Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
119. Kenyamanan Dalam Pelukan.


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian Andre baru keluar dari kamar mandi, karena khawatir terjadi apa-apa dengan suaminya sangat aneh saja sikapnya, setelah ngobrol dengan om Markus itu.


"Mas aku ikut ya, aku janji gak akan banyak ngomong atau berperilaku kayak semalam. Aku janji sama kamu, boleh yah aku ikut. Jadi izinkan aku menemani mu, sebenarnya aku khawatir karena kamu tiba-tiba seperti tadi, buat aku kaget. Jadi bolehnya aku menemanimu untuk mendampingi kamu, buat ketemu om Markus, aku akan diem aja kok" Rengek Elisa yang ingin sekali berada disisi suaminya.


"Baiklah, aku juga butuh kamu buat meredam emosiku, jikalau ada hal-hal yang tidak di inginkan" ucap Andre yang agak parau suaranya.


Elisa menaikan alisnya kebingungan dengan penuturan kata-kata Andre. "Emang ya kenapa! Kok kamu ingin aku jadi meredam emosi kamu, om ingin lakukan apa padamu?" ujar Elisa


yang semakin tambah khawatir, dengan apa yang di katakan Andre saat ini.


"Nggak apa-apa sayang, hanya saja aku memang butuh kamu. Di setiap langkahku, makasih ya udah mau menemaniku, maaf jika aku belum bisa buat kamu bahagia" ujar Andre bikin terharu.


"Apa sih mas, bikin aku merinding tahu ngga. Tumben banget, kamu lagi romantis kayak gini, jadi aku merasa ada yang aneh sama kamu. Yaudah, yuk! Kita turun sekarang, jangan buat mereka nungguin" ucap Elisa yang langsung menarik tangan Andre.


"Mereka?" Andre kebingungan bagaimana Elisa tahu padahal dirinya belum mengatakan apapun, jika Andre sedang di tunggu oleh orang.


"Iya, mereka. Kok kamu kayak orang binggung gitu sih? Lebih dari satu orang kan, yang nunggu kamu di bawa" Elisa menjelaskan.


"Kamu tahu dari mana? jika ada orang lain selain om yang sedang nungguin aku di bawa" Andre yang sontrak langsung menatap tajam.


"Tadi, ada pelayan datang kesini, mengatakan jika om dan beberapa tamu masih menunggu, kamu sangat lama di dalam kamar mandi" penjelasan Elisa yang menggenggam tangan Andre erat.


"Ah, gitu"


"Yuk, udah jangan takut. Kamu juga tenang saja, karena aku ngga akan bikin masalah lagi, nanti aku akan diem saja. Lagian aku juga gak faham, sama apa yang mereka katakan nantinya" Elisa menarik tangan Andre kembali untuk segera keluar dari kamar.


Menuruni tangga, Elisa yang menarik tangan Andre agar mau mengikuti langkahnya. Terlihat oleh Markus bahwa Andre, akhirnya turun tapi bersama Elisa.


"Nah itu Andre, baru keluar?" Markus yang senang, saat orang yang di tunggu akhirnya datang juga.


"Maaf om, harus menunggu agak lama" ujar Andre, setelah dilepaskan gandengannya oleh Elisa.


"Andre, cepat duduk disini nak, mereka akan segera melakukan interogasinya" ujar Markus yang dengan sumringah.


"Aneh sih tapi, aku hanya akan diam kok. Mereka mau apa sih mas, kok aku agak merinding yah" Bisik Elisa pada Andre yang saat ini hanya diam sambil menggenggam tangan Elisa erat.


...🕛...


...🕛...


...🕛...


1 jam kemudian setelah banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan, akhirnya selesai juga, walau masih banyak data-data yang harus mereka korek lebih dalam lagi, karena hari sudah senja jadi mau tidak mau mereka mengakhiri.


Sedikit informasi yang ingin mengetahui dari Andre tentang profil diri seorang Andre. Jujur dalam benak Elisa yang sudah tidak tahan, tak tega melihat suaminya sudah mengeras tangannya. Terlihat juga suaminya sudah berkeringat dingin, karena semua pertanyaan itu, membuat Andre juga sangat lelah untuk menjawab.


^^^~Beberapa jam kemudian^^^


Jam makan malam, setelah Andre berbincang lama dengan tamu itu, Andre malah suka melamun, jadinya membuat Elisa kebingungan dengan sikap Andre.


Berada di dalam kamar, Andre terduduk di sofa, sambil terdiam tak bicara apapun, tatapan kosong. Entah apa yang dia pikirkan saat ini, hanya bisa terdiam.


Elisa merasa kebingungan dengan sikap Andre, karena tak tahu harus bagaimana untuk menghibur suami, elisa langsung menghampiri suaminya, memeluknya dari belakang, karena saking khawatir. "Mas, makan yuk!" tawar Elisa lembut sambil membelai pipi Andre.


