Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
165. Kevin Dan Zacky.


__ADS_3

Sebuah bandara internasional, Andre menjemput kevin disana. Ini kali pertamanya Kevin datang ke Indonesia. Andre yang langsung mencari keberadaan Kevin hingga menyelusuri di bandara, karena Kevin sangat sulit di hubungi.


"Uh? itu Paman Andre?" Ucap Kevin seraya menujuk ke arah Andre yang celingukan mencari.


"Paman. Aku di sini?" ucap Kevin yang berdiri dan melambaikan tangan ke arah Andre.


"Maaf aku terlambat datang. Kau sudah datang, bagaimana perjalanan mu?" ucap Andre yang menghampiri Kevin yang sangat senang.


"Hmm– yah, cukup lancar" ucap Kevin yang cengengesan.


"Syukurlah, apakah sudah minta izin dengan paman dan ibumu?" Tanya Andre yang khawatir.


"Hmm- sudah minta izin sama mom, tapi kalau paman! Coba lihat ke sebelah, paman Zac memaksa ingin ikut. Katanya takut jika aku bohong dan takut aku tersesat. Yah! banyaklah alasannya" ucap Kevin cemberut saat melihat ketidak percayaan Zacky.


"Kak Zacky? kakak juga ikut," ucap Andre yang tidak sadar dengan keberadaan Zacky.


"Iyalah Dre, kamu tahukan anak ini gimana. Dia suka bikin masalah, aku gak mau dia merepotkan mu. Jadi aku tidak mau dia membuat kau kesulitan, yaudah kita balik kerumah mu" ucap Zacky yang sudah tidak sabar ingin rebahan.


"Baiklah, yuk kak. Kevin" ucap Andre yang langsung mengantar mereka keluar bandara.


"Alasan paman ikut bukan karena khawatir padaku kan! pasti paman ingin kabur dari masalah di pemerintahan iya kan" ucap Kevin yang menebak, zacky yan langsung menjitak kepala kevin.


"Dasar kau anak kecil, kamu tidak tahu apa-apa. Jadi jangan ikut campur, tentang masalah yang terjadi. Faham!" ujar Zacky yang sangat kesal di buatnya.


Andre hanya tersenyum melihat kelakuan keduanya. Seraya berjalan menuju pintu keluar, Andre yang membantu membawakan koper milik Zacky.


"Wah, kalian membawa perbekalan cukup banyak yah. Sampai 4 koper!" Ucap Andre yang kaget dengan persiapan dalam sehari, tapi sudah banyak yang di bawa Zacky.


"Hahaha, paman membawa seisi lemarinya. Katanya akan tinggal lama di Indonesia, kevin bilang pakai kartu turis saja. Tapi, paman Zac malah menolak, dan bilang pakai kartu bisnis saja, yang 3 bulan biar lebih lama di sini. Ampun deh!" ucap Kevin yang menepuk jidatnya sendiri.


"Banyak bicara kau, lagian kamu gak mau lama apa di sini?" ucap Zacky.


"Paman Zac, ngapain lama-lama di sini. Kuliahku gimana?" ucap Kevin yang sedang mau daftar Study lanjutan.


"Kamu ingin lanjut kev" tanya Andre yang sangat penasaran.


"Iya paman Andre, biar bisa seperti paman Andre" ucap Kevin yang penuh semangat juang, dari dulu Kevin menang mengidolakan Andre sebagai panutannya selama ini, bahkan sebelum Zacky mempercayai Andre. Kevin sudah lebih dulu menujukan rasa sukanya, dan sayang kepada pamannya itu.


"Kan sudah ku bilang, jika Andre dari kecil sudah pintar dan jenius. Sedangkan IQ mu saja hanya sejengkal dari Andre mana mungkin kau akan sama seperti Andre" ucap Zacky yang meremehkan keponakan itu.


"PAMAN! KEJAMNYA DIRIMU, paman Andre dengar kan. Apa yang di katakan oleh paman Zacky ini, bikin aku down saja nih" ucap Kevin minta perlindungan dari Andre.


"Kak, sudahlah. Jangan merendahkan Kevin seperti ini, Kevin itu sangat pintar kok, buktinya dia lulusan terbaik di universitas yang sama denganku, walau dengan cara yang beda iyakan kev." ucap Andre yang langsung membela Kevin.


"Iya paman Andre, sebenarnya aku juga iri. Tidak bisa seperti paman Andre yang pakai jalur khusus dan prestasi, sedangkan aku harus pakai uang dan undangan" ucap Kevin yang agak murung karena tak bisa seperti idolanya.


