
Elisa hanya bisa terdiam sambil mendengarkan penjelasan dari Andre saat ini dengan raut wajah yang sudah menahan diri, Andre yang salah faham pada ucapan Elisa.
Sedangkan Elisa yang merasa bersalah kepada Andre, seharusnya dirinya yang minta maaf pada Andre.
Sebenarnya Elisa juga mengerti dan sudah tahu apa saja resiko yang akan dia alami setelah menikah, mungkin salah satunya juga pasti akan sangat berat.
Elisa juga tau dimana posisi saat ia mengatakan setuju akan menikah dengan Andre, itu artinya ia harus siapkan mental dan siap segala sesuatunya dengan baik agar bisa menerima semua kekurangan dan kelebihan dari si Andre.
Itu yang sebenarnya harus dilakukan, tapi Elisa melakukan sebaliknya malah Andre yang harus meminta maaf karena perbuatannya, padahal seharusnya Elisa yang harus minta maaf karena sudah bersikap seperti itu pada Andre seakan ia menolak keberadaan suaminya.
(" Seharusnya aku sudah siap jika hal seperti itu akan terjadi padaku tapi kenapa aku kok belum bisa menerima kenyataan ini, jika cogan yang aku nikahi adalah mantan atasanku") Dumal dalam benak Elisa saat ini.
Setelah itu mood Andre untuk makan pun hilang ia bangkit dari kursi makan dan pergi ke kamar mandi, Elisa hanya diam mematung sambil merenungkan apa yang telah terjadi.
(" Apakah ini yang namanya pertengkaran setelah menikah di dalam rumah tangga, perbedaan pendapat dan salah paham. Perbedaan antara realita dan khayalan juga jauh berbeda kupikir setelah menikah akan bahagia tapi malah lebih sulit dari pada yang ku bayangkan") Dumal Elisa lagi yang hanya bisa menatap Andre pergi dari harapannya.
" Seharusnya aku yang minta maaf, lah kenapa ini jadi mas Andre yang minta maaf" Dumal Elisa sendiri, ia juga bangkit dari kursi membereskan meja makan karena sudah tidak mood lagi untuk melanjutkan sarapan pagi.
Disisi lain dalam kamar mandi Andre berdiri di depan wastafel menatap diri di cermin yang ada di depannya.
" Ada apa denganmu Andre, kenapa kau ini bisa-bisanya seperti itu, tunggu sampai Elisa benar-benar menerimamu, bukan kah kau sudah berniat untuk menunggu dan mulai dari awal dengan Elisa. Tapi apa yang kau lakukan tadi, kau itu bodoh atau apa bego sih" Dumal Andre memarahi dirinya sendiri.
Setelah cuci muka dan membilas tangannya Andre keluar dari kamar mandi, dan melihat Elisa sedang merapikan meja makan yang saat ini akan mencuci piring, Andre langsung mendekati Elisa.
" Biar aku saja, kamu ganti pakaian sana" Ujar Andre menepihkan tangan Elisa.
" Tidak apa-apa Elisa bisa kok" Ujar Elisa diam karena menatap wajah Andre yang dingin lagi.
Andre dengan raut wajah datar yang dingin dan mengesankan garangnya Andre yang menahan emosi dalam hatinya, andre menahan marah pada diri sendiri bukan pada Elisa.
" Aku tahu kamu bisa melakukannya, tapi jika kau masih mengunakan piyama itu kamu bisa masuk angin, dan juga aku bisa...Ah~ sudahlah cepat masuk kamar sana ganti pakaianmu" Ujar Andre terhenti sebentar lalu menyuruh elisa pergi dari hadapan dirinya.
" Ada apa denganmu mas, sikapmu aneh" Ucap Elisa yang kebingungan dan langsung menyingkir dari samping Andre.
__ADS_1
" Sudah aku katakan ganti pakaianmu dulu sana" Ucap Andre yang saat ini mengunakan wajahnya untuk mengusir Elisa.
Akhirnya menurut pada ucapan Andre langsung pergi membiarkan Andre merapikan dapur dan meja makan.
Sesampainya di dalam kamar Elisa melihat isi lemari Andre yang berjejer pakaian Andre yang tersusun dengan rapi hingga pakaian dalampun sangat rapi dengan menyamakan warna dan motif yang sesuai.
" Cih, bahkan dia bisa melakukan ini sendiri tanpa asisten rumah tangga." Ucap elisa bangga pada Andre.
