
Terlihat Elisa yang sedang sibuk di dapur sedang merapikan tempat makan, membuat isi kotak makan karena masak dari tadi subuh-subuh jadi pagi hari sudah siap, Elisa hanya bikin 2 kotak makan hanya untuk dirinya dan Rudi saja karena di kira kalo Andre tidak berangkat hari ini, tapi perkiraan dia salah.
Saat pintu kamar terbuka terlihat Andre sudah siap dengan kemeja yang sedang memakaikan dasi, rambut yang sudah di tata rapi.
" Loh mas kok kamu udah rapi begitu mau kemana? " Tanya spontan Elisa yang kaget.
" Hah? kok kamu masih nanya, ya tentu saja jadi pengawas pertanyaan macam apa itu kan kamu sudah tahu " Ucap Andre yang sudah merapihkan dasinya.
" Iya tapi kamu beneran nggak apa apa sekarang ini " Ucap Elisa yang khawatir sama kondisi Andre saat ini.
" Iya aku nggak apa-apa kok! Emangnya tadi aku kenapa ? " Ucap Andre yang santai saja langsung duduk di meja makan.
Elisa menyipitkan matanya. " Kamu jangan pura-pura kuat yah, dan bilang nggak apa-apa kaya gitu. Waktu kemarin malam kamu nangis sesenggukan kaya gitu masih mau bilang gak apa-apa?" Sindiran Elisa yang buat Andre terdiam sejenak.
" Eh! mana ada aku kaya begitu, orang aku nggak nangis kaya gitu kamu jangan mengada-ada deh! " Andre mengelak apa yang di katakan istrinya itu, karena malu pada Elisa karena telah mengetahui sisi lain dari diri Andre yang tak pernah ia tunjukan pada siapapun termasuk orang tuanya.
Elisa menarik kursi di depan Andre. " Iya sekarang kan udah pagi makanya kamu nggak apa-apa, tapi Elisa punya buktinya kok! itu matamu saja masih sembab kaya gitu masih ngeles apa lagi " Ucap elisa menatap tajam.
" Eh? ini itu karena mataku agak bengkak saja " Ucap Andre yang saat ini menutupi matanya.
" Iya iya, yaudah kompres dulu sini pakai air anget bilang jangan bengkak kayak gitu " Ucap Elisa bangkit lagi dari kursi menyiapkan air hangat untuk mengurangi bengkak.
Andre celingukan mencari hidangan di meja, tapi Elisa tidak menyiapkan makanan di meja.
" Elisa mana sarapannya? " Tanya Andre kebingungan karena tak menemukan hidangan yang di meja makan.
" Bentar! satu-satu, atau mas mau ngambil sendiri, itu masih di kompor lauknya kalo nasi masih di penanak " Ucap Elisa lagi menuangkan air hangat di wadah.
Tak sengaja Andre melihat 2 kotak tersusun rapi di samping penanak nasi.
" Kamu cuman buat 2 kotak, apakah bikin hanya kita berdua ?" Tanya Andre spontan karena hanya melihat 2 kotak biasa Elisa bikin 3 atau 4 kotak makan.
" Dih! ngarep mau bikinin, orang itu cuman buat mas Rudi bukan buat kamu, kan ku pikir kamu nggak berangkat, lagian percuma aku bikinin juga nggak pernah kamu makan bikin kecewa aja, atau karena masakan Elisa gak enak yah " Ucap Elisa yang bikin Andre diam sejenak.
" Eh? kan aku suamimu kenapa kamu buat cuman buat Rudi sih, bukan gitu sayang aku gak ada waktu saja buat makan tapi pada akhirnya aku makan juga kan " Ucap Andre yang saat ini diam karena matanya lagi di seka sama Elisa.
__ADS_1
" Iya karena ke paksa, kalo nggak di makan kamu kasih ke orang lain. Kamu pikir aku gak tahu, gini-gini aku juga punya Indra ke-8 " Ucap Elisa yang menyeka mata Andre.
" Jadi gimana dong! kamu akan tetep gak mau bikin aku kotak bekal nih? " Ucap Andre yang masih diam karena Elisa masih menyeka mata Andre.
" Iya nanti elisa bikinin, sekalian bikin buat dokter Try juga " Ujar Elisa yang berjalan menuju tempat piring mengambil kotak makan yang baru saja di cuci.
" Kamu baik banget sih sayang! Nggak sekalian saja kamu bikin 50 kotak lagi buat kariyawan gitu? " Ucap Andre mengejek Elisa.
" Apaan sih mas, kan Dokter Try itu adik kamu. Masa kamu cemburu gitu?" Ucap Elisa yang menyiapkan kotak makan untuk Andre dan dokter Try.
