
Perjalanan menuju pulang kerumah pukul 9 malam Elisa baru kembali dari tempat kontrakan ibunya setelah menjenguk temannya yang baru saja melahirkan itu, berada di halaman rumah keluarga.
Sesampainya di dalam rumah Monika yang langsung melihat menantunya pulang sendiri tanpa putranya.
("aduh gimana nih cari alasan buat ngeles ke mama jika Pak Andre pergi ke yu yok itu, apa lagi beliau belum hubungi, dia udah nyampe belum ya dia yu yok") Dumal dalam benaknya Elisa yang masih gelisah.
" Elisa kenapa tidak cepat masuk ke dalam rumah" Ucap Monika yang sudah melihat menantunya di depan pintu.
" Iya Mah ini Elisa mau masuk" Ucap Elisa dengan senyuman terpaksa.
" Kok kamu sendirian, mana Andre?" Tanya Monika karena tidak melihat putranya.
" Pak Andre dia..." Ucap Elisa kebingungan mencari alasan yang pas agar tidak membuat mamah syok.
" Hemm--- Elisa kamu mau sampai kapan akan panggil putraku itu dengan sebutan selain Pak? pak lagi- pak lagi, kan kamu sekarang sudah jadi istrinya bukan karyawan ya lagi, diganti dulu lah panggilanmu itu terhadap putraku" Permintaan mamah Monika.
" Mah bukannya kita tadi udah bahas soal itu yah ma, nanti pelan-pelan manggilnya. Pasti akan ganti kok ma, jangan khawatir" Ucap Elisa.
" Pokoknya mama nggak mau tahu kamu harus ganti dan ubah nama panggilan kamu terhadap putraku dulu kalau kamu tidak menggantinya sekarang juga Mama enggak akan anggap kamu sebagai menantu Mama di rumah ini" Ucapan mamah tanpa Jedah sedikit pun.
" Waduh ancamannya nyeremin juga, papa bantuin Elisa dong" Elisa minta bantuan papahnya, tapi malah papahnya mengakat bahu tanda dia juga menyerah.
" Mohon maafnya Elisa papah juga tidak berdaya di depan Mama tapi yang dipikirkan dan yang dikatakan oleh istri saya itu ada benarnya juga, kamu mau sampai kapan terus menganggap Andre sebagai atasan kamu!" Tanya arafif.
" Yaudah Elisa pikirin dulu ya ma panggilan yang baik yang bagus yang pas buat panggilan sayangnya?" Seraya cari pemikiran di otaknya.
" Iya cepet jangan lama-lama mamah lagi nunggu jawab dari kamu ini" Ujar Monika.
" Iya Mah"
5 menit kemudian...
" Aaaddduuuuhhh.... Elisa kamu kelamaan mikirnya, cepat katakan apa nama panggilannya kamu ke putraku" Ucap Monika yang sudah tidak sabar.
" YaAllah Mama sabar dong mah, ini Elisa lagi mikirin makanya pelan-pelan dong mah, Mama tuh sabar, yang tenang. Sini-sini-sini mamah duduk dulu yang tenang dan yang rileks yah mah, Elisa ambil minum dulu yah!" Ucap Elisa yang menyuruh mertua duduk di sofa.
" Mama nggak butuh minum mama butuh penjelasan kamu"
__ADS_1
" Iya- Iya Nanti aku jelasin semuanya! Makanya mamah tenang dulu, Elisa akan jawab semua pertanyaan mamah nantinya Elisa mau ambil minum dulu" Ujar Elisa yang langsung pergi ke dapur untuk mengambil minum untuk mama Monica.
(" Nih orang tua gak boleh di singgung kalo si singgung bisa berabe urusannya bisa panjang") Ucap Elisa dalam benaknya.
Elisa baru kembali dari dapur membawa segelas air putih, meletakan si meja langsung duduk di samping mamah Monika.
" Mah tadi Elisa udah kepikiran sebuah panggilan buat anak mamah apa!"
" Apa? awasnya jangan aneh-aneh"
" Gimana kalau Elisa manggil Mas Andre nggak apa-apa kan mah kalau panggilan sayang Elisa itu" Ucap elisa.
" Iya boleh, nah kayak gitu dong kamu manggilnya, harus ada panggilan yang tepat kalian sudah menikah masa harus mamah terus arahin kalian sih, Ouhnya Mama tanya tadi di mana putraku?"
"Mama tenang dulu ya Elisa punya pertanyaan dulu buat mamah jawab"
" Kamu ini aneh mamah tanya malah di suruh balik pertanyaan apa sih Elisa!" Ucap Monika.
