Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
43. Melihat Wajah Fresh ANDRE.


__ADS_3

Junlion yang masih mengekor pada Try yang saat ini akan masuk keruangan untuk mengambil laporan, Jun yang masih sangat penasaran dengan Andre masih ingin mengorek-ngorek informasi dari try.


" Woy try, apakah beneran si Andre mau jomblo seumur hidupnya?" Tanya spontan Junlion langsung di tatap tajam oleh Try.


" Si Petapa gunung es itu tidak akan tahan dengan Tante Monika! Lagi pula apa hubungannya dengan kamu, mau Andre jomblo kek- mau singel kek itu semua bukan jadi urusan kamu Junlion, jadi jangan ikut campur masalah pribadi orang lain kamu urusan saja masalahmu sendiri yang gak pernah kelar dengan hubungan kamu dan para mantan istrimu itu " Ucap try yang menyindir.


" Iya gue faham sama hal itu, dan tahu ini juga semua urusan dia tapi Luh tahukan kalo Andre itukan sangat popular pasti banyaklah cewek yang mau, dia itu mau cari tipe yang seperti apasi?" Ucap Junlion yang sangat penasaran.


" Dengarkan saranku Junlion semua itu bukan urusan kamu, orang tuanya aja no komen sama pilihan Andre, yah walaupun tante Monika terus saja jodoh-jodohin si Andre tapi kalau anaknya aja nggak mau, itu juga bukan urusan kamu jadi saran saja sih buat kamu lebih baik kamu mikirin diri kamu sendiri deh! Dan kamu cepetan cari pasangan kamu yang baru, biar para mantan kamu itu nggak suka muncul tiba-tiba dan minta balikan ke kamu terus kamu juga enggak selalu mengusik kehidupan orang lain" ucap Try menatap tajam.


Kesibukan Andre yang begitu sangat padat dengan banyaknya urusan, tapi energi Andre tidak terlihat berkurang atau merasakan lelah sedikit pun, itu membuat Try Rohman juga memperhatikan Andre, hingga memikirkan apa yang dikatakan oleh Junlion.


Jika dipikirkan matang-matang oleh Try memang Andre sedikit agak berbeda dari biasanya saat ini, andre terlihat sangat fit dan segar bugar hingga seperti biasanya, padahal kemarin dia demam tinggi sampai mau pingsan tapi sekarang andre tampak berbeda seperti punya nyawa cadangan yang akan bisa di tukar.


Saat semua para karyawan dan para pemateri sudah memasuki ruangan masing-masing, di dalam ruangan kantor saat ini itu cuman tinggal ada Try dan Andre yang sedang sibuk mengakses data untuk membuat soal atau pemilihan soal ujian bagi karyawan yang mengikuti pelatihan.


" Dre soal-soal kamu sudah bikin?" Tanya try yang saat ini membuka leptop yah.


" Baru sebagian, kemarin sudah memulai terasa berat bagiku jadi tidak aku selesaikan" Ucap Andre yang sangat sibuk dengan tumpukan kertas.


" Lalu sekarang kamu sudah sehat emangnya?" Ucap Try menatap tajam Andre.


" Hemm, sepertinya begitu!" Ujar Andre yang tidak menatap Try hanya fokus pada leptop miliknya.


" Tumben, kamu cepat sembuh dari demam musimanmu itu" Ujar Try yang menatap tajam pada Andre.


" Hah? maksudnya" Andre membidik Try dengan tatapan binggung.


" Bisanya saat kamu demam seperti itu akan memakan waktu sampai 2 atau 3 hari baru panasmu akan turun, ini baru juga kemarin Kamu demam tinggi terus sekarang udah baik-baik saja" Ucap Try.


" Yah menurutmu gimana sekarang kondisinya, kamu melihat aku seperti apa" Ujar Andre yang mengetik di leptop.

__ADS_1


" Iya sih! sudah kelihatan bahwa kamu itu fresh banget hari ini, malah kayaknya kamu punya cadangan nyawa, ngomong-ngomong emangnya kamu kemarin dikasih apa sama Elisa sampai kamu bisa seperti ini" Ucap Try yang sangat penasaran.


" Sssst~ berisik tahu nggak, mendingan kamu bantuin aku akses data nih! Itu disana masih banyak yang harus di perbaiki, aku masih banyak urusan jadi dari pada kamu sibuk ngegosip diriku lebih baik kamu kerjakan tugas, aku mau keliling dulu" Ucap Andre memberikan leptop langsung bangkit dari kursi.


" Kan tadi aku cuman nanya ini malah di kasih tugas lagi, tugas darimu yang kemarin saja belum kelar aku kerjain dre" Ujar Try frustasi.


" Makanya kamu cepat kerjain" ucap Andre.


