Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
164. Dokter Spikolog.


__ADS_3

^^^🌷 RUMAH SAKIT^^^


Elisa yang di temani adiknya untuk pergi ke rumah sakit, khawatir jika tetehnya akan berbuat yang di luar kendali dan mempermalukan kakak iparnya, dengan alasan mengantar tetehnya dengan selamat sampai tujuan.


Naik sepeda motor, setelah sampai di halaman rumah sakit banyak yang orang berlalu lalang di parkiran rumah sakit tersebut, Elisa yang di bantu adiknya membukakan helm. Elisa memang cukup manja, dengan 3 pria di rumah. Pertama ayah ya, kedua Azril dan terakhir dengan Andre.


"Teh, ingetnya jangan bikin ulah. Jangan mempermalukan mas Andre, inget ini dirumah sakit! tempat umum" Ucap Azril yang memperingatkan.


"Iya, iya. Udah nyampe nih, kamu balik gih bantuin ayah di empang" ucap Elisa yang menyuruh Adiknya balik lagi, tapi Azril malah kekeh ingin ikut.


"Teh, inget amanat ibu. Jika Azril nggak di bolehin pulang, harus pulang bareng lagi sama teteh. Kecuali Mas Andre bilang mau pulang bareng teteh, itu Azril boleh pulang. Jadi di sini teteh gak punya hak apapun, untuk mengusir Azril" ujar Azril yang langsung melepaskan helmnya.


"Eleh bisa aja lu tong, yaudah terserah kau lah. Yuk, masuk." ucap elisa yang langsung masuk membawa beberapa kotak di tas jinjing khusus.


Saat Elisa masuk kedalam rumah sakit telah sampai di lobi rumah sakit, baru memasuki lobi saja Elisa sudah banyak yang bergunjing tentang dia. Elisa yang tidak pernah menampakan diri lagi setelah kejadian keracunan itu, malah tiba-tiba datang membuat para perawat dan dokter berbisik-bisik, mereka berbisik karena merasa iri terhadap Elisa yang menjadi istri SAH dari Andre, merasa itu tidak adil kenapa bisa dokter Andre yang menjadi pujaan setiap umat, malah punya istri seperti Elisa yang biasa-biasa saja.


"Eh, bukankah itu. Istri Dokter Andre yah, siapa tuh namanya, aku lupa" Dokter magang 1 yang melihat Elisa dengan tatapan nyiyir.


"Iya bener, biasa aja tuh gak cantik-cantik banget kenapa bisa dia yang jadi istrinya." ucap Dokter magang 2.


"Lihat tuh tampang sombongnya, mentang-mentang dia nyonya rumah sakit, seenaknya saja datang dan pergi." ucap suster 1 , yang juga melihat Elisa berjalan melalui mereka.


"Wajahnya saja sudah menyebalkan begitu, tapi heran kenapa dokter Andre malah menikahi wanita seperti itu yah?" Ucap perawat 1.


"Pasti dia pake pelet tuh, atau mungkin dia pakai dukun biar Dokter Andre jadi suka." Suster 2.


"Yah gitulah, kalau mau instan dapat cowok seperfeck dokter Andre. Apa lagi nih aku denger-denger, jika Elisa itu dulunya sangat miskin, bahkan dia tidak punya rumah tempat tinggal hidupnya sendiri, dulu dia sangat susah banget, tapi lihat sekarang pakaiannya saja bermerek, berubah jadi mewah karena menikahi keluarga kaya." Ucap Suster 2.


"Pasti sejak awal dia sudah mengincar mangsa yang lebih besar, wajah kayak gitu pantesnya penggoda pria-pria kaya sih."


Saking seriusnya mereka membicarakan tentang Elisa, tidak sadar jika Try ada di sana sedang mengecek pasien dan akan ke bangsal lainnya, mengantikan posisi Andre yang sedang sibuk.


"Kalian salah!" Ucap Try yang baru selesai mengambil laporan pada resepsionis.


"Eh?! Dokter Try, anda sudah lama disini." ucap perawat 1.


Semua langsung kaget saat mendengar suara Try yang datang tiba-tiba, yah keberadaan Try yang muncul dari belakang membuat semua tersentak.


"Yah lumayan lama sampai aku bisa mendengar semua omongan kalian," Ucap Try yang menyilangkan tanganya kedepan.


"Ouh, Hehe kami tidak tahu jika—" Perawat 2 yang terbata-bata dan tak bisa berkata-kata lagi.


