Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
141. Lanjut Kan.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan menyiram tanaman, Andre duduk di kursi menemani Azril yang sedang nyemil kue bikinan tetehnya itu, subuh-subuh tadi Elisa malah bikin kue bolu.


"Zril, nanti anterin mas ke pak RT atau pak Kuwu ya, mau laporan" Ujar Andre yang pemikiran sama dengan Azril.


"Eh! mas Andre bisa baca pikiran yah?" ujar Azril yang sangat kaget karena Andre tiba-tiba tahu apa yang akan di katakannya.


"Maksudnya apa zril, aku bisa baca pikiran. Aku bisanya baca buku, bukan baca pikiran" Ujar Andre yang kaget.


"Hehehe, tadi niatnya aku mau ngasih tahu soal itu ke mas. Eh- mas Andre malah udah ngomong duluan, jadi ku pikir mas Andre bisa baca pikiran" Ujar Azril.


"Kamu, ada-ada saja. Udah, kamu mau apa tidak?" tanya Andre.


"Asyiap mas, kapan?"


"Nanti setelah sarapan pagi aja, teteh mu ngamuk kalau masaknya gak di makan" ujar Andre yang tahu.


"Oke, yaudah Mas. Kayak teteh sudah selesai masak tuh, Azril mau ke kandang bebek dulu" ujar Azril yang sudah mencium bau masakan tetehnya.


"Udah nanti aja, kita sarapan pagi dulu. Yuk! kita masuk" Andre yang menahan tangan Azril yang akan pergi.


Melihat semua hidangan sudah tersaji di meja makan, dengan sangat lengkap. Andre dan Azril baru masuk, Elisa sudah melihat.


"Teh, udah siap?" tanya Azril.


"Hm- kalian makan dulu, aku mau nyuci baju" Ujar Elisa.


"Udah nanti aja, sayang! Sini makan dulu, aku mau ke rumah pak RT habis ini" ujar Andre yang membuka piring yang tengkurap.


"Mau ngapain?" tanya spontan.


"Ya mau laporan. Biar gak salah sangka sama warga, jadi kita harus laporan ke ketua RT" Ucap Andre.


"Ouh, yaudah. Elisa gak ikutan ya, mau nyuci piring" ucap Elisa yang bangkit dari kursi.


"Iya, nggak apa-apa. Nanti aja nyucinya sekalian sama ini, sini makan dulu" tangan Elisa di tahan oleh Andre.


"Bilang aja mau ditemenin makannya? iyakan!" Ujar Elisa yang langsung menatap tajam kearah Andre.


"Tahu masih nanya, sini" Ujar Andre tertawa kecil.


"Semalam, mas makan gak?" Ujar Elisa yang penasaran.


"Hmm- Makan?" Jawab singkat karena lagi mengunyah makanan, dengan sibuk dengan piring di depannya.


"Makan apa?"


"Apa, itu ketropak. Azril yang beli"


"Maaf ya, Elisa malah ketiduran. Bangun-bangun udah di kasur, semalem mas jadi tidur di bawa?"


"Teteh sih tega banget, mas Andre tidur di ruang tv tahu semalem sama azril" Sambung Azril.


"Ouh gitunya"


Setelah makan selesai Andre, dan Azril yang siap-siap akan pergi ke rumah pak RT. Andre yang membawa kantung plastik, di dalamnya ada kue yang di buat subuh tadi.


"Itu apa mas?" Tanya Azril penasaran.


"Nggak tahu teteh kamu, katanya berkunjung itu jangan tangan kosong, ada bener juga sih" ujar Andre.


"Ouh, mungkin gara-gara kita ke rumah pak RT" Ujar Azril yang mengambil kantong plastik itu dari tangan Andre.


"Teteh mu pengertian juga, aku aja gak kepikiran untuk hal itu" Ujar Andre yang jalan.

__ADS_1


Saat mereka berdua berjalan menuju rumah pak RT, banyak warga yang selalu basak-bisik. Tapi Andre dan Azril hanya senyum, dan menyapa ringan dengan ramah


"Eh, nak Azril yah. Mau kemana? kapan pulang, bawa temennya?" Ada yang memberanikan diri untuk bertanya pada Azril.


