Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
72. Kembaran Beda Usia.


__ADS_3

Di tempat rapat ruangan khusus semua perkumpulan para dokter-dokter entah itu senior dan junior berada dalam satu tempat yang sama, semua sedang fokus memperhatikan seseorang yang ada di depan sedang menjelaskan soal dunia medis dan pencegahan atau penanganan. Intinya seputar medis dan kesehatan, ada satu dokter yang lebih sibuk memperhatikan hp miliknya di bandingkan mendengar orang yang ada di depannya.


" Dre kamu dari tadi selalu sibuk lihatin hp terus, nunggu telfon dari siapa?" Bisik Try yang selalu membuat tidak fokus karena Andre.


" Kabar Elisa" Ucap Andre yang membuat try Langsung menaikkan satu alisnya.


" Yaelah nanti dia pasti akan selamat sampai tujuan kok, Elisa udah gede lagian nggak usah kamu cemaskan dia seperti itu" Ucap Try.


" Aku tahu tapi aku khawatir jika dia tersesat" Ucap Andre yang tidak tenang karena ini ke sekian kalinya ia meninggalkan Elisa.


" Ya ampun Dre kamu terlalu bucin tau nggak, sampai berlebihan begitu. Kalo dia tersesat pasti akan telfon polisi kan, dan bisa minta bantuan orang" Ucap Try.


" Gimana kalo orangnya nggak bener, lalu istriku di apa-apain kamu mau tanggung jawab" Ucap Andre yang berlebihan.


" Kalo kamu khawatir kenapa kamu tidak antar dia pulang dulu atau memesan taksi untuknya, atau krim supir pribadi yang kamu percaya dari rumah besar. Lagian kalo di pikirkan lagi Elisa itu sudah bisa jaga diri sendiri, dan dia mantan preman di sekolah kamu gak ingat apa yang di katakan Elisa waktu itu" Ucap Try yang menenangkan Andre.


" Sama saja dia tetep wanitaku yang mungil yang cukup manis, akan merasa asing jika di tempat yang tidak ia kenali" Ucap Andre yang khawatir.


" Dasar Petapa gunung es kalo udah mencair malah jadi tsunami kaya gini, kalo kamu khawatir telfon saja dia kan" Ucap Try memberikan saran.


" Niatnya juga begitu" Ucapnya tapi ia malah menatap orang di depannya.


Tiba-tiba sebuah pertanyaan mengarah pada Andre yang sama sekali tidak menyimak apapun dari awal semua informasi dari si MC yang ada di depannya.


MC : Dokter Andre! Bagaimana menurut anda soal masalah ini, yang kita semua tahu anda lulusan terbaik dari universitas ternama Eropa dan Asia, bisa jelaskan bagaimana untuk menangani kasus tersebut


ANDRE : Eh? Aaahhh !!


Andre yang tadi ngobrol dengan try tiba-tiba harus menyahuti ucapan MC membuat Andre kalang kabut binggung untuk menjawab, melirik pada try.


" Try, apa ini semua bukanya kamu bilang tidak ada tanya jawab begini?" ucap Andre yang menyalakan try.


" Entahlah, jangan tanya aku ini semua juga gara-gara kamu, aku juga tidak menyimaknya dengan baik tahu" Ucap Try yang juga ikutan Kebingungan.


MC : Bagaimana Dokter Andre, solusinya


Andre selalu bersikap tenang, ia tersenyum pada MC dan menatap layar di depannya, mengamati sekilas.


ANDRE : Bisakah anda mengulangi powerpoint di layar, coba kembali ke halaman sebelumnya


ucap Andre meminta pada operator, dan MC untuk mengulang halaman sebelumnya, Andre mulai memperhatikan 1 per 1 bab tersebut.


MC : Bagaimana dokter Andre apakah anda menemukan jalan yah lebih baik, kata dokter Juan melakukan operasi jangka panjang secara bertahap, dan dokter Sheila bilang jika akan di selesaikan dengan sekali operasi bagaimana yang benar


Andre berdiri di tempatnya, lalu menetap kata-kata yang akan di ucapkan.


ANDRE : Baiklah untuk para dokter yang hadir saya perkenalkan diri dulu, nama saya Andre Azzam Arafif. Saya spesialis bedah otak dan sistem Saraf, soal penanganan medis saya belum cukup ahli dari senior-senior yang hadir pada malam ini. Saya masih banyak belajar tapi jika di izinkan saya akan memberikan Saran dan masukan dari pengetahuan dan pengalaman saya selama 5 tahun ini, bisa izinkan saya untuk maju ke medium


MC : Yah silakan Dokter


Di sisi lain, Elisa yang belum juga mendapatkan taksi sudah mulai kedinginan karena cuaca semakin malam maka semakin dingin, apa lagi di tambah turun salju juga.

