Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
91. Candaan Elisa.


__ADS_3

Andre dan Try sudah masuk kedalam gedung, Elisa dan Rudi juga sudah jalan menuju kedai yah ingin sekali elisa pengen itu. Rudi menarik tangan Elisa karena masih kebingungan dengan apa yang di lihat dia barusan, masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Andre dan yang dilakukannya tadi.


" Elisa kamu kok bisa sedekat itu sama Andre, ada hubungan apa kamu dengan Andre. Seingat ku kau tak begitu dekat dengannya, kenapa tiba-tiba dia seperti itu?" Tanya Rudi dengan wajah yang sejuta pertanyaan dalam otaknya.


" Kita ngantri dulu aja yuk mas Rudi, Elisa beneran udah pengen banget" Ujar Elisa yang saat ini pengen lari ke arah kedai.


" Eh- jawab dulu" Ujar Rudi yang masih sangat penasaran dengan jawaban Elisa.


" yaudah akan aku jelaskan tapi kita sambil ngantri yah, yuk ! mas keburu habis dan antrian panjang" Ujar Elisa yang sudah melepas diri dari tangan Rudi.


Saat sudah dapat tempat untuk ikut mengantri itu,Rudi yang ngantri di belakang Elisa, masih belum menyerah dengan pertanyaannya.


" Oke!, jadi hubungannya kamu apa? sampai Andre begitu perhatian sama kamu, terus dia main ngasih kartu ATM hitamnya aja ke kamu" Ucap Rudi yang berada di belakang Elisa.


" Aku cuman temenan kok sama dokter Andre!" jawab singkat Elisa sambil matanya fokus ke depan.


" Jangan bercanda kamu Lis, kalo temen gak mungkin lah dia segitunya, sampai harus perhatian sama kamu dan ngasih ATM?" Ucap Rudi yang kesalnya.


" Emang mas Rudi gak pernah merasakan di gituin apa! sebagai temannya, segitu dia baiknya sama mas Rudi, kalo orang lain dia pasti akan ngambek dan cemburuan, tapi dia malah ngizinin kita pergikan" ucap Elisa yang memberikan kode.


Rudi belum ngerti sama sekali dengan ucapan Elisa, masih kebingungan dengan pertanyaan yah.


" Iya Andre emang ku akui dia baik, tapi dia bisa seromantis itu kayak yah gak mungkin, jika hubungan kalian dikatakan teman biasa, itu sangat sederhana sekali, orang buktinya dia kayaknya suka banget sama kamu sampai ngasih syal dan jaket, hingga ATM dia ke kamu. Jujur Lis kamu diam-diam pacaran ya sama Andre, kok gak bilang apa-apa sama aku" Tebak Rudi.


" Aku gak pacaran sama dia mas, aku emang temennya dia" ucap elisa yang fokus tak teralihkan dari kedai tersebut.


" Sejak kapan kamu temenan sama Andre, seingat ku kau jarang tuh akrab dengan andre? apa jangan-jangan di luar rumah sakit kalian deketnya, yang pura-pura saja di Rumah sakit kalian tidak saling mengenal iyakan" tebakan Rudi yang salah besar.


" Hahaha iya deh! terserah mas Rudi aja, pikiran mas Rudi terlalu banyak. Aku kenal dia 6 bulan yang lalu dan baru dekat itu mau genap 1 bulan ini" ucap Elisa menjelaskan.


" Hah? maksudnya. Kamu beneran pacaran sama Andre, iya gitu?" Tanya Rudi yang sangat penasaran.


" Nggak! lagi proses, pdkt level 7 Mas Rudi, aku sekarang sudah jadi temen sehidup semati sama dia" Ucap Elisa bikin Punyeng 7 keliling Rudi.


" Lis kamu jangan bercanda dong!, aku binggung nih !" Ucap Rudi yang Kebingungan.


" Aku seriusan ih, aku deket sama dia baru mau genap 1 bulan, besok aku udah 1 bulan dengan yah" Ujar Elisa yang saat ini sedang berusaha menjelaskan.


