
^^^🏯 ISTANA KING EMPEROR^^^
Andre yang saat ini menepati rumah Brandon untuk sementara, karena tujuan dia agar memancing pamannya untuk datang menghampirinya, tapi belum juga ada kabar apapun yang mengenai keberadaan papah dan Daddynya, berada di ruang santai dimana Andre sedang meneguk teh hijau hangat.
Datanglah Zacky yang dengan langkah yang besar, duduk di sofa dekat dengan Andre yang sedang minum teh.
"Crazy, really crazy" Amarah Zacky yang datang-datang malah kesel, bikin Andre yang sedang minum Teh kebingungan dengan Zacky.
"Kenapa! Ada masalah apa?" Tanya Andre yang hanya melirik sebentar, sebelum matanya kembali ke buku yang dia sedang baca.
"Informasi ini sudah menyebar dengan sangat cepat juga, tapi kenapa orang itu belum muncul juga padahal ini semua pasti sudah sampai telinga yah! Andre apa rencana mu sekarang?" tanya Zacky, yang meminta penjelasan tentang rencana selanjutnya.
"Kita tunggu reaksinya dulu, aku belum memikirkan matang-matang caranya" Ucap Andre yang masih fokus membaca.
"Tapi, Paman Arafif bagaimana? kamu bahkan masih santai saja" Ucap Zacky yang sudah panik karena ini hari ke 4, belum ada kabar apapun, setalah Andre masuk ANDRILOS.
"Dia baik-baik saja, percayalah" Ucap Andre yang saat ini masih santai-santai.
"Kamu tidak ada rasa khawatir, jika terjadi apa-apa dengan beliau gimana?" Ucap Zacky.
"Kak, dia tidak akan lakukan apapun pada papah. Karena informasinya, jika aku di kenal sebagai anak dari Mamah dan Papah, bukan tuan Brandon" Ucap Andre yang masih sangat santai.
"Apakah belum ada tanda-tanda dia akan mencari mu, atau dia sedang menyusun rencana?" Ucap Zacky yang sangat penasaran.
"Kak, tenanglah. Nih, minum teh dulu sini" Andre menuangkan air teh.
^^^🌾 INDONESIA^^^
Try yang sedang mencari informasi tentang rumah Andre yang di tempati oleh keluarga Elisa, karena dari sekian banyaknya rumah milik Andre. Dia semua tahu, hanya rumah yang di berikan untuk keluarga Elisa ini saja, Try tidak tahu, karena Andre membelinya 3 hari sebelum menikah dengan Elisa.
Try keluar mobil ingin tanya alamat, dan letak rumah Elisa, melihat ada perkumpulan bapak-bapak di pos ronda.
"Permisi, maaf bapak-bapak numpang tanya. Tahu rumahnya Elisa Nurhaliza, nama suaminya Andre. Katanya beliau tinggal di daerah sini baru-baru ini, nama orang tuanya pak Yusman dan Bu Siti" Sampai lengkap ngasih tahu orangnya.
"Huh?, ibu Elisa?" ucap Bapak 1.
"Yang jual kue itu loh pak" Bapak 2.
"Putrinya pak Yusman?" Bapak 3.
"Iya-iya saya tahu. Gini Mas, dari sini lurus saja mentok sampai pertigaan, mas ambil jalur kanan. Rumahnya, cet warna biru pagar rumahnya hitam" Bapak 4.
"Aduh, Diding! itu muter-muter jalannya, jangan bikin punyeng kasihan si Mas, gini aja mas nanti dari sini lurus, nanti depan rumahnya ada plang, tulisannya jual kue dan kerajinan tangan" bapak 2.
"Ouh, gitu ya pak. Makasih bapak-bapak, saya permisi" ujar Try, yang langsung pamit.
"Yo ati-ati Mas" serempak.
Try mengikuti jalur yang di katakan oleh si bapak-bapak tadi, terlihat ada plang bertuliskan toko kue dan baner iklan produk makanan.
