Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
177. Penculikan dan Perjanjian.


__ADS_3

Saat Elisa baru saja selesai kirim pesan pada adiknya, tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri Elisa. Shontrak saja Elisa langsung buru-buru menyimpan hp di saku bajunya. Tapi, pengawal wanita itu malah datang dan menggeledah tubuh Elisa, hingga berhasil menemukan hp milik Elisa.


"Eh, apa-apa ini. Kalian ini tidak sopan sekali sih, kalian mau apa ini. Dasar kalian wanita-wanita mesumm kita sesama wanita kenapa kalian. Ha-ha-ha... aduh... geli, kalian cari apa sih?" ucap Elisa yang tubuhnya sedang di geledah.


Setelah mendapat apa yang mereka cari akhirnya, hp tersebut di berikan pada seorang pria tua yang berdiri tidak jauh dari Elisa.


"Anda di larang untuk mengunakan hp anda untuk sementara, jadi sekarang saya sita dahulu. Nanti akan di kembalikan lagi setelah semua proses dan urusan ini selesai, anda faham" ucap pria separuh baya menjelaskan.


"Selamat siang, nyonya Elisa Nurhaliza." suara itu terdengar dari samping, seorang pria bertubuh tegap wajah Eropa rambut pirang, dengan stell baju bermerek semua.


"Huh? Dokter Junlion, ngapain anda di sini?" ucap Elisa polos saat melihat pria asing itu berjalan mendekat ke arah Elisa.


"Hah?! Tadi anda memanggil ku siapa? Junlion! Maaf, tapi aku bukan dia. Apakah wajahku semirip itu dengan orang itu?" Ucapnya seraya langsung duduk di sebuah kursi dan meja yang sudah di persiapkan.


"Apa maksudnya, anda sedang bercanda main kenal tak kenal ya. Ouh! baiklah jika begitu, aku akan ikuti alurnya." ucap Elisa yang juga langsung duduk seraya menyilang kaki ya dan melipat tanganya ke depan.


"Boleh juga, itu pasti sangat menyenangkan bukan. Tapi, kata siapa aku ini Junlion?" ucap pria asing itu.


"Bukan kata siapa-siapa? hanya asal tebak saja, wajah anda memang sangat mirip dengan orang yang ku kenal, tapi jika saya salah orang tolong maafkan. Karena kadang saya bisa salah mengenali wajah orang. Namun, syukurnya aku bisa mengingat jika pria itu tampan. Makanya aku tidak bisa melupakan suamiku, karena dia sangat tampan" ucap Elisa yang langsung mode keimutan muncul.


Cih, wanita macam apa ini. Alzam menikah dengan wanita gila?... Gerutu pria itu dalam hatinya.


Sepertinya, dia memang bukan dokter Junlion yang ku kenal. Apakah orang yang di video rekaman cctv waktu itu adalah dia, lalu dimana dokter Jun yang asli... Gerutu Elisa dalam hatinya.


"Ouh, aku lupa wajah kami memang mirip. Tapi, aku bukan dia." ucap pria itu dengan wajah yang sangat datar.


"Lalu, anda siapa?" tanya Elisa yang membidik tajam pada orang asing itu.


"Mau berjabat tangan dengan ku, akan ku perkenalkan diriku padamu" ucapnya seraya mengulurkan tanganya ke arah Elisa.


Di tempat lainnya, Andre dan Mark telah sampai di sebuah tempat seperti perbukitan yang sangat luas dengan beberapa gedung tak berpenghuni, disekelilingnya hutan yang sangat rimbun.


Kenapa dia membawaku ke tempat ini, siapa sebenarnya orang ini. Katanya akan ke bandara, kenapa malah datang ke tempat seperti ini. Dumal Andre dalam hatinya.


ANDRE : Mark, kita sebenarnya mau kemana? ini bukan tujuan ke bandara


MARK : Tentu saja bukan, bukankah Anda sudah melihatnya. Ini bukan bandara, kenapa masih bertanya


ANDRE : Lalu kenapa kita harus naik mobil untuk menuju bandara? Tapi, bukan kesana tujuan kita


MARK : Anda akan tahu setelah ini, jadi mohon bersabar lah


ANDRE : Begitukah, apa tujuan kalian sebenarnya dan Siapa kau?


