Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
125. Make Over.


__ADS_3

Andre yang sudah sampai di depan pintu, berharap ada keajaiban dari Tuhan yang akan mendengarkan suara rintihan dalam hatinya, agar mau mengabulkan doanya, untuk menghentikan Elisa malam ini.


Menarik nafas dalam-dalam, saat ingin membuka pintu. Benar saja, Elisa sekarang malah sudah tertidur dengan sangat pulas, merasa lega sekaligus merasa bersalah pada istrinya.


Andre yang sempat khawatir tidak jelas, takut jika Elisa akan melanjutkan apa yang beberapa menit lalu, tapi semua itu hanyalah pemikiran. Ternyata Elisa malah sedang pules banget, tidur hingga tidak sadar jika selimut jatuh.


Andre menatap istrinya yang sudah tepar itu, ia tersenyum tipis. Langsung mengambil bantal yang tadi di lempar Elisa karena kesal, lalu baru ambil selimut yang jatuh, untuk membalut tubuh Elisa.


"Maafkan aku ya sayang, untuk sekarang aku memang belum bisa, memberikan apa yang kamu inginkan" ujar Andre yang sekarang menarik selimut, dan membaringkan tubuhnya di samping Elisa, tak lupa mengecup puncak kepala Elisa dengan sangat lembut, agar Elisa tidak bangun.


Keesokan paginya, Andre yang sudah tidak lagi berada di samping, membuat Elisa mencari, biasanya Andre yang selalu bangun telat.


"Lah! Mas Andre, gak balik lagi ya semalam?" Gerutu Elisa seraya mengucek matanya.


"Ouh! Kamu sudah bangun sayang, cepat mandi" Andre baru keluar dari ruang ganti baju.


Elisa terdiam, wajahnya ia turunkan tak mau melihat suaminya.


"Elisa, cepat mandi! Apakah kamu tidak mendengar ku?" Ucap Andre nada suara tegas.


"Iya, emang mau kemana? terus ngapain harus mandi, kan aku nggak ngapa-ngapain semalam denganmu" Ucap Elisa yang masih sangat marah dengan Andre.


"Mandi pagi itu sehat sayang, biar badan kamu segar. Lagian kita kan mau Sholat, emang kamu gak mau Sholat berjamaah denganku?" ujar andre yang menawarkan, seraya meluruskan ucapan.


"Jam berapa sekarang? emang sudah subuh kah? kok alarem gak bunyi" ujar elisa yang lupa jika semalam ia tidak pasang alarem.


"Setengah lima, mas aja kesiangan bangun, kamu lupa pasang alarem semalam itu. Udah cepat mandi, terus sholat, mas tungguin" ujar Andre yang mengambil sajada.


"Iya, bentar" beranjak dari kasur menuju kamar mandi.


Beberapa detik kemudian, Elisa keluar lagi, karena cuman sebentar sudah keluar dari kamar mandinya Andre kebingungan.


"Nggak mandi?" tanya Andre yang melihat Elisa sudah keluar, tapi masih pakai baju semula.


"Nggak! Lagian semalam kan gak jadi, mandinya nanti aja kalau lagi mood" Jawab judes, Elisa yang masih kesel sama Andre.


"Lah, kok gitu? aku baru tahu mandi saja harus nunggu mood, teori dari mana?" tanya Andre yang sudah membentangkan sajadah untuk Elisa.


Tapi tak di jawab oleh Elisa, ia malah sibuk celingukan mencari sesuatu yang tidak ada saat ini. "Mana mukenahnya?" Elisa mencari mukenah miliknya.


"Itu mukenanya di samping kamu, makanya bangun jangan masih tidur saja kalo nyari itu" sindir Andre, Elisa mendecak kesal.


"Cih! ini sudah bangun tahu. Udah cepat mulai, keburu waktunya habis" Ucap jutek, Elisa sudah selesai pakai mukenah.


Setelah menunaikan ibadah sholat subuh itu, seperti biasa Elisa mencium punggung tangan andre, dan mengambilkan Andre Al-qur'an, sedangkan Elisa malah selesai sholat pasti akan turun kebawa untuk cari bahan untuk cemilan, sebelum sarapan.