" Hah, serius kamu beneran pacaran sama andre?" Rudi belum faham juga dengan maksud Elisa apa yang ingin di tujuh.


" Aku temennya dokter Andre, yaitu temen dia dirumah- di kamar, di kasur sampai berbagi semuanya dengan dia" Jawab jujur elisa, Rudi tambah binggung dan kesal di buatnya.


" Jangan bercanda Elisa, aku lagi nanya serius ini" Ucap Rudi yang kesel sama Elisa yang cara bicara berputar-putar.


" hahahaha, mas nanti aku jelaskan deh kita fokus ngantri ini dulu yah aku udah ngiler banget nih! jadi gak bisa ngasih info tentang apa-apa" Ucap Elisa menjelaskan.

__ADS_1


" Oke deh"


Disisi lain di ruang yang full dokter senior dan junior para profesional dokter dan profesor-profesor hebat berkualitas berkumpul di sana, Andre duduk paling belakang dikursi paling atas tempat duduk bioskop, karena lebih dari 100 orang ikatan dokter itu berkumpul disana.


" Dre, sorry yah kita malah duduk di belakang kaya gini?" Ucap try merasa bersalah pada Andre.


" Iya udah tenang aja sih, niatnya juga gak mau menampakkan diri kan" ujar Andre yang membereskan kursi.


" Iya sih tapi kan kita udah janji sama profesor Jerry loh" Ucap Try.


" Aku gak salah lah, kan kamu yang janjiin aku gak tahu apa-apa loh soal ini, perjanjian ini kamu dengan beliau. Aku tidak ada kaitannya " Ucap Andre yang membuat Try terdiam.


" hehe iya sih, tapi-" Ucapan try terhenti karena Andre sudah menutup mulut try dengan satu telunjuk yah.


" Ssstt udah liat kedepan tuh" Ucap Andre.


Kembali pada Elisa dan Rudi yang baru selesai ngantri, malah duduk di dekat gedung dimana Andre sedang seminar.


" Coba kamu ceritakan gimana kronologi yah, aku kurang faham sama apa yang kamu ucapan tadi" Ucap Rudi yang masih penasaran.


" Ya elah mas baru juga mau duduk nih, sabar napa? Aku tadi sudah bilang bahwa aku ini cuman temenan sama dokter Andre, mas Rudi! Harus berapa kali sih aku bilangin" Ucap Elisa yang sambil makan.


" Serius Elisa, aku nanya serius" Ucap Rudi yang kurang percaya.


" Aku juga jawabnya serius" Jawab elisa yang kepedesan dengan makanan yang di makan.


" Ya bagus dong, nanti aku pulang ke Indonesia bisa bawa kabar baik" Jawab Elisa enteng, itu harapan keluarga besar Andre dan Elisa.


" EL-ISA ucapan macam apa itu, kamu gak kasian sama ibu-ayah harus nanggung malu seperti itu" ucap Rudi yang kesal dengan apa yang dikatakan Elisa.


Elisa sampai melempar sendok saking kagetnya dengan nada suara Rudi yang tiba-tiba meninggi.


" Kok ! kenapa aku harus malu, malahan yah mas Rudi, orang tua elisa dan dokter Andre itu seneng di karena akan punya cucu, apa lagi ayah pasti udah nangis bahagia" ucap Elisa yang bangganya.


" Dari mana kamu bisa tahu, jika ayah akan bahagia? jangan ngarang deh, itu namanya aib tau gak!" Ucap Rudi kesal setengah mati.


" kok malah di katain aib si mas, aib dari mana coba?" ucap Elisa Kebingungan.


" yaitu kamu hamil di luar nikah kok kamu malah bangga, sampai ngarang cerita kalo keluarga akan bahagia! jangan main api nanti kamu menyesal" Ucap Rudi mengingatkan.


" Hah! siapa coba main api! orang Elisa lagi makan!" ujar Elisa.


" Elisa dengar yah! Jangan samakan budaya orang sini sama di Indonesia, Lis mungkin di sini pergaulan bebas itu tidak di larang, tapi kamu kan bukan orang sini. Kalo Andre wajar orang sini, kalo dia tersesat itu urusan dia tapi kalo kamu juga terlibat gimana keluarga kamu menanggung yah" Ucap Rudi yang khawatiran.