Andre bangkit langsung berjalan mendekati Elisa yang saat ini sedang menyiapkan bekal untuk dibawa.
" Iya, aku sangat cemburu bukan sama Try saja tapi Rudi juga. Tapi mau gimana lagi walau aku sudah bilang gitu, kamu akan tetep mau bikinin kotak bekal buat mereka kan " ujar Andre yang memeluk Elisa dari belakang.
Elisa langsung berbalik badan meletakkan kedua telapak tangan di sisi kedua wajah Andre membingkai dengan menekan-nekan rahang Andre hingga bibir Andre monyong, Andre mencondongkan wajahnya.
" Uuuh~ anak kucingku cembulu yah uuuhcu ya, sini-sini kasih vitamin dulu biar kamu kuat lagi" Ucap Elisa yang melingkarkan tangannya langsung ke leher Andre, langsung Elisa mencium Andre hingga merekapun berciuman.
...💮💮💮...
Gedung filix yang menjulang tinggi ke langit itu sudah siap-siap akan adakan praktek ujian Elisa yang baru tahu dan tidak sempat belajar karena semalam Andre terus saja lengket nggak bisa buat gerak sedikit.
" Iya serius sa, ini ujian kamu kenapa kok kaget gitu sih mukanya! " Ucap Rudi yang melihat Elisa yang Syok.
" Masalahnya aku semalam nggak belajar mas, aduh~ gila ini mah namanya" Ucap Elisa yang memijat-mijat Kening.
" Bukannya kemarin aku sudah bilang ke kamu kan Elisa, bahwa akan ada ujian setiap hari Sabtu, rivew materi 1 Minggu " Ucap Rudi yang dengan suara kecil.
" Iya, tapi semalam itu bayi besarku nggak mau lepas, jadi aku terpaksa harus nidurin dia dulu tapi aku malah lelap juga " Ucap Elisa yang kesal juga saat ini.
" Hah bayi besar? siapa sa " Ucap Rudi yang binggung sama apa yang dikatakan oleh Elisa.
(" Aduhhhh mampus aku keceplosan kan") Ucap Elisa dalam benaknya langsung cari alasan yang masuk akal.
" Itu temen yang satu kamar denganku loh mah suka tuh gangguin aku saja jadi kesal gitu" Ucap Elisa yang saat ini sedang berusaha menutupi yah.
__ADS_1
" Ouh! gitu, bukannya harus belajar yah malah kamu suruh tidur sih" Ujar Rudi.
" ha-ha-ha iya habis dia berisik banget aku jadi gimana gitu " Ucap Elisa yang tetap mencari alasan yang masuk di akal.
Saat ujian dimulai Elisa makin kebingungan karena soal yah semua tentang obat, untung Elisa masih ingat sedikit-sedikit tengah materi kalo nggak bisa Rudi membantu secara diam-diam tanpa ketahuan.
Disisi lainnya Andre yang sibuk merekap data yang seperti tidak terjadi apapun sama Andre saat ini, karena kesibukan dia tak sadar jika ada yang masuk ke dalam buat dia kaget.
...😡 TRANSLATE ENGLISH 😡...
Ariana yang datang menghampiri Andre saat ini dengan pakaian rapat tapi saat melihat Andre sendirian di dalam ruangan dengan cepat mengunci pintu, Jari-jari Ariana tiba-tiba melancarkan serangannya ke punggung Andre dan dengan cepat memeluk Andre dari belakang, refleks tubuh Andre saat di sentuh langsung bangkit.
ANDRE : Ariana, apa yang sedang kamu lakukan di sini?
Andre yang sudah bangkit dari tempatnya karena kaget melihat Ariana yang sudah ada di sana dengan pakaian seksi yah.
ARIANA : Dokter Andre kenapa kamu kaget seperti itu, cepat duduk lagi
ANDRE : Walau ini tempat mu tapi jangan lakukan hal yang tidak baik seperti itu jadi kumohon kamu keluar dari sini atau aku yang keluar
Ucap Andre yang saat ini berjalan ke pintu keluar yang sudah di kunci oleh Ariana, yang saat ini malah tertawa puas karena Andre tak bisa keluar dari tempat.
ARIANA : Kenapa anda harus terburu-buru keluar sih ! bahkan kita belum memulai tapi sudah mau keluar
Andre langsung menelpon orang tapi hp langsung direbut oleh Ariana dengan cepat, kebetulan TIFFANY dan TRY ROHMAN juga mau menemui Andre karena mau melaporkan soal ujian hari ini.
TRY : Fan kamu mau ke Andre yah ?
TIFFANY : Iya, mana dia kok dari tadi pagi aku gak menemukan dia
TRY : Kayanya masih sibuk diruangan, yaudah yuk kita ke sana bersama saja
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
__ADS_1
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Rabu 3 November 2021