Diam-diam Andre memperlihatkan Elisa yang sudah siap akan membuka pintu kamar.


"Elisa- kalau mau turun kebawa, ganti bajumu. Nggak sopan kamu pakai baju seperti itu! Apa lagi mau keluar dari kamar, bikin dosa orang. Aku gak mau tubuh kamu jadi amal jariya, cepat ganti. Pakai baju yang bener, Elisa kamu dengar tidak!" Ucap Andre di sela-sela baca kitab, menegur istrinya.


"Iya-iya, Elisa ganti"


"Sayang! itu bajunya terlalu tipis, walau di sini semua adalah keluarga, tapi nggak baik buka-bukaan begitu!" Tegur Andre tak melihat Elisa, mata kembali fokus kekitab.


Elisa tidak menjawab, tapi dia malah nurut dengan apa yang dipinta Andre. Jadi masuk ke kamar ganti untuk ganti baju, lalu keluar lagi.


Sebelum mau keluar, Elisa menoleh ke Andre dulu, yang sangat khusu sekali mengaji. Yah! Rutinitas Andre sesudah sholat lima waktunya, kecuali saat dia kerja mungkin cuman sholat saja itu juga untungan-untungan bisa sholat, kalau lagi jadwal padat mungkin ia akan mengqodho sholat.


Yah, Andre selalu baca kitab suci itu, rajin banget. Nggak kayak Elisa, habis sholat yang sudah yang di cari bukan kitab suci, tapi malah makanan.


Berada di ruang tengah, Elisa bertemu dengan mamah dan ibunya yang sedang sibuk di meja makan, Elisa duduk di sana.


"Loh sayang? kok kamu belum siap-siap, kenapa belum ganti baju" Tanya Monika yang melihat Elisa masih pakai kaos pendek dengan celana kolor panjang.


"Emang mau kemana mah?, Elisa saja belum mandi kok" Ucap Elisa sambil mengambil buah apel di meja.


"Ih, si teteh! Kok jorok banget sih teh! Mandi dulu sana, emang nggak sholat?" Tanya ibu tiba-tiba buat Elisa mengerutkan keningnya.


"Teteh sholat! Ini baru selesai" ucap Elisa, sambil mengambil buah pisang.


Kedua ibu itu saling menatap satu sama lain, dan langsung mencecar dengan tatapan tajam pada Elisa, yang sedang makan buah.


"Emang gak jadi?" pertanyaan itu malah yang muncul di pikiran Monika.


"Apa?" Tanya Elisa binggung.

__ADS_1


"Itu, yang semalam" Monika mengajukan pertanyaan lainya.


"Hah? apa yang nggak jadi, yang semalam?" Elisa malah tambah binggung.


"Itu, yang mamah lihat tadi malam" Memperjelas.


"Hm–ouh! itu" Elisa mengambil segelas air putih.


"Jangan tanya, itu kesalahan siapa? Setidaknya mamah jangan terus menyalakan ku, yang pasti itu, gak di teruskan" Ucap Elisa kesal.


"Kok bisa teh?" Ucap ibu kaget, ya walau ibu itu lemah lembut, dan selalu tenang. Tapi nama juga seorang ibu pasti ada saja rasa kepo, dengan keadaan itu.


"Itu semua gara-gara mamah! Padahal sedikiiiiitttt lagi. Malah mamah masuk. Yah! otomatis nggak jadi lah, yang penting Elisa sudah berusaha. Tapi gara-gara mamah jadi gatot, semua usaha Elisa merayu dan mengodanya gagal" Elisa memperagakan jari kelingking untuk menujukan sisi sejengkal itu, untuk harapan yang sia-sia.


"Sia-sia saja usahaku semalam, kalau tahu begitu akhirnya! Aku gak usah membujuknya, sudah susah payah aku rayu. Mamah kan sudah tahu, jika anaknya begitu! Eh- mamah malah bikin masalah, yah! buruan aku lolos, mamah malah menyalahi aturan! main trobos lampu merah aja" Sambung Elisa yang masih ngomel-ngomel, gara-gara kegagalan dalam hubungan semalam.