"Itu karena kalian terlalu fokus pada objek, hingga tidak sadar aku datang" Ucap Try yang menatap tajam.


"Dokter Try, Maaf kami permisi."


"Kalian mau kabur? setelah membicarakan kebohongan dan bicara keburukan orang lain, wah! mulut kalian lebih tajam, dari pada pisau beda milikku" ucap Try yang agak kesal dan emosi.


Terdiam semua dan tak bisa bergerak lagi, karena tatapan mematikan dari Try memang sangat menakutkan bahkan seperti pemburu.


"Omong kosong kalian yang tidak tahu apa-apa, tapi suka bicara yang hoax, asal kalian tahu. Jika seandainya kalian di posisi Elisa sekarang, mungkin tidak akan sanggup untuk bertahan dengan pria yang aneh seperti Andre. Kenapa yang kalian tahu bukan, dia sangat populer. Tampan dan sangat mutitalenta, kalian juga pasti akan di rundung banyak masalah. Iyakan?" ucap Try yang menjelaskan.


"Kalian akan cemburu, curiga, khawatir, takut dan berakhir dengan perperpisahan juga. Andre tipe orang yang cari wanita yang simpel, tegas, mandiri, pekerja keras, sederhana, pikiran yang dewasa, kuat, pemberani, kompleks, pintar menjaga imege, tidak suka bergosip, dia suka membicarakan soal keburukan orang lain, dan pintar segala mengurus rumah tangga yah. Apakah kalian sanggup, pinter masak doang mah gak cukup. Andre jagonya masak, pinter mengurus rumah, Andre juga bisa. Tapi yang bisa menutupi keburukan dan tidak suka bergosip itu, kalian bisa! Jadi tidak usah kalian semua iri, jika kalian tidaklah sebanding dengan Elisa." ucap Try yang kesal sampai ubun-ubun yah.


"Jadi bagi kalian, jangan membicarakan hal-hal buruk lagi tentang hubungan rumah tangga orang, urusi saja pekerjaan kalian jika tidak mau aku aduhkan pada Andre, kalian tidak mau di pecat dari sini kan, dengan resiko kalian tidak akan dapat pekerjaan lebih baik dari sini. Permisi" ucap Try.


Langsung meninggalkan tempat tersebut semua orang yang tadi bicara buruk pun, seketika bungkam tak ada lagi yang bicara, berada di ruangan Andre.


Lift terbuka Elisa langsung bergegas masuk keruangan tersebut, tapi tidak menemukan suaminya.

__ADS_1


Try juga baru sampai di sana, mengunakan lift lainnya. "Elisa, kamu mencari Andre?" tanya Try yang baru keluar dari lift.


"Ouh! Dokter Try, iya dimana orang itu?" Ucap Elisa yang kesal dibuatnya.


"Mungkin sekarang masih di bangsal VVIP, mau kesana?" Tawar Try.


"Apakah mereka semua juga dirawat disana?" Ucap Elisa yang menggertak gigi yah.


"Iya, semua ada di sana"


Elisa langsung berjalan menuju bangsal VVIP, Azril yang panik kalang kabut. "zril ada apa? kenapa kamu kok kayak ekor tetehmu begitu, ada masalah kah?" Tanya Try yang menahan tangan Azril.


"Aduh- Mas Try, tahu tidak ini gak baik. Kenapa Mas Try katakan, sekarang teteh dalam mood yang kurang sehat, bisa-bisa Mas Andre akan habis" ucap Azril yang langsung mengejar tetehnya.


"Apa maksudmu zril," Try yang juga mengejar Azril dari belakang.


"Udah nanti saja penjelasannya, mendingan sekarang kita kejar teteh dulu, Aduh- teteh jalan ke mana sih."


"Zril lewat sini, tetehmu kesini" ucap Try yang tahu.


Setelah sampai di bangsal VVIP, terlihat Andre sedang sibuk merawat semua pengawal-pengawalnya, entah beberapa orang itu terlibat perkelahian dimana, jadi sekarang Andre sibuk mengurus para pengawal yang terluka, Elisa membuka pintu dengan sangat kuat.


BRAAK !


Semua yang ada di dalam bangsal VVIP itu kaget, Andre masih fokus melakukan tugasnya sebagai Dokter untuk mengobati luka-luka.


"ALZAM ANDRIANO CARLOSEN, dimana kau" Ucap Elisa yang sudah meletakan kedua tangan di pinggang.