Andre sudah mulai curiga dengan orang yang telah membawa dia ini, entah sebenarnya siapa mereka dan apa mau mereka pada Andre.


MARK : Apa maksudnya, anda bertanya begitu? apakah ada alasannya.


ANDRE : Dimana istriku? kau bilang jika istriku ada di bandara kan, aku ingin ke sana sekarang untuk menemui Elisa


MARK : Tenang saja anda pasti akan bertemu dengannya kembali, jadi bisakah anda bersabar sebentar.


ANDRE : Bagaimana aku bisa bersabar, jika ini bukanlah tujuan awal yang kau katakan


MARK : Jadi, anda curiga padaku?


ANDRE : Iya, aku curiga padamu. Jadi tujukan siapa kau, dan apa tujuan mu. Katakan?


Di tempat lainnya lagi, rumah sakit saat ini heboh karena Zacky yang datang dengan beberapa orang elit, dari IT dan BD. Mereka datang secara tiba-tiba, langsung naik ke ruangan Andre.


"Try, apakah kau melihat ada Andre di ruangan?" tanya Zacky yang baru saja keluar dari pintu lift.


"Tidak ada, dia baru saja pergi" ucap Try yang kaget karena Zacky masih ada di sini malah mencari keberadaan Andre.


"Dirumah juga tidak ada, kemana tuh anak!" Zacky yang sudah keliling mencari keberadaan Andre.


"Lah bukanya dia harusnya pergi denganmu ya." ucap try yang ingin tahu penjelasan.


"Pergi kemana denganku, aku baru saja sampai" ucap Zacky.


"Bukannya kamu bilang akan jemput Mark di bandara, tadi Mark ke sini untuk menjemput Andre. Dia bilang jika kau sedang menjemput Elisa, makanya aku percaya dan menyuruh dia masuk ke ruangan Andre" Penjelasan Try pada Zacky.


"Apa yang kau katakan, kamu serius... Sial, sepertinya orang itu sudah sampai lebih dahulu, dia pasti Mark palsu." ucap Zacky yang mempertegas.

__ADS_1


"Bagaimana paman bisa seyakin itu jika dia bukan Mark asli?" Sambung Kevin yang datang dari arah lainnya.


"Karena Mark ada di sini bersama ku, lihat." ucap Zacky saat melihat Mark baru sampai di lantai atas dengan beberapa orang.


"Lalu siapa yang menjemput Andre, jika bukan Mark." ucap try kebinggungan.


"Apa maksudnya, apakah Mark ada dua?" Kevin semakin tambah sangat penasaran dan heran.


"Siallll, Andre di culik... Kita cari dia sekarang juga, orang itu pasti telah membawa Andre ke suatu tempat." Zacky jadi kalang kabut karena keadaan ini.


"Serius kamu Zac, siapa yang menculiknya?" ucap try yang ikut syok.


"Udah kita harus lapor pada om Arafif dan tuan Brandon, cepat hubungi om Arafif aku akan hubungi tuan Brandon." Zacky yang membagi tugas dengan Try.


"Baik, akan ku hubungi" ucap try yang langsung mengeluarkan hpnya.


Kembali ke tempat Andre saat ini, setelah Andre memulai curiga dengan siapa sebenarnya orang telah membawa ke tempat aneh ini jauh dari pemukiman dan kota.


ANDRE : Katakan siapa kau sebenarnya?


MARK : Apa maksud anda!


ANDRE : Jangan membohongi diri, aku tahu kau bukan Mark kan.


MARK : Anda tahu dari mana? Jika saya bukan Mark Zuckerberg.


ANDRE : Karena Mark, tidak pernah mengunakan jam tangan imitasi atau jam tangan yang model seperti itu


MARK : Hahahaha, Anda cukup teliti ya. Sampai melihat jam tangan saya. Baiklah saya kan mengaku.