__ADS_1


" Jika seperti ini aku akan mati membeku, ya Allah tega benget yah punya suami malah kaya gini. Sepertinya aku di campakkan, kupikir punya suami enak tetap aja masih susah di tinggal melulu mending kalo gak di negara orang, terus cuacanya lagi gak bersahabat lagi, malah turun hujan es begini. Aduuu Masyallah ini dingin benget lagi, aduh aku lewatkan sholat ashar " Gumam Elisa.


Berhenti mobil silver tak lain adalah Kevin yang seperti habis dari suatu tempat, melihat Elisa yang berdiri di pinggir jalan membuat dia harus menghampiri yah.


" Yo Elisa, kamu kenapa belum pulang" Tanyanya dengan menurunkan jendela.


" Ouh Dokter Kevin kenapa kamu juga belum pulang" Ucap Elisa kaget saat melihat Kevin.


" Hahaha habis ketemu temen, terus aku nggak sengaja lihat kamu. Kamu sedang apa di sini cuaca lagi turun salju begini, dimana suamimu kalian tidak pulang bersama? atau jangan-jangan dia meninggal kamu seperti ini" Ucap Kevin penasaran.


" Tidak! Tapi suamiku sedang pergi rapat!" Ujar Elisa tak mau jika suaminya.


" Itu namanya kamu di tinggal Elisa" Ucap Kevin.


" Iya memang dia meninggalkan ku, katanya ada rapat yang tidak bisa ia tinggal dan batalkan.


" Paman bodoh! " Gerutu Kevin kesal.


" Hah? apa yang kamu katakan tadi" Elisa samar-samar mendengar.


" Tidak apa-apa. Yaudah cepat naik sini, biar aku yang antar kamu pulang, ayo naik udara sudah semakin dingin" Ucap Kevin yang khawatir.


" Iya terima kasih, maaf sudah merepotkan Anda dokter Kevin" Ucap Elisa yang tanpa pikir panjang lagi karena sudah merasa dingin tak sanggup lagi untuk berada di tempat tersebut.


" Iya sama-sama, cepatlah kamu bisa mati kedinginan siapa yang akan tanggung jawab nanti, akan ku beri Andre pelajaran nanti" Ujar Kevin membukakan pintu untuk Elisa.


Setelah Elisa masuk, Kevin juga langsung masuk lagi ke mobil.


" Iya, sekali lagi terimakasih yah dok, atas tumpangannya" Ucap Elisa.


" Iya, sama-sama" Jawab Kevin.


" Ouhnya! dokter Kevin aku semakin penasaran sepertinya anda sangat dekat dengan suamiku" Tanya Elisa.


" Tentu saja" Jawab Kevin tak basa-basi lagi.


" Apakah Dokter Kevin punya hubungan sangat dekat sekali" Tanya Elisa yang sangat penasaran.


" Iya tentu saja kami sangat dekat apalagi aku cuma beda 4 tahun dengannya dia itu adalah titik fokus dan pusat bagi kami" Jawab Kevin.


" Hah? maksudnya bagi kami memangnya pusat dari apa, apakah Dokter Kevin temen sekolah, atau temen kamus yah" Ujar Elisa yang sangat penasaran.


" Ha-ha-ha bisa di bilang Andre Azzam Arafif dia adalah panutanku dia adalah senior dia juga adalah seorang idol dan kakak bagiku, dia juga yang mengajar banyak hal padaku layaknya seorang guru, pokoknya apapun itu aku selalu ikuti. Ya bisa dibilang aku ini seperti bayangan baginya, tapi dia tak merasakan risi terhadap ku" Penjelasan Kevin.


" Wah kalian bisa sedekat itu yah, pasti hubungan kalian tidak biasa dong!


ngomong-ngomong soal bayangan Anda memang sangat mirip sekali dengannya bahkan aku sampai tidak bisa mengenali mana suamiku mana orang lain. Aku tak bisa membedakan antara kalian, kok bisa yah ada yang sama persis" Ujar Elisa yang Kebingungan.


" Hahaha benarkah! itu mungkin efek dari pantulan atau pembiasan cahaya mata, pesona Andre tak pernah pudar makanya aku jadi ikutan trending juga, tentu saja kami seperti kembar identik kami dijuluki si kembar beda alam" Ucap Kevin.