"Huh! Temen? iya bu. Mau kerumah pak RT, mari bu" Ujar Azril yang menyapa, Andre hanya tersenyum.


"Aneh! " Seraya memegangi dagunya.


"Aneh kenapa zril" menatap adiknya dengan kebingungan.


"Emang wajah kita seumur ya? Hehehe iya juga sih! Apa lagi mas Andre pakai baju Azril, jadi kelihatan masih muda mas" Ujar Azril yang melihat ujung kaki sampai ujung kepala.


"Hahaha iya kah? Maaf ya zril. Habis baju mas belum datang, jadi nunggu baju-baju dari sana dulu" Ucap Andre yang tertawa renyah.


Sesampainya di kediaman rumah pak RT, yang sangat sederhana. "Permisi, assalamualaikum. Pak-Bu, apakah ada orang!" Ucap Azril yang meneriakkan salam.


"Walaikumsalam, eh? Mau cari siapa?" Saluran suara dari dalam.


"Anu Bu, saya mau ketemu bapak ada?" Tanya Andre.


"Ouh, bapak. Ada, sebentar yah saya panggilkan dulu. Silakan duduk dulu, sambil nunggu bapak" ujar wanita separuh baya itu, mempersilahkan mereka duduk.


"Iya, terimakasih" Jawab sambil duduk di kursi kayu sederhana.


"Assalamualaikum Pak" Mereka bangkit lagi saat melihat pak RT keluar dari dalam rumah.


"Walaikumsalam, ini ada apa yah?" Tanya pak RT.


"Anu pak. Saya Azril, anaknya pak Yusman dan Bu Siti. Mau datang kesini mau laporan pak, ini kakak ipar saya datang dari jauh. Untuk menginap beberapa bulan di sini, ya saya di suruh anter Kakak, kesini" Ujar Azril yang memberikan penjelasan dahulu.


"Ouhlah, gitu. Silahkan duduk, sini" Mempersilakan mereka duduk.


"Iya, Pak. Terimakasih!"


"Nggak usah pak, saya cuman sebentar kok, nggak usah repot-repot" Ucap Andre yang mengantarkannya.


"Eh, lancar juga bahasanya" Kaget karena dengan sangat fasih Andre bicara dengan bahasa Indonesia.


"Iya pak, saya memang orang Indonesia" Jawab Andre.


"Azril, ngater kakak ipar. Katanya mau laporan, ke bapak" Sambung Azril.


"Begini pak, saya gak enak. Saya sama istri niatnya mau lapor kemarin, tapi karena berhubung kemarin datangnya sudah larut malam, jadi belum sempat. Begini pak! Kami mau izin tinggal di daerah sini untuk beberapa waktu, sambil jagain Azril. Karena ibu dan ayah belum bisa pulang dengan cepat" Ujar Andre yang langsung mengatakan tujuannya.


"Ouh gitu, mangga atuh kalau mau tinggal di daerah sini. Kalau betah yah Alhamdulillah, kalau gak betah ya di maklumi karena warga-warga di sini agak- yah gimana gitu" Ujar pak RT yang cengengesan.


"Iya, pak. Ini saya bawa foto copy KTP dan KK saya, kata ibu Eni harus bawa persyaratan buat menghadap bapak" Ucap Andre memberikan dua kertas.


"Aduh sampai formal segala, nak ini dari mana asalnya? kok mukanya kayak bule yah" Saking penasarannya.


"Asal saya dari, Kota B. Orang tua saya memang asli orang luar, cuman karena banyak pekerja di sini jadi saya pindah kesini, dan kebetulan malah dapat jodoh orang sini, ya saya harus menetap di Indonesia" Ucap Andre.


"Walah gitu, toh"


"Maaf nih pak, istri saya tidak ikut katanya mau nyuci jadi perwakilan saja" Ujar Andre sangat ramah.


