
Saat makan malam ini suasana jadi terasa sangat canggung dan sangat tegang sedangkan Elisa yang sangat santai, malah sibuk makan. Andre- Try dan Zacky juga sudah mulai menyantap hidangan malam hari ini, terlihat tak ada percakapan apapun untuk beberapa menit, Andre yang sibuk melayani Elisa untuk menjadi asisten mengambilkan makanan lainnya.
Steven dan sang istri hanya melihat Andre yang begitu sangat peduli pada istrinya, Steven tahu jika Andre begitu sangat mencintai istrinya sama seperti dirinya yang sangat mencintai Arlene sang istri.
STEVEN : Dokter Andre, saya mohon maaf atas perlakuan yang cucu kami perbuat. Mungkin dia tidak tahu jika anda sudah menikah, itu jadi dia bertindak kurang ajar terhadap anda, dan kurang pantas untuk di lakukan. Ariana dia adalah cucu perempuan saya yang paling di sayang, dan kami terlalu memanjakan dia seperti tuan putri karena anak kami yang sudah tiada saat Ariana baru berumur 1 tahun
ANDRE : Iya, tidak masalah tuan Steven. Saya juga sudah bisa memaafkan dan memaklumi yah, tapi- Belum tentu dengan wanita yang di sebelah saya apakah bisa memaafkan atau tidak
Ujar Andre langsung melirik pada Elisa yang asik dengan makanan di depannya, seketika mata elisa melirik pada Andre.
" Ada apa? apa yang kalian katakan" Ucap Elisa yang mulutnya sudah belepotan.
" Tidak apa-apa, hanya saja kau sangat belepotan. Biasanya makanmu sangat rapi Elisa, kenapa kau makan seperti zombi yang kelaparan" Ledek Andre di sela-sela itu Andre tersenyum geli dengan tingkah Elisa.
" Tunggu dulu, Dokter Try bagaimana apa bener yang di katakan mas Andre itu benar" Elisa langsung menatap try.
" Tidak! Tuan Steven bilang minta maaf atas cucunya. Andre jawab tidak masalah dia sudah memaafkan si Ariana, tapi belum tentu denganmu apakah bisa memaafkan ariana" Ucap Try menjadi penerjemah bagi Elisa.
" Kak Zaky tolong menjadi pembicara untuk ku, sampaikan pada tuan Steven. Bahwa aku tidak akan segan-segan lagi jika cucunya berbuat yang sama seperti ini, akan lebih lagi aku lakukan" Ucap Elisa dengan tatapan menakutkan ke pada Steven untuk mempertegas.
" Eh?! kenapa harus aku yang jadi pembicaraan untuk mu Elisa, kan ada try atau Andre" Ucap Zacky yang keget.
" Katakan saja seperti itu, cepat!" Ucap Elisa ngotot matanya langsung menajam kearah Zacky.
" Iya Baiklah Nyonya ku" ucap Si ZACKY tak bisa menolak ucapan Elisa akhirnya ia mengatakan apa yang di ucapkan Elisa tadi, dengan bahasa New York.
STEVEN : Baiklah akan saya sampaikan pada cucu saya
" Jangan asal disampaikan, anda harus mendidik anak itu dengan baik. Biar tahu mana yang salah mana yang benar, mana yang buruk mana yang bagus, jangan asal main kasih-kasih saja dengan apa yang di minta. Denger tuan Steven, mendidik anak itu bukan harus anda sekedar memanjakan saja dan membiarkan dia meminta apapun anda memberi, tapi ada kadar dan batasannya jika cara didik anda seperti itu namanya anda bukan sayang pada cucu anda tapi menjerumuskan cucu anda. Umur kalian tidak banyak lagi jika sewaktu-waktu kalian di panggil sang pencipta, cucu kalian akan sendirian tapi nilai didiknya nol, anda akan menyesal kenapa anda tidak mendidik dia untuk jadi anak yang mandiri, saran saja bagiku anda harus lebih-lebih pintar lagi untuk mendidik anak agar attitude soal nilai sopan santun bisa di jalankan dengan baik" Ucapan Elisa yang panjangnya membuat Zacky menerjemahkan secara langsung pada tuan Steven.
STEVEN : Baiklah nona akan saya terapkan pada cucu saya, nilai norma dan attitude itu
" Baguslah! jika Langsung mengerti bahwa semua itu demi kebaikan si lampir, eh- maksudnya Ariana" Ucap Elisa yang keceplosan, tapi tidak di terjemahkan oleh Zacky.