"Adduhh— mamah jadi merasa bersalah sama kamu sayang, maafin mamah yah sayang, mamah ngga tahu. Mamah khilaf, lupa kalau anak mamah sudah jadi milik kamu, saking mamah gak bisa nunda kasih undangan itu" penjelasan dari Monika.


"Undangan apa?" Elisa, mengambil buah anggur.


"Acara pameran, dan pertemuan gitu. Seharusnya Mamah dan Papah yang datang, cuman Papah masih uring-uringan tuh, jadi Mamah binggung. Makanya menyuruh Andre dan kamu yang gantiin kita, kamu mau kan sayang!" Ucap Monika yang meminta tolong.


"Kok dia gak bilang yah? Nanti deh! Aku tanyain lagi" ucap Elisa yang bangkit dari kursi.


"Andre gak bilang apa-apa ke kamu?"


"Nggak, makanya aku binggung saat ini" Elisa sudah akan pergi, naik lagi ke kamar yah.


"Elisa, mandi dulu yah mah-bu" Ucap Elisa yang sudah berlari ke anak tangga lagi.


Berada di depan pintu, saat membuka pintu tidak tahu jika suaminya juga berada di balik pintu.


Bruuuk !


"Aduh—" Seraya memegangi jidatnya yang nabrak dadah bidang Andre.


"Lagian kamu kalau mau masuk itu, ketuk pintu dulu! jangan main tubruk aja, untung yang kamu tabrak badan aku, coba kalau tembok. Bisa benjol tuh, bahkan berdarah juga" seraya mencubit hidung Elisa.


"Mana ku tahu, kalau kamu juga ada di balik pintu" jawab Elisa yang ngembek.


"Kok balik lagi, ada apa? belum matang hidangannya?"


"Iya, nanti jam 9 kita berangkat"


"Hmm-, Elisa juga ikut?"


"Iya, ikut. Kalau gak mau ikut juga gak apa-apa, terserah kamu saja"


"Tapi, pulangnya kita naik bianglala. Yah! Boleh yah, aku mau naik itu" ucap Elisa sambil memeluk Andre.


"Iya, sudah sana mandi" ucap Andre yang mengiyakan saja permintaan dari Elisa.


"Ok!"


Tak lama Andre, turun kebawah disana ada dua wanita paru baya dan dua pria paru baya juga, hingga Azril juga ada.


"Ouh, Andre! Good morning" Sapaan mamah, dengan lebih baik.


"Too" jawab singkat Andre seraya menarik kursi dekat Azril.


"Mana Elisa, nggak ikut sarapan pagi dengan kita?" Tanya Ayah.


"Lagi mandi dulu, katanya gitu Ayah" Jawab Andre untuk memberikan penjelasan.


Jam pukul 8 tepat, Elisa malah masih binggung pala-pili baju mana yang cocok di acara pameran untuk umum tapi kelas bisnis dan sangat formal.


"Sayang! udah belom, cepat dong! Udah jam setengah sembilan ini, nanti kita telat loh" Teriakan Andre dari luar kamar ganti.


"Iya, bentar"masih berdiri di depan etalase lemari, dengan beberapa gaun indah di sana.


Saking fokusnya memilih baju, andre yang datang dari belakang pun tidak di sadari elisa.


"Loh? kok belum ganti baju, masih pakai piyama aja dari tadi loh"


"Habis elisa binggung mau pakai baju apa? bantuin dong! pilihkan bajunya yang pas untuk elisa gunakan" ujar elisa seraya melingkar tangannya ke lengan andre.

__ADS_1


"Yaudah pake seadanya aja dulu" ujar andre yang tidak mempermasalahkan dengan gaun apa yang di gunakan elisa untuk acara kali ini.


"Masa pake seadanya, jangan begitu dong. Inikan acara orang-orang terhormat, nanti aku jadi bahan tertawaan lagi" ujar elisa yang buat jengkel dengan jawaban itu.


"Siapa yang akan berani menertawakan kamu, udah kamu tenang saja, tidak akan ada yang berani kok! Pakai baju ini aja, gimana kamu nyaman nggak? pilih gaun senyaman yah kamu sayang" andre mengambilkan gaun berwarna biru cerah, dengan motif bunga kecil di pinggang.