"Kayak ini nih rumah yah, kok cukup sederhana juga. Padahal semua rumah milik Andre gak kalah mewah, kok ini cukup kecil" Dumal Try.
Lalu berjalan menuju pintu rumah Elisa, yang terbuka, Try yang melihat lihat rumah yang sederhana ini.
"Assalamualaikum,... Assalamualaikum" panggil Try, seraya melihat kedalam.
__ADS_1
"Eh, Walaikumsalam. Mau cari siapa?" keluar Azril dari dalam rumah.
"Kamu, Azril kan?" tanya Tri pada Azril.
"Ouh, temennya Mas Andre yah! Masuk dulu, silakan duduk, Mas" ujar Azril.
"Rame ya, lagi ada apa nih?" karena mendengar suara gaduh dari halaman belakang rumah.
"Ouh! iya, itu lagi ada pekerja, teteh buka usaha kecil-kecilan"
"Hmm- gitu. Tetehmu mana?" Yang mencari Elisa yang tidak kelihatan dari tadi.
"Teteh lagi ngater pesenan, kalau Mas Andre katanya lagi di New York" Jawab Azril yang sekarang menjawab pertanyaan Try.
"Iya aku tahu kalau Andre, lama gak tetehmu pulang" Ucap Try sudah duduk di sofa, berdampingan dengan Azril.
"Hmm-, perginya mah sudah lama. Mungkin bentar lagi pulang, mau di tunggu atau mau saya sampaikan saja pesannya?" Tanya Azril yang menawarkan diri untuk jadi penyampaian pesan.
"Nunggu aja zril, lagian aku juga masih senggang. Ada yang mau saya tanyakan juga sama teteh kamu, jadi bolehkan saya nunggu" Ucap Try yang meminta izin.
"Yaudah mas, jika begitu. Hmm- saya permisi dulu mau kebelakang" Ucap Azril yang ingin menyiapkan beberapa cemilan dan minum.
"Ok, nggak apa-apa. Silakan" Ucap Try yang memperoleh Azril pergi.
Azril yang kebelakang untuk minta beberapa cemilan pada ibu-ibu yang kerja di tempat Elisa, seraya membuat minum untuk tamu tetehnya itu, Azril anak yang gak bisa diem kalau ada tamu dirumah malah dianggurin aja.
"Bu, minta kue dong! Buat tamu di depan, ada tamunya teteh" Ucap Azril yang sudah bawa piring.
"Ini aja yang masih anget, sama apa lagi. Yang ini yah!" Ucap si ibu-ibu itu.
"Makasih ya Bu" Ucap Azril yang langsung pergi sambil membawa teh ya di nampan.
"Assalamualaikum" Ucap Elisa saat masuk rumah.
"Walaikumsalam, Elisa baru pulang?" Tanya Try pada Elisa.
"Iya, kok ada Dokter Try? Udah lama disini?" Tanya Elisa yang agak kaget dengan kedatangan Try ke rumahnya.
"Baru datang sa, baru aja duduk nih!" Ucap Try yang menjelaskan.
"Ouh, gitu. Bentar ya dok, saya mau ganti baju dulu, bau keringat" Ucap Elisa seraya mencium bajunya yang emang agak bau.
"Iya, silakan" Ucap Try yang kembali duduk lagi saat Elisa sudah menghilang di balik tembok.
Azril datang dengan nampan yang penuh dengan 2 piring, dan secangkir teh hangat yang masih berasap.
"Ya ampun zril, kamu sampai repot-repot. Lagian aku gak lama kok, ini sampai kamu bawa semuanya" Ucap try yang kaget dengan Azril yang sudah datang.
"Ya ada tamu masa Azril anggurin, di minum dulu mas, teh sama nyicipin kue bikinan ibu-ibu disini. Ya nama juga masih tahap pada belajar, jadi kuenya gitu" Ucap Azril.