...😂😂😂...
Setelah makan malam di rumah tuan Steven berakhirnya mereka selesai dengan urusan itu, saatnya untuk kembali di perjalanan untuk menuju parkiran rumah tuan Steven. Andre jalan agak di depan zacky kedua Tri dan Elisa berdampingan.
" Seandainya waktu bisa ku putar kembali" Ucap Elisa spontan sambil memegangi perutnya yang kekeyangan.
" Buat apa?" Saut Zacky.
" Kamu mau mengulangi gimana berkelahi dengan Ariana itu" Saut Try.
" Nggak! cuman mau mengubah pas zaman Sekolah dulu" Ucap Elisa yang refleks.
" Kenapa kamu mau kembali ke jaman sekolah? hayo loh- Apakah mengingat sesuatu yang tidak bisa kau lupa atau ada seseorang yang istimewa waktu sekolah dulu" Tebakan Try.
" Maksudnya apa?" Ucap Elisa yang langsung kebingungan, karena perut kekeyangan jadi lemot dalam mikir.
__ADS_1
" Yah- mungkin di zaman SMK atau sekolah itu kamu mengingat seseorang yang paling berharga atau paling istimewa di situ" Ujar Try sambil mengalungkan tangannya ke pinggangnya Elisa dengan tatapan jahil.
" Ouh! zaman sekolah aku dulu itu gak ada yang namanya yang istimewa ataupun yang paling berharga, oh iya aku ingat, sepertinya ada sih tapi itu dulu. Aku juga memang banyak digemari sih, Ya bisa dibilang bukanya aku sombong yah, aku juga cukup populer di kalangan anak cowok" Ucap Elisa sambil melihat Andre yang ada di depan.
" Wah! benarkah jadi kau juga seorang populer seperti Andre, jangan bilang karena kamu anak yang berprestasi atau anak yang paling berkilau" Ucap Try.
" Kamu pasti jadi primadona yah waktu Zaman sekolah" Sambung Zacky.
" Bisa dibilang begitu, Hingga 1 bulan itu aku bisa dapat pacaran dengan 4 cowok " Ucap Elisa yang sangat membanggakan diri.
" Jadi sebenarnya berapa mantanmu itu Elisa, jika di hitung 1 bulan 4 saja pasti sudah 100 lebih kan" Ucap Try yang langsung penasaran.
" Hahahaha- Mungkin, aku tidak bener-bener menghitung yah. Tapi yang bener-benerku sebut mantan cuman ada 3 yang aku akui " Ucap Elisa yang mengatakan sambil mikir.
Andre hanya bisa menghela nafas sambil mengepalkan tangannya saja, mendengar hal itu tapi masih tetep jalan di depan tak mau berkomentar apa-apa.
" Hah? Lalu yang selebihnya kamu kemana kan, dan kamu anggap apa?" Ucap TRY.
" Ha-ha-ha itu cuman jadi pajangan dan cadangan doang" Jawaban Elisa sambil gelat tawa, Zacky dan Try juga ikut tertawa kecuali si Andre yang menahan diri.
" Biar kutebak cowok-cowok yang suka sama kamu pasti kelas elite semua, iya kan" Tebakan Try yang selektif.
" Maksudnya apa kelas elit" Ucap Elisa sambil mikir keras.
" Maksudnya adalah sudah melalui proses tahap seleksi ketat dan uji coba dari seorang Elisa iyakan! Yah bisa di bilang pasti cowok-cowok yang menuruti tipe-tipe kamu lah seperti cowok tampan, bukanya kamu suka banget sama cogan" Ucap Try.
" Jadi sebenarnya kamu mau apa jika waktu di putar kembali elisa?" Tanya ZACKY Yang mewakili perasaan Andre dan pertanyaan dalam benaknya ingin tersampaikan tapi ia tak bisa mengatakan.
" Mau belajar bahasa lagi, yah seharusnya dulu aku giat belajar pada waktu aku sekolah itu, aku harus belajar bahasa Inggris lebih baik" Ucap Elisa frustasi.
"Jadi ceritanya kamu ini sedang menyesali apa yang telah berlalu begitu" Ucap Elisa yang sangat kesal pada dirinya.
