Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
184. Upacara Pemakaman.


__ADS_3

Di dalam pesawat Elisa kembali melanjutkan makannya. Sesekali melihat wajah Andre yang begitu sangat kaku dan tegang, banyak sekali pikiran di otak Andre.


"Mas, Elisa bawa roti nih. Beneran kamu nggak mau, Elisa habiskan nih?" ucap Elisa yang membuka mulut lebar-lebar padahal rotinya tidak sebesar mulutnya.


"Nggak! kamu aja makan, kamu pasti lapar sekali sampai membuka mulutmu lebar seperti itu." Walau Andre tidak melihat, ia hanya melihat dari ekor matanya.


"Mau susu? Elisa bikin susu tadi, sebelum terbang, masih anget nih!" Elisa membuka penutup Tupperware.


"Aku gak bisa menelan makanan Elisa, jadi kamu aja—" belum sempat menghabiskan ucapannya mulut Andre sudah di sumpal dengan bongkahan roti.


"Kamu... Sayang! jangan langsung kamu main masuk ke mulut begini dong!" ucap Andre yang kesel.


"Kunyah dulu yang di mulut, baru ngomong" Ucap Elisa yang memakan rotinya kembali.


Andre menurut apa yang di katakan oleh Elisa, walau mengeluh, Andre menguyah roti itu dan menelannya dengan sangat cepat, matanya kembali fokus pada sebuah catatan yang ada di tangannya.


"Ayo buka mulutmu lagi. Jangan sampai aku menyuapi mu secara paksa lagi, buka mulut mu cepat!" ucap Elisa yang tanganya sudah di depan mulut Andre.


"Aku sudah kenyang, jadi kamu saja yang makan." ucap Andre yang langsung menatap Elisa.


"Bagaimana kamu bisa langsung kenyang, dengan sepotong roti seperti itu! Jangan berbohong, kamu pasti belum kenyang cepat buka mulutmu." ucap Elisa yang memaksa kembali, tapi Andre egah-ogahan.


"Ya udah... Huh? Elisa gak ngerti, kesalahan Elisa dimana? kok kamu marah sama Elisa, padahal Elisa sudah jadi seperti ini. Elisa hanya kena getahnya saja, kenapa aku juga ikut di cemberutin begitu dan di betein. Jutek banget lagi jawabnya, salah Elisa di mana coba?" Elisa yang cemberut, karena Andre menolak untuk makan dan biara dengan sangat ketus padanya.


"Kamu mendumal apa? siapa yang marah ke kamu, siapa yang jutek ke kamu. Aku hanya—" lagi-lagi Elisa menyuapi Andre dengan bongkahan roti.


"Udah kunyah dan telen lagi ya, biar kamu punya tenaga, jika kita sudah sampai di sana. Lalu tiba-tiba kamu ambruk gimana? Jangan mempermalukan diri sendiri, makanya kamu yang nurut dong! Biar kamu bisa melakukan semua tugasmu dengan baik, kalau di suruh makan ya makan, kalau di suruh minum ya minum, enak toh disuapin sama Elisa" ucap Elisa bangga.


"Elisa, kamu—" ucapan Andre yang terpotong kembali karena Elisa terus menyumpal mulut Andre dengan sepotong roti terakhir, hingga habis.


Setelah selesai menyuapi Andre makan, mereka sholat di atas awan. Lebih tepatnya sholat berjamaah di pesawat, walau hanya berdua saja.


Setelah sholat yang di qodho ashar dan dhuhur, pada waktu sholat ashar dan 2 jam kemudian isya dan magrib. Setidaknya mereka tidak melupakan kewajiban ya. Tak lama sebentar lagi mereka akan sampai di Barcelona, pagi hari.

__ADS_1


"Sayang, kamu mau makan malam pake apa?" tanya Andre tak melihat orang di samping sudah lelap dan mimpinya.


Hmph! Dia ternyata sudah tidur rupanya, kasihan juga Elisa, harus kena imbasnya. Huh? sampai aku tidak sadar jika leher Elisa juga terluka. Siapa yang mengobati lehernya ini, jelek sekali balutannya. Pasti Kevin, dasar tuh anak. Dumal Andre yang melihat plester yang di pasang asal oleh Kevin yang penting tertutup sempurna saja lukanya.


Andre ingin membuka balutannya tapi, ia tak mau membangunkan Elisa. "Sayang, kita pindah yuk! Kamu jangan tidur seperti ini, lehermu kan sedang sakit? pindah yuk!" ucap Andre yang saat ini menujuk Istrinya.


"Hmm-, aku ngantuk banget mas. Kalau mau ngobrol, besok saja ya. Gak kuat nih mata sepet banget!" ucap Elisa yang tak kuat membuka matanya.


Andre mengendong Elisa ke ranjang kecil di sebelah kursi, seraya melepaskan plester secara hati-hati. Sebelumya sudah di persiapkan, oleh Andre kotak P3K lengkap.