" Hahahaha, iya ya mas Hahahaha" ucap Elisa ketawa puas banget ngerjain Rudi.

__ADS_1


" kok kamu malah ketawa sih, lagi di bilangin juga dan di nasehatin sama orang yang lebih tua malah Ketawa kamu" Ucap Rudi kesal.


" Gak mas, maaf iya-iya elisa dengerkan kok, makasih yah mas udah perhatian sama aku, kenapa aku suka banget bercanda dan godain mas Rudi" ujar elisa yang Ketawa lepas.


" Jujur kamu gak kaya gituan kan! mendingan kamu jauh-jauh punya pikiran mau begituan lebih jauh sebelum ada buku nikah, jangan sampai kamu hamil duluan Lis, kasihan ibu- ayah. Mending nanti kalo keluarga Andre mau tanggung jawab terus menerima keadaan kalian, kalo mereka nolak gimana?" ucap Rudi.


" Aku gak bakalan kaya gitu kok tenang aja, mas Rudi kan tahu prinsip aku, tapi untuk yang satu ini pengecualian, aku udah jatuh cinta padanya, sudah lumer kayak keju mozzarella! Apa lagi kalo sudah liat roti sobek dokter andre yang bikin deg-deg saat dia selesai mandi, bikin jantungan"


" Apa! kamu udah sejauh itu Elisa, aku gak nyangka kamu sudah pernah liat tubuh Andre, jujur apa lagi yang kamu lakukan dengan Andre selama 1 bulan ini?" ucap Rudi penasaran.


" Nggak ngapa- ngapain dia sibuk aku juga sibuk kan, jadi belum jauh seperti pemikiran mas Rudi, dia belom melakukan apapun denganku baru sebatas Cium bibir aja" Ucap Elisa jujur tentang informasi hubungannya.


" Hah??? Kamu serius, kalo orang kaya itu pasti punya standar mereka masing-masing, aku takut bukannya kamu jadi nyonya muda, tapi malah jadi pembantu gimana Elisa, apa lagi Andre genteng 7 turun 8 tanjakan 9 tikungan 10 jurang! kayak gitu" Ucap Rudi Tanpa Jedah nafas.


" Hahahah mas Rudi lucu ih lawaknya. Iya, serius mas dia belum punya keberanian untuk melakukan sejauh dari ciuman bibir saja" Ucap Elisa jujur.


" Dia begitu?, jangan terlalu sering kamu melakukan kontak fisik seperti itu Elisa, boleh kamu pacaran tapi pacaran yang sehat-sehat dong" Ucap Rudi yang khawatir.


" Aku lagi menjalankan misi dari mamah mertuaku mas Rudi, tapi aku binggung bujuk dia gimana yah" Ucap Elisa yang masih belom di mengerti oleh Rudi.


" maksudnya gimana?" Tanya Rudi.


" Aku maunya tahun depan udah berikan cucu untuk mamah-papah mertua dan ibu-ayah, tapi dia itu terlalu lambat sekali soal hubungan, dalam bidang lainnya dia tidak terkalahkan dan tidak tertandingi tapi jika soal ini dia sangat lambat sekali" Ucap Elisa.


" Emang siapa yang nebak duluan, kamu Lis" tebak Rudi.


" Dia, bukan aku" Ucap Elisa.


" Terus kamu langsung terima dia" ucap Rudi.


" gak aku di beri waktu nunggu selama 3 hari, baru itu aku bilang iya" Ucap Elisa.


" terus dia setuju, lalu bagaimana dengan keluarganya? apakah kamu di kenalkan belum sama andre" tanya Rudi.


" iya sudah, malah dia nembak aku didepan kedua orang tuanya dan kedua orang tua ku juga mas Rudi"


" Serius, terus keluarganya bisa menerima kamu gitu, jadi pacar yah"


" iyalah kan Elisa pilihan dokter Andre" ucap Elisa.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya

__ADS_1


Rabu 22 Desember 2021


__ADS_2