Mark Zuckerberg palsu itu membuka topeng yang terbuat dari karet itu di kupas dan lepas dari kepala ya, bener saja dia bukan orang di maksud. Dia adalah Jonson, anak buah Zenus yang di cari oleh Andre selama ini.


JONSON : Ini aku, orang yang ingin kau temui


ANDRE : Jonson? kau...


JONSON : Aah, Anda rupanya langsung mengenali ku


JONSON : Anda tenang saja. Karena dia akan baik-baik saja, jika dia mau patuh dan menurut pada Tuanku


ANDRE : Tuan mu? Siapakah tuan mu, apakah tuan mu itu adalah Junlion?


JONSON : Ha-ha-ha, Junlion. Anda kurang tepat untuk menebak ya. Tapi ! Mungkin dia sudah mati sekarang


ANDRE : Apa maksudmu?


JONSON : Dia hanyalah bayangan bagi Tuan ku. Tuanku mungkin sudah membunuh ya


ANDRE : Apa? membunuh Junlion, jangan bercanda. Dimana dia sekarang.


JONSON : Jadi anda ingin tanya siapa, istri anda atau Junlion orang telah berkhianat terhadap anda


ANDRE : Pasti kau kan yang membuat Junlion berubah, katakan kenapa kau melakukan hal ini


JONSON : Pertanyaan yang bagus, apakah anda pernah berfikir sebelum ya. Jika orang yang anda bunuh di kastil perak adalah seorang ayah?


ANDRE : Apa maksud mu


JONSON : Iya, Tuanku dan saudara kembarnya Junlion ingin menuntut balas atas kematian ayahnya. Tapi, sayangnya. Junlion di ujung rencana dia malah berubah fikiran, malah enggan untuk bekerja sama sampai akhir, jadi tuanku marah, itu membuat Junlion harus bungkam untuk selamanya. Karena hanya orang yang mati, bisa tutup mulut. Agar rencana ini berhasil


ANDRE : Sebenarnya apa tujuan kalian ingin membalas dendam atas kematian Zenus


JONSON : Itu salah satunya


ANDRE : Lalu apa kah ada yang lainya


JONSON : Tentu saja ada


ANDRE : Apa itu katakan, asal kau melepaskan istri ku dan Junlion. Tidak masalah jika Junlion sudah jadi mayat sekali pun


JONSON : Lalu bagaimana jika istri mu juga seperti itu


ANDRE : Aku tidak akan tinggal diam, dan tidak akan memaafkan kalian.

__ADS_1


JONSON : Aaah– aku sangat takut sekali dengan ancaman anda itu


ANDRE : Jadi, lepaskan istriku dan sahabatku Junlion


Kembali ke tempat dimana Elisa saat ini di sudutkan sebuah pilihan yang sangat sulit, di depannya ada beberapa lembar kertas. Itu adalah sebuah perjanjian tertentu yang Elisa harus tanda tangani, tapi Elisa curiga dengan isi dalam kertas tersebut.


"Bagaimana, apakah anda setuju dengan strategi dan persyaratan ya Nyonya Azzam?" ucap si pria aneh.


"Jika seperti ini, di mana ke untungan buatku. Kenapa semua terdengar seperti keuntungan secara sepihak, malah mengarah pada anda?" ucap Elisa yang mulai mode tegasnya.


"Anda tidak baca dengan teliti, coba ada baca lagi dari awal!" ucapnya kembali.


"Sebutkan saja, aku ingin dengar secara langsung dari mulut anda. Karena yang ku baca tadi cukup aneh! semua malah teratas namakan tentang keuntungan secara pribadi, bukan umum," ucap Elisa yang mulai heran dengan semua yang di sebutkan dalam surat tersebut.


"Nyonya, anda ini apakah benar-benar tidak bisa memahaminya dengan baik atau anda memang tidak bisa membaca?" ucap pria itu seperti sengaja menghina dan menyindir Elisa.


"Iya, jika aku tidak faham kenapa? dan memang ya salah kah, jika aku tidak bisa baca. Makanya tolong bantu aku untuk membaca isi tulisan tersebut. Jadi, biasakah anda melakukan ya untukku agar aku dapat memahami isi surat yang tertulis di sana" ucap Elisa yang ingin membuat orang asing itu menyebutkannya lagi.


