
Di seminar tersebut, try yang tak sengaja melihat ada seseorang yang diam-diam memperhatikan Andre, hingga tersenyum padanya, dan senyum-senyum sendiri saat melihat Andre, Try yang awalnya tidak sadar jadi memperhatikan terus tingkah aneh si cewek itu, juga sering curi-curi pandang menatap ke arah Andre yang saat ini sedang fokus ke pembicara di depan.
" Dre sepertinya ada yang terus memperhatikan kamu?" Ucap try yang saat ini melihat si cewek.
" Maksudnya?" Andre langsung Spontan menatap tajam try.
" Lihat cewek itu terus ngeliat kamu saja dari tadi, kayaknya dia suka deh sama kamu?" Ucap try asal tebak, tapi gerak-gerik itu emang sudah kebaca dengan jelas oleh try.
" Yang mana? jangan ngarang kamu, udah jangan kamu ladeni" Ucap Andre yang saat ini tidak bergeming sama sekali dari depan.
" Dibawah pojok kiri, lihat deh! cewek itu selalu saja melihat kemari" Ucap Try yang menyuruh Andre melihatnya.
" Itu hanya perasaan kamu saja yang terlalu ge-er" Ujar Andre yang menebaknya.
" siapa, aku? gak lah, dia emang kaya terusan melihat kemari tahu jangan-jangan dia emang tertarik sama kamu lagi" Ucap Try.
" iya mungkin, udah jangan di ladeni pura-pura gak liat saja" Ucap Andre yang tidak terlalu memikirkan hal-hal yang tidak perlu.
" iya deh!" Ucap try yang pasrah.
Setelah selesai perkumpulan tersebut, Andre dan try akan baru bangkit dari kursi karena harus gantian dengan dokter lainya untuk keluar. Tak lama ada seseorang yang menghampiri Andre dan Try, ternyata dokter yang tadi membawa acara yang mendekati.
ALDWIN : Profesor Andre !
ANDRE : Huh?!
Andre Kebingungan dengan suara yang datang itu, Andre menghentikan langkahnya menoleh ke sumber suara yang saat ini sedang dalam perjalanan mendekati dirinya.
ALDWIN : Tenyata itu benar anda, sudah lama tidak bertemu, apa kabar ?
Ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Andre, yang saat ini bengong Kebingungan.
ANDRE : Kabar ku baik, bagaimana denganmu.
Andre menyambut uluran tangan aldwin yang saat ini dengan senyuman mengembang, karena baru tahu.
ALDWIN : Saya juga baik! Terimakasih anda sudah datang ke acara seminar ikatan para dokter ini.
ANDRE : Hmm- Iya sama-sama, tapi ngomong-ngomong, kamu ini siapa yah? mohon maaf saya sedikit agak lupa-lupa ingat.
ALDWIN : Ouh! saya Aldwin prof, saya pernah jadi salah satu murid dalam bimbing anda waktu di universitas Negeri, 2 tahun yang lalu.
ANDRE : Aaah- begitu, maaf yah aku lupa Aldwin.
ALDWIN : Tidak apa-apa prof, anda punya banyak anak didik tentu saja anda akan susah untuk mengingat satu-persatu mereka.
ANDRE : Terimakasih sudah mengerti kondisi saya.
ALDWIN : Iya sama-sama prof, ouhnya profesor ini kenalkan istri saya, Chelsea
Ternyata cewek yang di tebak try suka Andre itu adalah istri dari aldwin, si cewek langsung tersenyum senang bisa bertemu dengan pembimbingnya itu. Andre langsung menatap try seketika, dengan kode mata yang langsung try menciut nyalinya.
CHELSEA : Hallo Profesor Andre, maaf saking senangnya saya tak bisa menguapkan yah.
ANDRE : Hello Chelsea, iya tidak masalah.
CHELSEA : Profesor, saya bener-bener seketika sampai tadi ingin segera mendekat dengan anda dan menghampiri anda tapi, terlihat tadi anda sangat fokus sekali melihat ke depan jadi saya tak berani untuk mengganggu anda.
ANDRE : Begitu, tidak apa-apa Chelsea. Aku juga jadi ingat kamu, satu pembinaan dengan aldwin ya.
ALDWIN : Iya kita bertemu kan waktu kami satu pembinaan dengan anda prof, ouhnya ngomong-ngomong profesor sibuk tidak kami ingin mengajak anda untuk makan siang dulu jika anda tidak sibuk?
Try yang melihat Profesor Jerry baru keluar ruangan, Try ingin minta izin dulu untuk menemui profesornya.
" Dre aku ketemu profesor Jerry dulu yah!" Ucap try yang motong pembicaraan Andre dengan aldwin.
" Oke, aku tunggu di luar yah" Ucap Andre menjawabnya.