" Apakah dia sendiri yah yang melipat baju seperti ini, pakaian juga sangat rapi apakah mas Andre menyetrika baju juga sendiri, sepertinya banyak sekali yang tidak ku ketahui tentang kehidupan pribadi dari Andre Azzam Arafif" Sambung elisa sambil melihat- lihat isi lemari.
" Selama ini aku hanya tahu jika dia hanya seorang dokter yang sangat di kagumi dan di hormati saja, aku juga bahkan menyangka jika dia anak mami yang sangat manja tapi semuanya dugaan ku salah, bahkan dia lebih mandiri dibandikan anak orang kaya pada umumnya yang suka minta Duwet dan hanya mengandalkan orang tua yang kaya raya" Dumalan Elisa sendiri.
Andre lalu masuk kamar karena mau ganti baju.
" Apa yang sedang kamu lakukan!" Tanya Andre yang saat ini baru masuk kamar.
" Ouh mas Andre, aku sedang liat-liat pakaian kamu" Ucap Elisa sambil menutup lemarinya.
" Hemm-- iya sih, aku hanya penasaran saja, sama isi di dalam lemari apakah ada yang lainnya juga" Ujar Elisa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Maksudnya dari yang lainnya?" Ucap Andre yang kebingungan.
" Apakah Elisa di larang untuk melihat isi lemari mas Andre yah!" Ucap Elisa menatap Andre.
" Bukan begitu, memang apa yang ingin kamu cari" Tanya Andre.
" Elisa cari.. Ehmm cari... Hanya mau lihat saja kok" Ucap Elisa gelagapan.
" Lalu kenapa masih belum juga ganti piayama yah, apakah kamu sengaja sedang menggoda diriku untuk balas dendam" Ucap Andre dengan nada sinis seraya membuka lemari dan langsung memunggungi Elisa tanpa melihat Elisa.
" Hemm-- bukan gitu mas, mas jangan marah yah, Elisa hanya..." terhenti karena binggung untuk menjelaskan pada Andre apa masalah yang saat ini di rasakan oleh Elisa.
" Aku tidak marah karena masalah soal itu, tapi bukankah kamu sudah tahu isinya di dalam lemari ini hanya ada pakaian ku, aku ini khawatir sama kamu kenapa dari tadi pertanyaan kamu seputar apakah aku marah atau tidak, Elisa ada apa denganmu. Apakah tidak ada kata lain yang kamu ucapakan selain itu" Ucap Andre menatap Elisa dengan penuh pertanyaan.
__ADS_1
" Aku elisa minta maaf mas jika Elisa punya salah sama mas andre" ujar Elisa yang saat ini memohon maaf.
" Iya aku sudah memaafkan kamu kok, udahnya jangan kaya gini aku jadi nggak tenang nih, kalo ada apa-apa kamu langsung katakan jangan kamu pendam sendiri kamu mengerti" ucap Andre menyakinkan Elisa, bahwa dirinya selalu ada untuk istri tercinta.
" Iya mas, jadi apakah Elisa boleh lihat-lihat isi lemarimu" Tanya Elisa lagi.
" Terserah kamu, mau apakan lemari ini juga terserah asal kamu seneng aja itu udah cukup bagiku" Ucap Andre menatap Elisa dengan tatapan tak bisa marah padanya.
Sebenarnya Andre mau keras terhadap Elisa dan mengabaikan Elisa, tapi itu tidak bisa ia lakukan karena elisa itu pandai sekali membuat Andre luluh dan tak berdaya oleh sikap dan tingkah laku Elisa yang membuat Andre tak bisa memalingkan wajahnya atau dirinya terhadap Elisa.
" Aku tak bisa melawan mu, elisa kau menang" dengan suara yang sangat pelan.
Elisa yang sedang menatap Andre tapi tidak jelas mendengar suara Andre. " Hah? apa yang mas katakan tadi" Ujar Elisa yang mendengar samar-samar.
" Tidak apa-apa, kamu mau ganti baju tidak" Tanya Andre mengulangi lagi.
" Mau" Jawab parau.
" Lalu kenapa dari tadi kamu belum juga ganti" Ujar Andre yang sangat penasaran.
" Anu... Mas... Itu Bajunya... Ehmm... Masalahnya" Ucap Elisa yang tergagap-gagap.
" Ada masalah apa? katakan saja Elisa jangan takut aku tak akan menyakiti kamu kok" Ucap Andre.
" Anu mas Andre...Tunggu sebentar" ucap Elisa yang langsung mencari kopernya.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Selasa 28 September 2021
__ADS_1