Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
103. Pertarungan Rival.


__ADS_3

Pagi sang Surya sudah menampakkan diri dengan cahaya kuning ke merahan itu, terlihat pantai yang begitu sangat indah jernih airnya semilir angin yang sejuk, ombak yang masih tenang menerpa bebatuan di tepian. Di sebuah rumah ukuran 5x6 meter yang berisi hanya kamar tidur dan kamar mandi saja itu sebuah rumah penginapan resort pinggir pulau yang sangat cantik, dengan di hiasi banyak mendominasi pohon kelapa dan bakau itu.


Saat membuka mata tak melihat istrinya di samping, Andre meraba-raba tangannya untuk mencari orang yang di samping yah.


"Sayang, eh kok gak ada! mana elisa?" tanya Andre.


Andre yang langsung keluar dari kamar yang di tempati Elisa semalam sakit gara-gara mabuk perjalanan laut.


"Sayang, hmm? kemana dia, kok nggak ada!" Tanya Andre yang mencari sosok wanita yang ada disampingnya semalam.


"Tuan, Nona ada di sana bersama yang lainnya" ucap pelayan.


"Begitukah, baiklah tidak apa. Ternyata dia sudah sembuh, yaudah kamu boleh kembali" Ucap Andre yang agak lega mendengar jika Elisa sudah kembali seperti semula.


Andre kembali lagi masuk ke dalam untuk mandi dan membersihkan diri, 1 jam lamanya Andre keluar rumah tersebut ingin gabung juga dengan para karyawan. Saat sampai di tempat Andre melihat seseorang yang tidak asing baginya, pria bertato di lengan dengan dua wanita cantik berpakaian bikini ala pantai itu duduk di sampingnya.


"Nah tuh Andre baru nongol dia" ucap Junlion yang melihat Andre yang bejalan mendekati meja mereka.


( Wah! dia wajah bersinar sekali, sangat tampan di bandingkan pria yang di sampingku) Gerutu cewek yang di sebelah pria bertato.


" Woy! Dre, baru bangun kau" Ucapnya sambil melambaikan tangan yah.


"Wow pangeran kita sepertinya memang baru bangun tidur ya, apakah mencari tuan putri yang telah membuat mu bangun" Ucap Junlion yang menyambar.


"Bagaskara??? Kamu ngapain di sini" Tanya sinis Andre sambil mengambil jus yang di bawakan pelayannya.


"Kenapa ! nggak boleh aku ada disini, lagian aku datang kesini bayar kale" Ucapnya sombong, langsung merangkul 2 wanita di sebelahnya.


"Nggak nanya tuh! lagian aku gak tertarik juga" ucap Andre ketus, lalu duduk di meja sebelah, walau disana banyak yang luang Andre lebih memilih menjauh dengan wanita-wanita yang bukan mahram yah.


"So aku hari ini lagi libur dan aku pengen liburan disini dengan wanita cantik yang ku bawa ini, aku dengar-dengar kamu lagi liburan juga, ku pikir kamu liburan cuman dengan cicunguk-cicunguk ini ternyata kau bawa pasukan rupanya" ucapnya kesal.


"Hmm, kanapa emangnya. Aku hanya mau memanjakan para pekerja ku, dan para pelayan ku. Itu semua bukan urusan kamu jika aku membawa seluruh pasukanku" ucap Andre langsung di sodorkan sepiring roti dan telur di atasnya.


"Hahah memang itu bukan urusanku, lagian aku juga tidak tertarik dengan aktivitas mu. BTW Kenapa semakin ku lihat semakin bikin aku kesal ya, setiap kali aku melihat wajahmu, kamu tampak lebih segar dan lebih muda sih" Ucap Bagas iri dengan baby face Andre yang sangat perfect flawless.


"Wah ini pertama kali kamu mengatakan kejujuran, aku sangat senang bisa dengerin hal ini dari kamu, Terimakasih aku cukup tersanjung dengan pujian mu itu" ucap Andre yang dengan logat khas yang bercanda konyol.

__ADS_1


"Sialan Luh, aku jadi terlihat membanggakan mu yah!" Ucap Bagas agak kesal.


"Bagas, wajar jika dia lebih terlihat segar dan muda diakan habis mandi, dan bangun tidur. Hidupnya juga sangat teratur bahkan dia punya jadwalnya sendiri untuk kapan mulai makan kapan mulai minum bahkan di kamar mandi" Ucap junlion.


"Hahahha kamu bener banget Jun, Weh! Andre, kamu masih melakukan kebiasaan itu, wah dasar pria kutub buku kau, gunung es saja bisa mencair kapan kau akan mencair, inget bentar lagi usiamu udah kepala 3 loh, masa masih betah sendiri!" Ucap Bagas yang suka sekali meledek Andre.


"Kamu sendiri saja belum menetapkan pilihanmu, masih suka main-main dengan wanita, masih mending aku dong tak memiliki wanita, walau banyak yang mengantri di belakang ku" ucap Andre bangga memamerkan hal itu.


"Wah-wah, dia ini pede sekali yah!" ucap Bagas agak kesal dengan hal itu.


"Wajar lah bagas, jika Andre memiliki banyak wanita di belakang yah, dengan muka baby face itu mana ada yang percaya juga kalo dia sudah tua" sambung Luky yang baru datang dari arah belakang langsung duduk di sebelah Andre.


"Kamu bener banget Luk, karena kak Andre jauh banget yang namanya rokok, dan minuman bersoda dan beralkoholll, di juga bukan tipe pria yang ugal-ugalan yang hal-hal yang negatif seperti kau" ledek try membela kakaknya.


"Maksudnya apa itu try kau sedang sengaja menyindirku" ucap Bagas.