"Tapi kamu yang lulusan terbaik kan. IPK mu saja besar dan berat, iyakan. Kevin menurutku, tak seharusnya kita sama dengan orang lain, dan tak perlu meniru ya. Cukup jadi dirimu sendiri itu sudah baik, karena cuman kamu sendiri yang tahu batas kemampuan mu. Bukan orang lain, biar aku sebagai contoh kamu agar lebih semangat saja, tapi jangan di jadikan patokan untuk mencapai yang sama dengan ku. Faham" ucap Andre yang menepuk punggung Kevin untuk memberikan semangat.


"Iya paman, aku tak akan bisa seperti paman. Tapi aku akan melakukan yang terbaik, sebaik mungkin." ucap Kevin penuh motivasi dari Andre.


"Kamu termasuk yang hebat Kevin" menyemangati Kevin.


"Terus saja kamu manjakan dia Dre, lama-lama nih anak jadi besar kepala" ucap Zacky.

__ADS_1


"Siapa yang memanjakan dia, aku hanya bilang secara fakta kok." Ucap Andre yang mengedipkan salah matanya.


"Tuh dengar paman Zac, jangan selalu memberikan kata-kata jahat terus padaku." ucap Kevin yang sangat kesal.


"Ah sudahlah, aku pengen cepat sampai punggung rasa sudah mau terbelah" ucap Zacky yang berjalan cepat.


"Dasar sudah ujur, makanya cepat nikah sana biar ada yang ngurusin paman Zac" ucap Kevin yang menyindir.


"Apa kamu bilang," ucap Zacky yang tidak terima dengan apa yang di katakan kevin.


Kevin di jitak lagi kepala ya oleh Zacky, Andre memasukan barang ke dalam bagasi mobil. "Kevin berikan kopermu juga, biarku masuknya ke dalam bagasi" ucap Andre.


"Baiklah paman Andre. Paman Zac, kau cukup kasar, jadi mana ada yang mau denganmu" ledek Kevin yang membuat Zacky tambah kesal.


"Kurang ajar kamu, mendoakan ku tidak baik. Sini kamu, ku kasih kau pelajaran" ucap Zacky.


Berada di dalam mobil warna hitam, terlihat Andre yang duduk di jok pengemudi, sedangkan Kevin di belakang. Zacky ada di samping Andre, menuju rumah Arafif.


"Mana Elisa?" Tanya Zacky yang tidak melihat Elisa.


"Iya paman, aku juga sudah sangat merindukan dia. Aku juga kengen berantem denganya, apakah dia bersembunyi di belakangmu?" ucap kevin yang mencari keberadaan Elisa.


"Dia tidak ikut, aku dari rumah sakit langsung menjemput kalian. Jadi Elisa ada di rumah sekarang, katanya dia ingin menyiapkan sendiri untuk menyambut musuh bebuyutannya" ucap Andre yang melihat Kevin.


"Hahaha dia itu dasar, awas saja nanti ya" ucap Kevin yang semakin semangat.


Saat di perjalanan, penasaran dengan Andre yang akhir-akhir ini agak tegang. Zacky yang melihat Andre dengan tatapan tajam, karena ingin tahu.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba kamu ingin anak ini (Kevin) datang, apakah masalah yang sangat serius?" Tanya Zacky.


"Apa masalahnya?" Zacky mulai tegang juga.


"Aku telah di serang lagi secara diam-diam, tapi aku tidak tahu siapa sumber ya" ujar Andre yang mata fokus ke jalan.


"Begitukah, mungkin itu adalah orang yang sama dalam komplotan yang sama juga. Kemungkinan orang lain itu kecil, apa lagi kamu belum muncul ke permukaan. Maksudnya, kamu belum di nobatkan jadi pemimpin ANDRILOS selanjutnya." tebak Zacky, karena Andre belum SAH jadi pewaris.


"Lalu kira-kira siapa yang melakukan hal tersebut ya kak, aku tak punya pemikiran orang lain nih!" ujar Andre yang tidak punya curiga pada siapapun.


"Apakah kau yakin jika Zenus itu telah tewas?" Zacky yang begitu sangat penasaran.


"Iya, aku sendiri yang mengecek denyutan jantung dan nadi ya" ucap Andre yang sangat yakin.


"Jika begitu! ada kemungkinan itu adalah anak-anak dari Zenus, yang ku dengar Zenus memiliki beberapa anak dari wanita-wanitanya" Ucap Zacky yang mendapat informasi dari pemerintah, karena Zacky di bagian pengecekan kependudukan.


"Bukankah kakek jahat itu, tidak punya anak atau istri kan? lalu bagaimana dia punya anak paman" tanya Kevin yang malah kebinggungan dengan apa yang di katakan oleh Zacky.


"Kevin, dunia luar itu sangat bebas. Apa lagi melakukan hubungan 'begitu'. Tidak masalah tanpa ikatan resmi, itu sudah jadi hal yang lumrah di luar negeri. Iya kan Dre, jika kita tidak punya agama yang mengikat. Mungkin saja akan ikut terjerumus juga, tapi hanya pamanmu Andre yang sangat tidak bergairaah iyakan dre?" Ucap Zacky yang menjelaskan.