"Wah! nggak apa-apa, nggak perlu sungkan gitu"


"Begini pak, kalau tidak keberatan dan tidak sibuk. Boleh tidak bapak mengantar saya, buat keliling-keliling desa, sambil jalan-jalan begitu. Maaf jika kurang sopan, saya minta maaf pak, jika seandainya saya tersesat bisa kenal warga di sini kan" Ucap Andre.


"Boleh-boleh, mau sekarang?"


"Zril kasih ke bapak dulu itu, kamu pulang aja gak apa-apa" Ujar Andre.

__ADS_1


"Anu pak ini dari teteh saya, buat keluarga bapak. Sebagai tanda permohonan maaf karena tidak ikut hadir, tolong di terima" Ujar Azril.


Akhirnya Andre di ajak keliling desa dusun, hingga banyak orang yang terpesona dengan Andre. Sampai ibu-ibu para gadis, dan wanita. Bapak-bapak juga semua penasaran, hingga sampailah di sebuah tempat dimana ada lahan yang agak aneh.


Karena di petak-petak, dan di buat garis. Andre langsung menatap tajam ke arah sawah lahan itu, karena binggung.


"Itu mau dibikin apa pak, kok di petak-petak gitu, terus ada pembatas?" Tanya Andre yang penasaran.


"Ouh itu mau di jadikan pembangunan proyek, nggak tahu jadi apa kata mau di bikin moll" ujar pak RT.


"Padahal, tanah di sini subur yah pak, kok bisa di buat gitu" ujar Andre yang menyayangkan hal itu.


"Ya mau gimana lagi, rakyat kecil kayak kitamah bisa apa?" Ucap pasrah pak RT.


"Emang, itu punya pemerintah?"


"Bukan, itu punya pak Viktor. Juragan di sini, dia emang suka banget bikin gara-gara" Ucap pak RT.


"Dimana rumahnya?"


"Disusun sebelah, rumah yang paling gede saja di sini. Itu rumahnya, emang semena-mena terhadap rakyat kecil" Ucap pak RT yang sudah Tah berdaya.


Malam hari yah, sudah berada di rumah setelah sholat isya. Andre terdiam sambil menatap leptop yah.


"Mas besok kamu jadi berangkat ke rumah sakit?" Tanya Elisa.


"Iya, kenapa?" menatap wajah Elisa.


"Nggak apa-apa, jadi Elisa di tinggal sendiri di sini? Besok Azril sekolah, mas berangkat. Lah temen elisa siapa? di rumah" Ujar Elisa.


"Lah ada ibu Eni, bisa menemani kan. Atau keliling-keliling cari temen di daerah sini, biar kamu bisa bergaul dengan baik" Ucap Andre yang mulai fokus lagi ke layar leptop.


"Yah, kan masa sama ibu-ibu"


"Biar kamu bisa akrab sama warga di sini, gak apa-apa? Besok malam juga, aku dia ajak pak RT buat ikut ronda, untuk mengakrabkan diri di lingkungan"


"Terus kamu iyakan?"


"Iyalah. Nggak enak buat nolak, lagi pula aku warga baru, jadi gak apa-apa cuman seminggu itu 2x kok" Ucap Andre yang membuat Elisa kesal.


"Hmm, gitu" Ujar Elisa singkat cemberut.


"Azril mana?" Tanya Andre yang tidak melihat adik iparnya.


"Biasa main game, di kamar" Jawab Elisa yang masih menahan kesal.


"Yaudah, Elisa siapkan makan malam dulu. Elisa masak sayur SOP tanpa tomat, mau makan gak?" Tahu jika Andre tidak suka buah tomat dan tidak suka pedes.


"Yaudah kamu siapkan dulu sana, mas juga mau beberes koper. Baju ya masih di dalam, sayang! Kamu mau sekalian tidak buat di bereskan ke lemari" Tawar Andre.


"Iya boleh deh, sekalian ya" Ucap Elisa yang langsung jalan ke dapur.


CATATAN :


Maaf readers ep kali ini tidak maksimal, karena keadaan author lagi kurang baik. Lagi K.O, mohon do'a ya agar saya segera sembuh, biar bisa ngetik lagi. 🙏🙏🙏


...Terimakasih....


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.

__ADS_1


Jumat 18 Februari 2022.


__ADS_2