" Hah? beda alam gimana sih maksudnya" ucap Elisa Kebingungan.

__ADS_1


" Hahahaha, Dia itu adalah pamanku" Ucap Kevin yang menjelaskan.


" T-t-tunggu dulu, maksudnya dari paman? bukannya Mas Andre itu putra tunggal ya, lalu bagaimana dia punya keponakan, apakah bener kamu adalah cucu dari anak simpanan atau selingkuhannya papa atau istri dari Papah mertuaku itu" Ucap Elisa yang syok.


Disisi lain di rumah Arafif, sedang minum kopi tiba-tiba saja telinga kesakitan berdengung.


" Hemm-- seperti ada yang membicarakan tentang ku, pasti membicarakan soal berita kebaikan atau keburukan nih!" Ucap Arafif.


" Pak tua, seperti kamu yang terlalu percaya diri siapa lagi yang akan membicarakan soal mu yang sudah bau tanah" Ucap Monika sambil menyodorkan cemilan ringan yang di bawa di nampan.


Kembali pada Elisa dan Kevin yang ada di dalam mobil. " Hahahaha... kamu lucu juga yah, dari mana ide pemikiran kamu itu, menyimpulkan secara sepihak. Jelas kamu salah besar tahu, aku ini ini adalah cicit kesayangan dari keluarga Adrian. Nenek kecilku atau bisa dibilang nenek Monica dan kakek Arafif mereka itu adalah adik bungsu dari kakekku" Ucap Kevin menjelaskan.


" Eh? t-t-tunggu tunggu dulu aku sedikit agak bingung dengan silsilah keluarga ini, jadi maksudnya kamu ini adalah anak dari keponakan ya mama begitu?" Ujar Elisa.


" Iya begitu" Jawab Kevin.


" Oke! tapi kenapa wajah kamu hampir mirip dengan Mas Andre nggak mungkin kalau soal genetik sampai mirip persis seperti ini mungkin yang beda cuman rambut terus bola mata kamu bibir dan selebihnya kamu mirip banget sama Andre, satu lagi sifat tingkah laku kamu memang beda sama Andre. Tapi semuanya hampir mirip Mas Andre, kalo rambut mas diwarnain persis seperti itu mungkin aku sulit untuk membedakan kalian" Ujar Elisa.


" Kamu ini bisa saja yah merayuku, lalu apakah jika Andre seperti ini kamu akan memikirkan aku" Ucap Kevin yang udah berani terang-terangan.


" Siapa yang ingin merayu kamu, orang aku bicara fakta kok. Walau dia udah tua, aku tetep akan milih dia dia kucing manjaku yang paling berharga" Ucap Elisa memuji Andre.


" Hahaha kucing! kamu samakan dia seperti kucing, lebih tepat dia itu buaya kali" Ujar Elisa.


" Buaya itu setia loh hanya saja buaya darat baru tuh yang gak setia" Ucap Elisa.


" Wuwuwh ! Elisa, Aku juga sama seperti pamanku loh, tetep setia apa lagi aku juga sama di buat di dalam tabung" Ucap Kevin.


" Ouh kamu juga si bayi tabung juga, Hemm jadi aku juga berencana untuk promil bayi tabung aja kali yah sapa tahu dapat gen yang berbobot kaya mas Andre juga" Ucap Elisa jadi ke pikiran.


" Bisa di coba tuh, memang kamu akan bencana sekarang?" Tanya Kevin.


" Nggak, aku belum resmi jadi istri yah" jawab Elisa.


" Kenapa? " Kevin melihat Elisa.


" Karena kami belum mengelar resepsi pernikahan dengan keluarga besar mamah dan papah di sini, niatnya mau selesai pelatihan" Ucap Elisa


" Ouh gitu, iya kamu juga belum di kenalkan dengan keluarga Andrian Clarlosen" Ujar Kevin


" Tapi aku masih penasaran, cerita bagai mana kamu bisa sama persis" Ucap elisa masih penasaran.


" Jadi ini hanya genetika milik paman dan genetika milikku itu hampir sama cuman aku beda usia saja dengannya, jika aku lahir di hari yang sama dan waktu yang sama dengan paman pasti akan banyak yang kebingungan. Sayangnya aku beda alam maksudnya beda rahim dengan pamanku mungkin aku bisa dijuluki si kembar beda usia" Ujar Kevin.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Selasa 30 November 2021

__ADS_1


__ADS_2