"Huh? maksudnya" Ucap Andre yang kebingungan dengan apa yang di maksud oleh Zacky.


"Iya juga sih, tapi paman bagaimana jika anak-anak kakek jahat itu menutut balas atas kematian ayahnya. Apakah, nantinya paman Andre akan terancam lagi?"


"Itulah, Andre kamu harus hati-hati mulai sekarang. Jangan terlalu percaya pada orang yang baru kamu kenal, dan orang lama juga patut di curigai, kadang orang terdekat lah yang paling menyakitkan." ucap Zacky yang mulai waspada.

__ADS_1


Andre diam sejenak untuk memikirkan hal tersebut, karena seberapa ia tidak mempercayai orang Andre mana bisa tega dengan hal itu.


"Kak, jika sampai rumah nanti. Tolong jangan katakan apapun yah, mengenali soal ini pada Elisa dan mamah." ucap Andre yang khawatir.


"Kenapa? Elisa tidak boleh tahu. Oke, kalau mamah mu mungkin aku bisa maklumi, tapi ini Elisa. Kamu satu selimut dengannya."


"Iya justru itu, aku merahasiakan soal itu padanya. Masalahnya aku tak mau dia dan keluarganya juga akan terlibat, ini masalahku dan ANDRILOS! bahkan sampai detik ini aku belum sanggup untuk bisa masuk dalam dunia kebangsawanan, karena gelar itu cukup berat bagiku."


Padahal sejak lahir kamu kan sudah terlahir darah bangsawan Andre, dasar Andre. Gumam dalam hati Zacky.


"Kamu benar, jika ini ada kaitannya mungkin mereka juga tidak akan aman. Lalu apa rencana mu sekarang?" tanya Zacky.


"Aku tak punya rencana apapun kak, aku baru tahu saat Ben... Ah— maksudnya, semua ini memang salahku" ucap Andre yang sudah tidak yakin dengan kemampuan dirinya.


"Hmph, emang masalah yang semakin rumit. Sekarang aku tidak bisa memprediksi siapa lagi yang telah menyerang secara diam-diam, tapi mereka melakukan dengan sangat rapi, tertata dengan baik seperti sudah di atur. Tujuannya hanya satu yaitu kau, Andre." ucap Zacky yang berfikir keras.


Sesampainya di rumah, Monika dan Arafif sudah berada di halaman untuk menyambut kedatangan Kevin. Yah, cucu pertama keluarga ANDRILOS Monika sangat menyayanginya.


Kevin keluar dari mobil, dengan sangat senang karena bisa bertemu dengan nenek ya yang ada di Indonesia. Langsung lari menghampiri dan memeluk Monika, dengan sangat gembira.


"Apa kabar nek," Tanya setelah melepas rindu.


"Baik, bagaimana denganmu."


"Baik juga nek." ucap Kevin seraya melepaskan pelukannya.


Kevin langsung celingukan mencari sesuatu, Monika kebingungan.


"Cari Siapa, ini kakek mu ada di sebelah!"


"Hmph! aku tahu, tapi aku cari Elisa?" Ucap Kevin yang sangat ingin tahu.


"Ayo masuklah, Elisa ada di dalam dia sibuk seharian dia tahu jika kamu akan datang, jadi dia sendiri yang menyiapkan beberapa keperluan untuk mu." ucap monika yang menarik Kevin masuk ke dalam.


"Huuuft, mamah mu jika bertemu cucu yah cukup wow ya dre?" ucap Zacky yang baru keluar dan bejalan mendekati rumah.


"Iya begitulah. Pak tolong bawa barang-barang yang ada di bagasi ya, bawa ke kamar atas." ucap Andre yang bergantian mengatakan kepada pengurus rumah.


"Baik den bagus!" ucap si pengurus rumah, yang langsung membuka bagasi mobil.


"Paman Arafif, apa kabar?" ucap Zacky yang memeluk pamannya.


"Baik nak, kamu juga datang" Tanya Arafif setelah melepas pelukannya.


"Iya, karena anak itu... Ah, maksudnya Kevin baru pertama kali kesini jadi kakak cukup khawatir, jadi aku di suruh untuk ikut" ucap Zacky yang di omeli oleh kakak perempuan yah.


"Begitu, yasudahlah cepat masuk nak" ajak Arafif sambil merangkul Zacky.


"Iya paman," ucap Zacky yang berjalan beriringan dengan Arafif.


...Bersambung......


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...

__ADS_1


Kita akan berjumpa lagi di EPISODE SELANJUTNYA. BYE...


Jumat 25 Maret 2022.


__ADS_2