Huh! ini cukup dalam, pasti akan membekas. Bagaimana ini, walau dia tidak berkomentar. Tapi, aku merasa menyesal telah melibatkan Elisa dalam masalah ini. Maafkan aku, Elisa. Maafkan diriku ini, yang tidak bisa melindungi kamu dengan baik. Dumal di dalam hati Andre seraya mengecup puncak kepala Elisa.


Pukul 7 pagi, mereka akhirnya baru mendarat selama 15 jam perjalanan. Andre yang sudah bangun sebelum elisa, sudah rapi dengan stelan baju hitam.


"Sayang, ayo bangun. Kita sudah sampai, kita harus segera menggelar upacara pemakaman untuk Junlion" ucap Andre lembut, seraya membelai anakkan rambut Elisa.


Elisa langsung membuka mata lebar-lebar, langsung bangkit dan terduduk sambil menatap suaminya yang sudah rapi.


"Mana baju ganti ku, dan mana kamar mandinya?" tanya Elisa yang setengah sadar.


Setelah selesai bersiap-siap, Elisa turun dengan baju serba hitam dan hijab hitam. Beberapa keluarga dari pihak, Junlion sudah datang menghampiri Andre. Termasuk Irene, istri Junlion yang saat ini bermata sembab.


"Sayang, kamu tunggu di sini"


"Kamu gak mau kenalin aku sama mereka?"


"Nanti, kita belum tahu reaksi mereka seperti apa ke kita. Jadi kamu tunggu aku di sini, jangan mendekat dulu yah! Apapun yang terjadi nanti kamu jangan mendekat dulu. Mengerti?"


"Baikalah."


^^^BAHASA BARCELONA.^^^


Andre menghampiri Irene yang saat ini sedang berkabung karena kehilangan suaminya, Irena yang berwajah sembab karena menangis tidak tahan melihat wajah Andre ingin buru-buru memeluk Andre. Tapi ia tahan karena irene tahu, Andre saat ini sudah menjadi milik orang lain. Irene tidak ingin melukai perasaan istri dari Andre, jadi dia ingin minta izin dari Andre.

__ADS_1


IRENE : Andre! Kamu sudah datang, maaf telah merepotkan kamu.


ANDRE : Irene, aku minta ma—


Andre belum selesai bicara, tapi Irene sudah menutup mulut Andre dengan tangannya. Elisa yang melihat dari jauh, agak kesel.


IRENE : Ini, bukan salahmu. Aku sudah tahu semuanya, dia berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan saudara kembarnya, sebelum dia pergi. Dia bilang apapun caranya dia ingin menghentikan Junno, walau nyawanya yang jadi taruhan. Jadi dia mungkin sudah mempersiapkan diri untuk hal ini.


ANDRE : Maafkan, aku Irene. Junlion, dia...


IRENE : Tidak! Andre, tolong jangan buat perjuangan ya sia-sia. Ini sudah jadi pilihan dia, Jun ingin melindungi mu dan masa depan banyak orang, aku dengar kau akan jadi pemimpin selanjutnya dari ANDRILOS, aku ucapkan selamat ya.


ANDRE : Itu, belum tentu. Karena aku bukan kandidat satu-satunya, masih banyak kandidat lainnya disana


IRENE : Andre, sudah jangan banyak bicara dulu. Aku butuh kamu memelukku sekarang. Setidaknya aku masih merasa kehadiran dia di sini, walau dalam tubuh yang berbeda.


Dari jauh Elisa mengepalkan kedua tangannya, karena tidak tahan melihat suaminya dipeluk wanita lain, Elisa agak cemburu dengan hal itu.


"Main peluk-peluk, suami orang saja. Junlion dan istrinya cukup bar-bar, nih cowok satu juga gak inget apa. Kalau dia bawa istri ya, tahu gini aku gak usah ikut, biar gak tahu. Dari pada harus tahu hal seperti ini, malah bikin emosi. Sabar-sabar, dia wanita hamil" Dumal Elisa yang kesal.


Acara upacara pemakaman, dan penghormatan terakhir untuk Junlion. Dari semua sanak saudara dan temen-temen dari Junlion, lalu acara pemakaman Junlion yang di sertai haru biru, semua masih belum percaya jika sang narsis dan pria genit ini telah tiada untuk selamanya, meninggalkan tempat persinggahan sementara ini.


Malam hari setelah acara tersebut, Andre langsung di suruh untuk menginap di Mansion milik keluarga Vandheter, yang sangat terkenal punya kebun anggur terbesar di sana.


"Mas, ini rumah siapa? kenapa kita di sini?"


"Tentu saja miliki keluarga Junlion, pertanyaan kamu itu aneh tahu nggak! Kita menginap sehari disini, besok baru kita pulang"


"Baikalah, jika itu sudah jadi keputusan mu."


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...

__ADS_1


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Kamis 21 April 2022.


__ADS_2