantu, Elisa kaget. Saat melihat suaminya sudah turun dengan stelan kemeja lengkap, dan sedang membereskan kancing lengan kemejanya.


"Kamu yakin mas mau berangkat sekarang, gak libur dulu sehari lagi" ucap Elisa yang baru keluar dari dapur.

__ADS_1


"Aku sudah libur dua hari sayang, lagian aku sudah janji sama orang. Nggak enak kalau di tunda-tunda, dikira nanti dokter yang tidak kompeten untuk menangani pasien!" ucap Andre.


"Emang kamu janji apa? sama pasiennya" tanya Elisa yang meletakan nasi di meja.


"Hmph, Aku adakan operasi hari ini, jadi mas gak enak kalau gak mas lakukan, di kira nanti bohongan" ucap Andre yang menatap tajam Elisa untuk menyakinkan.


"Yaudah kalau itu sudah jadi keputusan kamu, aku mah hanya menyarankan saja. Terserah kamu, tapi kalau ada apa-apa kamu jangan paksakan diri yah!" Ujar Elisa yang membantu Andre merapikan dasinya.


"Iya sayang!" ucap Andre yang hanya bisa mengatakan secara langsung.


Try, juga baru keluar dari kamar dengan putranya yang sekarang sudah rapi, melihat Andre yang juga sudah sibuk menyiapkan beberapa keperluan, Try langsung membantu.


"Dre, kamu mau berangkat sekarang?" tanya try yang langsung menghampiri Andre.


"Iya, kan aku sudah ada janji. Apakah kamu hari ini masih mengerjakan tugas yang waktu itu?" tanya Andre yang menyuruh try membuat racik obat herbal untuk kemoterapi.


"Iya, itu butuh waktu. Bukanya kamu harus tunda dulu, lagian pasien di bangsal 4 itu resikonya tinggi loh. Apa lagi dia sudah masuki usia lansia, tapi apakah kamu akan lakukan sendiri saat kondisi mu... Maaf, tapi aku sarankan jika kamu diam saja di rumah dulu" ucap try yang khawatir.


"Nggak apa-apa, aku baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatir, aku baik kok. Kamu bantu aku siapkan data-data saja, aku akan naik ke atas dulu ada dokumen yang ketinggalan di kamar" ucap Andre yang malah naik ke anak tangga lagi menuju kamarnya.


"Iya baiklah, kamu memang gak bisa hidup tanpa kerja dan bersantai sejenak!" Dumal try yang tanganya sibuk merapikan dokumen di meja.


Elisa juga baru keluar lagi dari dapur merapikan piring. "Elisa, apakah kamu izinkan andre untuk berangkat sekarang, apakah kamu tidak tahu kondisinya saat ini tidak stabil" ucap Try yang sudah sangat hafal dengan Andre.


"Baiklah, aku juga sangat khawatir. Seperti yang kamu tahu, semuanya yang dia alami akan mempengaruhi kondisi ya juga kan!" ucap Try yang tampak sangat gelisah.


"Hmph, aku tahu. Tapi mau gimana lagi, dia kekeh mau berangkat kerja saat ini. Aku juga gak tenang! Jika kayak gini, dia malah melarangku untuk keluar rumah" ucap Elisa yang langsung sayu.


"Turuti saja dulu teh! Nak, Andre itu pekerjaan keras, sama kayak pak Arafif." sabung ibu Siti yang mendengar percakapan putrinya itu.


"Iya, Bu. Tapi, aku khawatir Bu. Semalam dia juga kurang tidur, jadi—" ucapan Elisa terhenti saat ada suara yang memotongnya.


"Kamu tak usah khawatir say! aku baik kok!" ucap Andre yang turun ke bawa dengan beberapa kertas di tanganya.


"Apakah kamu yakin? Mas aku takut loh ini, jika nanti ada apa-apa kamu langsung hubungi aku yah! Mengenai apapun, nanti aku akan datang" ucap Elisa yang membingkai tanganya ke wajah Andre.


"Iya, kamu tidak usah khawatir. Aku baik-baik saja, jadi kamu harus bisa memberikan sisi positif dong buat aku" Andre langsung menepis tangan Elisa, Andre berjalan mendekati Try, dan membereskan dokumen.


"Syukurlah kalau gitu, ingat ya mas. Kalau sudah ngerasa gak enak, jangan kamu paksain. Oke!" ucap elisa yang tetap saja menekankan.


"Iya. Aku berangkat sekarang!" ucap Andre yang langsung siap.

__ADS_1


"Eh? nggak sarapan dulu, Elisa capek-capek masak loh ini. Masa iya kamu gak makan dulu. Mas sarapan itu adalah salah satu safety loh, iyakan dokter Try" ucap Elisa yang meminta dukungan.


"Dre, istri mu kan sudah pernah ikut pelatihan. Jadi dia sudah pinter, faham banget tuh! jadi kamu gak bisa membodohi dia lagi soal kesehatan, udahlah kamu nurut saja" ucap Try.


"Hehehehe, iya dong! Elisa cepat tanggap, udah duduk dulu hargai usaha mba Reva, yang masih masak tuh, kasiahan?" ucap Elisa yang sangat menujuk dapur.


"Hah? Reva masak?" Try kaget mendengar hal itu, karena seumur pernikahan mereka. Reva tak pernah sekalipun mengijak dapur.


"Kenapa emangnya dokter Try? mbak Reva kan ingin belajar masak, harusnya di dukung" ucap Elisa yang langsung membela.


"Karena aku kaget aja, kalau di rumah dia gak pernah yang namanya masak. Pantesan pagi-pagi sudah hilang, gak mandiin Fero, jadi dia sekarang lagi suka di dapur." ucap try yang agak kesal.


"Jangan gitu nak Try, nak Reva kan lagi usaha jadi ibu yang ingin bisa masak, juga di hargai suami dan anaknya, jadi jangan katakan hal itu di depan anak" ucap Siti yang langsung menyambung.


"Eh! iya Bu. Maaf, aku hanya kaget dan heran, ternyata pengaruh dari Elisa cukup kuat juga, hingga wanita yang ogah-ogahan masuk dapur apa lagi megang pisau aja dia gak mau, lah saat di sini malah pengen belajar masak" ucap Try yang memiliki rasa kagum.


"Emangnya kenapa aku masak. Kamu gak suka Beb, aku lagi berusaha tahu. Biar gak kalah saing sama Elisa, aku juga bisa masak hanya males aja. Iyakan Elisa" ucap Reva yang baru keluar dari dapur.


...Catatan untuk Dari Pawang :...


Assalamua'laikum wr wb.


Dengan segala kerendahan hati, Kami sekeluarga besar mengaturkan : 


*Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H.*  


ﺗَﻘَﺒَّﻞَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﻣِﻨَّﺎ ﻭَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﻤَﻨَﺎ ﻭَ ﺻِﻴَﻤَﻜُﻢْ ﻛُﻞُّ ﻋَﺎﻡٍ ﻭَ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺑِﺨَﻴْﺮ  *Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa siyamakum, kullu 'aamin wa antum bi khair..* 


*Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir & Batin* 


Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.  آمــــــــــــــين.


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ


Andre-Elisa dan Keluarga


🙏😊🙏


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...

__ADS_1


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Selasa 3 Mei 2022.


__ADS_2