" Bukan gitu! aku juga nggak kepikiran kalau nantinya aku menikah dengan cowok blasteran dan akan pergi ke luar negeri seperti ini, dulu pelajaran bahasa Inggris aku sering bolos lagi, baru sekarang aku mengerti kenapa komunikasi itu sangat penting" Ucap Elisa.
" Kenapa kamu harus bolos padahal pelajaran bahasa Inggris itu pelajaran yang wajib kan" Ucap Try.
" Itu kan dizamannya kalian, kalau zaman Aku mah nggak diwajibkan dong! yang wajibkan itu bahasa Indonesia yang benar dan baik dan budi pekerti itu sopan santun dan aduh banyak banget peraturannya" Ucap Elisa memijat keningnya.
" Emangnya saat kamu bolos bahasa Inggris itu kamu pergi ke mana, jangan bilang bolos kekantin atau pacaran sama cowok yah" Ucap Try asal tebak.
" Atau kamu di ajak sama pacar kamu buat bolos sekolah iyakan" Tebak Zacky.
" Hahahah kalian salah semua, malah cowok-cowok itu gak ada yang begitu, semua takut ngajak aku bolos. Mereka itu anak-anak Rajin dan berprestasi bahkan anak olimpiade semua" Ujar Elisa yang mengingat mantan zaman SMP hingga SMK.
" What! Seriusan kok bisa!"
" Mana aku tahu, mereka mala suka sama cewek kaya model begini, malah aku juga sering bertanya-tanya sama suamiku tercinta tapi dia selalu diem aja kalo aku tanya apa yang dia suka dariku" Ucap Elisa.
" Terus, kenapa kamu malah pengen bolos" Ucap Try penuh pertanyaan.
__ADS_1
" Hahahaha hanya aku yang blansak, malah aku yang ngajarin mereka buat bolos, Hemm- untuk ikut tawuran" Ucap Elisa Asal.
Refleks mereka langsung kaget menatap Elisa hingga Andre pun langsung berhenti seketika.
" What Ta-ta-tawuran? " ucap Try yang tidak percaya jika Elisa ini bar-bar juga.
" Ini nggak salah dengar kan, Elisa kamu ini cewek loh masa iya kamu ikut tawuran" Ucap Zacky yang juga syok mendengar hal itu.
" Wah aku baru tahu kalau cewek juga bisa ikut tawuran, Andre kamu ini cari istri apa cari bodyguard sih" Ujar Try yang mengatakan sambil menatap Andre.
Andre melanjutkan jalan yah lagi. " Andaikan saja kalau aku tahu dia itu algojo, mungkin aku juga tidak mau menikahinya" Ucap Andre yang tersenyum tipis.
"Jadi ceritanya kamu nyesel nih! bisa menikahi Elisa sekarang" Ucap ZACKY.
" Entahlah antara menyesal atau tidak, aku juga tidak mengerti yang penting sekarang aku udah lega. Karena dia bisa ada di sini bersama ku walau banyak sekali cowok olimpiade yah, dan cowok-cowok ganteng itu" ucap Andre sedikit menyindir kepada Elisa.
Elisa yang mendengar hal itu hanya tersenyum lebar, karena ternyata diamnya Andre itu mendengar kan percakapannya.
" Kayaknya ada bau gosong yah" Ujar Try yang menyusuri dengan mendengus seperti anjing pelacak.
" Kau juga mencium yah Try, ku pikir hanya aku sendiri yang mencium yah" Ucap Zacky yang satu frekuensi dengan Try untuk menggoda Andre.
Elisa hanya tersenyum-senyum saja dengan tingkah laku kedua kakaknya dan telinga Andre yang memerah karena menahan malu dan Kesal.
" Tapi ini bau gosong apa yah kak" Tanya Try pada Zacky.
" Sepertinya pembakaran hati nih!" Jawab Zacky.
" Bisa dibilang ini sudah hampir gosong iyakan kak" Sambung Try.
" Iya kamu bener! ini namanya sudah terbakar habis Try" Ujat Zacky kembali
" Kok baunya semakin tajam yah kak, ini sudah hampir hangus atau sudah benar-benar hangus" Ujat Try.
" Sudah cukup, jangan sampai aku mencekik kalian berdua yah" Ucap kesal Andre.
" Wah! serem juga nih! pemiliknya marah" Ucap Zacky yang tidak mau kalah.
" Kak seperti kita harus siapkan peti deh" Ujar Try yang masih ingin melanjutkan.
" Baiklah Try"
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Senin 22 November 2021
__ADS_1