"Aku gak lapar, kamu aja duluan turun kebawa, jika kamu lapar" ucap Andre sambil menoleh pada Elisa yang memeluknya itu.


"Hemm- tapi, aku gak bisa makan sendirian tanpa kamu, karena kamu belum makan. Aku juga tidak bisa makan, kita makan sama-sama yuk!" ujar Elisa yang menenangkan Andre.


"Maaf ya sayang! Aku jadi harus melibatkan mu" Ucap Andre yang merasa bersalah pada Elisa.

__ADS_1


"Hah!, melibatkan ku soal apa?" Tanya Elisa yang Kebingungan dengan apa yang di katakan Andre.


"Nggak apa-apa, yaudah yuk! Kita turun, kamu lapar yah. Loh, itu donatnya gak di makan?" Andre bangkit dari sofa, saat melihat donat Moza itu masih terbungkus rapat di atas meja rias.


"Nanti setelah makan, yuk! Kita makan dulu. Kamu belum makan apa-apa dari tadi siang, aku tambah gak tenang, makan dulu yah" Ucap Elisa yang melingkar tangan di lengan Andre.


Sampai di bawa, ternyata semua sudah selesai makan. Andre yang dapat tatapan yang aneh dari keluarga, membuat Elisa juga tambahan binggung.


"Kalian lagi kenapa sih, kok menatap kami begitu" Tanya Elisa menarik kursi untuk Andre.


"Andre, apakah kamu dan papah bertengkar? Lalu apakah kamu menyinggung om markus?" Tanya Monika yang tidak faham kondisi saat ini, itu membawa emosi bagi Elisa.


"Mah! Biarkan anakmu ini makan dulu, mas Andre belum makan apa-apa dari tadi siang, jadi jangan kasih dia pertanyaan apapun, ganggu selera makan aja" Sewot Elisa menaikkan Satu oktaf nada yah.


"Maaf sayang, yaudah kalian makan saja dulu, mamah ke kamar ya. Mau nganter makanan buat papah, maaf ya Elisa" Ucap Monika yang kaget karena Elisa lebih peduli pada putranya dibandingkan dia yang mamahnya.


"Iya, kita sama-sama ngurus suami masing-masing saja dulu, jangan tanya-tanya apapun pada mas Andre atau papah, sebagai istri cukup diam saja. Kalau mereka mau bicarakan kita cukup dengarkan, jadi jangan saling menyalakan" Ucap Elisa yang menjelaskan tentang keadaan saat ini.


"Iya, maaf ya Andre. Mamah permisi dulu" Ucap monika cukup malu karena dapat tamparan hebat dari ucapan Elisa.


Setelah mamah pergi meninggalkan tempat, Elisa di tinggal berdua dengan Andre.


"Mas mau makan pake apa? Atau mau Elisa masak nasi goreng sama telor ceplok, kesukaan mas. Mau-nggak, Elisa bikinin yah? Mau yah!" Ucap Elisa yang akan berjalan menuju dapur.


Tapi tanganya di tahan Andre, langsung menarik kursi buat Elisa duduk.


"Nggak sayang! Ini aja, masih banyak lauk" Ucap parau Andre yang tak mau merepotkan istrinya.


"Yaudah, Elisa ambilkan nasi yah. Segini cukup ya?" Tanya Elisa yang mengisi piring dengan nasi, yang masih hangat.


"Itu kebanyakan sayang!"


"Udah, jangan di tambah lagi, seporsinya kamu saja"


"Harus habis loh"


"Iya, mas akan habiskan"


"Lauk yah? Mau apa?" Tanya Elisa.


"Yang itu saja, sama sayur" Ucap Andre parau.


^^^~ Jam pukul 01.00 New York^^^


Elisa yang biasa tidur jam 8 paling lambat jam 9 malam, tapi sampai sekarang malah masih terjaga karena Andre tidak bisa tidur tenang, malah sangat gelisah, dari tadi.


"Mas, mas. Hei, bangun. Mas Andre, bangun. Elisa di sini, kamu nggak apa-apa, mau minum dulu. Sini bangun" Ucap Elisa membangun suaminya.


"Maaf Elisa, aku membangun kan mu yah" ucap Andre yang terduduk, sambil menerima gelas yang di bawa Elisa.


"Nggak, Elisa emang dari tadi belum memejamkan mata, kamu tidur terus saja gelagapan gitu, aku jadi khawatir. Kamu gak apa-apa mas, coba kamu ceritakan kepada Elisa. Eh- udah jam 1 malam mending mas sholat malam gih, biar tenang" Ujar Elisa yang menyarankan.


"Iya deh, mas sholat dulu ya" Ucap Andre.


Elisa belum tidur tapi karena suami, jadi ikut sholat malam. Yah-walau tadi sempat tidur sekejap sih, tapi masih dihitung sudah tidur.