" Ini ada hubungannya kok sama pak Andre. Eh--- salah maksudnya Mas Andre" Ujar Elisa yang keceplosan.
" Mamah janji dulu sama elisa akan jawab pertanyaan dengan tenang dulu yah"
" Iya mamah akan jawab dengan tenang kok dan sebisa mamahnya"
" Iya pertanyaan gampang kok mah, gini pertanyaannya mama sayang bangetkan sama Mas Andre"
" Kok pertanyaannya begitu"
" Elisa tadi kan mau tanya, makanya Mama tenang dulu."
" Iya jelas sayang bangatlah sama andre"
" Okey, nah mas Andre kan selalu nurutin permintaan mamah dan selalu menghormati keputusan setiap mamah minta, sekarang gantian mamah yang harus ngerti kondisi mas Andre sekarang"
" Gimana sih maksudnya elisa mamah gagal paham ini!"
" Yaudah lanjut yah pertanyaan yah, Mamah mau Elisa tetap di rumah di sini nemenin mama atau Elisa keluar cari kerja dan cari uang" Ucap elisa meminta jawaban dari mamahnya.
__ADS_1
" Kamu ini terlalu bertele-tele sayang mamah hanya tanya 1 pertanyaan kamu kok sampai mengekor begitu sih"
" Iya aku tahu, makanya aku hanya mau mamah tenang dulu"
" Apa maksudnya itu Mama dari tadi udah tenang kok, nggak pernah denger teori dan pertanyaan itu memangnya putraku itu nggak ngasih kamu uang buat bulanan, apakah dia nggak ngasih kamu jaminannya, seharusnya itu sudah jadi tanggung jawab Andre sama kamu, Andre sendiri yang telah memilih kamu loh."
" Mama mama mama, jangan salah paham dulu sama Mas Andre, sebenarnya mas Andre sudah memberikan Elisa sebuah uang ATM maksudnya kartu ATM sama Elisa cuman ini pertanyaannya berbeda dari apa yang aku katakan tadi enggak selamanya uang ATM itu ada makanya Elisa nanya kayak gitu ke Mama"
" Yang jelas mamah gak bakalan setuju ide itu, kamu nggak boleh keluar untuk kerja, biar Andre aja yang kerja kan itu jadi tanggung jawabnya Andre"
" Justru itu mah, kalau mama pengen Mas Andre yang kerja jadi Mama harus izin dia pergi jauh"
" Pergi jauh? Maksudnya gimana!"
" Mamah tenangnya, sebenarnya mas Andre sekarang..."
" Iya apa?"
" Emmm gini deh Elisa tanya pertanyaan kedua ke mama, Mas Andre itu kerjanya apa aja sih selain yang Elisa ketahui, Elisa tahu yah mas Andre jadi dokter, nah apakah ada pekerjaan lainnya entah jadi pemimpin kah atau jadi pengusaha kah?"
" Kok pertanyaannya gitu?"
" Ya karena itu jadi penasaran Elisa, Mas Andre itu kerjanya di rumah sakit jadi dokter tapi penghasilan dia itu pasti nggak cukuplah kalau harus nafkahi semua orang, maksudnya Mas Andre kan orang yah dermawan banget sering ngasih gratis pengobatan, ngasih obat gratis ke pasiennya dan apalagi dia sering ngadain sosial ke warga buat kesehatan penyuluhan dan yang lain sebagainya Itu kan sering banget, pasti banyak tuh buang-buang uang. Nah penghasilan lain dapat dari mana lagi selain dari rumah sakit pasti ada pemasukan lainnya iya kan mah, nggak mungkinlah bahkan dokter senior pun tidak sebesar itu gajinya gimana caranya Mas Andre menggaji para karyawannya, para dokter magang, para dokter-dokter yang kerja di sana kan itu Jadi pertanyaan bagi Elisa"
" Apa hubungannya sama pertanyaan kamu yang tadi!"
" Ada mah, Elisa hanya ingin tahu gimana caranya mas Andre dapat pemasukan selain di RS" Ucap Elisa ngotot.
" Andre anakku itu selain jadi dokter dia itu kerja menjalankan bisnis keluarga, dia juga punya saham milik kakeknya yang sudah meninggal dia juga pintar berinvestasi dan rajin menabung hingga gemar menyisihkan sedikit rejekinya buat orang yang kurang mampu itu, Tabungan dia juga ada di mana-mana yang mamah ketahui hanya ada 5 bank, tapi kalo lebih mamah gak tahu, karena putraku itu jarang mengungkit atau mengumbar hal-hal seperti itu"
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Jumat 17 September 2021.
__ADS_1