"Iya, iya. Makasih ya zril" Ucap Try yang mengambil satu kue dari piring karena sudah telanjur gak enak hati sama Azril yang sudah siapkan.
"Tadi saya dengar suaranya teteh, apakah teteh sudah pulang, kemana lagi dia?" Tanya Azril.
"Iya, itu katanya lagi ganti baju" Jawab try.
__ADS_1
"Apa sih, nih orang ya. Ganti baju dulu, udah sana" Ucap Elisa yang baru keluar lagi dari kamar.
"Iya iya, Azril balik keasal" Ucap Azril yang langsung kembali ke belakang.
Elisa duduk di kursi, berhadapan dengan try. "Gimana Dok, perlu sama saya atau sama Mas Andre?" Tanya Elisa.
"Sama kamu, karena kalau Andre saya tahu dia gak ada di rumah kan?" ujar Try.
"Beda aja kalau besty yah, selalu tahu sebelum istri. Ada apa nih?" Ucap Elisa yang agak cemburu.
"Apa sih, kalau aku my besty terus kamu ya jadi siapa? My bosty iya!" Ucap Try yang bercanda.
"Hahaha bisa jadi" ucap Elisa dengan tawa.
"Elisa, ini aku kembalikan" Ucap try sambil menyodorkan hp milik Andre yang terjatuh waktu menelfon mamahnya.
"Loh, inikan hp ya Mas, kok bisa sama dokter? Pantesan aja di hubungi susah banget, ku pikir dia lupa charger HP" Ucap Elisa yang asal tebak, saat tidak tahu.
"Ya tadinya aku mau ngasih itu kemarin, cuman hpnya belum jadi, karena waktu itu pas lagi telfon. Dia tiba-tiba langsung cabut, terus hpnya jatuh. Layar sempat pecah, jadi saya bawa hp itu ke konter buat ganti layar, aku tahu banget sama tuh anak, dia gak akan ganti hp, kalau hp itu sudah bener-bener ringsek atau rusak banget, baru di ganti. Makanya sampai sekarang dia masih pakai hp yang versi jadul begitu, suku cadang aja udah gak ada" Ucap Try agak kesal sama si Andre yang konglomerat tapi hp aja masih butut.
"Hahaha... Iya, dia emang setia sama satu hp, makasih ya dok. Ini aja, yang mau dokter sampaikan atau ada hal lainnya?" Tebakan Elisa benar.
"Gak sih, aku mau tanya soal kepergian Andre. Elisa, apakah dia pergi saat ini ada kaitan sama ANDRILOS?" Ucap tebakan Try.
"Iya, begitulah. Aku juga kurang faham dok, mas Andre dia jarang bilang apa-apa soal itu. Bahkan dia seperti jaga jarak padaku, tidak mau terbuka soal apapun kalau aku gak cari tahu sendiri, tapi kalau aku cari tahu sendiri itu namanya mendahului kan, aku gak mau sih jadi kayak istri yang kepo. Habis gimana lagi, dia gak mau terbuka" Ucap Elisa yang agak kesal sama Andre.
"Yah, aku sudah menduga ya. Kemarin, ada orang aneh datang kerumah sakit, bikin rusuh. Katanya dia itu di suruh sama Jonson, kayaknya dia lagi mencari Andre, tapi aku kenal banget mereka pasti anak suruhan ketua geng mawar biru. Geng itu cukup terkenal di New York, tapi anehnya kok bisa ada gabungan anak buah orang indonesia juga, jadi geng itu sudah meluas rupanya. Jadi aku curiga jika Andre pergi itu ada kaitannya sama KASTIL PERAK" Ucap Try yang menjelaskan.
"Ya ampun apakah ada yang terluka saat kejadian itu dok, siapa sih mereka kok malah datang ke rumah sakit, gak tahu apa di sana banyak orang sakit. Gangguin banget sih, apakah mereka juga yang mengobrak-abrik rumah besar Papah. Emang mereka siapa sih, aku jadi kesel yah" Ucap Elisa yang jadi ikut emosi mendengarnya.