" Iya" Jawab singkat try sambil sudah jalan pergi.
TRY : Saya duluan yah, mau ketemu profesor Jerry.
ALDWIN : Iya dokter Try, hati-hati
ANDRE : Ouhnya tadi, kalian bicara apa! mau ngajak saya makan siang yah? tapi saya datang tidak sendirian, tadi ada Try, dan kebetulan istri saya juga di sini tapi dia sedang jalan-jalan di luar.
CHELSEA : Wah kebetulan sekali, sekali saja di ajak profesor, Saya juga ingin berkenalan dengan beliau.
ANDRE : Itu akan memberat kalian, lain kali saja kita adakan lagi untuk bertemu.
__ADS_1
ALDWIN : Baiklah tidak apa-apa Profesor, terimakasih profesor sekali lagi saya ucapkan atas waktunya karena telah menyempatkan waktu anda untuk datang.
ANDRE : Iya sama-sama.
CHELSEA : Tapi bagaimana saya bisa menghubungi anda.
ANDRE : ah benar juga, ini kamu simpan nomor saya.
Andre mengeluarkan hpnya dari saku, dan menekan nomer hp dirinya.
CHELSEA : Iya, profesor terimakasih.
ANDRE : Sama-sama.
ALDWIN : Kalo begitu, boleh kami berkenalan dengan istri anda profesor.
ANDRE : Aku juga tidak tahu di mana dia sekarang, karena dia sedang beli sesuatu di luar.
ALDWIN : Begitu ya, sudah tidak apa-apa, nanti juga kita akan bertemu cepat atau lambatnya.
Andre langsung mencari istri yah yang sedang asik makan di lobi gedung tersebut, Andre langsung tersenyum tipis.
" Elisa-" Panggil Andre yang saat ini berjalan mendekati Elisa dan Rudi yang sedang asik makan.
" Ouh! udah selesai seminar yah?" Tanya Elisa semangat menyapa Andre, terlihat bibir Elisa merah bukan karena lipstik tapi karena pedas.
" Kalian udah nunggu lama?" Tanya Andre yang duduk di samping Elisa.
" Udah setengah jam si, Kamu sudah selesai seminar yah? mana Try" Tanya Rudi.
" Iya nih baru keluar, Try sedang bertamu dengan Profesor Jerry" Ucap Andre sambil melihat ke lantai 2 di atasnya.
" Nih! aku kembalikan" Ucap Elisa yang memberikan kartu ATM yah.
" Cuman beli itu saja" Tanya Andre yang menatap Elisa yang asik makan.
" Iya, mana minumnya?" Tanya Andre yang tidak melihat minum air.
" Ini, udah hampir habis" memperlihatkan botol mineral yang sudah tinggal setengah.
" Sudah aku bilang jangan makan pedas, nanti maag mu Kambu" Ucap Andre yang menjauh makanan itu dari depan Elisa.
" Jangan doa in gitu dong!" Ucap Elisa ngambek karena Andre menjauhkan makanan yah.
" Ouh ya! Dokter Andre, mana nih pajak jadian kalian" Ucap Rudi.
" Hah? pajak jadian? jadian apa! segitu mas Rudi di kasih pajaknya beli itukan pake uangnya" Ucap Elisa.
" Iya sih tapikan ini lain lah Lis, ya pajak nggak mahal-mahal traktir 1 Minggu makan aja gak apa-apa" Ucap Rudi yang menggoda Andre.
" Selama ini mas Rudi tidak merasa apa, aku bikinin bekal setiap hari dari masakan Elisa itu" Ucap Elisa, Andre hanya bisa tersenyum saat melihat perdebatan Antara Rudi dan Elisa.
" Ouh~ jadi selama ini kamu masak dan buatin aku bekal ternyata itu sogokan yah, cukup tahu aku sama kamu Lis" Ucap Rudi.
" Hahahaha, iya deh nanti yah kalo kita ngadain acara gede-gedean, aku kasih pajak buat mas Rudi spesial, iya kan mas Andre!" Ucap Elisa bergantian.
Tak lama Try datang dengan profesor Jerry, yang saat ini bersama dengan dokter cantik Kasandra, putri Profesor Jerry yang langsung mendekati Andre, Elisa dan Rudi.
" Kak Andre, ~" Panggil Try.
Andre menoleh ke sumber suara yang saat ini sedang mendekati dirinya.
" Ada apa?" ucap Andre.
JERRY : Dokter Andre, akhirnya aku bisa menemukan anda.
" Kak maafkan aku, tidak bisa mencegah yah" Ucap Try, merasa bersalah dengan apa yang di lakukan saat ini.
Andre langsung faham dengan apa yang di katakan Try. " Tidak apa-apa!" Ucap Andre santai dan langsung berdiri menyambut Profesor Jerry.