Saat kedatangan Elisa semua pengawal langsung sigap berdiri, menghadang Elisa agar tidak mendekati Andre, yah sebagian para pengawal itu tidak tahu siapa sosok istri dari Andre.


"Aku di sini," ucap Andre yang baru membersihkan luka seseorang.


"Aku tidak bisa melihat mu, dimana kau!" Ucap Elisa yang memang tidak bisa melihat Andre karena di halangi oleh pria-pria kekar yang tubuhnya 2 kali lipat dari yah.


"Heh?" semua kaget dengan apa yang di ucapkan Andre.


"Ouh jadi sekarang kamu anggap aku istrimu, di depan anak buah mu bagus sekali aktingnya. Pangeran ANDRILOS," ucap Elisa yang kesal.


"Teteh, udah janji loh gak bakal—"


"Ssssttt, berisik ini urusanku dengan pangeran ANDRILOS. Sini kamu, aku minta penjelasan darimu" ucap Elisa yang mengunakan jari telunjuk untuk membuat Andre mendekatinya.


"Kita bicarakan di tempat lainnya, Try gantikan aku untuk mengobati beberapa orang yang luka, mereka masih di sana" ucap Andre yang menyuruh semuanya istirahat dahulu.


"Baiklah" ucap Try yang langsung mengambil alih kerjaan Andre.


Andre menatap Elisa yang matanya itu berapi-api, menahan kesal. Andre tersenyum geli melihat tingkah laku Elisa yang lucu, dan mengemasnya begitu.


"Ayo, ikut denganku kita bicara di tempat lainnya yang lebih baik." ucap Andre menggenggam tangan Elisa, dan menarik tangan Elisa agar keluar dari kamar tersebut.


"Apasih. Lepaskan aku, dasar kamu ini" ucap Elisa yang sok-sokan jual mahal dengan Andre.


Setelah sampai di teras ruangan Andre, dengan tanaman hijau. Bahkan pot tanaman Elisa juga tubuh dengan baik di taman buatan di teras tersebut, Elisa yang langsung menarik tangannya dari genggaman Andre.


"Lepaskan, aku marah sama kamu" ucap Elisa yang melipat tanganya kedepan dan menatap tajam pada Andre.


"Maaf, honey! kamu jangan marah dong, kamu gak lihat tadi banyak sekali orang yang terluka hanya untuk melindungi kita." ucap Andre.


"Melindungi kita? Hel—lo, yang ada mereka itu hanya melindungi mu. Buktinya mereka akan melawanku saya melihat ku, jangan bawa-bawa nama ku yah" ucap Elisa.

__ADS_1


"Siapa orangnya yang tidak akan siaga jika kamu datang dengan cara seperti tadi, ya wajarkan mereka bersikap begitu" ucap Andre yang menjelaskan.


"Hmph! sudahlah, aku tak bisa berkata-kata denganmu, apapun yang aku katakan kamu bisa membalikan yah" ucap Elisa yang sudah malas.


Elisa berbalik badan, ingin meninggalkan Andre, dengan jurus 1000 cara Andre menaklukkan hati si Elisa, Andre langsung memeluk Elisa dari belakang agar amarah itu sedikit meredah, andre yang memeluknya dengan sangat erat sekali.


"Iiih apa-apaan sih, kenapa kamu—" ucap Elisa yang kaget dengan sikap Andre tersebut.


Cup !


Andre mencium leher Elisa dengan sangat manja, bulu kuduk elisa seketika merespon rangsangaan tersebut.


"Aku kangen kamu tahu, sangat rindu sekali. Maaf yah, jangan marah honey. Kenapa! kamu tidak membalas satupun pesanku, apakah kamu ingin membuatku semakin tersiksa yah!" ucap Andre yang masih asik memeluk Elisa.


Elisa langsung melepaskan diri dari pelukan Andre tersebut. "Jangan alihan pembicaraanku, jawab aku dulu kenapa kamu tidak pulang. Apakah yang sedang kamu kerjakan, hingga tidak pernah menemuiku dan tidak mengatakan apapun lagi padaku sebenar apa yang sedang menahanmu di sini, katakan" ucap Elisa sambil menujuk dengan wajahnya tajam.


Yah Elisa langsung tahu apa yang sedang di coba lakukan Andre akhir-akhir ini, entah mengapa Andre yang sangat tertutup dengan hal itu.