"Anak buahnya Xenia Zenus. Pamannya Andre, lebih tepatnya kakak tiri mamah Monika, emang dari dulu dia gak suka sama keluarga mamah monika, dan dia juga sangat kejam. Aku jadi khawatir jika Andre akan berhadapan langsung denganya, apa jadinya nanti" Ucap Try yang menunjukkan khawatirnya, walau Andre bukan kakak kandung melainkan kakak angkat, tapi sejak kecil Andre yang menumpahkan semua kasih sayangnya itu membuat hati Try luluh.
"Apakah, sekejam itu?!" Tanya Elisa yang kebingungan.
"Iya, dia orang yang akan tega membunuh orang yang tidak dia sukai, dulu mamah Monika juga berulang kali meregang nyawa gara-gara dia. Andre juga sejak kecil selalu dalam bahaya karena dia, dan siapa yang jadi kambing hitamnya, aku yang jadi batu loncatan dia untuk bersembunyi, tapi entah kenapa kali ini dia tidak membawa serta diriku terlibat" Ucap try sedikit frustasi.
"Karena, kasih sayangnya pada dokter Try cukup besar, aku tahu di dalam lubuk hati Dokter try sangat sayang pada mas Andre, dan sebaliknya. Buktinya, dia tidak mau membuat Dokter dalam bahaya karena mungkin ini adalah masalahnya, dan mungkin dia berfikir Dokter adalah orang luar yang tidak harus ikut campur, apalagi Dokter sudah menjadi seorang Ayah, wajar jika dia tidak membawa serta dokter dalam pertempuran kali ini" Ucap Elisa yang hanya asal tebak.
"Iya, dia memang seperti itu. Selalu mendahulukan kepentingan orang lain, dan keselamatan orang lain dulu, ketimbang dirinya. Dari dulu dia selalu seperti itu, apakah itu yang dinamakan memberi tanpa pamri" ucap Try yang mengingat semua kebaikan Andre, walau Andre sering di khianati di sakiti, tapi dia masih mau mengulurkan tangannya untuk membantu.
"Aku tahu, jadi berdoa saja jika dia pasti akan baik-baik saja" Ucap Elisa menenangkan diri sendiri dan try.
Azril datang, membawa hp Elisa yang dari tadi berdering. " Teh, ini hpnya dari tadi bunyi. Nggak dengar kah?" Ucap Azril.
"Iyakah, aku gak denger zril. Coba sini, mungkin itu orang pesenan" Ucap Elisa yang saat ini merai hpnya.
"Hallo... Assalamualaikum, ini Mulia Bakery ada yang bisa di bantu... Mas Andre?... Gimana kamu disana, kabarmu baik kan... Syukurlah, gimana keadaan di sana, Mamah-Papah. Ibu dan Ayah... Alhamdulillah, kalau semua baik... Mas kamu hati-hati di sana, apakah Elisa juga ikut kesana?... Beneran... Yasudah... Apa?... Ouh, hp? panjang umur. Nih! di sini ada dokter Try, dia mengembalikan hp mu yang rusak gara-gara jatuh, tapi sudah di perbaiki... Mau ngobrol sama dokter Try... Baiklah aku berikan padanya" ucap Elisa.
"Dokter Try, ini dari mas Andre. Katanya mau ngomong sesuatu rahasia denganmu, cieeee... Bikin aku cemburu aja nih, si Duo besty" Ucap Elisa bercanda.
"Hallo Dre... Gimana kabarmu... Apa! Rencananya gagal?... Iya kamu tenang saja tidak usah khawatir soal rumah sakit nanti aku handel kayak gak biasa aja... Udah kamu yang fokus saja di sana... Iya, aku akan menjaga yah... Kamu tidak usah khawatir... Kamu tidak bawa semua pasukanmu?... Kenapa?... Baiklah akan ku tutup panggilanmu"
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
__ADS_1
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Senin 28 Februari 2022.