Setelah menunaikan ibadah shalat malam itu, Andre sekarang lebih tenang. Malam ini baru pertama kali dalam hidupnya merasa ada ketenangan dalam batin, sekian lama, baru bisa merasakan apa itu indahnya beribadah bersama istri di malam hari.


Andre menatap Elisa lama sekali, dalam diri ada rasa yang ingin ia juga rasakan sebagai pria sejati, tapi ragu untuk meminta pada Elisa, walau nanti akan dapat tanggap baik dari Elisa, tapi Andre masih belum sanggup untuk menyakiti elisa. Akhirnya Andre hanya diam sambil menatap wajah istrinya saja, yang sudah lelah hingga terkantuk-kantuk.

__ADS_1


"Kamu, sudah ngantuk berat ya sayang! Maaf ya, kamu jadi bergadang, karena aku" Ujar Andre, menanggalkan sajadah ketempat semula.


"Nggak apa-apa, yaudah karena kamu juga sudah baikkan, sini tidur menghadap ke Elisa coba, biasa kalau tidur meluk Elisa kan. Sekarang tumben tidur memunggungi Elisa, masih marah yah sama Elisa?" Ucap yang melebar tangan untuk dapat pelukan dari Andre.


"Nggak kok, maaf yah. Kamu jadi capek, yaudah lah nggak jadi aku memintanya" Ucapan Andre yang ambigu menjadi salah tingkah si Elisa.


"Hah! Minta apa? Kamu tadi bilang apa?" Ucap Elisa yang mengejar suaminya yang sudah merebahkan tubuhnya di ranjang.


Keesokan paginya, Elisa sudah tidak ada di samping Andre, setelah sholat subuh berjamaah tadi, Andre meninggalkan Elisa ke baca Al Quran, tapi pas selesai Elisa malah sudah hilang dari kamar.


"Lah, mana Elisa tadi di sini! Pasti cari makanan, eh! donat nggak dimakan yah?" Gerutu Andre sambil mendekati kotak donat, tapi isi di dalam sudah ludes tak tersisa.


"Eh, sudah habis. Kapan dia memakannya, cepet juga" Ucap Andre yang langsung menutup kembali kotak donat.


Keluar dari kamar untuk mencari istrinya, yang tidak ada di kamar lagi, Andre menyelusuri dapur dan tempat-tempat yang sering Elisa datangi saat pagi buta.


Tapi, sayangnya tidak ia temukan, dimana pun. Bahkan tidak melihat bayangan Elisa, di sana. Hampir frustasi untuk mencari istrinya berada.


"Mang, tahu di mana istriku tidak!" tanya Andre yang bicara pada tukang kebun.


"Iya, saya lihat tuan, tadi nona muda pergi ke arah penangkaran kuda" Ucapnya.


"Terimakasih yah"


Akhirnya Andre mengikuti, dengan apa yang dikatakan oleh tukang kebun di rumahnya itu, Andre pergi ke penangkaran kuda untuk mencari Elisa,


Sesampainya disana ia tidak menemukannya, hanya menemukan Pak lack.


"Mr. lack, apakah anda tahu di mana istriku?" Tanya Andre.


"Maaf, beliau tidak kemari tuan"


"Tadi, sempat ada yang melihat bahwa dia jalan kemari" Penjelasan Andre.


"Iya kah. Tapi beliau tidak datang kemari tuan"


"Ya sudah terima kasih, maaf sudah mengganggu, biar aku cari lagi"


Akhirnya Andre menyusuri setiap tempat di halaman rumahnya itu, lalu ia melihat bayangan Elisa dibalik taman bunga-bunga cantik, yang hampir bermekaran karena telah datang musim semi.


Angin yang sepoi-sepoi sangat sejuk di pagi hari ini, mentari pun belum muncul. Elisa terduduk di rerumputan yang masih berembun.


"Sayang, rupanya kamu ada di sini! Aku mencarimu kemana-mana" Andre yang berjalan mendekati Elisa.


"Ouh, kamu menemukan ku. Maaf yah, buat kamu mencari ku. Sini, duduk sini" Ucap Elisa sambil menepuk-nepuk rumput di sebelah yah.


"Kamu dari tadi di sini?" Ucap Andre duduk di samping Elisa dengan pemandangan matahari yang akan terbit.


"Iya aku dari tadi di sini, kamu cari aku yah, masih ngantuk gak? Sini rebahkan kepala kamu, di pangkuan ku" ucap Elisa sambil menepuk-nepuk pahanya.


Tanpa pikir panjang Andre langsung merebahkan tubuh, seraya kepalanya ia sadarkan ke pangkuan Elisa, karena lelah mencari Elisa seisi rumah.


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Sabtu 22 Januari 2022.

__ADS_1


__ADS_2