"Bagas, coba kau pikir dia kan bertugas sebagai seorang dokter ya mungkin aja mukanya di polas- polees kan" Sambung Luky.


"Hahaha kamu bener juga, beneran kan Dre kamu melakukan apa yang di tebak Luky iyakan, kau mungkin punya semacam pakai skin care atau mungkin kau operasi plastik ya" Ucap Bagas asal jeplok.


"Terserah kalian deh, aku cabut dulu" ujar andre yang langsung cabut setelah makan selesai.


"ada apa? kau masih rindu padaku bagaskara, lepaskan tanganmu" ujar andre yang mantap tajam lengannya yang ditahan bagas.


"Hahaa kau masih suka melawak garing seperti itu dre, wah sepertinya akan ku buat kau menyukai wanita agar kau tidak seperti ini lagi" ucap bagas yang saat ini langsung melepaskan tangannya.


"Ouh begitu, jadi apa rencanamu untuk membuatku menyukai wanita, bagaskara" Ujar Andre menantang Bagas yang sekarang terpancing apa yang di katakan oleh Andre.


"Wah kau nantangin rupanya bagaimana jika kita taruhan!" ucapnya yang menatap penuh keyakinan.


"Hmm taruhan apa lagi yang kau inginkan, males ah- nanti kau kalah lagi dariku" Sombong Andre yang memang fakta jika Andre itu cuman mengalah saja jika Bagas itu menang.


Bagaskara ini putra kedua dari Grup Kara, salah satu asosiasi juga tapi angkatan ke dua dari anggota Andre dan 4 lainnya, dia juga sangat iri sekali dengan Andre, suka ingin bersaing dengan Andre tak mau kalah darinya, jika ia kalah selalu menyalakan jika Andre melakukan dengan kecurangan.


"Jika kau menang bisa meminta apapun dari yang kalah bagaimana, kamu setuju" ucap Bagas.


"Hmm lalu yang kalah harus menuruti apapun yang di minta gitu, wah itu tidak adil jika kau kalah dariku lagi pasti kau akan menuntutku, jika aku melakukan dengan kecurangan" Ucap Andre yang tidak terlalu suka dengan hal itu.

__ADS_1


"Tingkah anak-anakmu itu tidak berubahnya, oke! begini saja kau yang tentukan apa yang kau mau dariku" Ucap Bagas yang senangnya.


(Dasar Bagas, siapa yang anak-anak kau yang selalu bertingkah seperti itu, jika kalah kau selalu mengadu pada mamahmu, dasar anak bayi) Ucap dalam benak Andre.


"Tidak ada yang ku inginkan darimu, jadi tidak ada yang ku minta juga, lagian tidak ada yang menarik darimu" Ujar Andre yang akan pergi.


"Wah kurang ajar kau, kupikir kau sudah agak dewasa dre, jadi kau tak ingin meminta apapun dariku. Baiklah, oke! bagaimana jika aku ganti pertanyaan, jika kau kalah kamu harus membuka pakaian kamu dan lari-lari kelilingi pantai ini dengan di tonton 100 pekerja dan pealayanmu" ucap Bagas.


Andre menaikan satu alisnya dengan wajah kesalnya, main ceplok aja kalo ngomong dia pikir itu dirinya yang main buka-bukaan.


"Jika seperti itu, bukannya itu tidak adil bagi andre" Ujar Try yang komentar.


"Itu benar tidak adil, andre yang tipe yang tidak terbiasa membuka pakaian di tempat umum, sedangkan kamukan sudah biasa" Sambung Luky.


"Baiklah aku ganti, bagaimana jika--- hemmm-- apayah, ah! bagaimana jika kamu mencium salah satu wanita yang hadir disini, bagaimana" ucap Bagas yang sudah melewati batasnya.


"Begitukah, apa yang harus aku cium. Terserah aku kan" ucap Andre yang menyilang tangan di depan dadahnya.


"Iya terserah kau, tapi lebih bagus Mencium di bibir lebih keren deh Dre, kau mau mencobanya" Ucap Bagas sambil merai punggung andre.


Andre tersenyum tipis, melihat Elisa sedang asik makan di pojok dekat pohon kelapa. "Hmm-baiklah aku setuju" ucap Andre tanpa pikir panjang.


Semua yang mendengar hal itu kaget tanpa kecuali, Elisa yang sedang asik makan tak peduli dengan apa yang di bahas oleh suami dan temen-temen yah itu, dia malah asik aja makan kepiting karang ke sukaanya.


"APA, try apakah AKU TIDAK SALAH DENGAR KAN jika andre mengiyakan hal itu, wah keren! apakah wanita yang kemarin yang ia gendong itu adalah..." tebakan Junlion.


"Hmmm- belum tentu juga, kau tahu sifat andre yang netral dengan setiap pasiennya kan, jika itu benar mungkin saja dia hanya memberikan perhatian kepada wanita yang sebagai pasiennya" ujar try yang menutupi hubungan Andre.


"Hemmm-- bener juga, Andre emang seperti itu sih, menurutmu, apakah andre sedang dekat dengan wanita akhir-akhir ini karena sikapnya agak berbeda setiap harinya semakin cerah saja dunia ini gara-gara senyuman Andre yang bikin mentari pun malu untuk menampakkan diri" Ucap Junlion yang baru ngeh.


"Entahlah, kau tahu jika Andre paling tidak suka jika masalah soal pribadinya di usik, jadi jangan cari beruang di balik pohon Junlion, bisa-bisa kamu di cabik sampai mampus" ucap try yang langsung duduk kembali.


Sedangkan Bagas dan andre pergi ke tepi pantai untuk menentukan, pertarungan apa yang pas dengan tema kali ini, saat di pantai yang sangat indah, Andre hanya diam seraya menunggu jawaban.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Rabu 5 Januari 2022


__ADS_2