"Sayang, My sugar. Aku tidak melakukan apapun di belakang mu serius, berani sumpah deh. Mana berani aku macam-macam di belakang mu. Sungguh!" ucap Andre yang dengan pemikiran lainnya.


"Bukan itu, aku tidak peduli dengan kamu punya wanita lain di belakang ku. Aku hanya bertanya apa yang sedang kamu lakukan akhir-akhir ini hingga mengunakan semua anggota bodyguard mu, hingga mereka seperti itu penuh luka cukup para" ucap Elisa yang langsung menatap tajam.


Gawat Elisa mulai curiga, tapi dia hebat juga bisa menebaknya dengan baik. Tapi aku kok kesal ya, saat dia katakan tidak peduli jika aku punya wanita lain di belakang ya, apakah dia tidak sungguh-sungguh mencintai ku. Dumal Andre dalam hatinya.


"Sayang, aku tidak melakukan apapun sungguh. Aku sedang binggung, karena semua dokter yang datang dari berbagai luar negeri, tidak ada yang bisa berbuat apapun. Bahkan lulusan terbaik pun tidak ada yang bisa menyembuhkan Ben, aku harus gimana dong!" Ucap Andre yang mengalihkan pembicaraan.


Hmph, kayaknya dia sengaja mengalihkan pembicaraanku. Baiklah aku ikuti saja alurnya mau sampai kapan kamu menutupinya dariku, mas Andre apakah kamu sudah mulai menyusun rencana, untuk terlibat dalam pertarungannya melawan Asosiasi itu, apakah kamu berniat duduk di tahta yah. Gerutu Elisa dalam hatinya.


"Lalu di mana si plakor itu?" Ucap Elisa yang menyebutkan nama Ben dengan plakor.


"Heh! kenapa kamu bilang gitu sih, sungguh Yang, aku gak selingkuh kok!" ucap Andre mempertegas.


"Bukan itu, tapi si pelaku yang membuat masalah dengan ku. Si pencuri semua waktu dan perhatian kamu padaku, di mana anak mu itu. Dimana dia sekarang, akan ku beri dia pelajar yang setimpal karena sudah buat aku menjadi janda, selama berhari-hari" ucap Elisa yang emosi.


"Hehehe, Kamu ini mengemaskan sekali" Andre tertawa geli dengan tingkah laku Elisa itu.


"Mas Andre katakan! Kamu gak apa-apa kan, jangan kamu pendam sendiri dong!" ucap Elisa yang khawatir dengan kondisi Andre saat ini.


"Aku nggak tahu lagi sayang, harus gimana. Segala caranya sudah aku lakukan agar Ben bisa sembuh lagi, hingga aku minta bantuan kepada teman-temanku dari Eropa dan Turki hingga belahan dunia lainnya. Tapi tetap saja, Nihil hasilnya." ucap Andre yang lemes, dan duduk di kursi.


"Sabar Mas, mungkin belum ada jalannya aja, makanya kamu kalau ada apa-apa ngomong dong sama Elisa gak usah kamu tanganin sendiri jika tidak sanggup, biar kita cari sama-sama. Yasudah kita usaha lagi buat cari dokter lainnya, hm—" ucap Elisa yang memeluk Andre.


Tiba-tiba Elisa teringat dengan seseorang, yang paling dekat dengannya dan musuh juga.


"Oh ya Mas, tiba-tiba aku ingat sama seseorang loh. Tapi, kamu jangan marah ya?" ucap Elisa.


"Emang siapa yang kamu pikirkan!"


"Mas, bukankah si Kevin itu juga jurusan psikologi kan S2 ya, dia kan ada jurusan sosiologi mental anak juga. Iyakan?" ucap Elisa memberi saran.


"Iya sayang aku nggak kepikiran ya. Aduuhhh ponakan aku sendiri, tapi aku nggak inget. Sudahlah aku akan langsung telepon dia sekarang ya" ucap Andre yang sangat girang sekali saat mendengar solusi itu.


"Iya mas, di coba dulu saja. Sapa tahu Ben cocok dengan Kevin dan semoga si Kevin bisa kesini yah, buat bantuin kamu" ucap Elisa.


"Dia pasti mau lah sayang, dia tidak akan bisa menolak ku"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...

__ADS_1


Kita akan berjumpa lagi di EPISODE SELANJUTNYA. BYE...


Selasa 22 Maret 2022.


__ADS_2