" Aku nanya baik-baik tahu, apakah kamu udah sembuh apa belum. Kalau udah sembuh ya aku ikut seneng kan, karena sudah ada yang rawat kamu lebih baik dari pada aku, maksudnya gitu" Ucap try.


" Aku udah sembuh- aku sudah sehat, aku sudah semakin semangat oke!, kerjain tuh" Ucap Andre yang bicara semanisnya.


" He-he-he, tapi ngomong-ngomong obat apa yang dikasih sama Elisa sampai-sampai kamu dengan cepat sembuh, apakah dikasih obat plus-plus sama Elisa" Ucap Try yang to the point sama Andre.


" Apaan sih! Udah cepat itu dikerjain tugasnya, jangan ngebahas soal yang lain apalagi ingin cari tahu masalah pribadiku, kamu tahu kan aku nggak suka kalau ada orang yang membahas hal pribadi" Ucap Andre.


" Iya-iya, sepintar-pintarnya tupai terbang di langit akan jatuh juga kok" Ucap Try matanya fokus ke layar leptop.


" Nggak ada tupai yang terbang di langit adanya pohon" ucap Andre meluruskan.


" Ouh jadi kamu mau tambah lagi tugasnya, oke! kalau mau tambah lagi nih, kerjaanku yang lainnya juga, ini soal yang ku bikin kemarin yang belum selesai aku kerjakan" Ucap Andre.


" Eh! kamu ini bener-bener ngasih tugas lainnya sama aku sih, kan aku cuman bercanda tadi kenapa bukan kamu saja yang bikin soal ujian, ini namanya penyiksaan tahu nggak. Kak Andre jangan keterlaluan banget sih kira-kira dong kalau mau kerja kan orang" Ucap Try.


" Kalo ada mau ya saja kamu panggil aku kakak kalo gak ada panggilan Dre saja, wah tapi aku tidak akan tertarik untuk kamu panggil kakak tuh, udah baik-baik yah kerjakan saja sebisa kamu aku pergi dulu" Ucap Andre yang keluar dari ruangan.


Jam makan siang Elisa yang saat ini duduk di lobi tempat bersantai di gedung filix dengan Rudi sedangkan yang lainnya berada di kantin, karena Elisa membuat bekal juga untuk Rudi.


" Nih mas, aku bikinin yang spesial buat kamu yang agak pedesan" Ucap Elisa yang memberikan kotak makan pada Rudi.


" Ouh! makasih banyak nih elisa" Ucap Rudi yang saat ini sangat senang.

__ADS_1


Terlihat suaminya yang saat ini dengan para jejerannya dokter dan pemateri lainnya sedang menuruni lift transparan, Andre yang sangat sibuk membuat Elisa sangat khawatir apa lagi Andre yang baru saja sembuh dari demam kemarin.


" Ada apa sa, kok kaya lihat hantu aja sih pucat banget kamu" Ucap Rudi sedang makan bekal buatan Elisa.


" Nggak apa-apa mas cuman kepikiran saja sama kompor sudah di matikan belum yah" ngelesnya Elisa.


" Ouh gitu, coba kamu telfon orang asrama saja, Ouhnya kamu kan nggak punya hp yah" ucap Rudi yang mengingat kalo Elisa tidak punya hp.


" Udah punya dong!" Ucap Elisa menujukan hp baru yang di belikan Andre karena sulit jika Elisa tidak punya hp untuk menghubungi Elisa.


" Wih~ HP baru nih?" ucap Rudi senang banget.


" Iya nih mas, baru beli 2 hari yang lalu masih angettan" Ucap Elisa meletakkan hp dimeja.


" Eh coba liat, ini kok hp terbaik dan terbaru pasti sangat mahal loh sa. Kamu beli berapa? terus ibu kamu tahu nggak" Ucap Rudi sambil melihat-lihat hp Elisa.


" Kenapa harus lapor sama ibu sih!" ucap Elisa.


" Tunggu dulu! bukannya kamu itu tipe orang yang irit banget, apa lagi soal membelanjakan uang mu ini barang mahal kamu ngepet dimana?" Ucap Rudi nyindir.


" Astaghfirullah mas Rudi sekata-kata aja kalo ngomong, mana ada aku ngepet lagian aku juga gak irit-irit benget tuh, sekali-kali lah aku belanja gede-gedean" Ucap Elisa.


" Iya juga sih, ya udah selamat yah atas hp barunya" Ucap Rudi yang ikut seneng.


" Iya mas Rudi makasih" ucap Elisa.


" Sa cepat masukan nomer aku nanti kita bisa kontek-kontekan, di save yah" Ucap Rudi.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Rabu 27 Oktober 2021


__ADS_2