ANDRE : Iya profesor, ada keperluan apa sampai anda begitu senang yah saat melihat saya.
JERRY : Aku sudah lama ingin menemui anda.
ANDRE : Begitu kah.
JERRY : apakah anda senggang, bisa kita ngobrol sebentar, sambil minum teh.
ANDRE : Hah!, saya izin dulu.
__ADS_1
JERRY : Baiklah.
Ucap Andre yang langsung menatap Elisa yang berada di belakang yah, beriringan dengan Rudi.
" Sayang, aku~" Ucap Andre yang Kebingungan untuk menjelaskan keadaan yah saat ini.
Seakan tahu dan mengerti kondisi Andre saat ini Elisa langsung mengiyakan saja, agar tidak membuat Andre khawatir.
" Pergilah, aku tunggu kamu di sini" Ucap Elisa dengan senyum manis.
" Maaf yah, Rudi maaf agak lama lagi kita pulang. Atau kalian pulang saja duluan naik taksi, aku pesankan yah!" ucap Andre sudah mengambil hp.
" Nggak usah Dre, kita gak apa-apa kok, udah lanjut saja sana" Ucap Rudi.
" Tolong jagain Elisa, dan kamu jangan di lanjutkan makan pedes yah" Ucap Andre yang bergantian bicara.
" Iya-iya, udah sana" Ucap Elisa yang tidak mau membuat Andre tambah khawatir.
^^^~ 1 Jam Kemudian^^^
JERRY : Dokter Andre, terimakasih atas informasinya apakah anda akan lama tinggal di sini? aku dengar anda sudah pindah negara.
ANDRE : Iya sama-sama profesor, iya saya sudah pindah negara. Saya sini 10 hari lagi, karena saya kesini bawa para pekerja saya.
JERRY : Ouh! begitu, apakah anda masih sindiran.
ANDRE : Hah? maksudnya.
JERRY : Lajang?
ANDRE : Ouh! memang kenapa anda tiba-tiba menayangkan hal tersebut kepada saya.
JERRY : Yah tidak apa-apa, hanya saja jika masih lajang untuk berteman dengan putri saya.
( Wah, aku gak tahu jika Kasandra akan menjadi aku dan ayahnya batu loncatan begini bagus sekali, kak Andre apakah kau akan mengungkapkan jadi dirimu) Gerutu Try dalam benak.
Andre melihat TRY yang saat ini pura-pura tidak mendengar dan asik makan padahal dia ketakutan pada Andre.
ANDRE : Hemm, tapi bukan kah saya dan Kasandra sudah berteman baik selama ini.
JERRY : Bukan, temen seperti itu maksudnya- Temen yang lebih dekat lagi.
ANDRE : Ah, begitu terimakasih profesor tapi saya mohon maaf, jika seperti itu saya tidak bisa. Putri anda terlalu baik untukku, dan kebetulan saya juga sudah menikah profesor.
BRAAAKK!
Kasandra memukul meja dan langsung bangkit tidak terima dirinya di tolak begitu saja oleh Andre, Jerry dan semua ikut kaget dengan hal tersebut.
KASANDRA : Hah- tapi status mu belum berubah jika hanya untuk menolak ku tidak usah kau katakan seperti itukan Andre itu terlalu kejam, apakah kau selamanya ingin membujang.
JERRY : Kasandra jaga ucapanmu, maafkan dia Dokter Andre.
ANDRE : Tidak apa-apa, sekali lagi saya mohon maaf jika sudah selesai saya boleh undur diri.
JERRY : Ouh iya silahkan.
ANDRE : Terimakasih, ayo Try
Disisi lain Elisa dan Rudi yang saat ini sedang masih asik ngobrol kesana kemari, tapi karena masih penasaran dengan apa yang di lihatnya saat ini membuat Rudi ingin bertanya mendalam terkait hubungan Elisa dan Andre.
" Elisa kalian sudah pacaran berapa lama, kok aku baru tahu" Tanya Rudi.
" Sudah Elisa bilang 1 bulan" Ucap Elisa yang saat ini menyeruput jus.
Tak lama try dan Andre datang, menghampiri mereka.
" Elisa, kamu belum jujur sama Rudi kesayangan mu itu" Sambung Try yang jalan mendekati.
" Nanti juga dia tahu sendiri dokter try. Kalian sudah selesai ngobrol yah! kok cepet" ucap Elisa.
" Udah 1 jam loh kita ngobrol, jangan-jangan kamu... dan Rudi" ucap try yang menggoda Elisa.
" Hey hey try hati-hati yah kalo ngomong, nggak lah Elisa itu adik perempuan ku mana mungkin aku suka sama dia, udah lah yuk kita pulang" Ucap Rudi.
" iya deh!" Ucap try.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
__ADS_1
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Kamis 23 Desember 2021