"Hmm- oke!" tanpa pikir panjang elisa malah melepaskan piyama handuk tepat di depan andre, bikin andre spot jantung, mata terbelalak.


Gluk—!


Walau elisa sudah pakai braa dan cd sebelumnya, itu masih membuat deg-degan, dengan sisa tenaga ya! andre memutar tubuh kearah lain.


"Sudah belum sayang" tanya andre yang tidak melihat elisa, sedangkan elisa masih sibuk. Pala-pili sepatu hak, yang cocok dengan gaunnya, yang dapat menyeimbangkan diri dengan andre.


"Bentar mas"


"Astagfirullah, masih ada apa lagi sih. Udah ayuk! berangkat" ujar andre yang sudah mulai panas, karena masih gerah gara-gara tadi.


"Elisa belum dandan, setidaknya bedakan dulu sama lipstickkan" ujar elisa yang langsung keluar ruang ganti menuju meja rias.


"Udah gak perlu, kita ke salon saja. Yuk! cepat masih keburu kalau berangkat sekarang, jangan dandan lagi" ujar andre yang udah gak sabar.


"Bilang kek, dari tadi kalau kita ke salon. Aku sampai sudah binggung dan susah payah, cari baju yang klop sama acara hari ini. Yaudah yuk!" ujar elisa yang agak geram dengan suaminya itu.


Mengambil tas, dan langsung keluar dari kamar, andre malah di tinggal di kamar.


"Lucu yah" gerutu andre sambil tersenyum nakal.


Sesampai di mobil, elisa sudah siap dengan memasang sabuk pengaman. Andre malah duduk di belakang jok kemudi, lalu supir datang duduk di sebelah elisa.


"Loh! kamu gak bilang kalau pakai supir" ujar elisa yang kaget saat andre malah duduk di belakang.


"Kan kamu gak nanya?" jawab andre yang tidak mau kalah.


"Ih nyebelin deh! "


"Cepat sini."


"Yah! kan jadi harus keluar lagi, kamu ini gimana sih"


Elisa, akhirnya keluar lagi lalu langsung duduk di sebelah andre, dengan wajah yang di tekuk karena kesal.


"Aku minta maaf, udah jangan ngambek gitu! Jelek" ujar andre yang membujuk elisa agar jangan marah.


"Aku pakai supir karena aku tidak tahu lokasinya, jadi pakai supir" penjelasan andre pada elisa.


Sampai di salon keluarga BERLIN, masih saudara dengan ANDRILOS, andre membawa elisa untuk di make over.


ANDRE : Nona graneta.


GRANETA : Andre, apa kabar honeyku


Nona graneta ini bukan cewek juga bukan cowok tapi wanita jadi-jadian, sebenarnya andre enggan untuk menginjakkan kakinya ke salon tersebut, tapi mau bagaimana lagi demi istri tercinta, apa lagi lokasinya searah dengan tujuan, hanya untuk memburu waktu.


ANDRE : Nona graneta, bisakah kamu bantu aku untuk make over dia


GRANETA : Tentu saja, itu sudah jadi tugasku, dia siapa? ini baru pertama kalinya kamu membawa wanita, selain mamahmu


ANDRE : Istriku


GRANETA : APA! Jadi kabar burung yang akhir-akhir ini beredar dan sangat hott sampai masuk berita topik teratas, sampat trending. Itu semua benar, jadi kamu sudah menikah


ANDRE : Iya, nona graneta


GRANETA : Itu jadi hari patah hati seluruh kota di belahan dunia, kamu kejam


ANDRE : Maafkan saya. Tapi nona, bisakah kamu segera menyelesaikan tugasmu hari ini, karena aku sedang buru-buru mengejar waktu, karena saya akan menghadiri acara formal dan resmi. Pameran Brandon Luwiss, jadi aku mau kamu buat dia seperti Ratu untuk hari ini


GRANETA : Oke, kamu tidak usah khawatir. Kalian semua mari kita bekerja sekarang juga anak-anak.


ujar GRANETA menyuruh anak buahnya untuk bekerja.


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Senin 31 Januari 2022.


__ADS_2