Anak itu, apakah memberikan info yang benar apa ini. Infonya sangat di luar dugaan. Ternyata wanita ini benar-benar bodoh, lalu kenapa bisa dia yang akan jadi Ratu ANDRILOS. Alzam, kenapa kau bisa menikahi wanita yang bodoh. ANDRILOS membutuhkan seorang Ratu yang dapat memimpin bukan beban seperti ini, aiccczzz. Dumal pria asing pada dirinya sendiri.


"Kanapa diam, apakah anda juga tidak bisa membaca seperti saya? atau anda juga malas untuk membacanya," sindiran kuat untuk membalas hinaan tadi.


"Hulya, bacakan untuk Nyonya ini" ucapnya memanggil wanita yang tadi mengeledah tubuh Elisa.


"Hahahahaha..." Elisa malah tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa anda tertawa?!" dia malah kebinggungan karena Elisa yang tiba-tiba tertawa, tanpa tahu apa yang harus di tawakan.


"Sangat lucu, ternyata anda beneran tidak bisa baca seperti aku. Anda juga buta huruf ya, atau tidak mengenal tulisan juga. Hahahaah" ucap Elisa menghilangkan ketegangan diri.


"Kurang ajar, jangan sama aku denganmu. Berikan padaku, akan ku buat kau bungkam saat kau mendengar hal ini" ucap pria itu yang kesal.


"Kalau begitu kenapa kau malah menyuruh orang lain membacakan ya. Bagus jika anda ingin membacakan sendiri untukku, terimakasih. Ingat tuan, ini kan kesepakatan kita berdua, lalu kenapa ada orang lain yang harus terlibat dalam masalah kita, jadi anda harus selesai sendiri dong!" ucap Elisa yang sangat senang.


Di tempat lain, Azril yang bersama dengan Zacky, Try dan Kevin di kafe milik Joy. Adik ipar Try ini sangat pengertian, mereka di berikan ruangan khusus untuk membuat mereka bisa bicara rahasia secara tertutup.


"Zril, bagaimana apakah ketemu?" ucap Try.


"Iya, sudah ketemu. Mas Andre ada di arah jalan jarum jam 12, sedangkan teteh ada di jalan jalur jam 6, mereka berlawanan arah!" ucap Azril yang menjelaskan tentang keadaan kedua kakaknya.


"Kita kesana sekarang." ucap Zacky.


"Kemana?" tanya Kevin yang belum faham.


"Try dan Azril pergi tolong Elisa. Biar aku dan Kevin akan tolong Andre, jika ada apa-apa hubungi Rainer" ucap Zacky yang sudah memberikan aba-aba.


"Baik. Kita bergerak sekarang sebelum terlambat, ayo zril" ucap try yang langsung keluar dari tempat menuju mobilnya.


Kembali pada Andre yang saat ini sudah terikat kuat tanganya, dan kepalanya sudah di bungkus kain hitam mulut di bungkam lakban, Andre gak bisa berkutik saat ini, tapi ia terus berusaha untuk melepaskan diri dari sandara.


JONSON : Cepat bawa dia keluar


ZERY : Kita tunggu tuan datang


JONSON : Iya, sepertinya perjanjian akan lama


Perjanjian? perjanjian apa? kenapa mereka membawa Elisa untuk perjanjian. Aku harus bisa lolos dari mereka, aku harus menolong Elisa. Sial, ikatan ini terlalu kuat. Ayok, Andre berfikir jalan keluar ya... Dumal Andre dalam hatinya.


JONSON : Tuan telfon... Tuan bilang, jangan lakukan apa-apa, katanya rencana akan berubah


ZERY : Kenapa bisa tiba-tiba, sepertinya wanita itu sulit di hadapinya


JONSON : Bukan apa-apa, bagi Tuan kita


ZERY : Iya kau bener dia bukan tandingan tuan kita.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Rabu 13 April 2022.

__ADS_1


__ADS_2